Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Perbandingan Terapi Musik Dan Teknik Back Exercise Terhadap Intensitas Nyeri Haid Di Sekolah Tinggi Kesehatan Widya Husada Semarang Jamil, M.; Sari, C. K.; Siwi, R. T.
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.704 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v9i1.62

Abstract

Masa remaja ditandai dengan munculnya karakteristik seks primer dan karakteristik seks sekunder. Hal ini sangat dipengaruhi oleh mulai bekerjanya kelenjar reproduksi. Yang mana ciri-ciri dari seks primer yaitu menstruasi, merasa khawatir, gelisah dan cepat marah, sedangkan seks sekunder cirri-cirinya pinggul bertambah lebar dan bulat, payudara membesar, kulit menjadi lebih halus. Nyeri haid muncul akibat kontraksi distritmik miometrium yang menampilkan satu gejala atau lebih, mulai dari nyeri yang ringan sampai berat di perut bagian bawah, bokong, dan nyeri spasmodik di sisi medial paha. Ada beberapa cara non farmakologi untuk meredakan dismenorea, yaitu kompres hangat atau mandi air hangat, masase, distraksi/relaksasi, latihan fisik/exercise, tidur cukup, diet rendah garam dan peningkatan penggunaan diuretik alami seperti daun seledri. Teknik relaksasi memberikan individu control diri ketika terjadi rasa tidak nyaman atau nyeri.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy eksperimen dengan rancangan ?One Group Pretest Posttest? yaitu rancangan yang digunakan untuk mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan cara melakukan uji skala nyeri dengan durasi tidur sebelum dan sesudah dilakukan intervensi.Hasil analisis Pengaruh Teknik Back exercise dan terapi musik Terhadap Penurunan Nyeri Haid (Disminore) pada mahasiswi tingkat 1 dan 2 di STIKES Widya Husada Semarang pada tabel 4.3 menunjukkan hasil uji Wilcoxon dengan nilai p value <0,000 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima bahwa ada pengaruh teknik Back exercise dan terapi musik penurunan nyeri haid(disminore) pada mahasiswi tingkat 1 dan 2 di STIKES Widya Husada Semarang.Kata Kunci : Back exercise, Terapi Musik dan Penurunan Nyeri Haid (Disminore)Adolescence is characterized by the emergence of primary sex characteristics and secondary sex characteristics. This is greatly influenced by the onset of the working of the reproductive gland. The features of primary sex are menstruation, worry, anxiety and irritability, while secondary sex of the cirri-hip tend to grow wide and round, breasts grow, the skin becomes smoother. Menstrual pain results from a myometrial dysplastic contraction featuring one or more symptoms, ranging from mild to severe pain in the lower abdomen, buttocks, and spasmodic pain on the medial side of the thigh. There are several non-pharmacological ways to relieve dysmenorrhoea, such as warm compress or warm bath, massage, distraction / relaxation, physical exercise / exercise, adequate sleep, low salt diet and increased use of natural diuretics such as celery leaves. Relaxation techniques give the individual self-control when there is discomfort or pain.The method used in this research is quasy experiments with the design of "One Group Pretest Posttest" is a design that is used to reveal causal relationships by way of testing the scale of pain with sleep duration before and after intervention.The result of the analysis of Back Exercise Technique and Music Therapy on the Reduction of Menstrual Pain (Disminore) on the 1st and 2nd degree students in STIKES Widya Husada Semarang in table 4.3 shows Wilcoxon test result with p value <0,000 which means Ho is rejected and Ha accepted that there is influence Back exercise techniques and music therapy decrease menstrual pain (disminore) in female students level 1 and 2 in STIKES Widya Husada Semarang.Keywords: Back Exercise, Music Therapy and Decreased Menstrual Pain (Disminore)
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA DENGAN SIKAP MAHASISWA TENTANG SEKS PRANIKAH PADA MAHASISWA PRODI D III KEBIDANAN STIKES WIDYA HUSADA SEMARANG Sari, Cempaka Kumala; Siwi, Rifki Trijayanti; Jamil, M.
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v8i1.46

