Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

INOVASI DAUN BELUNTAS (PLUCHEA INDICA (L) LESS) SEBAGAI MINUMAN HERBAL DALAM MENGATASI BERBAGAI KELUHAN KESEHATAN PADA LANSIA Agustina Revi Felisa, Nelly; Sony, Sony; Taruna Revi Setiyatmiko Putra, Ardhi; Dwi Cahyanto, Ferdhi; Sulistiya Ningsih, Fina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 8 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i8.3229-3236

Abstract

Daun beluntas (Pluchea Indica (L) Less) adalah salah satu tanaman herbal yang masih ditemukan dibeberapa wilayah Indonesia, salah satunya adalah di Desa Bonorejo Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro. Desa Bonorejo merupakan daerah di Bojonegoro dengan populasi tanaman beluntas yang cukup banyak ditemukan disekitaran pekarangan rumah warga. Tanaman beluntas memiliki banyak kandungan serta manfaat bagi kesehatan masyarakat khususnya pada lansia. Tidak jarang masyarakat Desa Bonorejo mengkonsumsi tanaman beluntas untuk diolah sebagai kulupan yang dinikmati tanpa mengetahui kandungan dan manfaat yang ada didalam daun beluntas. Kegiatan program pengabdian masyarakat dalam bentuk pelatihan pembuatan teh celup daun beluntas kepada kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan keluarga (PKK) dan Posyandu Lansia merupakan bentuk upaya untuk memberikan pengetahuan serta melatih keterampilan pada kader dalam mengoptimalkan tanaman disekitar agar dikonsumsi dan dimanfaatkan untuk kebutuhan kesehatan. Kegiatan tersebut dilakukan melalui metode Focus Group Discussion (FGD) dengan melakukan pendekatan interaktif kepada mitra untuk menggali informasi dan melakukan kesepakatan untuk keberlangsungan program.  Program pelatihan diikuti oleh 20 peserta dari mitra terkait yang bekerjasama untuk menghasilkan inovasi dengan memaksimalkan pemanfaatan daun beluntas oleh masyarakat. Daun beluntas diinovasikan menjadi olahan dalam bentuk serbuk dan daun kasar yang dikemas didalam kantong teh sehingga untuk mengonsumsinya dengan menggunakan rebusan air dengan takaran 2g/200 ml, sesuai dengan hasil eksperimen yang dilakukan berulang-ulang.
Analisis Komparasi Usahatani Bawang Merah Antara Musim Tanam 1 dan Musim Tanam 2 di Desa Jenu Kecamatan Temaji Kabupaten Tuban Yudha, Danang Ananda; Ningsih, Fina Sulistiya; Saputra, Muhamad Surya Eka
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.1690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan produksi dan pendapatan usahatani bawang merah antara musim tanam I dan musim tanam II di Desa Jenu Kecamatan Temaji Kabupaten Tuban. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April hingga bulan Mei 2025. Dimana data primer diperoleh dari 20 responden pada orang yang sama antara musim tanam I dan musim tanam II . Dengan menggunakan Penentuan sampel simple random sampling. Sedangkan data sekunder diperoleh dari kantor Desa Jenu, Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Temaji Kabupaten Tuban. Data diolah dengan menggunakan analisis komparatif. hasil penelitian dan pembahasan di atas tentang perbandingan usahatani bawang merah antara Musim Tanam I  dan Musim Tanam II dapat ditarik kesimpulan: 1) Biaya Produksi usahatani bawang merah Musim Tanam I rata-rata sebesar Rp 19.674.551/ha, sedangkan biaya produksi Musim Tanam II rata-rata sebesar Rp 17.187,87/ha. 2) Pendapatan usahatani bawang merah Musim Tanam I rata-rata sebesar Rp 148.419.498/ha, sedangkan pendapatan usahatani bawang merah Musim Tanam II rata-rata sebesar Rp 101.944.415/ha. Berdasarkan hasil analisis uji t terbukti pendapatan usahatani bawang merah Musim Tanam I lebih besar dibandingkan pendapatan usahatani Musim Tanam II.
FAKTOR PENENTU KEPUTUSAN USAHATANI TEMBAKAU: PENDEKATAN “BEHAVIORAL REASONING THEORY” Kholifatun, Dwi Lilik; Durroh, Badi atud; Ningsih, Fina Sulistiya
JURNAL AGRIMANSION Vol 26 No 3 (2025): Jurnal Agrimansion Desember 2025
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v26i3.1938

Abstract

Market uncertainty and fluctuating tobacco prices influence farmers’ decisions in managing their farming businesses. This study was conducted because, despite facing high economic risks, farmers continue to choose tobacco cultivation, making it important to understand the factors that influence such decisions. The research was carried out in Sukosewu District, Bojonegoro Regency. The aim of this study is to identify the factors affecting tobacco farmers’ decision-making using the Behavioral Reasoning Theory (BRT) approach, which includes the variables of values, reasons for, reasons against, and farming decisions. The analysis method used in this study is SEM (Structural Equation Modeling) with Partial Least Squares (PLS) as the analytical tool. The results indicate that all three variables significantly influence farming decisions, with values having the greatest impact due to the strong social, cultural, and economic values inherent in the lives of tobacco farmers in Sukosewu.
Business Development Strategy for Istana Kelapa Bojonegoro Distributor Mayasari, Chindy Eka; Ningsih, Fina Sulistiya; Darsan
Amkop Management Accounting Review (AMAR) Vol. 6 No. 1 (2026): January - June
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/amar.v6i1.3397

Abstract

Abstract This study aims to analyze the marketing strategies of Istana Kelapa Bojonegoro Distributor using SWOT analysis, Internal Factor Evaluation (IFE) Matrix, External Factor Evaluation (EFE) Matrix, and Internal-External (IE) Matrix. The research method used is a mixed method with data collection through observation, interviews, and questionnaires to 13 respondents, consisting of 4 internal respondents and 9 external respondents. The results of the study show an IFE score of 3.031 and an EFE score of 3.072, which places Istana Kelapa Bojonegoro Distributor in the grow and build position in the IE matrix. This means that the company has good internal and external strengths to be developed. Based on the SWOT analysis results, four main strategies were formulated, namely: (1) establishing branch warehouses around major customers, (2) conducting promotions and a pre-order system for new customers, (3) establishing contractual cooperation with farmers, (4) providing sorting training to workers. The implementation of these strategies is expected to increase distribution effectiveness, expand the market, and strengthen the competitiveness of Distributor Istana Kelapa Bojonegoro in the coconut marketing sector. Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis strategi pemasaran pada Dsitributor Istana Kelapa Bojonegoro dengan menggunakan pedekatan analisis SWOT, Matriks Internal Factor Evaluation (IFE), Matriks External Factor Evaluation (EFE), dan Matriks Internal-Eksternal (IE). Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mix method) dengan pengambilan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada 13 responden, terdiri dari 4 responden internal dan 9 responden eksternal. Hasil penelitian menunjukan nilai skor IFE sebesar 3,031 dan skor EFE sebesar 3,072, yang menempatkan Distributor Istana Kelapa Bojonegoro pada posisi grow and build dalam matriks IE. Hal ini berarti perusahaan memiliki kekuatan internal dan eksternal yang baik untuk dikembangkan. Berdasarkan hasil analisis SWOT, dirumuskan empat strategi utama yaitu: (1) mendirikan gudang cabang di sekitar pelanggan utama, (2) melakukan promosi dan sistem pemesanan awal (pre-order) bagi pelanggan baru, (3) menjalin kerja sama kontrak dengan petani, (4) memberikan pelatihan sortasi kepada tenaga kerja. Penerapatan strategu tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas distribusi, memperluas pasar, serta memperkuat daya saing Distributor Istana Kelapa Bojonegoro di sektor pemasaran kelapa.