Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI DYSMENORREA PADA SISWI SMK NEGERI 2 SEWON BANTUL TAHUN 2023 Pratiwi, Fika
Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta Vol. 6 No. 1 (2025): JIK MMY : JURNAL ILMU KESEHATAN MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI DYSMENORREA PADA SISWI SMK NEGERI 2 SEWON BANTUL TAHUN 2023 Effect of Lavender Aromatherapy Against Dysmenorrhea Pain Rate On Students of SMK Negeri 2 Sewon Bantul Year 2023 Fika Pratiwi, Yulia Adhisty DIII-Kebidanan Universitas Islam Mulia Yogyakarta Email: fika.pratiwi@uim-yogya.ac.id ABSTRAK Latar Belakang : Angka kejadian dysmenorrhea di Indonesia sebanyak 81,9% dimana 18,6% mengalami nyeri yang berat. Dysmenorrhea telah menyebabkan 5,9% siswi tidak dapat masuk sekolah. Kebanyakan dari siswi tidak berkonsultasi kedokter, 79,3% siswi mengatasinya dengan beristirahat. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di SMK Negeri 2 Sewon Bantul 7 siswi yang diwawancarai saat datang bulan selalu merasakan nyeri pada daerah panggul, dan rata-rata siswi menghilangkan rasa nyeri dengan menggunakan farmakologi dengan meminum obat penghilang rasa nyeri. Tujuan : Diketahuinya pengaruh aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat nyeri dysmenorrhea pada siswi SMK Negeri 2 Sewon Bantul. Metode : Jenis penelitian adalah Eksperimental. Populasi sejumlah 100 orang siswi kelas XI di SMK Negeri 2 Sewon Bantul dengan jumlah sampel 30 siswi dengan teknik Lemeshow. Data diolah dan dianalisis Uji Wilcoxon. Hasil: Menunjukan responden pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah intervensi dengan p-value berdasarkan uji wilcoxon menunjukan hasil p=0,001 artinya (p<0,05). Hasil ini menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan tingkat nyeri pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah diberikan perlakuan aromaterapi lavender. Sedangkan tingkat nyeri responden pada kelompok kontrol sebelum dan sesudah intervensi dengan p-value berdasarkan uji wilcoxon p=0,083 artinya (p>0,05) sehingga menunjukan tidak terdapat perbedaan yang signifikan tingkat nyeri pada kelompok kontrol sebelum dan sesudah perlakuan. Kesimpulan : Ada pengaruh aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat nyeri dysmenorrhea pada siswi SMK Negeri 2 Sewon Bantul dengan P Value 0,000 (<0.05). Kata kunci : pengaruh, aromaterapi, lavender, dysmenorrea. ABSTRACT Background: The incidence of dysmenorrhea in Indonesia is 81.9% where 18.6% experience severe pain. Dysmenorrhea has caused 5.9% of female students can not attend school. Most of the students did not consult doctors, 79.3% of the girls cope with rest. Based on preliminary study conducted at SMK Negeri 2 Sewon Bantul 7 female students interviewed when coming month always feel the pain in pelvic area, and the average student eliminates the pain by using pharmacology by taking painkillers. Objective: Knowledge of lavender aromatherapy influence on decreasing dysmenorrhea pain level in SMK Negeri 2 Sewon Bantul student. Method: The type of research to be used in this study is Experimental. The population in this study were 100 students of class XI in SMK Negeri 2 Sewon Bantul with a sample of 30 female students with the Lemeshow technique. Data processed and analyzed Test Validity and Reliability. Result: Showing respondent in intervention group before and after intervention with p-value based on wilcoxon test showed result p = 0,001 mean (p <0,05). These results show that there is a significant difference of pain level in the intervention group before and after treatment of lavender aromatherapy. While the level of pain of respondent in control group before and after intervention with p-value based on wilcoxon test p = 0,083 means (p> 0,05) so it showed no significant difference of pain level in control group before and after treatment. Conclusion: There is influence of lavender aromatherapy to decrease of dysmenorrhea pain level on student of SMK Negeri 2 Sewon Bantul with P Value 0.000 (<0.05). Keywords: influence, aromatherapy, lavender, dysmenorrea.
PROMOSI KESEHATAN TENTANG KESEHATAN REPRODUSKI WANITA DAN JENIS–JENIS ALAT KONTRASEPSI DI PADUKUHAN PLAWONAN ARGOMULYO SEDAYU BANTUL Pratiwi, Fika
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 2 No. 1 (2024): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Latar Belakang : Kesehatan reproduksi merupakan kondisi dimana tidak hanya sehat secara utuh baik fisik, mental, maupun social saja tetapi juga terbebas dari kecacatan dan penyakit yang berkaitan dengan sistema, fungsi, dan proses reproduksi. Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang utama bagi wanita. Jenis dan sasaran yang dituju dari pelayanan KB diberikan sesuai dengan kebutuhan melalui konseling dan pelayanan dengan tujuan merencanakan dan menjarangkan atau membatasi kehamilan, yaitu bagi remaja, ibu hamil, ibu nifas, wanita usia subur (WUS) yang tidak sedang hamil Tujuan : memberikan penyuluhan tentang Kesehatan reproduksi Wanita dan jenis – jenis alat kontrasepsi Metode : Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan berupa penyuluhan tentang Kesehatan reproduksi Wanita dan jenis- jenis alat kontrasepsi dengan mengunkan media power point. Hasil : kegiatan pengabdian masyrakat ini mampu meningkatkan pengetahuan tentang Kesehatan reproduksi dan jenis-jenis alat kontraspsi. Terbukti dengan menimgkatnya pengetahuan peserta tentang Kesehatan reproduksi Wanita dan jenis – jenis alat kontraspsi. Keyword : Kesehatan reproduksi Wanita, jenis alat kontrasepsi ABSTRACT Background: Reproductive health is a condition that is not only healthy physically, mentally, and socially, but also free from disabilities and diseases related to reproductive systems, functions, and processes. Family Planning (KB) is one of the main preventive health services for women. The intended types and objectives of birth control services are provided according to needs through counseling and services with the aim of planning and limiting or limiting pregnancy, i.e. for adolescents, pregnant women, parturient mothers, women of childbearing age (WUS) who are not pregnant Purpose: provide counseling on Women's reproductive health and types of contraceptives Method: Community service is carried out by providing extension in the form of extension on reproductive health Women and the types of contraceptives with the use of a power medium points. Result: this community service activity was able to increase knowledge about Reproductive Health and types of contrastive devices. It was proven by considering the participants' knowledge of Women's Reproductive Health and the types of contrastive devices. Keyword: Women's reproductive health, types of contraceptives
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN IBU HAMIL TRIMESTER 1 DALAM MENGKONSUMSI ASAM FOLAT DI PUSKESMAS GAMPING II Pratiwi, Fika
Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ILMU KESEHATAN MULIA MADANI
Publisher : Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Menurut data KESGA DIY ditahun 2024 untuk angka kejadian kelahiran bayi lahir hidup dengan kelainan kongenital sejumlah 96 bayi dan kelainan kongenital janin sejumlah 77 janin. Dari 5 Kabupaten di DIY angka kejadian kelahiran bayi lahir hidup dengan kelainan kongenital tertinggi terdapat di Kabupaten Sleman yaitu dengan jumlah 31 bayi, Bantul 20 bayi, Gunung Kidul 18 bayi, Kulon Progo 16 bayi, dan Kota Yogyakarta 11 bayi. Dari data KESGA DIY tahun 2024 juga menunjukkan bayi lahir hidup dengan kelainan kongenital tertinggi terdapat dipuskesmas gamping II yaitu sebanyak 4 bayi. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui Gambaran pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil trimester I dalam mengkonsumsi asam folat. Metode Penelitian : Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan dua variable. Data yang digunakan adalah primer dengan Teknik total sampling. Responden sejumlah 32 ibu hamil trimester I. Pengumpulan data dengan kuisoner sejumlah 20 soal. Lokasi penelitian di Puskesmas Gamping II. Hasil : Hasil menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil trimester I paling banyak berpengetahuan baik sebanyak 26responden (81,25%), berpengetahuan cukup sebanyak 4responden (12,5%) serta berpengetahuan kurang sebanyak 2responden (6,25%). Sedangkan hasil tingkat kepatuhan ibu hamil trimester I dalam mengkonsumsi asam folat mendapatkan hasil 32 responden (100%) patuh dalam mengkonsumsi asam folat. Kata Kunci : Ibu hamil trimester I, Pengetahuan, Kepatuhan, Asam Folat
Kepatuhan Ibu Hamil Trimester 1 Dalam Mengkonsumsi Asam Folat Di Puskesmas Gamping II Pratiwi, Fika; Husna , Fauzul Husna; Ranti , Aprilia
Excellent Midwifery Journal Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2, Oktober Tahun 2025
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v8i2.403

Abstract

Latar Belakang: Menurut data KESGA DIY ditahun 2024 untuk angka kejadian kelahiran bayi lahir hidup dengan kelainan kongenital sejumlah 96 bayi dan kelainan kongenital janin sejumlah 77 janin. Dari 5 Kabupaten di DIY angka kejadian kelahiran bayi lahir hidup dengan kelainan kongenital tertinggi terdapat di Kabupaten Sleman yaitu dengan jumlah 31 bayi, Bantul 20 bayi, Gunung Kidul 18 bayi, Kulon Progo 16 bayi, dan Kota Yogyakarta 11 bayi. Tujuan: Untuk mengetahui Gambaran pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil trimester I dalam mengkonsumsi asam folat. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan dua variable. Data yang digunakan adalah primer dengan Teknik total sampling. Responden sejumlah 32 ibu hamil trimester I. Pengumpulan data dengan kuisoner sejumlah 20 soal. Lokasi penelitian di Puskesmas Gamping II. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil trimester I paling banyak berpengetahuan baik sebanyak 26responden (81,25%), berpengetahuan cukup sebanyak 4responden (12,5%) serta berpengetahuan kurang sebanyak 2responden (6,25%). Sedangkan hasil tingkat kepatuhan ibu hamil trimester I dalam mengkonsumsi asam folat mendapatkan hasil 32 responden (100%) patuh dalam mengkonsumsi asam folat. Kesimpulan: Penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan konsumsi asam folat pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Gamping II.
PERSIAPAN PERSALINAN DENGAN PRENATAL YOGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANGUNTAPAN 2 DESA SINGOSAREN III Pratiwi, Fika; Husna, Fauzul; adhisty, Yulia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 4 No. 1 (2026): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan adalah proses alami yang dapat menimbulkan stres dan kecemasan bagi ibu hamil. Kecemasan dan stres dapat mempengaruhi proses persalinan dan kesehatan ibu serta bayi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), angka kematian ibu hamil di Indonesia masih tinggi, yaitu 305 per 100.000 kelahiran hidup (WHO, 2019). Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kesiapan ibu hamil dalam menghadapi persalinan adalah kecemasan dan stres. Prenatal yoga telah terbukti dapat mengurangi kecemasan dan stres pada ibu hamil. Namun, masih sedikit penelitian yang mengkaji efektivitas prenatal yoga dalam meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi persalinan. Rumusan Masalah Apakah prenatal yoga efektif dalam meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi persalinan. Tujuan nya adalah untuk mengetahui efektivitas prenatal yoga dalam meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi persalinan. Manfaatnya diharapkan dapat memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil dan bayi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya persiapan persalinan
IMPLEMENTATION OF EARLY BREASTFEEDING INITIATION ON THE HYPOTHERMIA PREVENTION PROCESS IN NEWBORNS AT CLINIC PRATAMA SHAQI SLEMAN YOGYAKARTA Pratiwi, Fika; husna, fauzul
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/wrek4h84

Abstract

Background : Early Breastfeeding Initiation (IMD) is the process of breastfeeding babies within 1 hour after the baby is born (WHO, 2018). Early Breastfeeding Initiation (IMD) can reduce the Infant Mortality Rate (AKB) caused by hypothermia (decrease in body temperature). The prevalence of the percentage of Early Breastfeeding Initiation (IMD) implementation in the world, according to UNICEF, is less than half of newborns, 47% are breastfed within 1 hour of birth. Meanwhile, the prevalence of the implementation of Early Breastfeeding Initiation (IMD) in Indonesia has not entirely reached the set target. In 2020, the target of IMD coverage in Indonesia is 54%. Objective: To find out the overview of the implementation of early breastfeeding initiation on the hypothermia prevention process in newborns at the Shaqi Sleman Primary Clinic Yogyakarta in 2023. Research Method : The method used in this study is a quantitative descriptive cross-section research design with a Secondary Data Analysis (ADS) approach. The sample method is a total sampling of 106 data. Research Results : This study shows that early initiation of breastfeeding can prevent hypothermia in newborns based on the sex of 62 females (58.5%) and 44 males (41.5%). In the <3 99 (93,4%) dan >5 it was 7 people (6.6%). At a body temperature of 36.5°C – 37.5°C 106 people (100%), hypothermia <35°C (0%) dan hipertemi >37.5°C (0%). In the division of hypothermy, 106 people (100%) were not hypothermic, 0 people (0%) had mild hypothermia, 0 people (0%) had moderate hypothermia and 0 people (0%) had severe hypothermia. In the administration of colostrum, all babies were given colostrum 106 people (100%) and non-colostrum was 0 people (0%). Conclusion : Early initiation of breastfeeding (IMD) can affect the body temperature of newborns so that in newborns at the Shaqi Primary Clinic there are no babies who have hypothermia. Keywords : Early Breastfeeding Initiation (IMD), Hypothermy, Newborn.  
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA IBU HAMIL NY.I DENGAN TERAPI RENDAM AIR HANGAT KENCUR UNTUK MENGURANGI EDEMA PADA KAKI DI KLINIK PRATAMA PURI ADHISTY Pratiwi, Fika; Adhisty, Yulia; Husna, Fauzul; Aaisyah, Aaisyah
Excellent Midwifery Journal Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 No. 1, April Tahun 2026
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v9i1.411

Abstract

Latar Belakang : Edema merupakan salah satu ketidaknyamanan pada ibu hamil trimester III. Namun, masih ada beberapa ibu hamil trimester III yang mengalami edema. Pemberian asuhan berkelanjutan denagan intervensi pemberian terapi rendam air hangat kencur, diduga dapat mengurangi edema pada kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi rendam air hangat kencur terhadap penurunan derajat edema kaki pada ibu hamil trimester III. Tujuan  : Pelayanan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. I dilaksanakan mulai dari masa kehamilan trimester III, persalinan, nifas, neonatus, hingga keluarga berencana secara berkesinambungan. Proses asuhan diawali dengan pengumpulan data subjektif yang disampaikan oleh Ny. I serta data objektif berdasarkan hasil pemeriksaan. Asuhan berkelanjutan ini dilakukan di Klinik Puri Adisty Kota Yogyakarta dan rumah Ny. I, berupa intervensi pemberian terapi rendam air hangat kencur untuk mengurangi edema pada kaki pada masa kehamilan trimester III. Metode: Asuhan berkelanjutan pada Ny. I dengan pemberian terapi rendam air hangat kencur dilakukan selama 5 hari berturut-turut untuk mengurangi edema pada kaki. Hasil evaluasi menunjukkan seluruh tanda edema pada kaki ibu sudah berkurang. Derajat edema ibu pada hari pertama dilakukan asuhan yaitu pada derajat 3. Dan setelah dilakukan asuhan selama 5 hari berturut-turut, kemudian dilakukan pengukuran ulang menggunakan skala pitting, derajat edema sudah berkurang menjadi derajat 0. Hasil : Tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan asuhan yang diberikan. Pemberian terapi rendam air hangat kencur secara berkelanjutan terbukti efeksif dalam mengurangi edema pada kaki. Disarankan pemberian terapi rendam air hangat kencur dilakukansecara rutin sebagai bagian dari asuhan berkelanjutan untuk mendukung berkurangnya edema.
Gerakan Posyandu Cerdas: Edukasi Pemantauan Tumbuh Kembang Balita Sejak Dini Husna, Fauzul; Pratiwi, Fika; Adhisty, Yulia; Shinta P, Riadinata
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 6 No 1 (2026): Volume 6, Nomor 1 , April 2026
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v6i1.389

Abstract

Latar Belakang: Pemantauan tumbuh kembang balita merupakan upaya penting dalam mendeteksi secara dini gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang balita dapat menyebabkan keterlambatan dalam penanganan masalah kesehatan anak. Posyandu sebagai pelayanan kesehatan berbasis masyarakat memiliki peran strategis dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu balita melalui kegiatan edukasi kesehatan. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam melakukan pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin dan benar. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Posyandu Mawar Kalurahan Argosari dengan jumlah peserta sebanyak 38 ibu balita. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik, serta diskusi dan tanya jawab mengenai pemantauan tumbuh kembang balita. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan dengan baik dan terjadi peningkatan pengetahuan serta pemahaman ibu balita mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak, indikator pertumbuhan, serta pentingnya kunjungan rutin ke posyandu. Peserta juga mampu memahami cara melakukan pemantauan pertumbuhan balita secara sederhana.