Ida Ayu Wimba Ruspawati, Ida Ayu
Institut Seni Indonesia Denpasar

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Tari Kreasi Wija Prakerti -, Ni Kadek Deviani; Wimba Ruspawati, Ida Ayu; Oka Adnyana, A.A. Ketut
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 4 No 2 (2024): Jurnal IGEL Vol 4 No 2 2024
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/jijod.v4i2.3177

Abstract

The Wija Prakerti Dance is a new dance creation inspired by the story of therejang slahsah dance, namely the sacred rejang dance which is intended as a formof gratitude for the rice plant. The Wija Prakerti Dance tells the story of rice farmerswho are active in the rice fields. The Wija Prakerti Dance was created as a thankyou to the farmers. paddy.In the creation process, the creator collaborated with Sanggar Warini in theindependent campus learning program by taking independent studyprograms/projects. The creation of the Wija Prakerti Dance uses the AngriptaSasolahan creation method (creating dances) by I Kt. Suteja in the book CaturDormitory, the Spiritual Climbing of Balinese People in a Dance Work. The bookexplains the five stages of creation, namely planning, nuasen, makalin, nelesin, andngebah.The Wija Prakerti dance is a creative dance performed as a group with adance structure, namely pepeson, pengawak, pecet, pekaad, which lasts 11minutes. The creator hopes that the values contained in this work can conveygratitude to rice plants and gratitude to rice farmers.
Karya Tari Aci Dehe Ni Made Eka Sanisca Dewi; Ida Ayu Wimba Ruspawati; I Ketut Sutapa
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Karya Tari Aci Dehe terinspirasi dari Tari Rejang Lilit di Dusun Peninjoan, Desa Golong, Kecamatan Narmada, Lombok Barat. Tari ini mengambil bagian rasa bahagia, ceria, dan tulus iklas yang muncul saat prosesi ritual Tari Rejang Lilit, kemudian dituangkan ke dalam karya dengan bentuk kreasi yang memiliki tiga struktur yakni, pepeson, pengawak, dan pengecet. Metode penciptaan dalam mewujudkan karya tari ini adalah metode Angripta Sesolahan yang dikemukakan oleh I Kt Suteja. Metode tersebut meliputi Ngerencana, Nuasen, Makalin, Nelesin, dan Ngebah. Ngarencana merupakan tahap awal merancang seluruh kebutuhan karya seperti konsep, pemilihan composer, pemilihan penari, dan rancangan kegiatan karya. Nuasen merupakan tahap ritual untuk memohon kelancaran selama proses karya. Makalin merupakan tahap ekplorasi gerak dan pemilihan material seperti tempat latihan. Nelesin merupakan tahap pembentukan karya dengan menggabungkan hasil eksplorasi gerak sehingga menghasilkan motif gerak pada Tari Aci Dehe. Ngebah merupakan tahap pementasan perdana karya Tari Aci Dehe yang dipentaskan untuk mendapatkan evaluasi dan mengadakan perubahan-perubahan pada karya. Tari Aci Dehe menggunakan 6 orang penari wanita dengan iringan musik digital FL Studio, dan pementasan dilakukan secara langsung di Gedung Natya Mandala ISI Denpasar. Kata kunci : Aci Dehe, kreasi, Tari Rejang Lilit.