Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Perbandingan Hasil Delignifikasi Jerami Padi menggunakan Natural Ternary Deep Eutectic Solvent dengan Variasi Penambahan Air Ole, Maria Assumpta Nogo; Ranggina , Dian; Pampang, Harun; Yunus, Muhammad Arham; Darajat, Zakiyah; Septiani, Mimin; Maharani , Andina Sari; Cincing, Andi Ahmad Maulana Senna; Pertiwi, Sherlina Zalfa; Bala, Dwi Ferel Imanuel
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Forthcoming issue
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jerami padi, sebagai hasil samping pertanian yang melimpah di Indonesia, memiliki potensi besar sebagai bahan baku untuk produksi energi terbarukan seperti biohidrogen dan bioetanol. Kandungan lignin dalam biomassa menghambat hidrolisis sehingga perlu dikurangi; untuk itu penelitian ini mengembangkan metode delignifikasi menggunakan Natural Ternary Deep Eutectic Solvent (NATDES) yang tersusun dari kolin klorida, asam laktat, dan asam sitrat pada rasio molar 0,1:0,6:0,3 dengan variasi penambahan air 0–20% (v/v). Perlakuan dilakukan pada rasio padatan:pelarut 1:10 (w/v) dalam reaktor pada 121 °C. Analisis FTIR pada residu padatan menunjukkan kadar lignin terendah (0,72%) pada perlakuan dengan 20% air, yang mengindikasikan bahwa penambahan air menurunkan viskositas NATDES dan meningkatkan efisiensi delignifikasi. Analisis gula pereduksi menggunakan metode dinitrosalisilat (DNS) menunjukkan bahwa kadar gula pereduksi terlarut tidak maksimal pada perlakuan 20% air akibat adanya fenolik bebas hasil degradasi lignin; oleh karena itu perlakuan pra‑analitik untuk assay DNS perlu dioptimalkan untuk menghilangkan interferensi fenolik, furfural, dan kekeruhan serta memastikan kuantifikasi gula pereduksi yang akurat. Hasil penelitian ini menunjukkan perlunya optimasi kandungan air dalam formulasi NATDES untuk meningkatkan potensi NATDES sebagai pelarut hijau untuk mendukung konversi jerami padi yang lebih bersih dan efisien.
Pembuatan Karagenan dari Rumput Laut Eucheuma Cottonii Menggunakan Metode Ekstraksi dengan Variasi Konsentrasi Pelarut KOH Yunus, Muhammad Arham; Nurfiansyah; Sahira, Fadhia Zahra; M. Nur Fahresya Ananda S; Ansar, Nur Iklil Aflah; Lestari, Sry Ayu; Suci Rahmadani
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 5 No. 2 (2026): Biology, Physics, Chemistry, and other Basic Sciences
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/venn.v5i2.410

Abstract

Karagenan adalah hidrokoloid yang diekstraksi dari jenis rumput laut merah Eucheuma cottonii menggunakan larutan alkali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi KOH (0,6 N, 0,8 N, dan 1 N) terhadap rendemen dan karakteristik fisikokimia karagenan yang dihasilkan melalui metode ekstraksi pada suhu 85°C selama 100 menit. Parameter yang diuji meliputi rendemen, kadar air, kadar abu, viskositas, dan analisis FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi KOH 0,6 N menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 21,82%, kadar air 11,60% (memenuhi standar FAO), kadar abu 22,76% (masih dalam kisaran FAO yaitu 15–40%), serta viskositas 2 cP. Analisis FTIR mengonfirmasi bahwa karagenan yang dihasilkan adalah tipe kappa, ditandai dengan adanya gugus ester sulfat (1234–1283 cm⁻¹), 3,6-anhidrogalaktosa (922–923 cm⁻¹), dan galaktosa-4-sulfat (833–840 cm⁻¹). Oleh karena itu, konsentrasi KOH 0,6 N direkomendasikan sebagai konsentrasi optimal untuk ekstraksi karagenan dari Eucheuma cottonii.
Studi Kandungan Hara Organik dan Anorganik pada Pupuk Organik Berbasis Fermentasi Bakteri dan Biokonversi oleh Cacing Tanah (Vermikompos) Nurfiansyah, Nurfiansyah; Muhammad Anshar; Ahmad Nurul Muttaqin; Ahmad Zubair Sultan; Mahirullah Mahirullah; Muhammad Arham Yunus
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 5 No. 2 (2026): Biology, Physics, Chemistry, and other Basic Sciences
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/venn.v5i2.429

Abstract

The increasing accumulation of household organic waste, particularly leaf waste, poses environmental challenges due to limited optimal management and low added value utilization. Leaf waste have potential to be converted into organic fertilizer; however, natural decomposition is slow and often produces compost with inconsistent chemical quality. This study aims to evaluate the organic and inorganic compound content of solid organic fertilizer produced through an integrated approach combining mechanical shredding, bacterial fermentation, and vermicomposting. The research method involved shredding leaf waste using a rotary cutter shredder, followed by bacterial fermentation using activated effective microorganism and subsequent vermicomposting employing Pheretima posthuma. Compost quality was assessed based on physical parameters (temperature, odor, and color) and chemical parameters in accordance with SNI 19-7030-2004. The results showed that the compost reached a relatively mature condition, indicated by stable temperature, earthy odor, and dark brown color at the end of the process. Most chemical parameters met the SNI requirements, particularly phosphorus (P₂O₅) and potassium (K₂O), while heavy metal contents such as Pb and As were not detected and other metals remained well below permissible limits, suggesting the role of earthworm activity in reducing metal bioavailability. However, C-organic content and C/N ratio were slightly below and above the standard range, respectively. Overall, the integrated fermentation–vermicomposting approach demonstrates strong potential as sustainable technology for converting leaf waste into environmentally friendly organic fertilizer. However, further process optimization is required to improve the chemical quality of the product and to enhance the worm separation system for more efficient processing.