Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PIKUKUH PITUTUR APES LINGSEM BAGI MASYARAKAT KAMPUNG ADAT DUKUH KABUPATEN GARUT Ai Juju Rohaeni; Nia Emilda
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 3 (2020): MOTIF, MAKNA, DAN MEDIA DALAM TEKNIK KARYA RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v8i3.1598

Abstract

The life of the people that is lived is inseparable from the customs and the concept of life so that it can be reflected how the attitudes, behaviors and actions of their daily life patterns, as well as the indigenous people of Kampung Dukuh Dalam, Garut Regency who continue to carry out the concept of life that has been passed down from generation to generation. customary leaders until now, among them about the concept of life of Apes Lingsem. Apes Lingsem according to the narrative of the customary leader, Mama Uluk, has a very deep meaning and meaning and becomes the principle of life for the people who live in the Dukuh Traditional Village. Its meaning and meaning is a simple life, harmony with others and the natural environment that is implemented in daily life and also according to the religious rules adhered to by the community, namely Islam. The research method used is descriptive analytical, with the expected results, namely the cultural literacy model of the traditional community leaders' pikukuh pitutur in maintaining traditions that have been carried out from generation to generation, as a development material in social and cultural science lectures. Keywords:  Apes Lingsem, Traditional Leaders, Indigenous Peoples------------------------------------------------------------------------------------------Kehidupan masyarakat yang dijalani tidak terlepas dari adat kebiasaan dan konsep hidup sehingga dapat tercermin bagaimana sikap, perilaku dan perbuatan dari pola hidup sehari-harinya, begitu pula pada masyarakat adat Kampung Dukuh Dalam, Kabupaten Garut yang terus menjalankan konsep hidup yang diwariskan secara turun temurun dari pemimpin adatnya sampai sekarang di antaranya tentang konsep hidup Apes Lingsem. Apes Lingsem menurut penuturan pimpinan adat yaitu Mama Uluk, mempunyai arti dan makna yang sangat dalam dan menjadi prinsip hidup bagi penduduk yang mendiami Kampung Adat Dukuh.  Arti dan maknanya yaitu hidup yang sederhana, harmonis dengan sesama dan alam lingkungan yang terimplementasi dalam hidup dan penghidupan sehari-hari juga sesuai aturan agama yang dianut oleh masyarakat yaitu Islam. Metode penelitian yang digunakan deskriptif analitis, dengan hasil yang diharapkan yaitu model literasi budaya pikukuh pitutur pimpinan masyarakat adat dalam menjaga tradisi yang secara turun temurun dilaksanakan, sebagai bahan pengembangan dalam perkuliahan ilmu sosial dan budaya. Kata Kunci: Apes Lingsem, Pimpinan Adat, Masyarakat Adat
PERANCANGAN ILUSTRASI JAJANAN TRADISIONAL KHAS SUNDA PADA MASKER THERMOCHROMIC Salsabila Hanny Rahmawaty; Wanda Listiani; Ai Juju Rohaeni
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 9, No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v9i3.1777

Abstract

PERANCANGAN MAINAN KOLECER TIGA TOKOH WAYANG GOLEK PUTRA BIMA UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR Shafira Aprishany Pratiwi; M Zaini Alif; Ai Juju Rohaeni
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 9, No 1 (2021): KARYA RUPA DALAM PERSPEKTIF MAKNA, FUNGSI, DAN IMPLEMENTASI
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v9i1.1660

Abstract

Many kolecer (pinwheel) toys available on the market today are made of plastic and look flimsy. Children are disinterested in them and more attracted to modern games like online games and gadgets. The application of Wayang Golek's (wooden puppet) characters into pinwheel toys is a way to make them appeal to children, especially elementary school students, as an alternative to online games. The research steps were conducting a literature study to collect data, giving questionnaires to eight respondents, interviewing four informants to procure theory, and carrying on a pictorial study for references and inspiration. The pinwheel toys tested with three elementary school students shows that the toys are sturdy. In conclusion, the toys are beneficial to encourage children's social interaction with their peers and improve their physical development. Furthermore, children can identify the characters of the three sons of Bima through pinwheel toys. Keywords: Kolecer (pinwheel) toy, Wayang Golek (wooden puppet), Three sons of Bima------------------------------------------------------------------------------------------Saat ini mainan sejenis kolecer banyak ditemui dan dijual menggunakan material plastik yang mudah rusak dan tampilan yang sederhana, tidak sedikit anak-anak menjadi kurang tertarik dan beralih pada mainan modern seperti game online dan gadget. Penerapan tokoh Wayang Golek pada mainan kolecer merupakan salah satu cara untuk menarik perhatian anak-anak terutama anak SD agar tidak selalu bermain game online. Metode penelitian menggunakan studi literatur untuk mengumpulkan informasi data, membuat kuesioner dengan 8 responden, mewawancarai 4 narasumber untuk memperoleh teori, dan melakukan studi piktorial untuk mencari referensi dan inspirasi. Pengujian dilakukan langsung kepada 3 anak SD dengan memainkan mainan Kolecer. Sehingga disimpulkan bahwa mainan ini memiliki ketahanan agar tidak mudah rusak, dapat meningkatkan interaksi sosial anak dengan teman sebayanya, membantu perkembangan fisik anak, anak-anak juga dapat mengenali tokoh Wayang Golek putra Bima melalui mainan kolecer. Kata Kunci: Mainan Kolecer, Wayang Golek, Tiga Putra Bima
Desire to Revisit: Memorable Experiences Drive Domestic Tourists to Return to Bali Wanda Listiani; Anrilia E.M. Ningdyah; Ai Juju Rohaeni
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol 14 No 1 (2024): ARTICULATING IDENTITY
Publisher : Pusat Kajian Bali Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2024.v14.i01.p07

