Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Optimasi Esktraksi Polimer IIPs Bercetakan Ion Fe3+ terhadap Kapasitas Adsorpsi Menggunakan Metode Desain Faktorial Hijrah, Muhammad; Arsyad, Fitri Suryani; Satya, Octavianus Cakra; Jorena, Jorena; Virgo, Frinsyah; Royani, Idha
Jurnal Penelitian Sains Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v26i1.912

Abstract

Adsorpsi merupakan salah satu metode yang banyak digunakan untuk mendegradasi logam berat dari lingkungan. Berbagai adsorben telah banyak digunakan dan sampai saat ini penelitian telah berhasil mengembangkan polimer bercetakan sebagai adsorben logam berat. Optimasi ekstraksi polimer  dalam menghasilkan IIPs bercetakan Ion Fe3+ dengan menggunakan desain faktorial diharapkan mampu menghasilkan polimer IIPs dengan waktu sintesis yang relatif singkat. Polimer Fe (III) yang telah disintesis dengan metode cooling-heating diekstraksi dengan larutan HCL. Proses ekstraksi dilakukan berdasarkan rancang eksperimen yang telah dilakukan dengan mengkombinasikan faktor dan level faktor ekstraksi. Selanjutnya hasil eskperimen dilakukan karakterisasi XRD, FTIR dan AAS untuk mengevaluasi hasil ekstraksi polimer Fe (III) dan sebagai data respon yang akan dianalisis pada software DX. Hasil optimum terjadi pada eksperimen dengan larutan ekstraksi 6 M dan waktu ekstraksi selama 8 Jam. Model matematika yang dihasilkan pada kapasitas adsorpsi yaitu, Y= 1,65112 + 0,165875A dan pada ukuran kristal yaitu, Y= 1,62998-0,392975A. Penelitian ini mendapatkan korelasi bahwasannya semakin besar nilai konsentrasi pelarut pada proses ekstrasi mempengaruhi peningkatan kapasitas adsorpsi dan penurunan  ukuran kristal material IIPs-Fe3+.
Identifikasi Litologi Batuan Menggunakan Metode Geolistrik Sebagai Penyelidikan Awal Pembangunan Turap di Tepi Sungai Asyari, Thamara Dina; Sailah, Siti; Jorena, Jorena; Kaban, Hadir
Jurnal Penelitian Sains Vol 25, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v25i3.902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui litologi batuan untuk menentukan posisi terbaik kedalaman tiang pancang pembangunan turap di bawah permukaan. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik konfigurasi Wenner – Schlumberger. Data pengukuran geolistrik yang digunakan  adalah lintasan di tebing sungai di lokasi yang saling berdekatan yaitu daerah X dan Y dengan  panjang lintasan daerah X 60 meter dan daerah Y  120 meter. Dari hasil pengolahan data menggunakan software Re2Dinv diperoleh nilai resisttivitas dengan rentang 12,3 – 976 Ωm dengan kedalaman maksimum 6,38 meter untuk daerah x dan 85,1 – 3308 Ωm dengan kedalaman maksimum 18,5 meter pada daerah. Berdasarkan hasil penampang 2D,  nilai resistivitas  diinterpretasi berdasarkan tabel acuan Telford dan peta geologi, 2 daerah penelitian ditemukan litologi yang tersusun yaitu lempung,lempung pasiran, pasir,kerikil dan batu pasir. Setelah diketahui litologi dan kedalaman pada daerah penelitian kemudian pada daerah X direkomendasikan posisi  tiang pancang seharusnya dibangun pada kedalaman 3 - 6 m dan pada daerah Y direkomendasikan sebaiknya dibangun pada kedalaman 8 – 18,5 m. Tiang pancang sebaiknya diletakkan sampai pada batuan lempung terdalam. Kata kunci : Metode geolistrik, Wenner – Schlumberger, Turap, Res2Dinv, Sungai.
EDUKASI PEMBUATAN SEDIAAN SALEP DAUN PACAR KUKU (Lawsonia inermis L.) UNTUK PENGOBATAN LUKA BAKAR DAN LUKA SAYAT Muharni, Muharni; Yohandini, Heni; Kaban, Hadir; Jorena, Jorena; Maryadi, Maryadi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 5 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i5.2070-2078

