Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

MENELISIK PERKAWINAN USIA DINI DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESETIAAN SUAMI ISTRI Margaretha Golu Sanga; Alfonsus Mudi Aran
JAPB: Jurnal Agama, Pendidikan dan Budaya Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/japb.v4i2.278

Abstract

Kesetiaan dalam perkawinan Katolik merupakan janji suci yang dimaksudkan untuk membina hubungan suami istri. Dalam Gereja Katolik, perkawinan dini cenderung menimbulkan permasalahan dalam kehidupan rumah tangga bagi pasangan yang menikah pada usia muda. Penelitian ini mengkaji tentang loyalitas pasangan suami istri dalam perkawinan dan faktor-faktor penyebab perkawinan usia dini. Tujuanya untuk mengetahui tingkat kesetiaan pasangan suami istri dan mengetahui penyebab terjadinya perkawinan dini. Jenis penelitiannya adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di Stasi Santa Elisabeth Lewokung Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga Lewokeluok-Bama Keuskupan Larantuka. Subjek penelitian sebanyak tujuh pasangan suami istri Katolik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat dua penyebab dan dampak terjadinya perkawinan usia dini di Stasi Santa Elisabeth Lewokung Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga Lewokeluok-Bama yaitu: (1) hubungan seks pranikah yang menimbulkan MBA (nikah karena kecelakaan) (2) kemauan diri sendiri karena jatuh cinta dan cocok. Ada dua dampak perkawinan usia dini yakni positif dan negatif. Dampak positif yaitu saling menerima, memberikan kasih sayang, dan saling membantu sedangkan dampak negatifnya yaitu tidak menghormati, tidak percaya, dan tidak menghargai antar pasangan.
PENGARUH KOMPETENSI KEPRIBADIAN DAN KOMPETENSI SOSIAL GURU TERHADAP KARAKTER PESERTA DIDIK Maria Hingi Ruron; Alfonsus Mudi Aran; Skolastika Lelu Beding
JAPB: Jurnal Agama, Pendidikan dan Budaya Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/japb.v5i1.317

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana dampak dari kompetensi kepribadian dan sosial guru pada karakter yang dimiliki peserta didik di SDN Welo, Desa Painapang, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur. Penelitian ini menggunakan teknik analisa statistik inferensial dan deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian di SDN Welo, Desa Painapang, Kecamatan Lewolema, dengan menghimpun data melalui teknik wawancara serta kuesioner pada 58 peserta didik sebagai sampelnya. Data penelitian dianalisis secara regresi dengan rumus product moment dan dilakukan uji hipotesis melalui uji parsial (uji t) dan uji simultan (uji F). Hasil uji hipotesis yang dilakukan pada variabel X1 (kompetensi kepribadian) terhadap Y (karakter peserta didik) menghasilkan nilai thitung sebesar 2,861, sedangkan nilai ttabel sebesar 2,00404 dengan taraf signifikannya 5% dan N = 58, ini menunjukan nilai thitung > ttabel, oleh karena itu, Ha diakui sementara Ho ditolak.  Pada variabel X2 (kompetensi sosial) terhadap Y (karakter peserta didik), nilai thitung sebesar 3,007, sedangkan nilai ttabel sebesar 2,00404 dengan taraf signifikannya 5% dan N = 58, ini menunjukan bahwa nilai thitung > ttabel, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. kemudian hasil uji F, memperoleh nilai Fhitung sebesar 4,477, sedangkan koefisien Ftabel dengan taraf signifikan 5% dan N = 58 sebesar 3,16. Ini menunjukan Fhitung > Ftabel. Sehingga, hipotesis yang peneliti ajukan diterima karena, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kompetensi kepribadian guru dan kompetensi sosial guru terhadap karakter peserta didik SD Negeri Welo, Desa Painapang, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur.
MENINGKATKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA MELALUI PENGHAYATAN BUDAYA RELIGIUS SEKOLAH DAN KEPEMIMPINAN KARISMATIK GURU AGAMA KATOLIK Valentina Ina Abong Watun; Hermania Bhoki; Alfonsus Mudi Aran
JAPB: Jurnal Agama, Pendidikan dan Budaya Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal JAPB
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/japb.v6i1.339

