Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

The Effect of Abdominal Stretching Exercise on Reducing the Intensity of Dysmenorrhea Pain Sagita, Andes Julia; Novianti; Yusanti, Linda; Ramadhaniati, Fitri; Asmariyah; Yulyani, Linda
Journal of Health Sciences and Medical Development Vol. 3 No. 02 (2024): Journal of Health Sciences and Medical Development
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/hesmed.v3i02.604

Abstract

Dysmenorrhea is a gynecological complaint that occurs due to an imbalance in the hormone progesterone, resulting in pain that women often experience during menstruation.   One non-pharmacological way to deal with dysmenorrhea pain is to do abdominal stretching exercises. This study aimed to determine the effect of abdominal stretching exercise on reducing the intensity of dysmenorrhea pain in students of the Midwifery Diploma Study Program (MDSP), at Bengkulu University. This research was a pre-experimental study with a one-group pre-test and post-test design, involving 57 respondents who experienced moderate-category primary dysmenorrhea. Samples were taken using a random sampling technique. Data was collected using Standard Operational Procedures for abdominal stretching exercises and the Wong-Baker pain rating scale to determine the scale of dysmenorrhea pain. The results of data analysis using the Wilcoxon test showed p-value = 0.000 with a significance level of α = 0.05. This indicates an effect of abdominal stretching exercises on reducing dysmenorrhea in students of the MDSP.
HUBUNGAN PERNIKAHAN DINI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI KABUPATEN KEPAHIANG PROVINSI BENGKULU Purnama, Yetti; Pratiwi, Rani Indah; Dewiani, Kurnia; Maryani, Deni; Yusanti, Linda; Ramadhaniati, Fitri
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i2.1291

Abstract

ABSTRAK Kejadian anemia pada ibu hamil di Indonesia masih mendapat perhatian serius dari pemerintah. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik tercatat sebanyak 48,9 persen ibu hamil mengalami anemia pada tahun 2018.1 Salah satu penyebab anemia pada ibu hamil adalah usia menikah dan hamil yang terlalu muda.2 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pernikahan dini dengan kejadian anemia pada ibu hamil di kabupaten Kepahiang, provinsi Bengkulu. Desain penelitian ini adalah survei anaitik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang terdaftar di buku register KIA Puskesmas Pasar Kepahiang, Kelobak, Ujan Mas, Cugung Lalang, dan Durian Depun dengan jumlah 117 orang. Hasil penelitian di kabupaten Kepahiang menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami pernikahan dini (72,6%). Selain itu, sebagian besar responden juga mengalami anemia (73,5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pernikahan dini dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan nilai p diperoleh 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pernikahan dini dengan kejadian anemia pada ibu hamil di kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. ABSTRACT The incidence of anemia in pregnant women in Indonesia still receives serious attention from the government. Based on data from the Central Statistics Agency, it was recorded that as many as 48.9 percent of pregnant women experienced anemia in 2018.1 One of the causes of anemia in pregnant women is the age of marriage and pregnancy that is too young.2 This study aims to determine the relationship between early marriage and the incidence of anemia in pregnant women in Kepahiang regency, Bengkulu province. The design of this study is an anaitik survey. The approach used in this study is a cross sectional approach. The samples in this study were all pregnant women who were registered in the KIA register book of the Pasar Kepahiang, Kelobak, Ujan Mas, Cugung Lalang, and Durian Depun Health Centers with a total of 117 people. The results of the study in Kepahiang district showed that most respondents experienced early marriage (72.6%). In addition, most respondents also had anemia (73.5%). The results of the bivariate analysis showed that there was a meaningful relationship between early marriage and the incidence of anemia in pregnant women with a p value of 0.000. The conclusion of this study is that there is a relationship between early marriage and the incidence of anemia in pregnant women in Kepahiang district, Bengkulu Province.
Training and mentoring of Health Workers and Cadres of Bengkulu City Health Center in Monitoring The Growth and Development of Toddlers with The SDIDTK Application Kurniati, Neng; Novianti, Novianti; Ramadhaniati, Fitri; Yora Saki, Vernonia
Teumulong: Journal of Community Service Vol. 2 No. 5 (2024): December
Publisher : Institute of Education and Social Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62568/jocs.v2i5.187