Abstract

Luka terdiri dari luka bakar dan luka sayat. Luka bakar memerlukan perawatan yang khusus mulai fase awal hingga fase lanjut.  Dalam penyembuhan luka perlu penanganan  yang baik agar tidak terjadi infeksi dan mempercepat  proliferase  sel epitel  sehingga mempercepat terjadinya penutupan luka. Luka sayat memiliki resiko  infeksi yang tinggi bila dibandingkan dengan luka bakar sehingga dalam proses preoperatif  diperlukan bahan antiseptik  seperti Iodine, alkohol dan klorheksidin. Luka sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai obat luka bakar dan luka sayat telah beredar dipasaran, namun dalam upaya pemberdayaan masyarakat untuk penanganan kondisi luka bakar dan luka sayat, maka  kami  tim pengabdian pada masyarakat perlu  memperkenalkan kepada masyarakat  khususnya di RW 05 Indralaya Mulya Ogan Ilir tentang  Penggunaan dan pembuatan  sediaan salep daun pacar kuku (Lawsonia inermis L.)  untuk pengobatan luka bakar dan luka sayat. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah terkait khasiat dan kegunaan daun pacar kuku serta informasi ilmiah terkait aktivitas farmakologis dari daun pacar kuku. Selanjutnya diperkenalkan formulasi pembuatan salep daun pacar kuku untuk obat luka.  Hasil kegiatan menunjukkan  masyarakat merasa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman tentang pembuatan salep dari tumbuhan obat. Masyarakat umumnya belum tau kalau daun pacar kuku juga berkhasiat sebagai obat luka.  Kegiatan ini  telah menambah wawasan  masyarakat Indralaya mulya  tentang penggunaan dan pembuatan salep dari tumbuhan obat untuk pengobatan luka.
Identifikasi Batuan Pasir Berdasarkan Metode Geolistrik Resistivitas 2D Konfigurasi Wenner-Schlumberger di Desa Talang Balai Baru II Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir Derli, Derli; Sailah, Siti; Jorena, Jorena
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i3.1269

Abstract

Pasir merupakan salah satu bahan galian yang penting sebagai material konstruksi dan terbentuk melalui proses pelapukan mekanis maupun kimiawi. Kabupaten Ogan Ilir memiliki potensi tambang pasir yang cukup besar karena keberadaan Sungai Ogan, sehingga diperlukan penelitian bawah permukaan untuk mengetahui sebaran dan struktur litologi yang berpotensi mengandung pasir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan serta menentukan persebaran batuan pasir sebagai bahan galian. Penelitian telah dilakukan pada bulan Januari hingga Juli 2025 di Desa Talang Balai Baru II Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir menggunakan metode geolistrik resistivitas 2D dengan konfigurasi Wenner–Schlumberger. Arus listrik telah diinjeksikan ke dalam tanah melalui dua elektroda arus, sedangkan beda potensial telah diukur menggunakan dua elektroda potensial, sehingga menghasilkan variasi resistivitas yang merepresentasikan karakteristik litologi bawah permukaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa daerah penelitian tersusun atas lempung jenuh air, lempung pasiran, dan batuan pasir. Pada lintasan pertama, lapisan batuan pasir dominan berada pada kedalaman 1,50–9,60 meter dengan nilai resistivitas >33,6–3987 Ωm, sedangkan pada lintasan kedua ditemukan pada kedalaman 2,78–7,20 meter dengan rentang resistivitas >24,9–361 Ωm. Temuan ini menunjukkan bahwa wilayah penelitian memiliki potensi bahan galian pasir yang signifikan untuk dikembangkan.
Pembuatan Aplikasi Android Pembelajaran Warna RGB Untuk Edukasi Pengolahan Citra Digital Dasar Zulkarnaen, Andhika; Zagita, Tara; Asri, Nur; Rahman, M. Fatur; Jorena, Jorena; Kaban, Hadir; Assaidah, Assaidah
Jurnal Penelitian Sains Vol 28, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v28i1.1330

