Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Edukasi tanaman florikultur di SD Asy-Syifa 2 Kecamatan Antapani Bandung, Jawa Barat Irfan Maulana; Rini Sitawati; Dikayani .; Aghnia Rahmawati
JAMARI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol 2 No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jamari.v2i01.909

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk pengimplementasian Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di berbagai bidang. Salah satu topik yang memiliki relevansi tinggi dengan pendidikan adalah florikultur, yang berkaitan dengan budidaya tanaman hias. Artikel ini mengulas kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen dari Universitas insan cendekia mandiri dengan tema " Edukasi Tanaman Florikultur di SD Asy-Syifa 2 Kecamatan Antapani Bandung, Jawa Barat". Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai pemeliharaan tanaman hias kepada guru-guru di SD Asy-Syifa 2, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan lingkungan hidup di sekolah.
Sosialisasi bahaya limbah tempe dan kotoran hewan terhadap lingkungan di Desa Cilokotot, Kabupaten Bandung Lia Muliati; Galu Murdikaningrum; Rini Sitawati; Vika Amelia; Riska .
JAMARI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol 2 No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jamari.v2i01.922

Abstract

Kampung Cilokotot terletak di Kabupaten Bandung, merupakan salah satu sentra pengrajin tempe, di kampung tersebut terdapat 2 pabrik tempe berskala rumahan yang melibatkan banyak pengrajin tempe dengan kapasitas produksi sekitar 700 Kg per hari dengan menghasilkan limbah cair rata – rata sebanyak 8.000 Liter setiap harinya. Selain sentra pengarajin tempe, di Kampung Cilokotot terdapat juga perternakan kecil yang memelihara sapi dan kambing dengan total ternak sebanyak 5 – 10 ekor di daerah padat penduduk. Dengan adanya kondisi tersebut keberadaan limbah peternakan sapi dan kambing serta limbah dari pembutan tempe membutuhkan perhatian tersendiri, karena apabila tidak diolah dengan baik, akan mendatangkan masalah bagi lingkungan dan warga sekitar. Tahapan kegiatan pengabdian diawali dengan pemilihan lokasi, yaitu di Kampung Cilokotot, Kabupaten Bandung, selanjutnya menyiapkan perizinan kepada RT, RW dan warga sekitar yang kemudian dilanjutkan dengan menyiapkan materi dan kelengkapan presentasi, kemudian diakhiri dengan pelaksanaan kegiatan PkM berupa pemaparan materi, diskusi dan tanya jawab. Kegiatan berlangsung lancar dan peserta mengikuti dan terlibat dalam diskusi serta tanya jawab antara narasumber dan warga khususnya dalam hal solusi penanggulangan limbah yang dapat bermanfaat untuk warga sekitar. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap warga dan pengrajin tempe di Kampung Cilokotot dengan bertambahnya pengetahuan dan keterampilan pengolahan limbah tempe dan kotoran ternak.
Edukasi tanaman florikultur di SD Asy-Syifa 2 Kecamatan Antapani Bandung, Jawa Barat Irfan Maulana; Rini Sitawati; Dikayani .; Aghnia Rahmawati
JAMARI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol 2 No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jamari.v2i01.909

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk pengimplementasian Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di berbagai bidang. Salah satu topik yang memiliki relevansi tinggi dengan pendidikan adalah florikultur, yang berkaitan dengan budidaya tanaman hias. Artikel ini mengulas kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen dari Universitas insan cendekia mandiri dengan tema " Edukasi Tanaman Florikultur di SD Asy-Syifa 2 Kecamatan Antapani Bandung, Jawa Barat". Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai pemeliharaan tanaman hias kepada guru-guru di SD Asy-Syifa 2, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan lingkungan hidup di sekolah.
Sosialisasi bahaya limbah tempe dan kotoran hewan terhadap lingkungan di Desa Cilokotot, Kabupaten Bandung Lia Muliati; Galu Murdikaningrum; Rini Sitawati; Vika Amelia; Riska .
JAMARI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol 2 No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jamari.v2i01.922

Abstract

Kampung Cilokotot terletak di Kabupaten Bandung, merupakan salah satu sentra pengrajin tempe, di kampung tersebut terdapat 2 pabrik tempe berskala rumahan yang melibatkan banyak pengrajin tempe dengan kapasitas produksi sekitar 700 Kg per hari dengan menghasilkan limbah cair rata – rata sebanyak 8.000 Liter setiap harinya. Selain sentra pengarajin tempe, di Kampung Cilokotot terdapat juga perternakan kecil yang memelihara sapi dan kambing dengan total ternak sebanyak 5 – 10 ekor di daerah padat penduduk. Dengan adanya kondisi tersebut keberadaan limbah peternakan sapi dan kambing serta limbah dari pembutan tempe membutuhkan perhatian tersendiri, karena apabila tidak diolah dengan baik, akan mendatangkan masalah bagi lingkungan dan warga sekitar. Tahapan kegiatan pengabdian diawali dengan pemilihan lokasi, yaitu di Kampung Cilokotot, Kabupaten Bandung, selanjutnya menyiapkan perizinan kepada RT, RW dan warga sekitar yang kemudian dilanjutkan dengan menyiapkan materi dan kelengkapan presentasi, kemudian diakhiri dengan pelaksanaan kegiatan PkM berupa pemaparan materi, diskusi dan tanya jawab. Kegiatan berlangsung lancar dan peserta mengikuti dan terlibat dalam diskusi serta tanya jawab antara narasumber dan warga khususnya dalam hal solusi penanggulangan limbah yang dapat bermanfaat untuk warga sekitar. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap warga dan pengrajin tempe di Kampung Cilokotot dengan bertambahnya pengetahuan dan keterampilan pengolahan limbah tempe dan kotoran ternak.