This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Atik Sunarmi
Universitas Muhammadiyah Manado

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Tentang Pernikahan Dini Terhadap Tingkat Pengetahuan Pada Remaja di SMA Negeri 1 Pinogaluman Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Miftahul Jannah Amala; Irne Wida Desiyanti; Atik Sunarmi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49802

Abstract

Adolescence is a time when a person enters a new phase and is in the process of learning to distinguish between good and bad. Adolescents are expected to be able to prepare for the problems of life and their social environment. One of the many problems that occur in adolescents today is early marriage. Early marriage is caused by educational factors and lack of knowledge. The impact that can occur when performing early marriage is susceptible to uterine infections, cancer, and trauma, which is dangerous for mothers and babies. The purpose of this study was to determine the effect of education about early marriage on the level of knowledge of adolescents at SMA Negeri 1 Pinogaluman, North Bolaang Mongondow Regency. The method used is a type of quantitative research with a one-group pretest and posttest design approach and uses the Wilcoxon statistical test. From this study, the statistical test results obtained a p value of 0.000. This shows that the p value is <0.05, so Ha is accepted and H0 is rejected, so that it can be concluded that the education about early marriage on the level of knowledge in adolescents at SMA Negeri 1 Pinogaluman, North Bolaang Mongondow Regency, was affected. There where an increase in adolescent knowledge before and after being given education about early marriage.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Manfaat ASI Dengan Keberhasilan Pemberian Asi Ekslusif di Puskesmas Kombos Kota Manado Yuyun Silayar; Nelawati Radjamuda; Atik Sunarmi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50129

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) Ekslusif adalah bayi yang hanya diberi ASI selama 0-6 bulan tanpa tambahan cairan lain,seperti susu formula, jeruk, madu, dan air putih, serta tanpa tambahan makanan seperti pisang, biscuit, bubur,kecuali vitamin, mineral dan obat. ASI adalah nutrisi yang sangat baik untuk kesehatan bayi sepanjang masa.ASI mengandung semua zat gizi yang diperlukan bayi. Komposisi ASI yang sesuai untuk kebutuhan bayi danmengandung zat pelindung dengan kandungan terbanyak ada pada kolustrum. Kolestrum adalah ASI yangberwarna kekuningan yang dihasilkan tiga hari pertama setelah bayi lahir. Salah satu faktor utama dalampemberian ASI Ekslusif adalah tingkat pengetahuan ibu yang masih minim terhadap ASI Eksklusif. Tujuandilaksananya penelitian ini Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang manfaat ASI terhadapkeberhasilan Pemberian ASI Ekslusif di Puskesmas Kombos Kota Manado. Metode yang digunakan adalah jenispenelitian kuantitatif dengan desain korelasi mengunakan pendekatan cross-sectional dan mengunakan ujiSpearman’rho. Dari penelitian ini diperoleh hasil uji statistic nilai p value sebesar 0,000. Hal ini menunjukannilai p < 0,05 maka Ha diterima dan H0 di tolak sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan HubunganTingkat Pengetahuan Ibu Tentang Manfaat ASI Dengan Keberhasilan Pemberian ASI Ekslusif di PuskesmasKombos Kota Manado.
Hubungan Penolakan Masyarakat Dengan Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap Di Wilayah Kerja Puskesmas Tikala Baru Aliyah Syafa Kamaludin; Noormah Juwita2; Atik Sunarmi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.63363

