Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Optimasi Esktraksi Polimer IIPs Bercetakan Ion Fe3+ terhadap Kapasitas Adsorpsi Menggunakan Metode Desain Faktorial Hijrah, Muhammad; Arsyad, Fitri Suryani; Satya, Octavianus Cakra; Jorena, Jorena; Virgo, Frinsyah; Royani, Idha
Jurnal Penelitian Sains Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v26i1.912

Abstract

Adsorpsi merupakan salah satu metode yang banyak digunakan untuk mendegradasi logam berat dari lingkungan. Berbagai adsorben telah banyak digunakan dan sampai saat ini penelitian telah berhasil mengembangkan polimer bercetakan sebagai adsorben logam berat. Optimasi ekstraksi polimer  dalam menghasilkan IIPs bercetakan Ion Fe3+ dengan menggunakan desain faktorial diharapkan mampu menghasilkan polimer IIPs dengan waktu sintesis yang relatif singkat. Polimer Fe (III) yang telah disintesis dengan metode cooling-heating diekstraksi dengan larutan HCL. Proses ekstraksi dilakukan berdasarkan rancang eksperimen yang telah dilakukan dengan mengkombinasikan faktor dan level faktor ekstraksi. Selanjutnya hasil eskperimen dilakukan karakterisasi XRD, FTIR dan AAS untuk mengevaluasi hasil ekstraksi polimer Fe (III) dan sebagai data respon yang akan dianalisis pada software DX. Hasil optimum terjadi pada eksperimen dengan larutan ekstraksi 6 M dan waktu ekstraksi selama 8 Jam. Model matematika yang dihasilkan pada kapasitas adsorpsi yaitu, Y= 1,65112 + 0,165875A dan pada ukuran kristal yaitu, Y= 1,62998-0,392975A. Penelitian ini mendapatkan korelasi bahwasannya semakin besar nilai konsentrasi pelarut pada proses ekstrasi mempengaruhi peningkatan kapasitas adsorpsi dan penurunan  ukuran kristal material IIPs-Fe3+.
Identifikasi Litologi Batuan Menggunakan Metode Geolistrik Sebagai Penyelidikan Awal Pembangunan Turap di Tepi Sungai Asyari, Thamara Dina; Sailah, Siti; Jorena, Jorena; Kaban, Hadir
Jurnal Penelitian Sains Vol 25, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v25i3.902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui litologi batuan untuk menentukan posisi terbaik kedalaman tiang pancang pembangunan turap di bawah permukaan. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik konfigurasi Wenner – Schlumberger. Data pengukuran geolistrik yang digunakan  adalah lintasan di tebing sungai di lokasi yang saling berdekatan yaitu daerah X dan Y dengan  panjang lintasan daerah X 60 meter dan daerah Y  120 meter. Dari hasil pengolahan data menggunakan software Re2Dinv diperoleh nilai resisttivitas dengan rentang 12,3 – 976 Ωm dengan kedalaman maksimum 6,38 meter untuk daerah x dan 85,1 – 3308 Ωm dengan kedalaman maksimum 18,5 meter pada daerah. Berdasarkan hasil penampang 2D,  nilai resistivitas  diinterpretasi berdasarkan tabel acuan Telford dan peta geologi, 2 daerah penelitian ditemukan litologi yang tersusun yaitu lempung,lempung pasiran, pasir,kerikil dan batu pasir. Setelah diketahui litologi dan kedalaman pada daerah penelitian kemudian pada daerah X direkomendasikan posisi  tiang pancang seharusnya dibangun pada kedalaman 3 - 6 m dan pada daerah Y direkomendasikan sebaiknya dibangun pada kedalaman 8 – 18,5 m. Tiang pancang sebaiknya diletakkan sampai pada batuan lempung terdalam. Kata kunci : Metode geolistrik, Wenner – Schlumberger, Turap, Res2Dinv, Sungai.
EDUKASI PEMBUATAN SEDIAAN SALEP DAUN PACAR KUKU (Lawsonia inermis L.) UNTUK PENGOBATAN LUKA BAKAR DAN LUKA SAYAT Muharni, Muharni; Yohandini, Heni; Kaban, Hadir; Jorena, Jorena; Maryadi, Maryadi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 5 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i5.2070-2078

Abstract

Luka terdiri dari luka bakar dan luka sayat. Luka bakar memerlukan perawatan yang khusus mulai fase awal hingga fase lanjut.  Dalam penyembuhan luka perlu penanganan  yang baik agar tidak terjadi infeksi dan mempercepat  proliferase  sel epitel  sehingga mempercepat terjadinya penutupan luka. Luka sayat memiliki resiko  infeksi yang tinggi bila dibandingkan dengan luka bakar sehingga dalam proses preoperatif  diperlukan bahan antiseptik  seperti Iodine, alkohol dan klorheksidin. Luka sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai obat luka bakar dan luka sayat telah beredar dipasaran, namun dalam upaya pemberdayaan masyarakat untuk penanganan kondisi luka bakar dan luka sayat, maka  kami  tim pengabdian pada masyarakat perlu  memperkenalkan kepada masyarakat  khususnya di RW 05 Indralaya Mulya Ogan Ilir tentang  Penggunaan dan pembuatan  sediaan salep daun pacar kuku (Lawsonia inermis L.)  untuk pengobatan luka bakar dan luka sayat. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah terkait khasiat dan kegunaan daun pacar kuku serta informasi ilmiah terkait aktivitas farmakologis dari daun pacar kuku. Selanjutnya diperkenalkan formulasi pembuatan salep daun pacar kuku untuk obat luka.  Hasil kegiatan menunjukkan  masyarakat merasa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman tentang pembuatan salep dari tumbuhan obat. Masyarakat umumnya belum tau kalau daun pacar kuku juga berkhasiat sebagai obat luka.  Kegiatan ini  telah menambah wawasan  masyarakat Indralaya mulya  tentang penggunaan dan pembuatan salep dari tumbuhan obat untuk pengobatan luka.