Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Efektivitas Penerimaan Retribusi Air Minum dalam Meningkatkan Kinerja PDAM Gwar Gwamar Kabupaten Kepulauan Aru Pasamba, Ester Melania; Nurhidayati, Viaty
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bertanggung jawab untuk menyediakan layanan air bersih bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu tanggung jawab utama PDAM adalah memastikan bahwa air yang disalurkan ke masyarakat memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini melibatkan pemantauan dan pengujian rutin kualitas air di berbagai titik distribusi. Pada tahun 2022 dan 2023, BPKP Provinsi Maluku menemukan adanya kelemahan kinerja PDAM Gwar Gwamar Kabupaten Kepulauan Aru selama 2 (dua) tahun berturut-turut dengan penilaian kinerja yang tidak memuaskan. Penilaian kinerja PDAM tersebut dilakukan dengan melibatkan empat aspek penilaian, yaitu keuangan, pelayanan, operasional, dan sumber daya manusia. Peneliti menggunakan data primer berupa wawancara dan data sekunder berupa laporan pencapaian target pendapatan PDAM Gwar Gwamar tahun anggaran 2024 per bulan Januari-April. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tingkat efektivitas retribusi air minum Kabupaten Kepulauan Aru dalam kurun waktu bulan Januari-April tahun 2024 menunjukkan kenaikan dan penurunan yang fluktuatif setiap bulannya. Rata-rata efektivitas retribusi air minum Kabupaten Kepulauan Aru selama 4 bulan dalam kurun waktu Januari-April adalah sebesar 77,40%. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja PDAM Gwar Gwamar Kabupaten Kepulauan Aru masih tergolong kurang efektif atau kurang sehat dalam melaksanakan pemungutan Retribusi Daerah.
Pengaruh Penerapan Sistem E-Filing dan Pemahaman Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak di Kabupaten Kepulauan Aru Pasamba, Ester Melania; Kalorbobir, Yohana Magdalena
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh positif Penerapan Sistem E-filing dan Pemahaman Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak di Kabupaten Kepulauan Aru. Populasi dalam penelitian ini adalah Wajib Pajak efektif yang terdaftar pada Kantor Pelayanan Penyuluhan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Dobo. Sampel dalam penelitian ini adalah 100 Orang Wajib Pajak yang terdaftar pada KP2KP Dobo. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan convenience sampling yaitu pengambilan sampel yang didasarkan pada ketersediaan elemen dan kemudahan untuk mendapatkan data. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa Penerapan Sistem E-filing (X1) dan Pemahaman Pajak (X2) berpengaruh signifikan dan positif terhadap Kepatuhan Wajib Pajak (Y).
Literature Study on The Application of Social and Environmental Accounting in Indonesia Kalorbobir, Yohana Magdalena; Pasamba, Ester Melania
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akuntansi tradisional tidak mencerminkan dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan oleh operasi perusahaan. Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap masalah tanggung jawab lingkungan dan sosial, terdapat kebutuhan untuk mengembangkan sistem akuntansi yang lebih inklusif dan bertanggung jawab. Banyak perusahaan kini memahami pentingnya menjaga reputasi dengan menerapkan praktik bisnis berkelanjutan. Akuntansi sosial dan lingkungan memberikan kerangka kerja untuk mengukur dan melaporkan dampak sosial dan lingkungan, dan membantu perusahaan dalam mengidentifikasi risiko dan peluang terkait keberlanjutan. Namun dengan meningkatnya kesadaran dan dukungan dari pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, maka penerapan akuntansi sosial dan lingkungan diharapkan dapat berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi keberlanjutan usaha dan kesejahteraan masyarakat. Penerapan akuntansi ramah lingkungan di Indonesia mengalami kemajuan, terutama di sektor-sektor besar seperti manufaktur, energi, dan perbankan, yang memiliki tekanan peraturan dan kesadaran pasar yang lebih tinggi.
Analisis Tantangan dan Peluang Integrasi Prinsip Blue Accounting dalam Sistem Perpajakan Daerah untuk Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kepulauan Aru Ester Melania Pasamba
Akubis : Jurnal Akuntansi dan Bisnis Vol. 10 No. 2 (2025): Akubis : Jurnal Akuntansi dan Bisnis
Publisher : Universitas Katolik Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37832/akubis.v10i2.97

