Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

INOVASI DAUN BELUNTAS (PLUCHEA INDICA (L) LESS) SEBAGAI MINUMAN HERBAL DALAM MENGATASI BERBAGAI KELUHAN KESEHATAN PADA LANSIA Agustina Revi Felisa, Nelly; Sony, Sony; Taruna Revi Setiyatmiko Putra, Ardhi; Dwi Cahyanto, Ferdhi; Sulistiya Ningsih, Fina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 8 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i8.3229-3236

Abstract

Daun beluntas (Pluchea Indica (L) Less) adalah salah satu tanaman herbal yang masih ditemukan dibeberapa wilayah Indonesia, salah satunya adalah di Desa Bonorejo Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro. Desa Bonorejo merupakan daerah di Bojonegoro dengan populasi tanaman beluntas yang cukup banyak ditemukan disekitaran pekarangan rumah warga. Tanaman beluntas memiliki banyak kandungan serta manfaat bagi kesehatan masyarakat khususnya pada lansia. Tidak jarang masyarakat Desa Bonorejo mengkonsumsi tanaman beluntas untuk diolah sebagai kulupan yang dinikmati tanpa mengetahui kandungan dan manfaat yang ada didalam daun beluntas. Kegiatan program pengabdian masyarakat dalam bentuk pelatihan pembuatan teh celup daun beluntas kepada kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan keluarga (PKK) dan Posyandu Lansia merupakan bentuk upaya untuk memberikan pengetahuan serta melatih keterampilan pada kader dalam mengoptimalkan tanaman disekitar agar dikonsumsi dan dimanfaatkan untuk kebutuhan kesehatan. Kegiatan tersebut dilakukan melalui metode Focus Group Discussion (FGD) dengan melakukan pendekatan interaktif kepada mitra untuk menggali informasi dan melakukan kesepakatan untuk keberlangsungan program.  Program pelatihan diikuti oleh 20 peserta dari mitra terkait yang bekerjasama untuk menghasilkan inovasi dengan memaksimalkan pemanfaatan daun beluntas oleh masyarakat. Daun beluntas diinovasikan menjadi olahan dalam bentuk serbuk dan daun kasar yang dikemas didalam kantong teh sehingga untuk mengonsumsinya dengan menggunakan rebusan air dengan takaran 2g/200 ml, sesuai dengan hasil eksperimen yang dilakukan berulang-ulang.
Analisis Komparasi Usahatani Bawang Merah Antara Musim Tanam 1 dan Musim Tanam 2 di Desa Jenu Kecamatan Temaji Kabupaten Tuban Yudha, Danang Ananda; Ningsih, Fina Sulistiya; Saputra, Muhamad Surya Eka
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025): In Process
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.1690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan produksi dan pendapatan usahatani bawang merah antara musim tanam I dan musim tanam II di Desa Jenu Kecamatan Temaji Kabupaten Tuban. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April hingga bulan Mei 2025. Dimana data primer diperoleh dari 20 responden pada orang yang sama antara musim tanam I dan musim tanam II . Dengan menggunakan Penentuan sampel simple random sampling. Sedangkan data sekunder diperoleh dari kantor Desa Jenu, Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Temaji Kabupaten Tuban. Data diolah dengan menggunakan analisis komparatif. hasil penelitian dan pembahasan di atas tentang perbandingan usahatani bawang merah antara Musim Tanam I  dan Musim Tanam II dapat ditarik kesimpulan: 1) Biaya Produksi usahatani bawang merah Musim Tanam I rata-rata sebesar Rp 19.674.551/ha, sedangkan biaya produksi Musim Tanam II rata-rata sebesar Rp 17.187,87/ha. 2) Pendapatan usahatani bawang merah Musim Tanam I rata-rata sebesar Rp 148.419.498/ha, sedangkan pendapatan usahatani bawang merah Musim Tanam II rata-rata sebesar Rp 101.944.415/ha. Berdasarkan hasil analisis uji t terbukti pendapatan usahatani bawang merah Musim Tanam I lebih besar dibandingkan pendapatan usahatani Musim Tanam II.