Abstract

Monitoring children's growth and development is one of the basic programs implemented by Community health center (Puskesmas) to ensure a healthy life and improve children's welfare. The Bengkulu City Health Office identified limited human resources and a lack of supporting tools as inhibiting factors in achieving SDIDTK service targets. The service was carried out through training on Growth and Development Monitoring with the Android-based SDIDTK Application and field assistance. The training was held on July 24-25, 2024 with 36 participants consisting of 17 health workers, 17 cadres from 17 health centers, and 2 staff from the Family Welfare Division of the Bengkulu City Health Office at the Campus 4 Hall of Bengkulu University. The results of the pre and post-test of the training showed that 94% of participants increased their knowledge. The results of the assessment of skills in using the application showed that 100% of participants were able to do as directed. SDIDTK Kit assistance was delivered to 17 Puskesmas with the signing of the Minutes by the Head of Service implementer and staff of the Health Division of the Bengkulu City Health Office. Field assistance was carried out for 2 weeks after the training in 17 Puskesmas working areas.
Pendampingan Konseling Sebaya Remaja Peduli Kesehatan Reproduksi Ramadhaniati, Fitri; Kurniati, Neng; Yulyani, Linda; Novianti, Novianti
Jurnal LINK Vol 21, No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v21i1.12336

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja masih membutuhkan perhatian khusus. Beberapa permasalahan kesehatan reproduksi perlu diwaspadai. BKKBN mencatat bahwa pada remaja usia 16-17 tahun ada sebanyak 60 persen remaja yang melakukan hubungan seksual, usia 14-15 tahun ada sebanyak 20 persen, dan pada usia 19-20 sebanyak 20 persen. Seks bebas pada remaja termasuk pada salah satu jenis dari pergaulan bebas remaja selain merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, mengonsumsi obat-obatan terlarang, dan tawuran. Berdasarkan hasil survei awal diketahui bahwa masih banyak siswa yang belum memahami tentang kesehatan reproduksi. Selain itu, SMA N 3 Kota Bengkulu juga belum pernah mengadakan kegiatan konseling sebaya tentang kesehatan reproduksi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi adalah melalui konseling sebaya. Remaja yang akan menjadi konselor sebaya tentang kesehatan reproduksi adalah siswa SMA N 1 dan SMK N 2 Kota Bengkulu yang telah mengikuti Pelatihan Konselor Sebaya Remaja Peduli Kesehatan Reproduksi yang diadakan oleh Tim Pengabdi Universitas Bengkulu pada bulan Juli 2023. Kegiatan konseling sebaya dilakukan pada hari Kamis, tanggal delapan Agustus 2024 di SMA N 3 kota Bengkulu. Pelakasanaan konseling yang diberikan oleh konselor sebaya akan didampingi oleh Tim Pengabdi. Kegiatan konsleing sebaya berjalan lancar dan seterusnya dilanjutkan melalui pemberian informasi kesehatan reproduksi pada grup whatsapp. Melalui kegiatan konseling sebaya diharapkan remaja dapat dengan mudah menerima informasi dan mengemukakan masalah yang sedang dialaminya berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja.
ANALISIS PEMANFAATAN BUKU KIA DALAM STIMULASI PERKEMBANGAN ANAK USIA 0-6 TAHUN RAMADHANIATI, FITRI; KURNIATI, NENG
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kasus gangguan perkembangan terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Penyebab utama dari gangguan perkembangan ini adalah stimulasi yang tidak optimal. Panduan stimulasi telah diberikan kepada orang tua melalui buku kesehatan ibu dan anak. Namun, ketidaksesuaian perkembangan anak tetap terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan buku kesehatan ibu dan anak dalam stimulasi perkembangan anak usia 0-6 tahun. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sebanyak 13 informan terlibat dalam penelitian ini yang merupakan ibu dari anak usia 0-6 tahun yang berasal dari 10 kelurahan di kota Bengkulu. Data dari informan berupa kepemilikan buku KIA, penggunaan buku KIA, dan penerpan stimulasi pada anak dikumpulkan melalui proses wawancara mendalam, telaah dokumen dan observasi. Data dianalisis dengan metode analisis naratif untuk menemtukan seberapa jauh penggunaan buku KIA dalam upaya stimulasi anak dan apa saja faktor yang mendasarinya. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua tidak menggunakan buku KIA sebagai panduan dalam stimulasi perkembangan anak. Terdapat kebiasaan yang membudayakan buku KIA hanya digunakan untuk kepentingan Posyandu. Kesimpulan: Stimulasi yang dilakukan orang tua belum memenuhi standar stimulasi pada setiap tahap perkembangan anak sesuai panduan stimulasi perkembangan anak yang terdapat di buku KIA. Sebagai upaya optimalisasi stimulasi perkembangan anak, tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan edukasi lebih intens pada orang tua agar memahami tahapan tumbuh kembang dan memanfaatkan informasi pada buku KIA secara maksimal khususnya panduan stimulasi perkembangan anak.
Morbidity Characteristics in Toddlers in the Coastal Area of Bengkulu City Kurniati, Neng; Yulyani, Linda; Ramadhaniati, Fitri
JURNAL KEBIDANAN Vol. 13 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkb.v13i2.9454

