Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Sosialisasi BIOSMO (Biolarvasida Sirih Mosquito) dalam Pengolahan Air sebagai Tindakan Preventif untuk Meminimalisir Perkembangan Jentik Nyamuk Aedes aegypti L. di SMAS NCIPS Anna Apriani Maniuk Solo Anna Apriani Maniuk Solo; Mery Fahik; Madalena Da Costa; Oktavina G LP Manulangga; Leonardus Lewa Leko; Aswat Harnever Imanuel Manao; Henri Pietherson Eryah
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i2.300

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi terkait pengolahan air menggunakan BIOSMO untuk mencegah perkembangan jentik nyamuk dengan harapan dapat menurunkan kasus DBD di Kota Kupang di masa depan. Pelaksanaan PKM ini dilakukan dalam 3 tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Dalam tahap persiapan diperoleh biolarvasida berbentuk abate yang terbuat dari daun sirih. Sedangkan dalam tahap pelaksanaan, dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi. Materi yang diberikan kegiatan ini meliputi materi sanitasi lingkungan, DBD, dan BIOSMO, serta pelatihan pembuatan dan aplikasi BIOSMO.  Sedangkan evaluasi dilakukan dengan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa-siswi terkait materi sebelum dan setelah sosialisasi. Evaluasi ini dilakukan dengan melihat jumlah umpan balik yang diberikan siswa-siswi selama kegiatan tanya jawab berlangsung. Sebelum kegiatan sosialisasi, terdapat 6% siswa yang sudah memahami materi dengan baik, 52% siswa memahami dengan tingkat pemahaman sedang, dan 42%  siswa kurang memahami materi yang diberikan. Setelah sosialisai, terjadi peningkatan pemahaman siswa-siswi dimana terdapat 94% siswa-siswi yang memahami materi dengan tingkat pemahaman baik dan 6% siswa-siswa yang memahami dengan tingkat pemahaman sedang. Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan sosialisasi dan pelatihan BIOSMO berhasil meningkatkan pemahaman siswa dalam pengolahan air untuk mencegah perkembangan jentik nyamuk. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini siswa-siswi dapat menerapkan penggunaan BIOSMO dalam kehidupan sehari-hari sehingga menurunkan jumlah kasis DBD di Kota Kupang.
Pelatihan Pembuatan Totebag Ecoprint sebagai Alternatif Plastik di SMA Negeri 2 Kupang Timur Madalena Da Costa; Anna Apriani M. Solo; Mery Fahik; Oktavina G.LP Manulangga; Leonardus Lewa Leko; Hory Iramaya Dilak; Henri P. Eryah
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i2.315

Abstract

Permasalahan limbah plastik yang semakin meningkat menjadi isu lingkungan global yang sangat urgen untuk diselesaikan. Salah satu alternatif untuk mengurangi penggunaan plastik adalah melalui pengenalan produk ramah lingkungan seperti totebag berbahan kain. Pelatihan pembuatan totebag dengan teknik ecoprint di SMA Negeri 2 Kupang Timur bertujuan untuk memberikan edukasi dan keterampilan praktis kepada siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan, sekaligus memberdayakan siswa-siswi melalui kreativitas seni. Teknik ecoprint menggunakan bahan alami, seperti daun dan bunga, untuk menciptakan motif unik pada kain tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. Kegiatan ini melibatkan siswa dalam seluruh proses pembuatan totebag, mulai dari pemilihan bahan, proses pewarnaan dengan ecoprint, hingga produk akhir totebag ecoprint. Pelaksanaan PkM ini dilaksanakan dalam 4 tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan publikasi luaran. Hasil pelatihan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta, yang berhasil menciptakan totebag dengan motif yang estetis dan bernilai jual. Di akhir pelatihan, tim PkM melakukan evaluasi untuk mengukur tingkat pemahaman siswa dengan cara melakukan diskusi tanya jawab terkait tujuan, manfaat dan tahapan pembuatan totebag ecoprint, dan secara keseluruhan siswa dapat menjawab dengan baik dan telah memiliki pemahaman yang baik bagaimana membuat totebag ecoprint dan mengaplikasikan. Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan limbah plastik, tetapi juga membangun kesadaran dan keterampilan baru yang relevan untuk keberlanjutan lingkungan dan juga membuka peluang ekonomi kreatif bagi siswa
Antimicrobial Activity of Ethanolic Extract of Loquat Leaves (Eriobotrya japonica (Lindl.)) Against Salmonella spp. and Escherichia coli Henri Pietherson Eryah; Mery Fahik
BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 11 No. 1 (2026): BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi - April 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbe.v11i1.11286

Abstract

Penggunaan bahan pengawet kimia pada produk pangan asal hewan masih sering dijumpai, terutama di pasar tradisional. Penggunaan bahan pengawet sintetis berpotensi menimbulkan risiko terhadap kesehatan karena pada konsentrasi yang berlebihan dapat merusak kualitas dan struktur pangan asal hewan serta memberikan dampak negatif bagi kesehatan konsumen. Oleh karena itu, eksplorasi bahan pengawet alami yang aman dan efektif untuk pangan asal hewan menjadi sangat penting. Daun biwa (Eriobotrya japonica (Lindl.)) mengandung senyawa polifenol, terutama flavonoid dan tanin, yang memiliki aktivitas antimikroba serta berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pengawet alami dan agen biofarmaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas antimikroba ekstrak etanol daun biwa (Eriobotrya japonica (Lindl.)) terhadap bakteri kontaminan pangan, yaitu Salmonella spp. dan Escherichia coli. Ekstrak daun biwa diuji pada konsentrasi 20%, 30%, 40%, 50%, dan 60% menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah yang mendukung pengembangan ekstrak daun biwa sebagai bahan pengawet alami untuk produk pangan asal hewan serta menjadi dasar bagi pemanfaatannya dalam teknologi pengawetan pangan dan pengembangan senyawa bioaktif.