Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pembuatan Hand Sanitizer Berbahan Eco-enzyme di SMK Logistik Sumedang Rifa Mar’atul Fikriyah; Rini Siskayanti; Alfi Aulia Ajilan; Lia Muliati; Rani Pramudyo Ningtyas; Galu Murdikaningrum; Luciana Luciana; Afriani Kusumadewi; Filly Pravitasari; Feny Nurherawati
JAMARI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol 1 No 01 (2024): Juli
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jamari.v1i01.700

Abstract

Hand sanitizer merupakan produk kesehatan yang memiliki beragam variasi dari segi aroma, warna, dan harga. Pemanfaatan hand sanitizer dari enzim alami (eco-enxym) hasil limbah organik yang difermentasi ini dapat menjadi upaya dalam meminimalisir angka kematian akibat Covid-19 serta menjadi ajang masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dengan memanfaatkan sampah rumah tangganya menjadi sebuah produk yang bermanfaat juga memiliki nilai ekonomi. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan kepada peserta cara membuat hand sanitizer dengan penambahan eco-enzyme sebagai zat antibakteri. adapun tahapan kegiatan pengabdian diawali dengan pemilihan lokasi, yaitu di SMK Logistik Sumedang, dimana kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama antar SMK Logistik Sumedang dengan Universitas Insan Cendekia Mandiri, selanjutnya penyiapan alat dan bahan serta melakukan uji coba produk hasil penelitan dan terakhir adalah pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Pada pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan pemaparan materi sambil praktek langsung pembuatan hand sanitizer yang melibatkan peserta kegiatan, mahasiswa dan dosen. Kegiatan berlangsung lancar, peserta terlibat langsung pada praktik pembuatan hand sanitizer dengan antusias. Dampak positif dari kegiatan ini adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan hand sanitizer sekaligus kegiatan mengurangi sampah di masyarakat, sehingga harapannya masyarakat bisa mengaplikasikan pelatihan ini dalam karya nyata sebagai penghasilan tambahan hand sanitizer pada PkM ini merupakan hasil penelitian mahasiswa Universitas Insan Cendekia Mandiri yang sudah diuji secara klinis dan terbukti aman digunakan.
Sosialisasi bahaya limbah tempe dan kotoran hewan terhadap lingkungan di Desa Cilokotot, Kabupaten Bandung Lia Muliati; Galu Murdikaningrum; Rini Sitawati; Vika Amelia; Riska .
JAMARI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol 2 No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jamari.v2i01.922

Abstract

Kampung Cilokotot terletak di Kabupaten Bandung, merupakan salah satu sentra pengrajin tempe, di kampung tersebut terdapat 2 pabrik tempe berskala rumahan yang melibatkan banyak pengrajin tempe dengan kapasitas produksi sekitar 700 Kg per hari dengan menghasilkan limbah cair rata – rata sebanyak 8.000 Liter setiap harinya. Selain sentra pengarajin tempe, di Kampung Cilokotot terdapat juga perternakan kecil yang memelihara sapi dan kambing dengan total ternak sebanyak 5 – 10 ekor di daerah padat penduduk. Dengan adanya kondisi tersebut keberadaan limbah peternakan sapi dan kambing serta limbah dari pembutan tempe membutuhkan perhatian tersendiri, karena apabila tidak diolah dengan baik, akan mendatangkan masalah bagi lingkungan dan warga sekitar. Tahapan kegiatan pengabdian diawali dengan pemilihan lokasi, yaitu di Kampung Cilokotot, Kabupaten Bandung, selanjutnya menyiapkan perizinan kepada RT, RW dan warga sekitar yang kemudian dilanjutkan dengan menyiapkan materi dan kelengkapan presentasi, kemudian diakhiri dengan pelaksanaan kegiatan PkM berupa pemaparan materi, diskusi dan tanya jawab. Kegiatan berlangsung lancar dan peserta mengikuti dan terlibat dalam diskusi serta tanya jawab antara narasumber dan warga khususnya dalam hal solusi penanggulangan limbah yang dapat bermanfaat untuk warga sekitar. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap warga dan pengrajin tempe di Kampung Cilokotot dengan bertambahnya pengetahuan dan keterampilan pengolahan limbah tempe dan kotoran ternak.
Pembuatan Sabun Padat Transparan Dengan Penambahan Eco-enzyme Atau Aloevera Sebagai Antibakteri di Desa Palasari, Kabupaten Subang Iis Ananda Astari; Galu Murdikaningrum; Selly Dini Musdalivakh; Adisti Ramadan; Rini Siskayanti; Lia Muliati; Luciana Luciana; R Kiki Abdul Muluk; Afriani Kusumadewi
JAMARI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol 1 No 01 (2024): Juli
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jamari.v1i01.684

Abstract

Sabun memiliki peran yang penting dalam kehidupan. Sabun mandi telah menjadi andalan masyarakat untuk menjaga kesehatan kulit dan memiliki beragam variasi baik dari segi bentuk, aroma hingga harga. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan kepada peserta cara membuat sabun padat transparan dengan penambahan eco-enzyme dan aloevera sebagai zat antibakteri. Tahapan kegiatan pengabdian diawali dengan pemilihan lokasi, yaitu di Desa Palasari Kecamatan Ciater Kabupaten Subang, dilanjutkan penyiapan alat dan bahan serta eksperimen di labratorium untuk memperoleh kondisi dan resep yang optimal, dan terakhir adalah pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Pada pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan metode ceramah dalam penyampaian materi serta praktek pembuatan sabun padat transparan antibakteri yang melibatkan peserta kegiatan dan dilanjutkan dengan diskusi. Kegiatan berlangsung lancar dan peserta mengikuti dan terlibat pada praktik pembuatan sabun dengan antusias. Dampak positif dari kegiatan ini adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan sabun padat antibakteri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang bisa diperoleh di lingkungan sekitar, sehingga harapannya masyarakat bisa mengaplikasikan pelatihan ini dalam karya nyata sebagai penghasilan tambahan.
Pembuatan Hand Sanitizer Berbahan Eco-enzyme di SMK Logistik Sumedang Rifa Mar’atul Fikriyah; Rini Siskayanti; Alfi Aulia Ajilan; Lia Muliati; Rani Pramudyo Ningtyas; Galu Murdikaningrum; Luciana Luciana; Afriani Kusumadewi; Filly Pravitasari; Feny Nurherawati
JAMARI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol 1 No 01 (2024): Juli
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jamari.v1i01.700

Abstract

Hand sanitizer merupakan produk kesehatan yang memiliki beragam variasi dari segi aroma, warna, dan harga. Pemanfaatan hand sanitizer dari enzim alami (eco-enxym) hasil limbah organik yang difermentasi ini dapat menjadi upaya dalam meminimalisir angka kematian akibat Covid-19 serta menjadi ajang masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dengan memanfaatkan sampah rumah tangganya menjadi sebuah produk yang bermanfaat juga memiliki nilai ekonomi. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan kepada peserta cara membuat hand sanitizer dengan penambahan eco-enzyme sebagai zat antibakteri. adapun tahapan kegiatan pengabdian diawali dengan pemilihan lokasi, yaitu di SMK Logistik Sumedang, dimana kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama antar SMK Logistik Sumedang dengan Universitas Insan Cendekia Mandiri, selanjutnya penyiapan alat dan bahan serta melakukan uji coba produk hasil penelitan dan terakhir adalah pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Pada pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan pemaparan materi sambil praktek langsung pembuatan hand sanitizer yang melibatkan peserta kegiatan, mahasiswa dan dosen. Kegiatan berlangsung lancar, peserta terlibat langsung pada praktik pembuatan hand sanitizer dengan antusias. Dampak positif dari kegiatan ini adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan hand sanitizer sekaligus kegiatan mengurangi sampah di masyarakat, sehingga harapannya masyarakat bisa mengaplikasikan pelatihan ini dalam karya nyata sebagai penghasilan tambahan hand sanitizer pada PkM ini merupakan hasil penelitian mahasiswa Universitas Insan Cendekia Mandiri yang sudah diuji secara klinis dan terbukti aman digunakan.
Sosialisasi bahaya limbah tempe dan kotoran hewan terhadap lingkungan di Desa Cilokotot, Kabupaten Bandung Lia Muliati; Galu Murdikaningrum; Rini Sitawati; Vika Amelia; Riska .
JAMARI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol 2 No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jamari.v2i01.922

