Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Implementasi Model Predictive Control (MPC) pada sistem HVAC Skala Kecil untuk Optimasi Kinerja Termal dan Efisiensi Energi Fadilah Fadilah; Zulkiffli Saleh; Hafiidh Muzaki; Asri Indah Lestari; Yosi Apriani; Siti Sailah
Jurnal Surya Energy Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jse.v10i2.1691

Abstract

Sistem Heating, Ventilation, dan Air Conditioning (HVAC) merupakan salah satu penyumbang konsumsi energi terbesar pada bangunan, sehingga diperlukan strategi kendali yang tidak hanya mampu menjaga kenyamanan termal tetapi juga meningkatkan efisiensi energi. Metode kendali konvensional PID memiliki keterbatasan dalam menangani kendala system dan perubahan kondisi lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji implementasi Model Predictive Control (MPC) pada subsistem Air Conditioner (AC) pada HVAC skala kecil untuk mengoptimalkan kinerja termal dan konsumsi energi. Sistem HVAC dimodelkan sebagai sistem termal satu zona menggunakan pendekatan lumped parameter dan direpresentasikan dalam bentuk model state-space diskrit. MPC dirancang dengan fungsi objektif yang meminimalkan kesalahan pelacakan suhu terhadap setpoint dan perubahan daya pendinginan dengan memeprtimbangkan kendala operasional system. Pengujian dilakukan melalui simulasi menggunakan MATLAB dengan skenario pelacakan setpoint suhu dan gangguan lingkungan. Kinerja MPC dibandingkan dengan kendali PID konvensional berdasarkan respon suhu dan konsumsi energi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa MPC mampu menghasilkan respons suhu yang stabil dengan konsumsi energi yang lebih rendah dibandingkan kendali PID. Secara kuantitatif, MPC membutuhkan energi sekitas 56,6 Wh, lebih rendah dibanding PID sebesar 58,5 Wh. Meskipun demikian, MPC memiliki waktu tunak yang sedikit lebih lama, yaitu sekitar 8 menit, dibandingkan dengan 6 menit pada kendali PID. Selain itu, MPC menghasilkan aksi kendali yang lebih halus, yang terlihat dari perubahan daya pendinginan yang lebih terkendali. Hasil ini menunjukkan bahwa MPC efektif sebagai alternatif kendali untuk meningkatkan kenyamanan termal dan efisiensi energi pada system HVAC skala kecil.
Analisis kelayakan teknis dan ekonomi PLTS off-grid 480 Wp untuk sistem pompa aksial pada tambak udang Rifki Ramadani; Yosi Apriani; Asri Indah Lestari; Wiwin A. Oktaviani; Taufik Barlian
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.202