Abstract

Remaja harus memiliki pengetahuan yang benar tentang seks dan mengembangkan sikap seks yang benar tentang seks (Pratiwi, 2005). Prodi D III Kebidanan STIKES Widya Husada merupakan salah satu sekolah kesehatan yang letaknya tidak jauh dari kota yang memungkinkan para mahasiswa memperoleh berbagai kemudahan dalam mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi dari berbagai sumber seperti buku, majalah, Koran, internet, yang tempatnya tidak jauh dari lokasi sekolah. Tujuan untuk mengetahui apakah ada Hubungan Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Dan Sikap Mahasiswa Tentang Seks Pra Nikah Pada Mahasiswa Prodi D III Kebidanan STIKES Widya Husada Semarang.Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi kuantitatif dengan desain penelitian non experimental, dan tergolong penelitian dalam penelitian obervasional survey yang dilakukan untuk menjelaskan hubungan dan pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat. Analisa data dengan analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan tabulasi silang.Hasil dari penelitian ini adalah mayoritas responden memiliki pengetahuan cukup sejumlah 20 responden (60,6%) dengan sikap sebagian besar kurang mendukung sejumlah 22 responden (66,7%). Hasil uji chi square menunjukan ada hubungan antara tingkat pengetahuan mahasiswa denga sikap mahasiswa tentangs seks pranikah di Prodi D III Kebidanan STIKES Widya Husada Semarang. Perlu adanya peningkatan bimbingan konseling khususnya yang memberikan penyuluhan atau pendidikan tentang kesehatan reproduksi. Perlu diadakan penelitian tentang faktor lain yang memperngaruhi seks pranikah misalnya faktor lingkungan yang mendukung adanya seks pra nikah.Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Seks pranikah?KNOWLEDGE LEVEL RELATIONSHIP WITH STUDENTS ATTITUDE TO STUDENTS ABOUT SEX PREMARITAL STUDENTS PRODI DIII MIDWIFERY STIKES WIDYA HUSADA SEMARANGTeens should have the right knowledge about sex and develop the right attitude about sex (Pratiwi, 2005). Prodi DIII Midwifery STIKES Widya Husada is one of the medical school is located not far from the city that allows students to obtain various conveniences in getting information on reproductive health from a variety of sources such as books, magazines, newspapers, the Internet, that's not far from the location of the school . Aim to determine whether there is a Knowledge Level Student Relations and Student Attitudes About Sex Pre Marital On Student Prodi DIII Midwifery STIKES Widya Husada Semarang.This type of research is a quantitative study conducted with non-experimental research design, and classified research in obervasional research survey conducted to explain the relationship and influence between independent variables and the dependent variable. Analysis of the data by univariate and bivariate analysis using cross tabulation.The results of this study is that the majority of respondents have enough knowledge of a number of 20 respondents (60.6%) with the fact that most do not support a number of 22 respondents (66.7%). The results of chi square test showed no relationship between the level of student knowledge premises student attitude tentangs premarital sex in Prodi DIII Midwifery STIKES Widya Husada Semarang. It should be an increase in guidance counseling in particular that provide counseling or education about reproductive health. It should be conducted research on other factors that affect premarital sex eg environmental factors that support their pre-marital sex.Keywords: Knowledge, Attitude, Premarital Sex
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI DUSUN KLILIN KECAMATAN KERTEK KABUPATEN WONOSOBO Sari, C K; Sulistyowati, I.; Agestin, T. R.
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.637 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v4i1.78

Abstract

Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan sekaligus merupakan investasi sumber daya manusia, serta memiliki konstribusi yang besar untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Menurut data surveilans terpadu penyakit terpilih berdasarkan kasus berobat di Puskesmas Kertek tahun 2012 penyakit diare dan disentri menduduki peringkat pertama dan kedua dari 10 penyakit yang sering di derita masyarakat Desa Sindupaten, yaitu diare sebanyak 1259 penderita dan disentri sebanyak 242 penderita. Jika dilihat dari jumlah Kepala Keluarga yaitu dari 937 Kepala Keluarga hanya 2 Kepala Keluarga yang memiliki septiktank, dan 885 Kepala Keluarga menggunakan alternative lain. Hal yang lebih memprihatinkan adalah di Dusun Klilin Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo dari 225 Kepala Keluarga tidak ada satupun yang mempunyai septiktank. Memang belum bisa dipastikan penyakit ini akibat dari persoalan di atas, namun melihat kondisi air di beberapa sungai yang warnanya keruh kehitaman, menandakan air tersebut jauh dari standar kesehatan dan bahkan sudah tercemar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang perilaku hidup bersih dan sehat di Dusun Klilin Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo.Desain penelitian yang digunakan adalah survei deskriptif. Responden dalam penelitian ini adalah ibu ? ibu di Dusun Klilin Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo dengan sampel sebanyak 66 ibu. Pengambilan sampel menggunakan metode non propability sampling. Instrument yang digunakan adalah kuesioner. Menggunakan analisa univariat.Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa mayoritas pengetahuan ibu tentang perilaku hidup bersih dan sehat adalah kurang, yaitu 39 responden (59,09%). Disarankan kepada masyarakat khususnya ibu untuk menambah wawasan tentang perilaku hidup bersih dan sehat serta bisa mengaplikasikasnnyadalam kehidupan sehari ? hari, sehingga terbentukrumah tangga sehat dan bebas penyakit.Kata Kunci : Pengetahuan, Ibu, perilaku Hidup Bersih dan Sehat
DUKUNGAN TEMPAT KERJA TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF BERDASARKAN PERMENKES NOMOR 33 TAHUN 2012 PADA IBU BEKERJA DI KANTOR BUMN (PT PLN) KOTA SEMARANG jamil, masfufatun; Sari, Cempaka Kumala
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v12i1.278

Abstract

ASI (Air Susu Ibu) merupakan makanan yang memiliki gizi sempurna sesuai dengan kebutuhan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Hak anak adalah hak asasi manusia dan untuk kepentingannya hak anak itu diakui dan dilindungi oleh hukum bahkan sejak dalam kandungan. Untuk hak bayi dalam mendapatkan asi eksklusif diatur dalam Pasal 128 Undang-Undang Kesehatan (UU Kesehatan) Nomor 36 tahun 2009 dan di jamin oleh Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif (ASI Eksklusif). Dari hasil penelitian sebelumnya Program Magister Kedokteran Kerja Departemen Kedokteran Komunitas FKUI yang dilakukan di kantor BUMN, fasilitas menyusui yang dapat digunakan untuk memompa dan menyimpan ASI, belum memenuhi syarat. Apalagi program pembinaan laktasi, akses ke konsultan laktasi, dan materi edukasi tentang laktasi.Tujuan penelitian ini adalah dukuangan tempat kerja terhadap pemberian asi eksklusif berdasarkan Permenkes Nomor 33 Tahun 2012 pada ibu bekerja di Kantor BUMN (PT PLN) Kota Semarang.Penelitian ini dilaksanakan dengan metode analisa data yaitu dengan analisa kualitatif. Responden dalam penelitian ini adalah Kepala Bagian SDM PT PLN (Persero) UP 3, Bagian Kepegawian, karyawan yang menyusui. Hasil dari penelitian ini yaitu perusahaan bersikap positif terhadap program pemerintah tentang ASI eksklusif di tempat kerja. Hal ini didasarkan bahwa dengan perusahaan memberikan hak cuti karyawan untuk melahirkan yaitu selama 3 bulan dan memberikan kesempatan kepada karwayan yang masih menyusui bayinya untuk memerah ASI pada jam kerja sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan dan PP ASI Eksklusif. Ruangan yang digunakan untuk memerah ASI adalah ruangan dengan sekat yang biasa digunakan untuk istirahat di masing-masing kantor. Untuk peralatan pendukung tersedia lemari pendingin, tetapi lemari pendingin disediakan untuk umum, jadi ada beberapa yang menyimpan ASI perahnya ke lamri pendingin, ada yang juga yang menyimpan ASInya ke cooler bag ASI yang dibawa dari rumah. Untuk tempat memerah ASI sudah ada tetapi untuk ruangan dan peralatan belum sesuai dengan Permenkes Nomor 15 Tahun 2013 tentang Tata Cara Penyediaan Fasilitas Khusus Menyusui.
Upaya Hemat Energi Listrik Rumah Tangga Di RUDENIM Semarang Safira Fegi Nisrina; Cempaka Kumala Sari
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i2.1088

Abstract

Penggunaan daya listrik untuk menunjang kegiatan sehari-hari menjadikan konsumsi listrik seakan bukan hal yang patut dicermati. Padahal, dengan banyaknya alat atau perangkat elektronik penunjang kegiatan sehari-hari yang menggunakan daya listrik menjadikan penggunaan daya listrik semakin tinggi. Energi merupakan suatu hal yang sangat penting dalam suatu kehidupan, terutama Energi Listrik. Listrik merupakan energi yang sangat dibutuhkan oleh manusia dalam era modern ini maka dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin pesat hal ini juga berbanding lurus dengan kebutuhan listrik yang semakin besar. Minyak bumi sebagai hasil dari penghasil energi saat ini , maka cepat atau lambat minyak bumi akan habis. Untuk itu perlu upaya untuk menghemat penggunaan energi dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, salah satunya adalah dengan berperilaku hemat energi sehari-hari atau rumah tangga. Walaupun terlihat sederhana, namun ternyata banyak konsumsi listrik yang tidak kita sadari turut berkontribusi dalam meningkatnya penggunaan daya listrik setiap hari. Untuk itu, ada baiknya kita lebih mencermati setiap penggunaan daya listrik khususnya di rumah agar tidak hanya menghindari
Upaya Hemat Energi Listrik Rumah Tangga Di RUDENIM Semarang Safira Fegi Nisrina; Cempaka Kumala Sari
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i2.1088

Abstract

Penggunaan daya listrik untuk menunjang kegiatan sehari-hari menjadikan konsumsi listrik seakan bukan hal yang patut dicermati. Padahal, dengan banyaknya alat atau perangkat elektronik penunjang kegiatan sehari-hari yang menggunakan daya listrik menjadikan penggunaan daya listrik semakin tinggi. Energi merupakan suatu hal yang sangat penting dalam suatu kehidupan, terutama Energi Listrik. Listrik merupakan energi yang sangat dibutuhkan oleh manusia dalam era modern ini maka dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin pesat hal ini juga berbanding lurus dengan kebutuhan listrik yang semakin besar. Minyak bumi sebagai hasil dari penghasil energi saat ini , maka cepat atau lambat minyak bumi akan habis. Untuk itu perlu upaya untuk menghemat penggunaan energi dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, salah satunya adalah dengan berperilaku hemat energi sehari-hari atau rumah tangga. Walaupun terlihat sederhana, namun ternyata banyak konsumsi listrik yang tidak kita sadari turut berkontribusi dalam meningkatnya penggunaan daya listrik setiap hari. Untuk itu, ada baiknya kita lebih mencermati setiap penggunaan daya listrik khususnya di rumah agar tidak hanya menghindari
Innovative Breast Massager Tool with 3-Movement Method Safira Fegi Nisrina; Cempaka Kumala Sari
Journal of Computer Networks, Architecture and High Performance Computing Vol. 5 No. 2 (2023): Article Research Volume 5 Issue 2, July 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/cnahpc.v5i2.2345

Abstract

Mother's Milk (ASI) is nutritious food for babies up to 6 months, but it is also recommended that breast milk be given to babies up to 2 years old. The benefits of breastfeeding include for antibodies in infants, avoiding allergic diseases, avoiding the risk of diseases of the respiratory tract, reducing diarrhea, reducing diabetes, and others. The problems that occur in Indonesia are several things, namely the limitations of exclusive breastfeeding due to the lack of knowledge of mothers about breast care and the lack of use of breast care in breast care for breastfeeding mothers. This can have a negative impact from not doing breast care or breast care which can have a negative impact, one of which is mastitis or tissue problems in the breast. One of the efforts to get sufficient milk production is that mothers must routinely carry out breast care, namely the use of a Breast Care tool design for the lactation process. Breast massage device or Breast Care for the lactation process can be used when mothers experience breastfeeding problems, with vibrations generated from servo motors and control motors on the device so that it can produce 3 types of vibrations that nursing mothers can use during breastfeeding.
Perancangan dan Pembuatan Fetal Doppler Simulator Cempaka Kumala Sari; Safira Fegi Nisrina; Sugeng Santoso
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.258

Abstract

Denyut jantung janin (DJJ) adalah indikasi sensitif status janin, terutama karena berhubungan dengan kontraksi uterus. Pemantauan detak jantung janin tidak bisa dilakukan secara kasat mata, jadi peralatan diperlukan untuk membantu memantau detak jantung janin. Janin detak jantung dapat dipantau menggunakan Doppler. Doppler berguna untuk memeriksa apakah janin tumbuh normal, dengan ditandai detak jantung pada janin. Denyut jantung pada janin sangat penting karena denyut jantung merupakan indikator utama kehidupan janin di dalam rahim. Ini terkait penggunaan Doppler yang berfungsi sebagai jantung janin monitor tarif harus akurat. Untuk menguji akurasi Doppler (Kalibrator Doppler) simulator janin diperlukan. Simulator janin adalah peralatan yang digunakan untuk melakukan tes dan memecahkan masalah di Doppler. Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 363/Menkes/IV/1998 Tentang Pengujian dan Kalibrasi Perangkat Medis di Kesehatan Fasilitas Pelayanan Pasal 2 menyatakan bahwa "Setiap peralatan kesehatan harus diuji dan / atau dikalibrasi untuk memastikan nilai yang benar keluaran atau kinerja dan keamanan penggunaan "sehingga simulator janin atau simulator Doppler janin merupakan peralatan penting dalam menentukan kebenaran nilai Doppler. Dari hasil uji fungsi alat didapatkan Pengujian fungsi alat Fetal doopler simulator ini dilakukan dengan menempelkan solenoid dengan tranduser alat fetal doopler, dari pengaturan yang diatur oleh user jumlah rangsangan yang diterima oleh fetal doopler mendapatkan nilai presentase kesalahan sebesar 1,88% secara keseluruhan dan memiliki tingkat akurasi sebesar 98,1%.
PKM DAWIS SAKURA DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM JOGO TONGGO DI RW 9 KELURAHAN GONDORIYO KECAMATAN NGALIYAN KOTA SEMARANG PROPINSI JAWA TENGAH rinayati rinayati; Harsono Harsono; Cempaka Kumala Sari; Safira Fegi Nisrina
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v3i2.52

Abstract

The implementation of this PKM activity focuses on providing assistance to Dasawisma cadres in carrying out the Jogo Tonggo Program from the Central Java Provincial Government in the RT 05 RW 9 environment in particular and Gondoriyo Village in general. Dasa Wisma cadres are at the forefront who play a role and contribute to efforts to mobilize citizens to face the Covid 19 pandemic, through the active role of Dawis Sakura cadres in RT 5 RW 9, Gondoriyo Village, Ngaliyan District, Semarang City in socializing to embrace and invite the community, of course, they are expected to be able to fight Covid Transmission 19 in the neighborhood of RT 5 RW 9, Gondoriyo Village, Ngaliyan District, Semarang. Based on the conditions and problems felt by these partners, the servant makes efforts that begin with. a) Pre Field Survey, b) Socialization and c) Assistance in implementing the Jogo Tonggo Program. The solution offered to partners is the socialization of the Jogo Tonggo Program in the form of socialization and mentoring of Dawis Sakura cadres in implementing the Jogo Tonggo Program. The Jogo tonggo program at Dawis Sakura has been formed and has an organizational structure in the form of a chairman and members, the jogo tonggo activity at Dawis Sakura is a monthly activity of 1000, garbage alms, environmental cleanliness work, distribution of masks, handsanitizers, groceries, spraying disinfectant liquid in RT 5 environment and a mosquito nest eradication program. Publication of this article in a national service journal. and a youtube link.
PKM PELATIHAN PIJAT BAYI BAGI KADER POSYANDU DI WILAYAH KELURAHAN TAMBAKHARJO KEC.SEMARANG BARAT Masfufatun Jamil; Cempaka Kumala Sari; Rifki Trijayanti Siwi
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v1i1.6

Abstract

ABSTRAK     Anak usia 0-5 tahun adalah generasi emas (golden periods) dimana anak pada usia tersebut terjadi proses tumbuh kembang yang optimal, sehingga bayi atau anak perlu diberikan stimulasi pijat bayi agar tumbuh kembangnya bisa maksimal. Orang tua khususnya Ibu sebaiknya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anaknya, dengan cara melakukan pijat bayi. Bayi pertama kali belajar berkomunikasi lewat sentuhan orangtua. Maka, meskipun masih sangat kecil, bayi sudah bisa menikmati dan memaknai pijatan yang diberikan.     Di Indonesia pelaksanaan pijat bayi di masyarakat desa masih dipegang perannya oleh dukun bayi. Selama ini, pemijatan tidak hanya dilakukan pada saat bayi sehat, tetapi juga pada bayi sakit atau rewel dan sudah menjadi rutinitas perawatan bayi setelah lahir. Orang yang harus mengetahui tumbuh kembang anak adalah orang tua, selain itu petugas posyandu balita yang menimbang dan memeriksa kesehatan anak. Kader kesehatan Posyandu balita yang memberikan penyuluhan kepada Ibu dan anak harus punya ilmu yang cukup tentang tumbuh kembang dan bagaimana cara mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.Kata kunci : Pelatihan pijat bayi, Kader pos pelayanan terpadu (Posyandu)(ABSTRACT)     Children aged 0-5 years are a generation of gold (golden periods) where children at that age occur the optimal growth process, so that the baby or child needs to be stimulated by baby massage so that the growth can be maximal. Parents, especially mothers, should create a safe and comfortable environment for their children, by doing a baby massage. Babies first learn to communicate through a parent's touch. So, even though it is still very small, babies can enjoy and interpret the massage given.     In Indonesia the implementation of baby massage in the village community is still held by the baby shaman. During this time, massage is not only done when the baby is healthy, but also in sick or fussy babies and has become a routine baby care after birth. People who need to know the growth and development of children are parents, besides the toddler posyandu officers who weigh and check the health of their children. Toddler Posyandu health cadres who provide counseling to mothers and children must have sufficient knowledge about growth and development and how to achieve optimal growth and development.Keywords: baby massage training, integrated service post (Posyandu)