Abstract

Karakter religius merupakan seperangkat nilai, keyakinan, dan perbuatan yang berasaskan pada pandangan agama tertentu dan termanifestasi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini melihat bagaimana penghayatan budaya religius dalam membentuk karakter religius siswa, gambaran karakter religius siswa, dan sejauh mana pengaruh penghayatan budaya religius sekolah dan kepemimpinan karismatik guru agama Katolik dalam meningkatkan karakter religius siswa SD Katolik Kemiri. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengevaluasi upaya meningkatkan karakter siswa melalui penghayatan budaya religius sekolah dan kepemimpinan karismatik guru agama Katolik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di SDK Kemiri, Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Waktu penelitian terhitung dari tanggal 22 April - 04 Mei 2024. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Tekni analisa data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penghayatan budaya religius sekolah, yang diwujudkan melalui kegiatan keagamaan rutin, simbol-simbol religius, dan suasana sekolah yang mendukung nilai-nilai spiritual, secara signifikan berkontribusi pada pembentukan karakter religius siswa. Selain itu, kepemimpinan karismatik guru agama Katolik, yang ditandai dengan keteladanan, komunikasi efektif, inspirasi moral, juga memainkan peran penting dalam memotivasi siswa untuk menginternalisasi nilai-nilai religus dalam kehidupan sehari-hari. Kombinasi antara lingkungan sekolah dan kepemimpinan guru yang karismatik menciptakan kondisi yang kondusif bagi perkembangan karakter religius siswa di Sekolah Dasar Katolik Kemiri.  
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP MOTIVASI DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA Falentina Siku Openg; Alfonsus Mudi Aran; Krisantus Minggu Kwen
JAPB: Jurnal Agama, Pendidikan dan Budaya Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/japb.v5i2.342

Abstract

Rendahnya motivasi dan keaktifan siswa dalam pembelajaran PAK menjadi masalah utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur serta menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis multimedia terhadap motivasi dan keaktifan belajar siswa kelas XI IPS di SMA PGRI Gelekat Lewo Boru. Pendekatan kuantitatif dengan metode analisis linear sederhana digunakan dalam penelitian ini, yang melibatkan uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis multimedia (X) memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi (Y1) dengan nilai thitung 10,278 yang lebih besar dari ttabel 2,0106. Pada keaktifan belajar (Y2), thitung mencapai 4,6604 yang juga lebih besar dari ttabel. Uji F menunjukkan bahwa variabel X berpengaruh secara signifikan terhadap kedua variabel dependen dengan nilai signifikansi F 0,002<0,05. Nilai R2 untuk pengaruh X terhadap Y1 adalah 68,76%, menunjukkan bahwa X menjelaskan 68,76% variasi Y1. Sedangkan untuk Y2, nilai R2 sebesar 31,15%, yang berarti bahwa X mempengaruhi Y2 sebesar 31,15%. Berdasarkan hasil ini, media pembelajaran interaktif berbasis multimedia terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan keaktifan belajar siswa PAK di kelas XI IPS SMA PGRI Gelekat Lewo Boru. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan media pembelajaran yang lebih efektif di masa depan.
MENINGKATKAN PARTISIPASI ORANG MUDA KATOLIK DALAM BERKATEKESE MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL Anastasia Fautina Pale; Alfonsus Mudi Aran; Yosep Belen Keban
JAPB: Jurnal Agama, Pendidikan dan Budaya Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/japb.v5i2.348

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah bagaimana partisipasi OMK dalam berkatekese dengan menggunakan media audio visual. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui partisipasi OMK dalam berkatekese menggunakan media audio visual. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif. Lokasi dan waktu penelitian ini terjadi di Kuasi Paroki Santo Simon Petrus Anaranda pada bulan Februari 2024 sampai Juni 2024. Obeservasi, wawancara dan studi dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Subyek penelitian ini berjumlah 20 orang dan data tersebut diperoleh dari 7 informan. Teknik analisis data dalam peneitian yaitu data-data yang dilakukan ditemukan di lapangan akan dikaji dan dijelaskan secara terperinci sehingga dapat dimenciptakan suatu konsep atau penarikan kesimpulan tentang Meningkatkan Partisipasi Orang Muda Katolik Dalam Berkatekese Malalui Media Audio Visual di Kuasi Santo Simon Petrus Anaranda. Pengolahan dan analisis dilakukan dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa partisipasi Orang Muda Katolik dalam berkatekese menggunakan media audio visual di Kuasi Paroki Santo Simon Petrus Anaranda dalam hal shering pengalaman, menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, semangat serta melakukan aksi nyata semakin baik dan meningkat. Dengan demikian Orang Muda Katolik dapat memanfaatkan media audio visual sebagai alat bantu dalam berkatekese, dan dapat meningkatkan partisipasi mereka.
DAMPAK PEMBELAJARAN DARI RUMAH PADA MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DI SEKOLAH DASAR KATOLIK (SDK) WAIARA Maria Fika Ayuningtias Dou; Alfonsus Mudi Aran; Skolastika Lelu Beding
JAPB: Jurnal Agama, Pendidikan dan Budaya Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/japb.v5i2.362