Abstract

This research aims to validate the memorable experiences of domestic tourists during their travels in Bali. The significance of this topic lies in the absence of studies on the post-pandemic memorable experiences of domestic tourists in Bali. The natural beauty and cultural arts, interactions with the local community and fellow tourists, as well as culinary and gastronomic experiences, are factors contributing to these memorable experiences, serving as primary reasons for domestic tourists to return to Bali. The research used a quantitative approach, involving a survey of 68 members of the academic community from Indonesian universities. The research suggests that the perceived excellence of tourism services in Bali positively influences tourists' likelihood of returning to the destination. Positive experiences in places like Pandawa, Ubud, Uluwatu, and Nusa Penida influence tourists' tendency to return to Bali. The research adds to the existing body of literature on memorable experiences of domestic tourists in Bali and highlights the need for sustainable gastronomic maps, halal, and vegan food options for tourists.
Rekontruksi pikukuh Tilu dalam Manajemen Babarit pada Upacara Serentaun Cigugur Kuningan Euis Suhaenah; Ai Juju Rohaeni; Wanda Listiani
PANGGUNG Vol 27 No 2 (2017): The Revitalization of Tradition, Ritual and Tourism Arts
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v27i2.258

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini menemukan teori manajemen komunitas khususnya konsep pikukuh tilu dalam manajemen babarit dan model manajemen babarit dalam upacara adat. Luaran penelitian Fundamental ini berupa jurnal terakreditasi atau bereputasi internasional, laporan penelitian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis kualitatif, sebagai langkah awal pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan obervasi lapangan. Hal ini menitikberatkan pada pengamatan yang didukung dengan wawancara dan perekaman kejadian. Wawancara dilakukan dengan pelaku, tokoh yang terlibat langsung, dan tokoh seniman yang terlibat didalamnya. Teknik wawancara yang mendalam dengan cara memilih informan kunci guna mendapatkan validitas data yang menghasilkan deskripsi yang lebih utuh dan menyeluruh. Hasil penelitian merujuk pada pola pikir masyarakat Sunda Wiwitan dengan konsep Pikukuh Tilu yakni ngaji badan, tuhu/mikukuh kana tanah, madep ka ratu-raja, dalam upacara adat ada 3 (tiga) tahapan dalam proses pengelolaan manajemen babarit yakni, ngajayak, babarit, nutu.Kata kunci :pikukuh tilu, manajemen komunitas, upacara adat, babarit, Cigugur Kuningan ABSTRACTThe research found the community management theory especially the babarit management with pikukuh tilu concept and the babarit management model in traditional ceremonies. Output this research are Accredited Scientific journal or international reputation.This research used the qualitative descriptive analysis. Field observation applied as the first step. The observation focuses on interview add event recording. The interview conducted with the informansuch as artists that involved in seren taun. Depth interview technique through the main informan get the valid data for the solid result and comprehensive desription. The research resultedrefer to the Sundanese mindset with the Pikukuh Tilu concept in traditional ceremonies through the tree steps of the Babarit management proses; ngajayak, babarit, nutu.Keywords:Pikukuh Tilu, Community Mangement, Tradisional ceremonies, Babarit, Cigugur Kuningan
Wisata Religi Berbasis Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Adat Kampung Dukuh Ai Juju Rohaeni; Nia Emilda
PANGGUNG Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i3.1716

