Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Gestus Journal

Komposisi Tali Panimbang : Kestabilan Dawai dan Panimbang Raso Jo Pareso Asifa Askhan; Asril Asril; Asep Saepul Haris
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 2 No 2 (2022): GESTUS JOURNAL : PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v2i2.40061

Abstract

Karya komposisi musik œTali Panimbang terinspirasi dari dawai pada instrumen rabab pasisia, khususnya dawai nomor empat yang tersusun paling atas dari susunan dawai pada rabab pasisia, yang tidak difungsikan sebagai sumber bunyi. Namun difungsikan sebagai penyeimbang getaran dan penghasil bunyi untuk dawai satu, dawai dua, dan dawai tiga. Dawai empat memiliki makna manimbang-nimbang raso jo pareso (menimbang rasa dan periksa ), yang mengartikan bagaimana seseorang hidup seimbang, arif, dan bijaksana antara sesama manusia.Kata Kunci: komposisi; dawai empat; penyeimbang; manimbang raso jo pareso; tali panimbang
The Central Processing Music Of Bacalempong : Komposisi Musik Minimalis dalam Ansambel Campuran Cepri Zulda Putra; Asep Saepul Haris; Wilma Sriwulan
Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni Vol 2 No 2 (2022): GESTUS JOURNAL : PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gsts.v2i2.40397

Abstract

The Central Processing Music Of Bacalempong merupakan komposisi musik yang berangkat dari peristiwa simulasi pada tahap intrumentasi antara calempong kayu dan calempong perunggu sebagai kesenian tradisi asli masyarakat Sumpur Kudus yang kemudian digarap berdasarkan idiom musik Barat. Konsep garapan karya The Central Processing Music of Bacalempong adalah representasi antara material komposisi musik didalam calempong kayu dan calempong perunggu dijadikan hierarki musikal dengan menggunakan pendekatan sistem musik minimalis yang direalisasikan dalam formasi Ansambel Campuran. Secara keseluruhan, komposisi ini menawarkan gaya musik abad 20 berkenaan dengan pentahapan dalam sebuah proses pelahiran sebuah peristiwa musikal, proses tersebut menekankan pada siklus pusat yang dijadikan konstruksi struktur untuk menggiring analisis pada setiap dimensi musikal yang menunjukkan bagaimana sebuah penciptaan musik dihasilkan sacara sistematis. Metode penciptaan karya terbagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama menentukan siklus pusat dalam setiap proses Komposisi. Kedua, penempatan simulasi timbre (intrumen). Ketiga, menentukan deskripsi struktural karya. Terdapat sepuluh proses struktur yang terdiri dari I (restricted pitch and rhythm materials), II (pitch-centrycity), III (use of repetition), IV (steady pulse), V (phasing), VI (drone or ostinatos), VII (static harmony), VIII (pandiatonicism), IX (indeterminacy), dan X (long duration). Kesimpulan yang menghasilkan penggunakan pola-pola minimal kemudian perubahan-perubahan secara sedikit-demi sedikit dan bertahap hingga didapatkan komposisi musik secara utuhKata Kunci: Calempong Kayu, Calempong Perunggu, Musik Minimalis, Ansambel Campuran