Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Evaluasi Karakteristik Keimaman Menurut Maleakhi 2:1-9 Dan Relevansinya Bagi Kepemimpinan Jemaat Masa Kini Well Therfine Renward Manurung
Predica Verbum: Jurnal Teologi dan Misi Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Predica Verbum Vol. 5 No. 1 (June) 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia (STTII) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51591/predicaverbum.v5i1.136

Abstract

Malachi 2:1-9 contains God’s strong reprimand towards the priests as leaders of the congregation for living unrighteously, not honoring, and not listening to His word. This context is relevant today, where many church leaders have become stumbling blocks and there is deviation in service. The gap in previous research, with its diverse perspectives on Malachi 2:1-9, forms the background for this research. The aim of this research is to discover the principles or characteristics of church leadership from the perspective of Malachi 2:1-9, which can then be applied (made relevant) in modern church leadership. This research uses qualitative methodology with biblical theology and an exegetical approach to Malachi 2:1-9. The analysis focuses on constructing an interpretation of the prophetic literary text. This study evaluates and unearths two areas in Malachi 2:1-9: first, priestly characteristics in Malachi 2:1-9, which include attributes of a teacher, exemplary conduct and faithfulness; second, priestly characteristics relevant to contemporary church leadership, namely faithful devotion to God, guarded speech, doctrinally sound teaching and diligent preservation of knowledge.
Kajian Teologis "Yesus Mengutus Berdua-dua" Dalam Pemberitaan Injil Menurut Lukas 10:1-12 : Role Model Penginjilan Masa Kini Well Therfine Renward Manurung; Paulus Kunto Baskoro
Jurnal Pistis: Teologi dan Praktika Vol. 23 No. 2 (2023): Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Pistis: Teologi dan Praktika
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51591/pst.v23i2.139

Abstract

Pengutusan Pemberitaan Injil merupakan pekerjaan Allah sendiri sebagai suatu pernyataan kasih Allah kepada dunia. Suatu pengutusan yang tidak menjadikan kumpulan orang percaya atau Gereja sebagai pusat pemberitaan melainkan sebagai sarana atau alat-Nya. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interpretative (interpretative design) dapat menemukan makna dan implementasi frasa “mengutus berdua-dua” dalam suatu Pemberitaan Injil: Pertama, Bahwa peran pengutusan sangat penting di dalam proses awal dari pemberitaan Injil. Tanpa pengutusan, pemberitan Injil tidak akan terjadi. Pengutusan ini harus dengan suatu kerelaan hati di dalam pemberitaan Injil. Pemberitaan Injil merupakan salah satu bentuk keterlibatan Allah di dalam dunia, dengan demikian orang-orang percaya harus mengamati apa yang sedang terjadi di dalam dunia dengan melibatkan Roh Kudus sebagai penolong dan berperan aktif bagi sang pemberita Injil. Kedua, Pemberitaan Injil dilakukan kepada οἶκος (oikos), keluarga, tetapi bukan menjadikannya sebagai tujuan akhir dari Pemberitaan Injil melainkan mempersiapkan οἶκος (oikos) sebagai sarana atau alat-Nya di kemudian hari. Ketiga, Pasca Penginjilan merupakan suatu fase yang sangat penting dan krusial di dalam pertumbuhan dan perkembangan kerohanian οἶκος (oikos), oleh karena ini proses pemberitaan Injil harus tuntas sampai kepada fase ini.
Eksistensi Yesus sebagai Tuhan dan Manusia: Kajian Teologis dalam Berapologetika Andris Kiamani; Aska Aprilano Pattinaja; Well Therfine Renward Manurung
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 2 No. 1 (2024): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan kekristenan hari ini adalah kesulitan untuk mempertahankan argumen imandalam berapologetika. Kecenderungan perdebatan yang menjebak banyak orang awammaupun rohaniawan adalah tentang eksistensi Yesus sebagai Tuhan dan manusia.Penulisan artikel ini bertujuan untuk menjawab problematika ini, dengan mengkaji nilaiteologis mengenai pribadi Yesus Kristus dan pelayanan-Nya, yang membuktikan bahwaDia adalah Tuhan yang berkuasa tetapi juga manusia. Beberapa penelitian terdahulu hanyamemberikan penjelasan umum mengenai hubungan keterkaitan Yesus yang adalah manusiadan juga Tuhan, tetapi tidak memberikan perspektif yang lebih mendalam tentang konteksdimaksud sebagai dasar berapologetika. Berdasarkan metode penulisan kualitatif denganpendekatan studi literatur, maka artikel ini menjelaskan beberapa hal, yakni pertama,eksistensi Yesus sebagai Tuhan kelahiran Yesus membuktikan Dia sebagai Tuhan; kedua,eksistensi Yesus sebagai manusia; ketiga, pelayanan Tuhan Yesus membuktikan eksistensiNya sebagai Tuhan dan manusia; dan keempat, jaminan hidup kekal yang diberikanmenguatkan eksistensinya sebagai Tuhan. Hasil penelitian ini menjadi fondasi imankepercayaan setiap orang percaya dalam berapologetika agar bisa berargumen dan bertahandalam menghadapi berbagai serangan.