Tri Wuryaningsih
Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman, Purwekerto, Indonesia

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Menjaga Tradisi, Merawat Makna: Peran Masyarakat dalam Melestarikan Tradisi Sinden Lanang di Desa Tambaknegara, Kabupaten Banyumas Tania Ridi; Tri Rini Widyastuti; Tri Wuryaningsih
JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 11 No. 1 (2026): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis)
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v11i12026p10-24

Abstract

Tradisi Sinden Lanang merupakan bentuk kesenian tradisional yang unik dan berbeda dari konstruksi umum budaya Jawa, di mana peran sinden yang identik dengan perempuan justru diperankan oleh lakilaki. Tradisi ini hidup dan berkembang di Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, dan tidak dapat dipisahkan dari sistem kepercayaan komunitas Kasepuhan yang bermukim di Grumbul Kalitanjung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran masyarakat dalam menjaga dan merawat makna tradisi Sinden Lanang. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Informan penelitian terdiri atas pelaku Sinden Lanang, anggota komunitas Kasepuhan, tokoh masyarakat, dan masyarakat Desa Tambaknegara yang memahami serta terlibat dalam pelaksanaan tradisi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga kelompok yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi Sinden Lanang, yaitu: (1) pelaku Sinden Lanang yang berperan sebagai penjaga nilai spiritual melalui ritual, penegosiasi identitas gender, pewaris, dan penyampai tradisi; (2) komunitas Kasepuhan yang berperan sebagai penjaga aturan adat melalui mekanisme kultural dan penyelenggaraan ritual; serta (3) masyarakat Desa Tambaknegara yang berperan melalui partisipasi finansial, simbolis, kontrol sosial informal, transmisi nilai kepada generasi muda, dan promosi tradisi kepada khalayak luas. Keberlangsungan tradisi Sinden Lanang merupakan hasil dari proses konstruksi sosial yang melibatkan eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi nilai-nilai leluhur secarakolektif oleh seluruh elemen masyarakat Desa Tambaknegara.
Sulastri: A biographical study of a woman in the struggle to survive poverty and patriarchal culture Hendri Tri Prasetyo; Hendri Restuadhi; Tri Wuryaningsih
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 11 No 1 (2025): February 2025
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v11i1.17775

Abstract

Poverty is a social reality that is difficult to resolve, especially for women. Due to systemic issues and patriarchal social constructions, women are more vulnerable to experiencing poverty. This study explores the connection between poverty and patriarchal norms in deepening the oppression of women, focusing on phenomena such as the double burden, arranged marriages, and early marriages that limit women's well-being. The combination of poverty and patriarchal culture not only exacerbates women's suffering but also profoundly shapes their life experiences. This research adopts a qualitative approach through a biographical study of Sulastri, a woman who lives under the shadow of these issues. Through her biography, key challenges emerge, including: 1) arranged marriages and early marriages that have far-reaching impacts on Sulastri's life; and 2) the double burden of domestic work and economic responsibilities. Despite these conditions, Sulastri demonstrates resilience and determination in overcoming difficulties, significantly impacting her life changes. Sulastri’s story illustrates both individual and collective struggles of women facing interconnected issues. This biographical study provides concrete insights into women’s resilience and their strategies for managing existing limitations. Furthermore, this research emphasizes the need for gender equality initiatives through social programs and policy reforms to address the dual impact of poverty and patriarchal culture.
Konstruksi Realitas Politik Dalam Pemberitaan Respons Prabowo Mengenai Insiden Keracunan MBG di Detik.com Awalludin Machruf; Tri Wuryaningsih; Tri Rini Widyastuti
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i2.2026.757-771

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konstruksi realitas politik Detik.com dalam pemberitaan respons Presiden Prabowo Subianto mengenai insiden keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program MBG, sebagai simbol legitimasi politik, menghadapi krisis kepercayaan akibat kasus keracunan yang memprihatinkan. Isu tersebut direspons Prabowo dengan menarasikannya sebagai "eror manusiawi" berpersentase sangat kecil (0,0007%). Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough terhadap artikel Detik.com. Hasil penelitian menunjukkan Detik.com mengonstruksi realitas politik yang mendukung narasi pemerintah. Pada dimensi teks, strategi eufemisme, nominalisasi statistik, dan metafora skala digunakan untuk meminimalisasi risiko dan menggeser fokus dari korban ke skala keberhasilan program, merepresentasikan Prabowo sebagai figur teknokratis dan otoriter. Produksi teks pada dimensi Discourse Practice bersifat satu arah dan tidak berimbang karena ketergantungan pada sumber Prabowo. Pada dimensi konsumsi, ditemukan kegagalan hegemoni, di mana pembaca aktif menolak dehumanisasi statistik. Secara sosiokultural, pemberitaan ini berfungsi sebagai respons defensif untuk meredam sentimen negatif dan memulihkan legitimasi pemerintah di tengah menurunnya kepercayaan masyarakat.