Abstract

Penurunan cakupan imunisasi dasar lengkap berisiko meningkatkan Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Di wilayah kerja Puskesmas Tikala Baru, penolakan masyarakat diduga menjadi hambatan utama dalam pencapaian target imunisasi dasar lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penolakan masyarakat dengan cakupan imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja Puskesmas Tikala Baru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua yang memiliki anak usia sasaran di wilayah kerja Puskesmas Tikala Baru, dengan sampel sebanyak 44 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur serta verifikasi status imunisasi anak dari buku KIA/KMS. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji korelasi Pearson Correlation. Hasil uji statistik SPSS menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan arah negatif yang sangat kuat antara penolakan masyarakat dan cakupan imunisasi dasar lengkap (r = -,883; p-value = 0,001 < 0,05). Penolakan masyarakat didominasi oleh maraknya informasi hoaks media sosial, narasi konspirasi, serta ketakutan akan reaksi pasca-imunisasi, yang berkontribusi sebesar 65,9% terhadap penurunan cakupan imunisasi dasar lengkap. Disarankan bagi fasilitas kesehatan dan tenaga kebidanan untuk meningkatkan edukasi media digital yang terstruktur serta mengoptimalkan konseling penanganan reaksi pasca-imunisasi guna meredam kekhawatiran dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Pengaruh Konseling Pra Konsepsi Terhadap Tingkat Pengetahuan Wanita Usia Subur Tentang Persiapan Kehamilan Sehat di Wilayah Kerja Puskesmas Bengkol Melka Djarangkala; Hindun Rahim; Anggun Sasmita; Atik Sunarmi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.63448

Abstract

Masa prakonsepsi merupakan periode penting untuk mempersiapkan kondisi fisik, psikologis, dan sosial sebelum kehamilan. Pengetahuan yang memadai dapat membantu wanita usia subur (WUS) mengenali berbagai kebutuhan dan faktor risiko yang perlu diperhatikan sebelum merencanakan kehamilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konseling prakonsepsi terhadap tingkat pengetahuan WUS mengenai persiapan kehamilan sehat di wilayah kerja Puskesmas Bengkol. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one group pretest-posttest. Sebanyak 34 WUS dipilih melalui cluster random sampling dari populasi 3.754 WUS. Intervensi berupa konseling prakonsepsi dilakukan secara interaktif menggunakan metode ceramah dan diskusi dengan media leaflet, selama sekitar 30 menit dan diberikan dua kali dalam satu minggu. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner 20 butir yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis meliputi distribusi frekuensi, uji Shapiro-Wilk, dan paired sample t-test pada α=0,05. Sebelum intervensi, 22 responden (64,7%) memiliki pengetahuan cukup, 8 responden (23,5%) kurang, dan 4 (11,8%) baik. Setelah konseling, 27 responden (79,4%) berada pada kategori baik dan 7 (20,6%) cukup, tanpa responden dalam kategori kurang. Rata-rata skor meningkat dari 12,68 menjadi 16,26, dengan selisih 3,59 poin. Uji paired sample t-test menunjukkan p<0,001 (t=-19,967), sehingga terdapat perbedaan yang bermakna antara skor sebelum dan sesudah konseling. Konseling prakonsepsi berbasis komunikasi dua arah dan leaflet berpotensi menjadi strategi edukasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan WUS mengenai persiapan kehamilan sehat.
Hubungan Media Sosial Terhadap Perilaku Seksual Pada Remaja Di SMK Cokroaminoto Kota Manado Citra Ayu Korompot; Meinita Wulansari; Ria A Rotinsulu; Atik Sunarmi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.63468

Abstract

Kemudahan akses media sosial yang kian masif pada remaja berpotensi meningkatkan paparan konten yang memengaruhi perilaku seksual mereka. Dari 212 juta pengguna internet di Indonesia, sebanyak 21,5% berada pada kelompok usia 13–24 tahun. Tingginya angka ini memicu kekhawatiran terkait dampaknya terhadap perilaku seksual remaja.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan media sosial dan perilaku seksual pada remaja di SMK Cokroaminoto Kota Manado. Metode yang digunakan adalah kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup 193 siswa kelas X dan XI, dengan pengambilan sampel sebanyak 66 responden menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner penggunaan media sosial dan kuesioner perilaku seksual, lalu dianalisis menggunakan uji spearman rho (alpha = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori penggunaan media sosial rendah, yaitu 35 responden (53,0%), namun sebagian besar memiliki perilaku seksual kategori berisiko, yaitu 39 responden (59,1%). Uji spearman rho menghasilkan nilai p = 0,014 dan koefisien korelasi r = 0,300. Kesimpulannya, terdapat hubungan positif yang signifikan dengan tingkat korelasi lemah antara penggunaan media sosial dan perilaku seksual. Artinya, semakin tinggi penggunaan media sosial, semakin meningkat kecenderungan perilaku seksual berisiko pada remaja.