Abstract

The morbidity of a region is an important indicator in the assessment and planning of health programs. Children under the age of five are a group that is susceptible to disease. This study aims to look at the characteristics of the incidence of morbidity in toddlers in the coastal area of Bengkulu City. This research is quantitative research with a rapid survey approach. The research was conducted in 30 households in the coastal area of Bengkulu city. The research sample was taken using the cluster technique and simple random sampling. The research was conducted in 30 sub-districts and there were 210 samples in this study. The data collected were analyzed using univariate analysis to see the frequency distribution of morbidity in toddlers in the Bengkulu City Coastal Area. The results showed that of the 210 respondents in this study, 93.3% had experienced pain in the last 12 months. The types of disease experienced by the majority of respondents were Acute Respiratory Infection (ARI) (42.2%), and diarrhea (33.8%), besides there were diseases such as pneumonia (1.9%), pulmonary TB (1%), measles (12.4%) and worms (8.6%). The majority of respondents in the study accessed healthcare facilities when they were sick (89.5%). For measurements of weight, height, and Mid Upper Arm Circumference (MUAC), the majority of respondents in this study obtained them at the Integrated Healthcare Center (Posyandu) and Public Health Center (Puskesmas).
Pendampingan Konseling Sebaya Remaja Peduli Kesehatan Reproduksi Ramadhaniati, Fitri; Kurniati, Neng; Yulyani, Linda; Novianti, Novianti
Jurnal LINK Vol 21 No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v21i1.12336

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja masih membutuhkan perhatian khusus. Beberapa permasalahan kesehatan reproduksi perlu diwaspadai. BKKBN mencatat bahwa pada remaja usia 16-17 tahun ada sebanyak 60 persen remaja yang melakukan hubungan seksual, usia 14-15 tahun ada sebanyak 20 persen, dan pada usia 19-20 sebanyak 20 persen. Seks bebas pada remaja termasuk pada salah satu jenis dari pergaulan bebas remaja selain merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, mengonsumsi obat-obatan terlarang, dan tawuran. Berdasarkan hasil survei awal diketahui bahwa masih banyak siswa yang belum memahami tentang kesehatan reproduksi. Selain itu, SMA N 3 Kota Bengkulu juga belum pernah mengadakan kegiatan konseling sebaya tentang kesehatan reproduksi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi adalah melalui konseling sebaya. Remaja yang akan menjadi konselor sebaya tentang kesehatan reproduksi adalah siswa SMA N 1 dan SMK N 2 Kota Bengkulu yang telah mengikuti Pelatihan Konselor Sebaya Remaja Peduli Kesehatan Reproduksi yang diadakan oleh Tim Pengabdi Universitas Bengkulu pada bulan Juli 2023. Kegiatan konseling sebaya dilakukan pada hari Kamis, tanggal delapan Agustus 2024 di SMA N 3 kota Bengkulu. Pelakasanaan konseling yang diberikan oleh konselor sebaya akan didampingi oleh Tim Pengabdi. Kegiatan konsleing sebaya berjalan lancar dan seterusnya dilanjutkan melalui pemberian informasi kesehatan reproduksi pada grup whatsapp. Melalui kegiatan konseling sebaya diharapkan remaja dapat dengan mudah menerima informasi dan mengemukakan masalah yang sedang dialaminya berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja.
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN KONSUMSI TABLET Fe PADA REMAJA PUTRI MELALUI PENYULUHAN DAN PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DI SMA N 1 KOTA BENGKULU Yulyani, Linda; Ramadhaniati, Fitri; Kurniati, Neng; Suriyati, Suriyati; Asmariyah, Asmariyah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.30330

Abstract

Data Dinas Kesehatan Kota Bengkulu pada tahun 2020 menunjukkan bahwa dalam kegiatan penjaringan yang dilakukan pada siswa kelas X SMA/SMK/MA di kota Bengkulu, prevalensi risiko anemia pada remaja putri adalah sebesar 3,65% lebih tinggi dibandingka pada pria (1,48%). Oleh Karena itu kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pendidikan kesehatan dan pendampingan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri melalui metode tatap muka dan pemanfaatan media sosial di SMA N 1 Kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan secara tatap muka, penyampaian informasi dan edukasi melalui media social (Instagram), dan pendampingan konsumsi tablet Fe dengan mengirimkan pengingat melalui WhatsApp group.Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test pada peserta. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMA N 1 Kota bengkulu ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan dari peserta, sebelum dilakukan pre-test terdapat 53,3% peserta yang memiliki pengetahuan kurang dan hanya 8.3% peserta yang memiliki tingkat pengetahuan baik. Setelah dilakukan penyuluhan tatap muka dan pendampingan melalui media social (WhatsApp Group dan Instagram), tingkat pengetahuan peserta tentang anemia dan konsumsi tablet Fe mengingkat, terdapat 86,67% peserta yang memiliki tingkat pengetahuan baik.