Abstract

Kampung Cilokotot terletak di Kabupaten Bandung, merupakan salah satu sentra pengrajin tempe, di kampung tersebut terdapat 2 pabrik tempe berskala rumahan yang melibatkan banyak pengrajin tempe dengan kapasitas produksi sekitar 700 Kg per hari dengan menghasilkan limbah cair rata – rata sebanyak 8.000 Liter setiap harinya. Selain sentra pengarajin tempe, di Kampung Cilokotot terdapat juga perternakan kecil yang memelihara sapi dan kambing dengan total ternak sebanyak 5 – 10 ekor di daerah padat penduduk. Dengan adanya kondisi tersebut keberadaan limbah peternakan sapi dan kambing serta limbah dari pembutan tempe membutuhkan perhatian tersendiri, karena apabila tidak diolah dengan baik, akan mendatangkan masalah bagi lingkungan dan warga sekitar. Tahapan kegiatan pengabdian diawali dengan pemilihan lokasi, yaitu di Kampung Cilokotot, Kabupaten Bandung, selanjutnya menyiapkan perizinan kepada RT, RW dan warga sekitar yang kemudian dilanjutkan dengan menyiapkan materi dan kelengkapan presentasi, kemudian diakhiri dengan pelaksanaan kegiatan PkM berupa pemaparan materi, diskusi dan tanya jawab. Kegiatan berlangsung lancar dan peserta mengikuti dan terlibat dalam diskusi serta tanya jawab antara narasumber dan warga khususnya dalam hal solusi penanggulangan limbah yang dapat bermanfaat untuk warga sekitar. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap warga dan pengrajin tempe di Kampung Cilokotot dengan bertambahnya pengetahuan dan keterampilan pengolahan limbah tempe dan kotoran ternak.
Pelatihan Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) Pada Tanaman di Kampung Cilokotot, Kabupaten Bandung Muliati, Lia; Sitawati, Rini; Murdikaningrum, Galu
JAMARI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol. 2 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/.v2i2.1031

Abstract

The continued use of inorganic fertilizers has a negative impact on the environment, necessitating a more sustainable alternative, liquid organic fertilizer (POC). Cilokotot Village, South Margahayu Village, is a tempeh production center that produces liquid waste and cow dung that have the potential to be processed into biogas and POC. This Community Service (PkM) activity aims to provide education and training to the community on techniques for applying POC, a byproduct of biogas fermentation, to plants. The methods used included equipment preparation, formula determination experiments, and training through lectures and hands-on practice. The results showed that the POC from anaerobic leachate has an acidic pH (3–5), requiring a neutralization process to reach the ideal pH (5.5–7) through dilution techniques, the addition of alkaline materials (lime or rice husk ash), or re-fermentation. The training participants, consisting of tempeh artisans, demonstrated high enthusiasm and successfully improved their understanding and technical skills in fertilizing plants with a dilution dosage of 1:10 to 1:30. The conclusion of this activity is that the community is now able to independently manage waste into useful products, which is expected to reduce dependence on chemical fertilizers and increase local economic potential.
Pelatihan Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) Pada Tanaman di Kampung Cilokotot, Kabupaten Bandung Muliati, Lia; Sitawati, Rini; Murdikaningrum, Galu
JAMARI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol. 2 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/.v2i2.1031

Abstract

The continued use of inorganic fertilizers has a negative impact on the environment, necessitating a more sustainable alternative, liquid organic fertilizer (POC). Cilokotot Village, South Margahayu Village, is a tempeh production center that produces liquid waste and cow dung that have the potential to be processed into biogas and POC. This Community Service (PkM) activity aims to provide education and training to the community on techniques for applying POC, a byproduct of biogas fermentation, to plants. The methods used included equipment preparation, formula determination experiments, and training through lectures and hands-on practice. The results showed that the POC from anaerobic leachate has an acidic pH (3–5), requiring a neutralization process to reach the ideal pH (5.5–7) through dilution techniques, the addition of alkaline materials (lime or rice husk ash), or re-fermentation. The training participants, consisting of tempeh artisans, demonstrated high enthusiasm and successfully improved their understanding and technical skills in fertilizing plants with a dilution dosage of 1:10 to 1:30. The conclusion of this activity is that the community is now able to independently manage waste into useful products, which is expected to reduce dependence on chemical fertilizers and increase local economic potential.