Abstract

Wabah Virus Corona-19 berdampak pada seluruh bidang kehidupan, salah satunya dalam bidang pendidikan. Akibat dari wabah virus mematikan ini proses pembelajaran menjadi terhambat. Untuk itu upaya yang dilakukan adalah melalui pembelajaran dari rumah. Namun, berbagai hambatan yang muncul dalam pelaksanaan pembelajaran dari rumah seperti keterbatasan media komunikasi, gagap teknologi dan lain sebagainya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana dampak Covid-19 terhadap pembelajaran dari rumah di SDK Waiara. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskripsi kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi dengan key Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang terdiri dari  guru PAK,  orangtua peserta didik dan  peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui beberapa tahap yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak pembelajaran dari rumah di Sekolah Dasar Katolik (SDK) Waiara tepatnya pada kelas VI sudah baik yang mana guru PAK, telah memiliki fasilitas-fasilitas dasar yang dibutuhkan, hal itu menggambarkan kesiapan pembelajaran dari rumah. Dalam pelaksanaan pembelajaran dari rumah guru PAK sudah melakukan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran namun masih ada hambatan. Guru PAK perlunya meninjau secara terus-menerus hambatan-hambatan yang ada dan bekerjasama dengan orang tua agar pembelajaran dari rumah bisa berjalan baik.
PERWUJUDAN KOINONIA DALAM MEMBANGUN MODERASI BERAGAMA BAGI KAUM MUDA KATOLIK Yovita Ina Peni B. Y.; Benedikta Yosefina Kebingin; Alfonsus Mudi Aran
JAPB: Jurnal Agama, Pendidikan dan Budaya Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/japb.v5i2.371

Abstract

Moderasi dewasa ini menjadi perbincangan yang serius untuk mewujudkan kedamaian dalam hidup bersama di tengah umat yang memilik perbedaan satu dengan yang lainya. Dengan adanya perbedaan maka perwujudan semangat koinonia dapat membangun moderasi beragama bagi Orang Muda Katolik di Paroki St. Kornelius Pohon Bao, Keuskupan Larantuka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pemahaman OMK  Paroki St. Kornelius Pohon Bao, Keuskupan Larantuka tentang Koinonia dan moderasi beragama dan dampak dari perwujudan Koinonia untuk membangun moderasi beragama di Paroki St. Kornelius Pohon Bao, Keuskupan Larantuka. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di Paroki St. Kornelius Pohon Bao, Keuskupan Larantuka. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Ferbuari sampai dengan bulan Mei 2023. Subjek yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 7 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yakni teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisa data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengatakan bahwa Orang Muda Katolik di Paroki St. Kornelius Pohon Bao, Keuskupan Larantuka sudah memahami secara baik tentang koinonia dan moderasi beragama. Pemahaman yang baik ini diwujudkan dalam sikap membangun kebersamaan, persaudaraan, solidaritas, kerjasama, partisipasi dalam kegiatan bersama dan memberikan kontribusi dalam upaya membangun moderasi beragama. Kesadaran ini membuat mereka melibatkan diri atau dilibatkan dalam berbagai kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya. 
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR DALAM MENINGKATKAN MINAT DAN KEAKTIFAN BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK Susana Konimila Bili; Benedikta Yosefina Kebingin; Alfonsus Mudi Aran
JAPB: Jurnal Agama, Pendidikan dan Budaya Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal JAPB
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/japb.v6i1.401

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah bagaimana minat dan keaktifan belajar siswa kelas III khususnya pada materi “ Saya Mampu Membedakan Perbuatan Baik dan Buruk”  dengan menggunakan media gambar. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui minat dan keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran pendidikan agama Katolik menggunakan media gambar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi dan waktu penelitian ini terjadi di SD Inpres Lamaojan pada bulan April 2024 sampai Mei 2024.  Data dikumpulkan melalui Observasi, wawancara dan studi  dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Subjek penelitian ini adalah lima siswa kelas III, guru Pendidikan Agama Katoilk, dan kepala sekolah.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan media gambar dapat membuat siswa semakin merasa minat dan lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik, khususnya materi “ Saya Mampu Membedakan Perbuatan Baik, dan media gambar juga sangat mempermudah guru dalam menyajikan materi pembelajaran. Dengan demikian guru dapat memanfaatkan media gambar dan mendesainnya lebih baik agar siswa lebih mudah memahami materi yang dipaparkan dan berpartisipasi aktif dalam mengikuti pembelajaran.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PAK SISWA KELAS V MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY Paulina Penun Lewar; Alfonsus Mudi Aran; Yosep Belen Keban
JAPB: Jurnal Agama, Pendidikan dan Budaya Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal JAPB
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/japb.v6i1.410

Abstract

Masalah dalam penelitian adalah hasil belajar peserta didik kelas V SD Inpres Pajinian yang rendah pada mata pelajaran Pendidikan agama Katolik. Berdasarkan data hasil pembelajaran siswa yang rendah akibat dari kurang tepatnya pemakaian model pembelajaran yang dilakukan pada saat kegiatan belajar mengajar dalam kelas. Tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Inpres Pajian pada mata pelajaran Pendidikan agama Katolik melalui model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray. Metode yang digunakan yakni Penelitian Tindakan Kelas (PTK)  dengan melalui tahapan siklus1 dan siklus 2. Perhitungan hasil belajar dengan teknik membagi jumlah siswa yang tuntas dengan jumlah siswa seluruhnya. Hasil penelitian menunjukkan ketuntasan siswa pada siklus 1 sebesar 41,6 % sedangkan siklus 2 sebesar 100 %. Jadi terdapat peningkatan Presentase hasil belajar pada siklus 1 ke Siklus 2 sebesar 14,38 %. Oleh karena itu jika dipakai kriteria keberhasilan tindakan serta kriteria penskoran hasil belajar dapat dikatakan bahwa penerapan model Two Stay Two Stray (TSTS) dalam meningkatkan hasil belajar pendidikan agama Katolik dan Budi Pekerti peserta didik masuk kategori baik dan dinyatakan berhasil. Maka pentingnya guru menggunakan metode pembelajaran yang menarik karena dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Salah satu metode pembelajaran yang perlu digunakan adalah metode pembelajaran Two Stay Two Stray.
OPTIMALISASI PERAN KENABIAN MELALUI PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF UNTUK SEKAMI DI STASI ST. HILDEGARD RIANGKOTEK Alfonsus Mudi Aran; Ignasia Yofita Kuna Koten; Anna Theresia Golu Aran; Barbara Leto Kolin Tukan; Margaretha Ema Tukan; Maria Angela Dora Kelen; Maria Magdalena Wea
Jurnal Reinha Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : STP Reinha Larantuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56358/ejr.v15i2.328

Abstract

Penelitian ini membahas peran kenabian anak-anak dalam Gereja Katolik, dengan fokus pada kelompok Serikat Kepausan Anak Misioner (Sekami) di Stasi St. Hildegard Riangkotek. Dengan menggunakan pendekatan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR), penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran kenabian anak-anak melalui aktivitas Sekami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak memainkan peran penting dalam mengekspresikan ketaatan kepada Tuhan, menyampaikan kebenaran, memberikan dukungan rohani, terlibat dalam pelayanan sosial, menjadi saksi kasih Allah, serta berdoa dan berkorban. Melalui aktivitas Sekami dan pendekatan PPR, anak-anak dapat menginternalisasi ajaran agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang proses pendidikan agama dapat memperkuat peran kenabian anak-anak dalam Gereja Katolik. Maka dari itu, pendekatan PPR dapat dijadikan model dalam pembinaan anak-anak untuk menjadi individu yang beriman, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama.