Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Kajian Drug Related Problems (DRPs) Terhadap Pengobatan Pasien Stroke Iskemik di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Jakarta Periode Januari – Desember 2015 S Meila, Okpri; Rochana, Handika Indri
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v14i2.5765

Abstract

This study aims to determine the percentage of DRPs of ptients with ischemic stroke at Brain Center National Hospital Jakarta. Based on data from the WHO 2006, each year there are approximately 13 million new stroke patients of which approximatelly 4,4 million of them die within 12 months.When patients undergo a treatment, most patients achieve optimal results that heal diseases suffered by patients but not least the failure in therapy. Therefore, the contribution required to identify, resolve and prevent problems in drug therapy known as Drug Related Problems (DRPs). The method used in this study is cross sectional. Total sample data obtained as many as 360 samples. The results showed indications without drugs of 55.62%, drugs without indication of 15.17%, drug interactions of 10.11%, patients fail to receive the drug of 7.86%, side effects of 6.18% and less drug selection right of 5.06%. Data show that the highest percentage of DRPs are indications without drugs.
Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Murbei (Morus Alba L.) dengan Glibenklamid Terhadap Ekspresi Gen CYP3A4 pada Kultur Sel HepG2 Nuralih, Nuralih; Churiyah, Churiyah; Pambudi, Sabar; Tamat, Swasono R.; Meila, Okpri
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v15i1.5766

Abstract

Mulberry leaf is a traditional herb and predicted has ecdysteronecompound which act as antihyperglicemid. Glybenclamide is a synthetic medicine used to cure diabetes mellitus type 2. The leaf reported as competitive inhibitor of CYP3A4 enzyme, which metabolizingglibenclamide. However, in many cases, combination of herbs with synthesis drugs causes interaction if used at the same time. This research aimed to see interaction of ethanol mulberry leaf extract with glibenclamide through CYP3A4 gene expression in HepG2 cell culture.Sample of mulberry extract, glibenclamide, and combination both sample were tested into cell HepG2 culture. Then RNA were isolated and purification using real time PCR to see the gene CYP3A4 expression. As a result, mulberry extract acts as inhibitor enzyme CYP3A4, while glibenclamide is enzyme substrate.The combination of mulberry and glibenclamide showed increased of expression of CYP3A4 gene, means greater enzyme produced, and lower medicine on blood plasma.
Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Obat Kumur Dari Ekstrak Etanol 70% Batang Sambung Nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) Terhadap Bakteri Streptococcus mutans Gurning, Dame; Nathaniel, Dicki; Meila, Okpri; Sagala, Zuraida
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v15i2.5880

Abstract

Karies gigi merupakan suatu masalah pada mulut yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans, prevalensi karies gigi telah mencapai hingga 60% di Indonesia. Penggunaan obat kumur dinilai efektif, karena dapat membersihkan mulut sampai ke sela-sela gigi. Pada penelitian ini dilakukan uji aktivitas antibakteri sediaan obat kumur dari ekstrak etanol batang sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) terhadap bakteri Streptooccus mutans dengan seri konsenterasi ekstrak 2,5%; 5% dan 10%. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram. Uji aktivitas antibakteri ekstrak batang sambung terhadap bakteri Streptococcus mutans dilakukan sebagai uji pendahuluan dan hasilnya didapatkan Konsenterasi Hambat Minimum (KHM) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans ada pada konsenterasi ekstrak 2,5% dengan rata-rata zona hambatan sebesar 7,80 mm. Rata-rata zona hambat terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans lebih tinggi dalam sediaan obat kumur dibandingkan dengan bentuk ekstrak yang masih murni, dikarenakan adanya beberapa bahan pada formulasi sediaan obat kumur yang dapat berfungsi sebagai agen antibakteri, seperti gliserin, menthol dan natrium benzoat. Zona hambatan terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans meningkat seiring dengan meningkatnya konsenterasi dari ekstrak etanol batang sambung nyawa. Data zona hambat pertumbuhan bakteri dianalisis menggunakan One Way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%. Evaluasi stabilitas dari sediaan obat kumur meliputi pemeriksaan organoleptis, homogenitas dan pH yang dilakukan selama empat minggu penyimpanan pada suhu ruang menunjukkan hasil yang stabil.
Analisis Tingkat Kepuasan Pasien BPJS Pada Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Klinik SATKES PUSDOKKES MABES POLRI Meila, Okpri; Pontoan, Jenny; Zizwanto, , Eddy
Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS) Vol 1 No 02 (2020): HERCLIPS VOL 01 NO 02
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/herclips.v1i02.1520

Abstract

Service satisfaction is achieved if what the patient gets exceeds what is expected. This study to determine the level of BPJS patient satisfaction and dimensions affect the level of satisfaction with pharmaceutical services provided in Drugstore Clinic Satkes Pusdokkes Headquarter Police. This reasearch was conducted the data of patients who were treated and carried out in cross sectional, by distribution questioner and analyzed descriptive. Reasearch subjects were teken by quota sampling technique. The level of satisfaction of this study was measured based on five dimensions of service quality and analyzed using percentase and likert scalet. The results of the showed that patients who were treated at the Drugstore Clinic Satkes Pusdokkes Headquarter Police were satisfied with the services provided by the services provided Keyword : Satisfaction level, pharmaceutical services, BPJS
Analysis of the Use of Antibiotics in Diarrhea Patients Hospitalization in Internal Disease at RSUP Persahabatan Meila, Okpri; Nurmutiya, Nurmutiya; V, Atika
Jurnal Midpro Vol. 12 No. 1 (2020): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/md.v12i1.190

Abstract

Diarrhea is defecation with consistency of liquid (diarrhea) 3 times or more in one day (24 hours). Diarrhea is classified as acute diarrhea and chronic diarrhea. Based on data from the World Health Organization (WHO) there are 2 billion cases of diarrhea in adults worldwide every year. Diarrhea caused by bacteria (arising from heat and simtomsistemic), then the appropriate antibiotic drugs are given. Empirical administration of antibiotics can be done, but specific antibiotic therapy is given based on culture and germ resistance. The study design used descriptive method with cross sectional design. Data retrieval is done retrospectively from medical records. The data is analyzed quantitatively by calculating the DDD formula (Defined Daily Dose) and qualitatively by looking at the accuracy of the selection of antibiotic types, doses and length of antibiotic administration. Based on the results of the study in May-August 2018, 90 samples were included in inclusion. The results of quantitative analysis with DDD / 100 patient days were obtained by Ciprofloxacin iv (34.44) with the highest antibiotic DDD value. The results of the qualitative analysis were based on the exact indication (100%), the right dose (97.08%) and the exact duration of administration (46.26%).
Pencegahan Penyakit Degeneratif dengan Pemeriksan Diabetes di Lingkungan Fmipa Universitas Syiah Kuala Meutia, Rena; Fadhilah, Dhea Nur; Sabrina, Nur Irhamni; Sari, Febia; Meila, Okpri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 6, No 2 (2025): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v6i2.6540

Abstract

Penyakit degeneratif merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh penurunan fungsi organ didalam tubuh yang terjadi pada jangka panjang akibat proses penuaan. Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit degenaratif. Penyakit degeratif ini akan menyebabkan komplikasi yang parah seperti, komplikasi ginjal, jantung hingga mengalami kebutaan. Oleh karena itu, harus dilakukan kegiatan preventif dan edukasi dalam menurunkan tingkat peningkatan penyakit ini. Bedasarkan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) oleh Departemen Kesehatan, didapatkan hasil prevalensi di Indonesia penyakit diabetes melitus sebesar 6,9%. Tujuan pengabdian ini dilakukan yaitu untuk meningkatkan pemahaman tentang penyebab, akibat, pencegahan dan penanggulangan pada penyakit degeneratif diabetes melitus, serta melakukan pengecekan kadar guladarah pada peserta. Metode yang dilakukan mencakup melakukan pengecekan gula darah, edukasi tentang penyakit diabetes melitus, tentang pencegahan serta pengobatan. Kegiatan melibatkan seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang ada dilingkungan Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam, Universitas Syiah Kuala. Hasil yang diperoleh dari pengabdian ini menunjukkan dari keseluruhan peserta pada saat pengujian glukosa darah dari total 50 tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, seluruhnya didapatkan hasil masih dalam nilai normal. Edukasi yang dilakukan yaitu meliputi tentang penyakit diabetes mellitus, pencegahan penyakit dan pengobatan yang dapat dilak ukan. Adapun kesimpulan yang diperoleh yaitu, nilai glukosa darah pada seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Syiah Kuala masih dalam keadaan normal dan tidak ada faktor resiko yang menyebabkan timbulnya penyakit diabetes melitus. Adapun saran dari pengabdian ini yaitu supaya kedepannya para peserta dapat lebih banyak yang ikut amtusias dalam pengabdian ini.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IKLAN OBAT BATUK PADA MEDIA ELEKTRONIK TERHADAP PERILAKU PEMILIHAN OBAT DI MASYARAKAT Pontoan, Jenny; Maulidda, Venna; Meila, Okpri; Musnelina, Lili
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27285

Abstract

Iklan termasuk bentuk promosi untuk memperkenalkan dan menawarkan produk atau jasa pada konsumen, seperti “alat kecantikan”, “makanan”, “minuman”, “obat-obatan”, “pakaian” dan “kendaraan”. Iklan juga dapat mempengaruhi pola pemilihan kebutuhan masyarakat, termasuk pemilihan obat yang akan digunakan untuk meningkatkan, mengobati maupun mempertahankan kesehatan. Iklan obat harus memuat informasi yang “objektif”, “lengkap” dan “tidak menyesatkan”. Obat yang diiklankan harus memiliki izin edar, serta termasuk golongan “obat bebas” dan “bebas terbatas”, seperti obat batuk dan flu yang dapat dibeli tanpa menggunakan resep dokter. Iklan obat merupakan informasi yang diawasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan “iklan obat batuk” pada media elektronik terhadap pemilihan obat batuk pada masyarakat, menggunakan metode cross sectional dengan jumlah sampel 229 responden yang ditentukan secara purposif di RT.008/RW.005 kelurahan Tugu kecamatan Cimanggis kota Depok. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan masyarakat tentang iklan obat batuk terhadap keputusan pemilihan obat, dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,519 atau 51,9%. Penelitian ini berkontribusi memberikan referensi kepada akademisi dalam melakukan penelitian sejenis dan secara praktis kepada BPOM dan Kementerian Kesehatan atau Dinas Kesehatan supaya lebih ketat melakukan pengawasan iklan obat agar tidak menyesatkan masyarakat.
Analisis Peramalan Permintaan Omeprazole Injeksi di Rumah Sakit XYZ Sabrina, Nur Irhamni; Meila, Okpri; Fadhilah, Dhea Nur; Syaubari, Syaubari
Jurnal Industri dan Inovasi (INVASI) Vol 3, No 1 (2025): Vol 3, No 1 (September 2025)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/invasi.v3i1.14613

Abstract

Inaccurate drug inventory planning can lead to stock shortages or excess inventory, which negatively affects the efficiency of hospital services. One drug with highly fluctuating demand is Omeprazole injection 40 mg at XYZ Hospital. This study aims to forecast the demand for Omeprazole injection 40 mg using time series forecasting methods, namely Single Moving Average, 2-month Moving Average, and 3-month Moving Average. This research employed a descriptive quantitative approach using historical demand data from January to September as the basis for forecasting demand for the period of October to December. Forecast accuracy was evaluated using Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), and Mean Absolute Percentage Error (MAPE). The results indicate that the Single Moving Average method produced the lowest MAD value of 91.33 and MSE value of 9,948.67, making it the most effective method in minimizing absolute and squared forecasting errors. The 2-month Moving Average method resulted in the lowest MAPE value of 57.91% but showed the highest MAD and MSE values, while the 3-month Moving Average method demonstrated more moderate and stable performance with error values between the other two methods. The high MAPE values across all methods indicate substantial demand variability; therefore, MAD and MSE are considered more relevant indicators for selecting the appropriate forecasting method. The findings of this study are expected to support more effective and efficient decision-making in planning the procurement of Omeprazole injection 40 mg at XYZ Hospital.