Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Model Pendampingan Pembelajaran Kelas Online Pada Sekolah Luar Biasa Di Kecamatan Medan Amplas Nurmayani; Naeklan Simbolon; Winara; Khairul Usman; Khairunnisa; Sorta Simanjuntak
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v2i1.533

Abstract

Tujuan dari kegiatan program kemitraan ini adalah untuk mengoptimalkan pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) dan Bekerja dari Rumah dalam rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19). Masalah yang dihadapi mitra adalah sulitnya menerapkan proses belajar online pada siswa disabilitas di Sekolah Luar Biasa Medan Amplas. Pendamping pembelajaran daring diharapkan mampu memberi kontribusi positif terhadap perkembangan anak baik dari segi fisik, mental, maupun intelektual. Strategi Program Kemitraan Masyarakat (PKM) merupakan upaya memberikan pendidikan, pelatihan, dan pendampingan kepada Sumber Daya Manusia (SDM) untuk dapat mengembangkan diri dalam mengelola kegiatan pembelajaran dalam jaringan (daring) sebagai upaya pencapaian pembelajaran pada masa pendemi Covid-19 dan upaya menuju tercapainya kompetensi pembelajaran pada siswa. Proses ini memilki tiga tahap yang berbeda: 1) merumuskan konsep materi pendampingan; 2) pemberian materi kepada guru berdasarkan materi yang ditetapkan; 3) Penilaian untuk mengetahui peningkatan yang dicapai melakukan kegiatan pendampingan. Tujuan program Kemitraan Masyarakat adalah “Terlaksananya Pendampingan Belajar online secara Efektif pada Proses Pembelajaran SLB Masa Pandemi Covid-19”. Hasil yang diperoleh berdasarkan Pendampingan Pembelajaran Dalam Jaringan Pada Sekolah Luar Biasa Di Kecamatan Medan Amplas yakni telah terlaksananya pendampingan belajar online secara efektif pada proses pembelajaran SLB masa pandemi Covid-19. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai pretest yang diperoleh guru 45,14 dan nilai posttest yang diperoleh guru 82,10.
Peran Bahasa Indonesia untuk Mendukung Keberlangsungan Kegiatan Perkuliahan Mahasiswa Tata Busana Universitas Negeri Medan Jihdiyani Khairunnisa Selian; Nabila Zahra; Farah Tsabita; Khairunnisa; Nita Oktaria Tumangger
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3939

Abstract

Bahasa Indonesia memiliki fungsi penting dalam mendukung keberlangsungan kegiatan akademik di perguruan tinggi. Pada Program Studi Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Medan (UNIMED), bahasa Indonesia digunakan tidak hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai instrumen ilmiah untuk menulis karya akademik, menyampaikan ide kreatif, dan mengembangkan inovasi busana. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran bahasa Indonesia dalam mendukung proses perkuliahan mahasiswa Tata Busana UNIMED, meliputi aspek komunikasi, penulisan ilmiah, dan penguatan identitas akademik. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan bahasa Indonesia yang baik berperan dalam penyampaian gagasan desain, penulisan laporan penelitian, serta peningkatan kepercayaan diri mahasiswa dalam forum akademik. Penelitian ini menegaskan bahwa bahasa Indonesia bukan sekadar alat komunikasi, melainkan fondasi keberhasilan akademik yang harus diperkuat di era globalisasi.
MISKONSEPSI SISWA SD TENTANG KEUANGAN NEGARA: KAJIAN LITERATUR PADA PERSEPSI PENCETAKAN UANG, INFLASI, DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN IPS Kristiana Manalu; Tesalonika Sinaga; Maisyaroh; Gita Efrida Berliana Hutabarat; Trigita Sarumpaet; khairunnisa
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.7938

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membangun literasi ekonomi sejak dini. Namun, sering muncul miskonsepsi di kalangan siswa, salah satunya anggapan bahwa semakin banyak uang dicetak oleh negara maka kesejahteraan rakyat akan meningkat. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab munculnya miskonsepsi tersebut, menganalisis dampaknya terhadap pemahaman siswa, serta menawarkan strategi pembelajaran yang tepat untuk meluruskannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa miskonsepsi ini berakar pada penyederhanaan materi ajar, keterbatasan pemahaman guru, dan kurangnya penggunaan media pembelajaran yang kontekstual. Akibatnya, siswa cenderung memahami uang hanya sebagai simbol kekayaan tanpa menyadari keterkaitannya dengan inflasi dan daya beli masyarakat. Untuk mengatasi hal ini, guru disarankan menerapkan pendekatan pembelajaran kontekstual, problem-based learning, simulasi konkret, serta pemanfaatan media digital interaktif agar siswa dapat membangun pemahaman ekonomi yang lebih realistis. Kajian ini berkontribusi dengan memetakan literatur mengenai miskonsepsi ekonomi di sekolah dasar dan menegaskan pentingnya penguatan literasi ekonomi dasar dalam pembelajaran IPS. Implikasinya signifikan bagi guru, pengembang kurikulum, dan penelitian lanjutan guna merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dalam membentuk pola pikir ekonomi kritis sejak dini.
ANALISIS LITERATUR TENTANG STRATEGI PEMBELAJAR IPS DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SD Bunga Giot Marito Sibaturara; Sinta Marito Purba; Luthfi Vivia Diwani; Khairunnisa; Kenza Amanda Sitohang; Mariani; Ruben Stevan Segar Situmeang
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.8211

Abstract

Social Studies in elementary schools plays a strategic role in shaping students' knowledge, attitudes, skills, and social values. However, teaching practices are still dominated by lecture-based and teacher-centered methods, resulting in low conceptual understanding and critical thinking skills. This study aims to analyze effective and relevant IPS learning strategies in line with the demands of the Merdeka Curriculum. The research method used descriptive qualitative literature study through reviewing articles, books, research reports, and teaching practices. The results show that active strategies such as Project-Based Learning, contextual learning, cooperative models, multi-representation, and technology integration can increase student understanding by 27.5%–38.5% and active engagement by up to 87%. Discussion, simulation, debate, and linking material to real-world contexts were also proven effective in encouraging learning motivation. However, implementation faced challenges in the form of teacher limitations in differentiation, difficulties in formative-summative assessment, and limitations in interactive media. The conclusion of this study emphasizes the importance of active, varied, and contextual social studies learning. Implicitly, teachers need support in the form of training, interactive media, and authentic assessment guidelines so that social studies can truly shape a critical, adaptive, and characterful generation in line with the needs of the 21st century.
Dinamika Kebijakan Geopolitik dan Geostrategis China dalam Era Multipolar: Implikasi bagi Keamanan Maritim Indonesia Sugiharto; Mulhady Putra; Muhammad Anas Kautsar; Anisa Muftih; Khairunnisa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinamika kebijakan strategis geopolitik dan geologis Tiongkok selama era multipolar telah mengalami perkembangan yang cepat, khususnya dalam konteks keamanan maritim di wilayah Indo-Pasifik. China memperluas pengaruhnya dengan inisiatif inisiatif Belt and Road (BRI) dan peningkatan aktivitas militer di Laut Cina Selatan, yang mempengaruhi stabilitas regional dan kedaulatan Indonesia. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan metode penelitian literatur untuk menganalisis efek kebijakan geopolitik China pada keamanan maritim Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perluasan strategis China terhadap Indonesia menimbulkan tantangan dalam menjaga zona ekonomi eksklusif (EEZ) dan stabilitas regional. Indonesia merespons dengan peningkatan patroli maritim, diplomasi multilateral dan peningkatan kerja sama keamanan dengan negara -negara mitra. Studi ini menyoroti pentingnya strategi pengurangan luas untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan minat di tengah -tengah perubahan konstelasi geopolitik di seluruh dunia.
TINGKAT KOMUNIKASI SOSIAL MASYARAKAT DI LINGKUNGAN GANG PERTIWI BARU, KELURAHAN BANTAN, KECAMATAN MEDAN TEMBUNG, KOTA MEDAN Fauzi Kurniawan; Anifah; Debby Triposa Kaban; Ismayani Chairunnisa; Saulina Ulfah Dalimunthe; Rahma Avisya Tifara; Yonathan Steve Legie; Khairunnisa; Miftahul Jannah; Maydina Iswatun; Naufal Dzakhwan Bayhaq
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12315

Abstract

This study aims to analyze the level of social communication among residents in the Gang Pertiwi Baru neighborhood, Bantan Village, Medan Tembung Subdistrict, Medan City. The method used was quantitative research with a descriptive approach. The study population consisted of 59 people, with a sample of 34 respondents selected using purposive sampling. Data collection was conducted via a questionnaire using a Likert scale consisting of 20 statements. The data were analyzed using mean calculations. The results of the study indicate that the mean score for social communication was 4.36, which falls into the “very good” category. The indicator of community cooperation received the highest score, while the indicators of information dissemination and community participation were still relatively lower. This indicates that social communication has been effective; however, improvements are still needed in the equitable distribution of information and community involvement so that social communication can function more optimally.