Abstract

Pemahaman terhadap konsep dasar pengolahan citra digital sebelumnya masih terbatas pada aspek visual tanpa disertai pemahaman numerik terhadap struktur warna pada gambar. Banyak pelajar hanya mengetahui bahwa gambar terdiri atas warna, namun belum memahami bahwa setiap piksel memiliki nilai numerik RGB (Red, Green, Blue) yang membentuk representasi warna digital. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi Android berbasis Unity sebagai media pembelajaran yang menampilkan keterkaitan antara nilai digital piksel RGB, hasil konversi grayscale, serta distribusi intensitas warna melalui histogram. Metode yang telah digunakan dalam penelitian berupa eksperimen komputasional dengan empat tahapan utama, yaitu perancangan antarmuka, akuisisi data citra digital, pemrosesan sinyal citra melalui konversi RGB ke grayscale dan analisis histogram, serta visualisasi interaktif nilai piksel dan hasil pemprosesan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu membaca nilai RGB dengan akurat, melakukan konversi citra ke grayscale sesuai model luminansi, dan menampilkan histogram yang menggambarkan distribusi intensitas warna dengan jelas. Sehinnga hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasi ini telah efektif sebagai media pembelajaran visual karena membantu pengguna memahami konsep sampling, kuantisasi, transformasi sinyal, dan analisis histogram secara langsung melalui interaksi dengan citra.
Evaluation of Ferric Ion Adsorption On The Surface Imprinting Adsorbent Alfikro, Ihsan; Jorena, Jorena; Koriyanti, Erry; Satya, Octavianus Cakra; Monado, Fiber; Royani, Idha
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 14, No 2 (2024): October
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/ijap.v14i2.89893

Abstract

Rapidity in technological aspects encourages industrial sector to utilize and apply the latest technology to accelerate and optimize production in its field. Thus, waste from industry polluting various aspects of environment, such as water, gives rise to environmental impacts. Heavy metals, including iron, are one of the most common and dangerous pollutants often found in water environments. Therefore, consideration of methods for heavy metal separation from water becomes important. The adsorption method has been used for separating heavy metals because of its simplicity, thus effectively cuts energy consumption and costs in process. However, heavy metal characteristics in water can vary depending on the element. Consequently, understanding the heavy metal characteristics in water is important, hence capable of formulate appropriate and effective adsorption systems. This study, Fe(III)-IIPs was applied to adsorb and separate iron from water through repeated adsorption with parameter improvements. The pH parameter plays an important role, with ion competition happens at pH <2 and the formation of iron hydroxide species at pH >4.5, which results in adsorption inhibition. The modeling of adsorption kinetic equation was found that the adsorption system carries chemisorption characteristics, with adsorption capacity of 11.15 mg/g and reaction rate constant of 19 min-1.
Analisis Proses Ekstraksi pada Nano Kafein Terhadap Konsentrasi Kafein Terbuang pada Molecularly Imprinted Polymer (MIP) dan Rongga Tercipta Rahmayani, Jumatul; Maimuna, Maimuna; Bangun, Jorena; Royani, Idha
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 11, No 1 (2021): April
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Molecularly Imprinted Polymer (MIP) nano kafein telah disintesis menggunakan metode cooling-heating dengan melibatkan kafein sebagai analit, Methacrylic Acid (MAA) sebagai monomer fungsional, Benzoil Peroksida (BPO) sebagai inisiator reaksi, Ethylene Glycol Dimethacrylac (EDMA) sebagai pengikat silang dan kloroform sebagai pelarut. Nano kafein diperoleh dengan mengubah kafein ke dalam skala nanopartikel menggunakan alat High Energy Milling (HEM) jenis Shaker Mill-miller 1st selama 10 menit. Ukuran partikel berdasarkan karakterisasi menggunakan XRD adalah sebesar 19,029 nm. Kemudian polimer nano kafein digerus dan dilakukan pencucian berulang untuk membuang kafein dari polimer. Berdasarkan hasil FTIR, terjadi penurunan konsentrasi pada gugus penciri kafein yakni N-H, C-N, dan C=O yang dapat dilihat berdasarkan kenaikan persen transmitansi akibat proses pencucian pada MIP nano kafein. Untuk mengetahui jumlah dan ukuran rongga sebagai tempat yang ditinggalkan kafein maka MIP di karakterisasi menggunakan SEM dan dianalisis menggunakan software porediz dengan bantuan Matlab. Hasilnya menunjukkan bahwa jumlah dan ukuran rongga yang terbentuk pada MIP nano kafein sebanyak 233 rongga pada ukuran rongga di bawah 100 nm. Artinya penggunaan analit dalam skala nano dapat memberikan peluang tercipta rongga yang lebih banyak. Jumlah dan ukuran rongga yang tercipta ini akan meningkatkan selektivitas MIP dalam aplikasinya.