Abstract

Aru Islands Regency has enormous marine resource potential, but its contribution to Local Own-Source Revenue (PAD) remains low due to a financial management system that does not optimally accommodate the economic value of marine ecosystems. This phenomenon is exacerbated by a lack of data transparency and the absence of accounting instruments which is capable of comprehensively measuring marine assets. Blue accounting has emerged as a potential solution to integrate the ecological and economic value of marine resources into the regional taxation system. However, its implementation faces various challenges, such as unsupportive regulations, limited human resource capacity, and resistance from business actors. This study aims to analyze the challenges and opportunities of integrating blue accounting into the taxation system to increase PAD in the Aru Islands Regency. The research method uses a qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews with stakeholders, field observations, and policy document studies. The results show that the application of blue accounting can open up significant opportunities, such as the potential for additional PAD from the fisheries sector and blue carbon taxes. However, the main challenges include fragmentation of marine resource data, lack of inter-agency coordination, and low public awareness of the benefits of sustainable economy. Strategic solutions are needed, including the formulation of special regional regulations, strengthening human resource capacity through training, and utilizing digital technology for marine resource monitoring.
Penguatan Literasi Keuangan Menuju “Keuangan Aman, Hidup Tenang” di Rumah Tangga dan Tempat Ibadah Kepulauan Aru Uniberua, Stivan Harry; Pasamba, Ester Melania; Lewaru, Trisna Sary; Kalorbobir, Yohana Magdalena; Lambyombar, Yustinus; Warkula, Yohanes Zefnath
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i2.477

Abstract

Keuangan yang sehat merupakan fondasi ketahanan ekonomi keluarga dan institusi sosial berbasis komunitas, termasuk tempat ibadah. Masyarakat di wilayah 3T seperti Kabupaten Kepulauan Aru menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan keuangan dan edukasi finansial, sehingga rentan mengalami defisit dan pengambilan keputusan ekonomi yang tidak tepat. Program pengabdian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan literasi keuangan dan keterampilan perencanaan keuangan rumah tangga, (2) memperkuat tata kelola keuangan tempat ibadah agar akuntabel, dan (3) membangun model edukasi keuangan komunitas berbasis spiritual dan kearifan lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukasi dan penyadaran yang partisipatif melalui observasi, pemetaan kebutuhan, sosialisasi, praktik pencatatan keuangan, simulasi kasus, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman literasi keuangan sebesar 58%, dengan pemahaman dana darurat meningkat dari 15% menjadi 82%, dan kesadaran risiko utang berbunga tinggi dari 35% menjadi 88%. Seluruh pengurus tempat ibadah menyatakan kesiapan menerapkan pencatatan keuangan sederhana secara transparan. Program ini berhasil mengubah paradigma pengelolaan keuangan dari pola konsumtif menjadi berbasis perencanaan, serta membangun komitmen terhadap praktik keuangan yang lebih terstruktur dan berorientasi masa depan. Dengan demikian, pendekatan edukatif berbasis konteks lokal dan nilai spiritual efektif diterapkan dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat menuju tercapainya kondisi “keuangan aman, hidup tenang”.
Pendampingan Perencanaan Keuangan dan Kewajiban Pajak untuk Membangun Keluarga Melek Finansial Pasamba, Ester Melania
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i2.478

Abstract

Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan keluarga serta pemahaman kewajiban perpajakan bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru yang selama ini menghadapi tantangan dalam pengelolaan pendapatan dan akses edukasi finansial. Program dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang diawali dengan analisis kebutuhan, penyusunan materi kontekstual, dan implementasi pelatihan berbasis praktik, termasuk penggunaan worksheet budgeting dan simulasi kasus perpajakan sederhana. Sebanyak 50 kepala keluarga mengikuti kegiatan secara penuh, menunjukkan tingkat partisipasi dan keterlibatan yang tinggi. Hasil pre-test dan post-test memperlihatkan peningkatan pemahaman yang signifikan, terutama pada kemampuan menyusun anggaran, mencatat arus kas, serta memahami fungsi NPWP dan mekanisme pajak bagi pelaku usaha kecil. Peserta juga mulai melihat bahwa perencanaan keuangan dan pajak merupakan satu kesatuan yang saling mendukung dalam menjaga stabilitas finansial keluarga. Kesimpulannya, pendampingan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga memicu perubahan perilaku finansial dasar yang berpotensi menjadi fondasi budaya pengelolaan keuangan yang lebih sehat di wilayah kepulauan. Program ini direkomendasikan untuk dilanjutkan melalui pendampingan komunitas agar dampaknya semakin berkelanjutan.