Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hakikat Pengetahuan, Cara Memperoleh Pengentahuan dan Problem Kebenaran Pengetahuan Zulfah, Bunga; Hajrah, Hajrah; Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan merupakan unsur mendasar bagi perkembangan ilmu dan kemampuan berpikir manusia. Namun, dalam kajian filsafat, masih terdapat perdebatan mengenai hakikat pengetahuan, bagaimana pengetahuan diperoleh, serta bagaimana kebenaran dapat dipastikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis sumber, proses perolehan pengetahuan, dan problem kebenaran melalui kajian literatur. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah karya tokoh-tokoh filsafat ilmu modern dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengetahuan bersumber dari akal, pengalaman empiris, intuisi, serta nilai transendental. Kebenaran bersifat dinamis dan memerlukan verifikasi logis serta pertimbangan moral. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pengetahuan yang ideal adalah pengetahuan yang benar secara rasional, teruji pengalaman, dan selaras dengan etika kemanusiaan.
Peran Francis Bacon dan John Stuart Mill dalam Filsafat Ilmu Pendidikan Islam Moh. Rifki; Ferdiansyah Ferdiansyah; Nurhayati Nurhayati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filsafat pendidikan Islam memberikan kerangka konseptual penting melalui kajian ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Ontologi membahas hakikat dan substansi dasar pendidikan, epistemologi menekankan cara memperoleh pengetahuan secara sistematis dan kreatif, sedangkan aksiologi menyoroti nilai-nilai dan manfaat pendidikan dalam membentuk karakter manusia. Kontribusi tokoh Barat seperti Francis Bacon dan John Stuart Mill memperkaya filsafat ilmu dengan pendekatan empiris, induktif, serta prinsip utilitarianisme, yang menekankan objektivitas, kebebasan individu, dan penerapan kebahagiaan sebagai ukuran tindakan. Studi ini menunjukkan bahwa epistemologi memiliki peran strategis dalam pendidikan, terkait erat dengan kebudayaan, dan esensial untuk pengembangan pengetahuan serta keterampilan hidup peserta didik. Pendekatan filosofis ini menjadi landasan dalam merancang sistem pendidikan Islam yang terintegrasi, bernilai, dan relevan dengan tantangan kontemporer.