Wan Ridha Rasyida
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERANAN MIKROORGANISME RHIZOPUS SP. DALAM PEMBUATAN TEMPE Niea Zahara Phonna; Wan Ridha Rasyida; Nazwa Ramadhona; Zahraa Zalikha; Serly Kusnia Handayani; Anjelita Sinaga; Dwi Khairani; Miftahul Khairani
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11635

Abstract

Tempeh is a traditional Indonesian fermented food produced through the activity of microorganisms, particularly Rhizopus sp. This study aimed to analyze the role of Rhizopus sp. in the fermentation of soybeans into tempeh. This laboratory experimental research was conducted at the Biology Education Laboratory, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Fermentation was carried out at a temperature of 28–32°C for 36–48 hours using tempeh starter. The observed parameters included the growth of Rhizopus sp. mycelium and the physical characteristics of tempeh. The results showed that Rhizopus sp. played an important role in producing tempeh with a compact structure, bright white color, homogeneous texture, and characteristic aroma.
IDENTIFIKASI PENGARUH AKTIVITAS MANUSIA TERHADAP KOMUNITAS TUMBUHAN OLEH MASYARAKAT LOKAL JALAN RAMBUTAN, DUSUN 2 JATIKESUMA, DI KECAMATAN NAMORAMBE, PROVINSI SUMATERA UTARA Muhammad Faisal; Nadia Rahma; Rizky Afifah Alfi; Wan Ridha Rasyida; Widia Azhari Saputri
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 10, No 1 (2025): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v10i1.113-117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh aktivitas manusia terhadap komunitas tumbuhan di Jalan Rambutan, Dusun 2 Jatikesuma, Namorambe, Sumatera Utara. Aktivitas manusia, seperti pertanian, pembangunan infrastruktur, dan eksploitasi sumber daya alam, telah memberikan dampak signifikan terhadap struktur dan komposisi komunitas tumbuhan di daerah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, yang meliputi observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan masyarakat lokal untuk menggali pengetahuan tradisional serta persepsi mereka mengenai perubahan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pestisida dan herbisida dalam praktik pertanian modern dapat mengurangi keanekaragaman spesies tumbuhan dan menyebabkan pencemaran lingkungan. Keterlibatan masyarakat lokal dalam konservasi dan pengelolaan sumber daya alam sangat penting untuk memastikan keberlanjutan ekosistem. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berguna bagi pengambil kebijakan dan masyarakat dalam upaya melestarikan keanekaragaman hayati dan mengelola sumber daya tumbuhan secara berkelanjutan.