Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

M Media Sosial Sebagai Strategi Promosi Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Tifani Rahmatika, Qory; Ode Abd Rahman, La
Jurnal Kesehatan Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Volume 8 nomor 1 tahun 2019
Publisher : STIKES Ngesti Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.577 KB)

Abstract

Healthy People 2020 menjadikan kesehatan reproduksi sebagai indikator kesehatan utama untuk kelompok usia remaja. Dengan pengguna aktif di Indonesia mencapai 130 juta dan sebagian besar adalah kelompok usia remaja, media sosial berpotensi digunakan sebagai sarana promosi kesehatan reproduksi dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan reproduksi pada remaja. Tujuan dari studi literatur ini yaitu menelaah pengaruh media sosial sebagai metode promosi kesehatan reproduksi pada remaja. Studi literatur dipilih sebagai metode dalam penulisan ini dengan mengumpulkan literatur dari database ProQuest, Science Direct, dan Sage Journals. Literatur yang dipilih adalah jurnal full text berbahasa Inggris. Hasil dari studi literatur ini yaitu beberapa studi menggunakan media sosial sebagai strategi intervensi tunggal maupun kombinasi dengan intervensi yang lain dalam melakukan promosi kesehatan reproduksi pada remaja. Studi menunjukkan hasil yang efektif dari media sosial sebagai media promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan pada remaja yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Disimpulkan bahwa media sosial memiliki keefektifan untuk digunakan oleh tenaga kesehatan termasuk perawat sebagai strategi promosi kesehatan reproduksi pada remaja. Kata Kunci: , ,
Medical Team Support for Table Tennis Event – LPTK CUP XXI UM 2023 Ramadhan, Muhammad Putra; Sishartami, Lintang Widya; Aditya, Ronal Surya; Rahmatika, Qory Tifani; Sunaryo, Eri Yanuar Akhmad Budi; Evi, Nurul; Masfi, Achmad; Afiani, Nurma; Widjayanti, Yhenti
Inovasi Lokal Vol. 1 No. 2 (2023): Inovasi Lokal
Publisher : Tarqabin Nusantara Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62255/noval.v1i2.15

Abstract

Introduction: LPTK CUP strives to improve relationships and unity among LPTK (Lembaga Pendidikan Tenga Kependidikan) members. It achieves this by merging competitive elements with entertainment to promote a feeling of camaraderie and cooperation. Furthermore, LPTK CUP includes a range of sports competitions, including table tennis. Purpose: This study aims to comprehend the medical team's involvement in providing support during the table tennis event at LPTK CUP XII UM 2023. Method: The medical team is crucial in delivering general and specialized healthcare services (for sports injuries) throughout the table tennis competition at LPTK CUP XXI UM 2023. Additionally, various approaches are employed in this event, including 1) Acquiring Medical Equipment, 2) Collaborating with Relevant Entities, 3) Arranging the Placement of the Medical Team, 4) Conducting Screening and Medical Services, and 4occurredviding Health Education. Result: Most table tennis participants are less than 50 years old. Several injuries occur during the match, namely Abrasion, Shoulder Sprain, and Ankle Sprain. The injury management provided is based on the Rice Method for sports injuries.
Differences in Personal Social Development Before and After Role Playing in Preschool Children 4-5 Years Old Masfi, Achmad; Ramadhan, Muhammad Putra; Rahmatika, Qory Tifani; Evi, Nurul; Afiani, Nurma; Sunaryo, Eri Yanuar Akhmad Budi; Widjayanti, Yhenti
Health Frontiers: Multidisciplinary Journal for Health Professionals Vol. 1 No. 2 (2023): Health Frontiers
Publisher : Tarqabin Nusantara Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62255/mjhp.v1i2.86

Abstract

4-5 year olds should learn to improve personal social development. One effective way to improve personal social development is to play a role. The purpose of this study was to determine the differences in role play in personal social development in preschoolers (ages 4-5 years). The methode this research is Pre-experimental design using One Group Pra Post test design with sample of 30 respondents. The Sampling technique using purposive sampling using statistical test of Wilcoxon. A data Collection is done use Denver II only on the social development sector before intervention and after intervention. The result of the research shows that before the intervention of playing role as much as 25 (80,6%) children experience delay in personal social development. After playing role intervention role play a number of 12 children experience improvement in personal social development, so a number of 10 (32,2%) normal child 18 (58,1%) coution 3 (9,7%) child delayed. The result of statistical test shows that there is a difference of role play to social development in preschool children (4-5 years) with significant value 0,001 (0,001 <0,05). The conclusion in this study is that proper simulation of preschoolers should be done to improve the social development of children.
Intervensi Edukasi untuk Pemberdayaan Pendamping Keluarga ODGJ: Meningkatkan Peran Aktif dalam Perawatan Kesehatan Mental di Komunitas Rahmatika, Qory Tifani; Ramadhan, Muhammad Putra; Masfi, Achmad; Aditya, Ronal Surya
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 7 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v7i2.830

Abstract

Family caregivers play a crucial role in the care of individuals with mental disorders (ODGJ), yet they often lack adequate education and support. This limitation can diminish their effectiveness in providing necessary care and assistance. The purpose of this community service initiative is to assess the effectiveness of educational interventions in empowering family caregivers of ODGJ and enhancing their active roles in community mental health care. The intervention began with a pre-test to assess the knowledge, attitudes, and roles of health cadres, followed by education through lectures, videos, interactive discussions, and communication simulations. Subsequently, free health screenings were conducted for health cadres, individuals with mental disorders (ODGJ), and former ODGJ as part of a physical and mental health promotion initiative. The results of this community service activity showed a significant increase in knowledge and attitudes, focusing on the feelings, attitudes, and motivations of caregivers in their roles as family supporters. The educational intervention successfully improved caregivers' competence in the early detection of mental health issues, as well as their roles and responsibilities as mental health cadre. This improvement also led to better quality support for ODGJ and reduced pressure on community mental health services. The educational program proved effective in empowering family caregivers of ODGJ, and it is recommended to further develop and expand this program to reach more caregivers and communities.
CARE (Comprehensive Assessment for Retirees and Elderly): Skrining Kesehatan Pralansia dan Lansia Berbasis Komunitas Ramadhan, Muhammad Putra; Rahmatika, Qory Tifani; Masfi, Achmad; Dewi, Nindi Kusuma; Suyanto, Suyanto; Habibulloh, Firdaus Noval; Halizah, Handini Nur; Yulianti, Diah Ayu Tri; Thalia, Zherly Freya; Wasalwa, Manna; Az-Zahid, Umar Faiz; Putri, Sheva Shevira Ramadhani Eka
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/ek24tb69

Abstract

Kelurahan Tlogomas, Kota Malang, memiliki populasi lansia dan pralansia yang terus meningkat, namun masih menghadapi kendala dalam akses layanan skrining kesehatan preventif dan edukasi kesehatan rutin. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdian dari Universitas Negeri Malang melaksanakan kegiatan CARE (Comprehensive Assessment for Retirees and Elderly), yaitu program skrining kesehatan fisik, psikologis, dan kognitif berbasis komunitas. Kegiatan ini bertujuan mendeteksi dini risiko penyakit kronis dan gangguan mental pada lansia, serta meningkatkan kapasitas kader posyandu sebagai pendamping kesehatan lansia. Metode pelaksanaan terdiri atas persiapan (koordinasi mitra, pelatihan kader, penyusunan instrumen), pelaksanaan skrining (pengukuran IMT, tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, serta penilaian depresi, kecemasan, dan kognitif), dan evaluasi hasil. Sebanyak 97 peserta mengikuti kegiatan ini. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mengalami hipertensi (59,8%), diabetes (51,5%), serta kondisi obesitas (56,7%). Selain itu, ditemukan adanya depresi ringan–sedang pada 42,3% peserta dan penurunan kognitif pada 60,8% peserta. Kegiatan ini terbukti meningkatkan kesadaran kesehatan dan menjadi model kolaboratif yang efektif serta potensial untuk direplikasi dalam sistem layanan kesehatan komunitas di wilayah lain.
Upaya Pencegahan Pelecehan Seksual Melalui Pendidikan Kesehatan (Audiovisual) dan Sunat Gratis pada Anak Masfi, Achmad; Rahmatika, Qory Tifani; Ramadhan, Muhammad Putra; Aditya, Ronal Surya
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/3m7bm409

Abstract

Kesehatan reproduksi pada anak yaitu pengenalan nama dan fungsi organ reproduksi mereka. Salah satu permasalahan kesehatan reproduksi yang dihadapi anak adalah permasalahan kekerasan atau pelecehan seksual. Tujuan dalam pegabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan anak dan orang tua tentang kesehatan reproduksi. Methode: Metode pelaksanaan dalam pengabdian masyarakat ini dengan memberikan intervensi. Intervensi yang diberikan adalah pendidikan kesehatan dengan media audio visual animasi kartun tentang cerita pelecehan seksual dan intervensi khitan massal. Responden pada pengabdian masyarakat ini adalah 20 anak dan 20 orang tua (ayah dan ibu). Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner tentang pengetahuan pelecehan seksual, dan dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Pengetahuan anak setelah dilakukan edukasi media animasi audio visual menunjukkan lebih dari setengahnya dari responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 14 orang (70%) dan tingkat pengetahuan orang tua setelah dilakukan edukasi media animasi audiovisual menunjukan lebih dari setengahnya dari responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 28 orang (70%). Pengabdian masyarakat Upaya Pencegahan Pelecehan Seksual Melalui Pendidikan Kesehatan (Audiovisual) dan Sunat Gratis pada Anak mampu untuk meningkatkan pengetahuan tentang pelecehan seksual pada anak anak dan orang tua.Program edukasi berbasis audiovisual ini perlu dilanjutkan secara berkala di sekolah, posyandu, dan komunitas dengan dukungan tenaga kesehatan serta pendidik. Pelibatan aktif orang tua juga penting agar tercipta lingkungan yang aman dan komunikatif bagi anak untuk menyampaikan pengalaman atau perasaannya.
Pemberdayaan Ibu PKK dalam Pencegahan Masalah Kesehatan Reproduksi melalui Skrining Kesehatan dan Modifikasi Gaya Hidup Rahmatika, Qory Tifani; Masfi, Achmad; Gamagitta, Laras Putri
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/pz1tb472

Abstract

Masalah kesehatan reproduksi pada perempuan usia subur masih menjadi tantangan kesehatan di masyarakat, terutama karena keterbatasan akses informasi, budaya tabu, serta gaya hidup tidak sehat. Ibu-ibu PKK sebagai agen pembangunan kesehatan di tingkat lingkungan sering kali belum memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai untuk memberikan edukasi yang efektif. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan kegiatan pemberdayaan melalui edukasi,  skrining kesehatan dasar dan modifikasi gaya hidup. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, merubah sikap, serta membekali ibu PKK dengan keterampilan dalam mendeteksi dini gangguan kesehatan reproduksi dan menerapkan pola hidup sehat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan community empowerment yang melibatkan edukasi interaktif, skrining kesehatan (antropometri, tensi, gula darah, kolesterol, asam urat), serta pelatihan modifikasi gaya hidup. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan sikap peserta, dengan mayoritas berada pada kategori baik setelah kegiatan. Selain itu, skrining kesehatan berhasil mengidentifikasi beberapa faktor risiko metabolik yang dapat memengaruhi kesehatan reproduksi. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan berbasis komunitas efektif meningkatkan literasi kesehatan reproduksi dan berpotensi dikembangkan secara lebih luas.
Family Perceptions on Linear Growth in Stunted Children in Wonorejo Village, Malang District Rahmatika, Qory Tifani; masfi, Ahmad; Gamagitta, Laras Putri
Jurnal Surya Vol 16 No 1 (2024): VOL 16 NO 01 APRIL 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38040/js.v16i1.892

Abstract

Introduction Indonesia is ranked fifth among countries with the highest burden of stunting children. The role of families becomes very important in understanding and responding the nutritional status of children from the various risks of nutritional problems. This study was aimed to understand caregiver perceptions of child’s stunting.Methods: A qualitative phenomenological approach was conducted. Eleven primary caregivers of stunting children aged 24-60 months were interviewed individually. The recorded interviews were transcribed verbatim and were analyzed using thematic analysis.Results: Two major themes were identified: (i) family perceptions of children’s linear growth; and (ii) family responses in dealing with the growth statusConclusion: Families perceive stunting as a condition of failure to thrive which is characterized by short stature compared to other children of the same age. Families also reported emotional and attitude response upon learning the growth status of toddlers identified as experiencing stunting. The role of health workers is needed to provide emotional and informational supports to families in trying to fulfill nutrition in stunting childrenKeywords: Caregiver Perceptions, Linear Growth Faltering, Nutrition Fullfillment, Stunting     
Pelatihan Pengukuran Antropometri Balita pada Kader Posyandu di Desa Wonorejo Rahmatika, Qory Tifani; Widjayanti, Yhenti; Masfi, Achmad
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 6 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v6i2.658

Abstract

Millions of Indonesian children remain at risk due to the high burden of double malnutrition. Close monitoring of the growth and development status of toddlers is of utmost importance, particularly the role of community health workers in early detection if any growth disorders are observed in toddlers. The purpose of this community engagement is to enhance the understanding of community health workers at integrated health posts (posyandu) in conducting anthropometric measurements and instructing them in evaluating nutritional status based on anthropometric measurements. The methods employed in this training activity include lectures, demonstrations, re-demonstrations, as well as post-training discussions. The results of knowledge and skills assessments among the community health workers, including weighing, measuring height or length, and head circumference measurements, after the training, indicate that the majority of community health workers can accurately perform anthropometric measurements. Training using methods of lecture, discussion, and demonstration-redemonstration is considered effective in enhancing the knowledge and skills of cadres in anthropometric measurements.
Inovasi Media Edukasi dengan Permainan Ular Tangga dan Pendekatan Teman Sebaya dalam Meningkatkan Kesadaran Pencegahan Anemia pada Remaja Putri Qory Tifani Rahmatika; Achmad Masfi; Muhammad Putra Ramadhan; Laras Putri Gamagitta; Sheva Shevira Ramadhani Eka Putri; Muchammad Rizky Awalludin
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/g5kbxp87

Abstract

Anemia masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan pada remaja putri. Untuk meningkatkan kesadaran akan pencegahannya, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan menggunakan media games ular tangga, kartu edukasi interaktif, dan pendekatan peer-support di SMP Negeri 11 Kota Malang. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan peer support yang  meliputi: (1) tahap persiapan (asesmen kebutuhan, desain media), (2) pelaksanaan (sesi edukasi dengan permainan, diskusi, peer-teaching), dan (3) evaluasi yang dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui pretest-posttest dengan melibatkan 30 siswa remaja putri. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, dengan persentase kategori tinggi meningkat dari 16.7% menjadi 53.4%. Respon peserta terhadap media dan metode edukasi sangat positif, terutama dalam meningkatkan partisipasi dan pemahaman. Pendekatan peer support membantu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih nyaman dan interaktif. Berdasarkan hasil tersebut, penggunaan media edukasi kreatif dan pendekatan teman sebaya efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pencegahan anemia pada remaja putri. Disarankan agar model edukasi ini dikembangkan secara berkelanjutan dan diintegrasikan dalam program UKS secara rutin dengan bentuk kegiatan meliputi edukasi, pembentukan duta bebas anemia, dan pengembangan media lebih interaktif