Abstract

Krisis energi dan tingginya ketergantungan terhadap generator set (genset) diesel pada sektor budi daya tambak udang telah mendorong urgensi pemanfaatan energi terbarukan sebagai solusi yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja teknis dan kelayakan ekonomi dari implementasi sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid berkapasitas 480 Wp guna memenuhi kebutuhan energi pompa aksial di Desa Bumi Dipasena Sentosa, Provinsi Lampung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pemodelan dan simulasi komputasi dengan perangkat lunak HOMER Pro. Parameter simulasi didasarkan pada data radiasi matahari, temperatur lingkungan presisi, serta profil beban harian operasional sebesar 1,6 kWh. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem PLTS mampu memproduksi energi sebesar 678 kWh/tahun dengan capacity factor sebesar 16,1% dan fraksi energi terbarukan (renewable fraction) mencapai 100%. Selain itu, simulasi mengonfirmasi ketiadaan beban yang tidak terpenuhi (unmet load) maupun kekurangan kapasitas (capacity shortage). Dari aspek ekonomi, nilai Levelized Cost of Energy (LCOE) tercatat sebesar Rp274/kWh, yang mengindikasikan bahwa sistem ini sangat ekonomis dan kompetitif jika dikomparasikan dengan sumber energi fosil konvensional. Analisis struktur biaya juga mengungkapkan bahwa komponen baterai merupakan penyumbang proporsi terbesar, yakni mencapai 77,15% dari total biaya sistem. Secara keseluruhan, perancangan sistem PLTS off-grid 480 Wp ini dinyatakan sangat layak baik secara teknis maupun ekonomis, serta berpotensi menjadi solusi energi bersih yang andal untuk mendukung keberlanjutan operasional tambak udang di kawasan terpencil.   The energy crisis and the high dependency on diesel generator sets within the shrimp farming sector have driven the urgency of utilizing renewable energy as a sustainable solution. This study aims to evaluate the technical performance and economic feasibility of implementing a 480 Wp off-grid Solar Power Plant (PLTS) system to meet the energy demands of an axial pump in Bumi Dipasena Sentosa Village, Lampung Province. The research methodology employs a quantitative approach through computational modeling and simulation using the HOMER Pro software. The simulation parameters consider solar radiation data, ambient temperature, and a daily operational load profile of 1.6 kWh. The simulation results reveal that the system is capable of generating 678 kWh/year of energy with a capacity factor of 16.1% and a renewable energy fraction reaching 100%. Furthermore, the simulation confirms the absence of both unmet load and capacity shortage. From an economic perspective, the Levelized Cost of Energy (LCOE) is recorded at Rp274/kWh, indicating that the system is highly economical and competitive compared to conventional fossil energy sources. Cost structure analysis also highlights that the battery component constitutes the largest proportion, accounting for 77.15% of the total system cost. Overall, the design of the 480 Wp off-grid solar power system is proven to be highly feasible, both technically and economically, establishing it as a reliable clean energy solution to support the sustainability of shrimp farming operations in remote areas.
Edukasi Keselamatan Pengisian Daya Kendaraan Listrik Sebagai Strategi Pencegahan Risiko Ledakan Bagi Siswa SMP Asri Indah Lestari; Wiwin A. Oktaviani; Taufik Barlian; M. Ridho Prayoga
Suluh Abdi Vol. 8 No. 1 (2026): Suluh Abdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/suluhabd.v8i1.1516

Abstract

Penggunaan kendaraan listrik di Indonesia mengalami peningkatan signifikan, namun masih banyak masyarakat yang belum memahami prosedur pengisian daya yang aman sehingga kerap terjadi insiden kebakaran maupun ledakan saat proses charging. Berdasarkan fenomena tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa SMP Negeri 3 Tanjung Raja mengenai charging aman kendaraan listrik serta penanganan awal apabila terjadi ledakan. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan prosedur pengisian daya yang aman, simulasi penanganan darurat, penerapan teknologi pendukung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa secara signifikan, ditandai dengan kenaikan nilai dari total jawaban benar pre-test sebesar 249 menjadi 300 pada post-test, atau meningkat 20,48%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode edukasi yang digunakan efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang risiko dan prosedur keselamatan saat charging kendaraan listrik. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam menumbuhkan budaya keselamatan sejak usia sekolah dan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Rogowski coil sensor in the digitization process to detect partial discharge Eka Putra Waldi; Asri Indah Lestari; Rudy Fernandez; Syaifa Mulyadi; Yoshinobu Murakami; Naohiro Hozumi
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 18, No 2: April 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/telkomnika.v18i2.14282

Abstract

This paper presents the construction of a Rogowski Coil sensor with an air core to detect partial discharge using a digital oscilloscope. Two types of sensors are used. The first is the primary sensor winding with back wire, and the second is without back wire, labeled BW and WBW, respectively. The numbers of primary-turn in the sensors are 5, 10, 20, and 40 turns. The performance of the sensors is tested using two types of tests. First, the wave response test with a fixed imitation partial discharge magnitude input is used to select the optimum sensitivity with the lower sampling rate, aims to select the peak or valley value as a magnitude partial discharge value. The second test is using an imitation partial discharge ramp to check the linearity of the sensors. The imitation of the partial discharge inputs is generated by a commercial charge calibrator. The wave response test results show an increase in the number of turns that corresponds to an increase of the sensor output for both sensors in a non-linear trend. In determining the sampling rate, the detection of magnitude in the valley is better than the peak. All sensors act linear toward the imitation partial discharge ramp either in BW or WBW conditions.
Implementasi Konservasi Energi Listrik dengan Teknologi Panel Surya Berbasis Internet of Things di SMP IT Zain Al Muttaqien Palembang Wiwin A. Oktaviani; Muhammad Abu Bakar Sidik; Yosi Apriani; Asri Indah Lestari; Fadilah; Syarifa Fitria; Noer Fadzri Perdana Dinata
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jabdimas.v9i2.8431

Abstract

Penggunaan energi fosil yang semakin terbatas mendorong pemanfaatan energi terbarukan sebagai solusi alternatif, salah satunya energi surya. Panel surya berbasis Internet of Things (IoT) memungkinkan pemantauan intensitas cahaya matahari dan status pengisian baterai, sehingga pemanfaatan energi dapat dioptimalkan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa/siswi SMP mengenai konservasi energi listrik dengan teknologi panel surya berbasis IoT. Kegiatan PkM dilakukan di SMP IT Zain Al Muttaqien Palembang dengan metode edukasi, demonstrasi, serta pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pemahaman siswa/siswi. Konservasi energi dikenalkan kepada siswa/siswi SMP karena pada usia ini mereka berada dalam tahap perkembangan kognitif dan sosial yang tepat untuk memahami konsep energi serta menerapkan kebiasaan hemat energi dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan dengan meningkatnya pemahaman konservasi energi di kalangan siswa/siswi SMP IT Zain Al Muttaqien Palembang akan meningkatkan pula kesadaran pentingnya energi terbarukan untuk masa depan yang bekelanjutan, menerapkan gaya hidup hemat energi, tertarik untuk belajar lebih dalam tentang teknologi energi terbarukan dan bisa menciptakan inovasi berbasis IoT. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa/siswi setelah mengikuti kegiatan PkM ini, yang dibuktikan dengan perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post-test. Dengan demikian, penerapan teknologi panel surya berbasis IoT terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran akan konservasi energi listrik yaitu memahami konsep energi serta menerapkan kebiasaan hemat energi dalam kehidupan sehari-hari.
PELATIHAN DIGITALISASI MANAJEMEN PEMASARAN PADA KELOMPOK NELAYAN AL-HIKMAH PALEMBANG Yosi Apriani; Rismansyah Rismansyah; Asri Indah Lestari; Abil Dwi Junico; Said Mursalin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5224-5229

Abstract

Kelompok Nelayan Al-Hikmah merupakan komunitas nelayan tradisional yang masih bergantung pada peralatan sederhana dalam aktivitas penangkapan dan pemasaran ikan. Berdasarkan hasil wawancara dengan ketua kelompok kelompok nelayan Al-Hikmah, rata-rata hasil tangkapan ikan para nelayan hanya berkisar 5 kg per hari. Tantangan lain yang dihadapi adalah kenaikan harga bahan bakar, yang memaksa nelayan beralih menggunakan tabung gas kecil untuk operasional perahu selama mencari ikan di sungai. Dalam hal pemasaran, nelayan pernah mencoba memasarkan hasil tangkapan melalui koperasi setempat, namun hasil penjualan tidak optimal. Salah satu penyebab utamanya adalah keterbatasan peralatan yang mampu menjaga kesegaran ikan selama proses distribusi, sehingga kualitas ikan menurun sebelum mencapai konsumen. Kondisi ini menunjukkan perlunya inovasi dalam teknologi penangkapan dan pemasaran ikan guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan kelompok nelayan Al-Hikmah. Selain itu diperlukan adanya pelatihan agar para nelayan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai konsep dasar pemasaran, mulai dari strategi penentuan harga, identifikasi pasar yang tepat, hingga cara meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen.