Claim Missing Document
Check
Articles

Misiologi dalam Problematika Agama di Masyarakat Demokratis Multikultural Kristianto, Paulus Eko
Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 10, No 1: Desember 2023
Publisher : STT Iman Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47543/efata.v10i1.130

Abstract

Religious problems in democratic societies are commonplace and have occurred since before the formation of democracy. However, the color of the problematic discussion is different. What are the colors of religious problems in a multicultural democratic society? This article tries to map it through library research methods on books and journals to build a meeting with the construction of religion and public space in a multicultural democratic society, the rationality of faith, and the church in action. These meetings led to efforts to construct missiology. Missiology is expected to provide a bright and straightforward way to see various problems by discussing the call of religion to proclaim the Kingdom of God rather than just standing and focusing only on the issues of religion and its practice itself. Abstrak Problematika agama dalam masyarakat demokratis menjadi hal biasa dan sudah terjadi sejak sebelum terbentuknya demokrasi. Walau begitu, warna diskusi problematika itu berbeda-beda. Bagaimana warna problematika agama di masyarakat demokratis multikultural? Artikel ini mencoba memetakannya melalui metode penelitian pustaka terhadap buku dan jurnal guna membangun pertemuannya dengan konstruksi agama dan ruang publik dalam masyarakat demokratis multikultural, rasionalitas iman, dan gereja dalam aksi. Pertemuan-pertemuan tersebut bermuara pada upaya mengonstruksi misiologis. Misiologi diharapkan memberikan jalan terang dan jernih melihat beragam problematika dengan membahas panggilan agama yang mewartakan Kerajaan Allah, bukan semata berdiri dan berfokus hanya pada problematika agama dan praktiknya itu sendiri.
Misiologi untuk Mengupayakan Kelestarian Ekologis Kristianto, Paulus Eko
Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 9, No 2: Juni 2023
Publisher : STT Iman Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47543/efata.v9i2.125

Abstract

Amid an increasing ecological crisis, ecological sustainability is certainly a hope that needs to be pursued. One of the steps that can be done is through missiology reconstruction. Missiology here does not only mean evangelism and inviting people to embrace Christianity but proclaiming the Bible in a context, especially ecological sustainability. Thus, this article tries to examine missiology to strive for ecological sustainability. This effort is a theoretical analysis in which the author traces and builds missiology to that context. In practice, the research method used is library research methods on related books and journals. The research results show that missiology can be constructed to promote ecological sustainability. This construction is expected to add scientific discussion and implementation proposals to practice. Abstrak Di tengah krisis ekologi yang semakin meningkat, kelestarian ekologis tentu menjadi harapan yang perlu diupayakan. Salah satu langkah yang bisa dilakukan yaitu melalui merekonstruksi misiologi. Misiologi di sini tidak hanya dimaksud sekedar penginjilan dan mengajak orang memeluk agama Kristen, melainkan mewartakan Injil secara nyata dalam konteks, khususnya kelestarian ekologis. Dengan demikian, artikel ini mencoba meneropong misiologi untuk mengupayakan kelestarian ekologis. Usaha ini bersifat analisis teoritis di mana penulis menelusuri dan membangun misiologi ke konteks tersebut. Dalam praktiknya, metode penelitian yang dilakukan yaitu menggunakan metode penelitian pustaka terhadap buku dan jurnal terkait. Hasil penelitian diperoleh bahwa misiologi bisa dikonstruksi untuk mengupayakan kelestarian ekologis. Konstruksi ini diharapkan menambah diskusi keilmuan dan usulan implementasi ke praksis.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTED (SAW) (Studi Kasus : PT Kusuma Satria Agrobio Tani Perkasa) Eko Kristianto, Paulus
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 1 No. 1 (2017): JATI Vol. 1 No. 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.006 KB) | DOI: 10.36040/jati.v1i1.2048

Abstract

Pemberian bonus merupakan salah satu metode yang banyak digunakan oleh perusahaan sebagai sebuah bentuk penghargaan kepada pekerjanya yang kinerjanya selama ini dapat dianggap memuaskan oleh perusahaan. Begitu juga halnya dengan PT Kusuma Satria Agrobio Tani Perkasa memberikan penghargaan kepada karyawannya sebagai salah satu bentuk penghargaan atas kinerjanya selama ini. Namun bonus hanya diberikan kepada karyawan yang dianggap berprestasi kepada perusahaan tersebut. Untuk itu diperlukan suatu sistem pendukung keputusan (SPK) yang dapat memperhitungkan segala kriteria yang mendukung pengambilan keputusan guna membantu mempermudah proses pengambilan keputusan.Sistem pendukung keputusan adalah sistem pengambil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer dan dapat membantu manajer dalam mendukung setiap keputusan. Persoalan pendukung keputusan pada dasarnya adalah bentuk pemilihan dari berbagai alternatif tindakan yang mungkin dipilih yang prosesnya melalui mekanisme tertentu, dengan harapan akan menghasilkan sebuah keputusan yang terbaik.Berdasarkan hasil pengujian fungsional sistem, menunjukkan bahwa fitur-fitur yang ada pada sistem dapat berjalan dengan sempurna dan menggunakan sistem operasi menunjukan bahwa aplikasi dapat berjalan 100% dalam hal tampilan dan fungsi pada 3 sistem operasi yaitu Windows XP, Windows 7, Windows 8.
Resensi Buku: Jalan Melingkar: Menafsir Politik, Etika, dan Agama Bersama Paul Ricoeur (1913-2005) Kristianto, Paulus Eko
GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol. 9 No. 2 (2024): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian
Publisher : Faculty of Theology Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/gema.2024.92.1283

Abstract

Pendidikan Perdamaian untuk Anak Usia Dini di Tengah Budaya Kekerasan Kristianto, Paulus Eko
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 9, No 1 (2024): Oktober 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v9i1.1223

Abstract

Abstract. This article discusses an alternative offer to deal with the culture of violence that occurs around early childhood. Therefore, early childhood slowly needs to be made aware of a culture of violence and strategies for dealing with it simply according to the conditions and whereabouts of the child. This proposal uses the foundation of peace education studies. Thus, this article discusses peace education for early childhood amidst a culture of violence. The author used library research related to peace education, early childhood, and a culture of violence. This research showed that peace education has the potential to provide an alternative to dealing with a culture of violence. Indeed, it should be acknowledged that the study of peace education for early childhood is said to be minimal and urgently introduced early on, so this is expected to be a comprehensive conceptual breakthrough.Abstrak. Artikel ini membahas tawaran alternatif menghadapi budaya kekerasan yang terjadi di sekitar anak usia dini. Anak usia dini secara perlahan perlu disadarkan adanya budaya kekerasan dan strategi mengatasinya secara sederhana sebagaimana sesuai dengan kondisi dan keberadaan anak. Alternatif ini menggunakan pijakan kajian pendidikan perdamaian. Dengan kata lain, artikel ini membahas pendidikan perdamaian untuk anak usia dini di tengah budaya kekerasan. Metode penelitian yang penulis gunakan yaitu penelitian pustaka terkait pendidikan perdamaian, anak usia dini, dan budaya kekerasan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan perdamaian berpotensi memberikan alternatif menghadapi budaya kekerasan. Memang, patut diakui bahwa kajian pendidikan perdamaian untuk anak usia dini dikatakan minim dan urgen dikenalkan sejak dini sehingga hal ini diharapkan dapat menjadi terobosan kebaruan konseptual yang komprehensif.
Pendidikan Kristiani bagi Penghapusan Kekerasan Seksual yang Dialami Anak Perempuan Penyandang Disabilitas untuk Keadilan Gender Kristianto, Paulus Eko
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 9, No 2 (2025): April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v9i2.1398

Abstract

Abstract. Sexual violence experienced by girls with disabilities is one of the Indonesian contexts. This context should not be left alone. Various methods have been taken. This method should also be captured by Christian Education. With the theological provision of Jesus healing a woman who was bleeding, the construction of Christian education began to be built. Not only that, the challenges of the construction also need to be considered. Therefore, this article attempts to offer such discussions using library research methods. In the end, construction was built by bringing awareness to build action to eliminate sexual violence experienced by girls with disabilities for gender justice.Abstrak. Kekerasan seksual yang dialami anak perempuan penyandang disabilitas menjadi salah satu konteks di Indonesia. Konteks ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Beragam cara telah ditempuh. Cara ini seharusnya turut ditangkap oleh Pendidikan Kristiani. Dengan bekal teologi dari Yesus menyembuhkan perempuan yang sakit pendarahan, konstruksi Pendidikan Kristiani mulai dibangun. Tidak hanya itu, tantangan dari konstruksi tersebut juga perlu dipertimbangkan. Oleh karenanya, artikel ini mencoba menawarkan diskusi-diskusi demikian dengan menggunakan metode penelitian pustaka. Pada akhirnya, konstruksi terbangun dengan menghadirkan kesadaran membangun aksi penghapusan kekerasan seksual yang dialami anak perempuan penyandang disabilitas untuk keadilan gender.
Seksualitas Pemberian Allah : : Dari Refleksi Alkitab dan Teologis hingga Peran Gereja Kristianto, Paulus Eko
Dekonstruksi Vol. 11 No. 02 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.2
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i02.316

Abstract

Seksualitas bukan hal tabu. Ia merupakan pemberian Allah yang perlu dirayakan secara sehat dan penuh berkat. Demikianlah seruan yang diangkat di artikel ini. Topik ini dibedah melalui kajian seksualitas pemberian Allah: dari refleksi Alkitab dan teologis hingga peran gereja. Metode penelitian pustaka menjadi jalan menemukan diskusinya. Ini diangkat melalui jalan bahasan landasan Alkitab tentang seksualitas, seksualitas sebagai pemberian Allah, bentuk-bentuk seksualitas, penyimpangan seksualitas dalam Alkitab, penyimpangan seksualitas dalam masyarakat, peran gereja terhadap seksualitas dan penyimpangannya.
Gerakan Ekumenis di Indonesia Kristianto, Paulus Eko; Prakosa, Pribadyo
Dekonstruksi Vol. 11 No. 03 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.3
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i03.320

Abstract

Artikel ini membahas pelacakan sejarah gerakan ekumenis di Indonesia. Proses ini dilakukan menggunakan penelitian pustaka. Dalam penyajiannya, penulis memperhatikan periodisasi yang ada agar pembaca memperoleh gambaran sejarah yang utuh. Dari keseluruhan proses yang ada, uraian sejarah ini mengajak kita perlu memahami gerakan ekumenis tidak sebatas kesatuan teologi, melainkan memperjuangkan aksi bersama bagi terwujudnya perdamaian dan keadilan.
Resensi Buku: Menapaki Jalan Reformasi Kristianto, Paulus Eko
GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian Vol. 10 No. 1 (2025): Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian
Publisher : Faculty of Theology Duta Wacana Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/gema.2025.101.1433

Abstract

Spiritualitas Moderasi Agama dalam Era Pascamodern di Indonesia Kristianto, Paulus Eko
Dekonstruksi Vol. 11 No. 04 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.4
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i04.348

Abstract

One of the eras that Indonesia is currently facing is postmodern. In principle, postmodern is understood as a continuation of modernization. Postmodern is characterized by deconstruction, relativist, pluralist. Based on postmodernism and its characteristics, the reflective questions, as well as the formulation of the problem in this article, need to be addressed, how is the style of spirituality in developing religious moderation in the postmodern era in Indonesia? In order to answer this reflective question, the author departs from the literature research method on Dale Cannon's thoughts and constructs them, and is supported by other ideas from related books and journals. The author realizes that Cannon's map of spirituality is not based on the Indonesian context, but at least this can be taken into account in Indonesia, especially religious moderation in the postmodern era. Cannon's premise, namely that spirituality style is built with the intention that justice must be done to the perspective of insiders, not only insiders of certain religious traditions, but also insiders of certain religious ways in every religious tradition, outside of Christianity. Religious moderation is the spirit of listening, managing, overcoming, and appreciating differences. The Ministry of Religion of the Republic of Indonesia is expected to be a means of developing Indonesia in the midst of religious pluralism. As an abstract concept, religious moderation needs to be seen for its indicators. At least, there are four indicators of religious moderation and its practice in Indonesia, namely national commitment, tolerance, anti-violence, and being accommodative to local culture. Through a discussion of the integration of Cannon's theory of spirituality, religious moderation, postmodernism, this article is expected to contribute to the scientific and practical contribution of thinking in building the models of religious moderation spirituality in the postmodern era in Indonesia. Not only stopping at the basics, the author tries to design it in its implementation in the categories of children, youth, youth, and adults.