Abstract

Wisata religi merupakan aktivitas perjalanan atau kunjungan yang dilakukan untuk menambahwawasan keagamaan. Salah satu wisata religi yang biasa dilakukan oleh masyarakat Indonesiaadalah ziarah. Ziarah dilakukan sebagai penghormatan kepada yang dianggap mempunyaikelebihan ilmu, terutama ilmu agama, menjadi panutan, atau mengabdikan dirinya untukbangsa dan negara selama hidupnya. Ziarah juga dilakukan ke situs atau tempat yang dianggapsakral. Kampung Adat Dukuh banyak dikunjungi wisatawan untuk melihat keunikan jugamelaksanakan ziarah ke Makom Syekh Abdul Jalil, orang yang pertama menemukan danmemberi nama kampung Dukuh dan juga ulama yang ikut menyebarkan agama Islam diJawa Barat. Wisata religi ini ternyata tidak hanya berdampak pada bertambahnya wawasankeagamaan dan keilmuan, tetapi juga memiliki dampak positif bagi pemberdayaan ekonomimasyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodedeskriptif. Hasil penelitian menggambarkan secara komprehensif tentang aktifitas wisatareligi serta dampaknya terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat Kampung Adat DukuhKecamatan Cikelet Kabupaten Garut.Kata Kunci: Wisata Religi, Kearifan Lokal, Pemberdayaan Ekonomi, Masyarakat kampungAdat Dukuh
Inovasi Produk Suvenir Destinasi Wisata Kearifan Lokal Sebagai Peluang Usaha Masyarakat Adat Ai Juju Rohaeni; Dede Ananta K P
PANGGUNG Vol 34 No 3 (2024): Kreativitas, Seni Kontemporer, dan Pariwisata Berkelanjutan
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i3.3563

Abstract

ABSTRAK Inovasi produk suvenir berwawasan budaya lokal masyarakat adat, memberikan peran penting untuk mempertahankan dan mewariskan juga turut mempromosikan kearifan lokal masyarakat adat ke dunia luar. Kearifan lokal ini merujuk pada nilai-nilai tradisi lokal dan filosofi yang menjadi kekuatan positif pelestarian budaya. Hal tersebut menjadi ide dalam pengembangan produk suvenir khas. Inovasi bahan, teknik, fungsi, desain, dan motif produk suvenir digali dari ikon masyarakat adat Mahmud Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat dan Masyarakat Adat Cinta Dame Batak Toba Sumatera Utara, menjadi perpaduan dua budaya, dalam upaya membuka peluang usaha baru dan peningkatan ekonomi bagi masyarakat adat dan pemerintah daerahnya. Tujuan dari penelitian ini untuk menambah kreatifitas yang berkelanjutan, agar produk suvenir menjadi daya tarik bernilai jual untuk kebutuhan pariwisata. Metode Kualitatif deskriptif dalam penelitian ini, dengan pengumpulan data survey, wawancara, eksperimen dan produksi membuat Model produk suvenir. Hasil akhir dari penelitian ini memberikan alternative model produk khas yang melalui pengkajian dari kearifan lokal dua masyarakat adat, untuk dikembangkan berbagai usaha yang dapat meningkat kesejahteraan dan ekonomi. Kata Kunci: Inovasi Produk Suvenir, Ikon Kearifan lokal, Pariwisata, Peluang Usaha
PEWARISAN BUDAYA SEBAGAI SUMBER PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT ADAT MIDUANA KABUPATEN CIANJUR Rohaeni, Ai Juju; Emilda, Nia
Jurnal Budaya Etnika Vol. 8 No. 2 (2024): ETNOGRAFI BUDAYA DAN SUBBUDAYA DI KOTA-KOTA INDONESIA
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/jbe.v8i2.2697

Abstract

ABSTRAK Pewarisan budaya dapat memberikan dampak positif dalam berbagai aspek termasuk pada perekonomian masyarakat adat Miduana, karena  ketaatan melaksanakan budaya leluhurnya yang masih terjaga menjadi daya tarik dan obyek   wisata, dengan demikian pewarisan budaya bukan hanya memperkaya identitas masyarakatnya, tetapi juga dapat  menjadi sumber  bagi pertumbuhan dan peningkatan  ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakatnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu menggali potensi yang dimiliki untuk dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan dan lapangan pekerjaan baru, yang akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Penelitian kualitatif dengan metode deskriftif analitis, dengan tahapan pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi literatur, adapun hasil penelitian ini dapat menggali potensi dan budaya lokal, sebagai sumber pemberdayaan ekonomi masyarakat adat. Kata kunci: Budaya Lokal, Pemberdayaan Ekonomi, Masyarakat Adat   ABSTRACT Cultural inheritance can have a positive impact in various aspects, including on the economy of the Miduana indigenous people, among others. It is because adherence to the ancestral culture shown by its people has attracted tourists and becomes a tourist destination. Regarding this, cultural inheritance not only enriches the identity of the people but also becomes a source of sustainable economic growth for its people. The research aims to explore the Miduana indigenous people's potentials that can be a source of income and for jobs that eventually will contribute to people's welfare. It uses a qualitative method along with an analytical descriptive technique. The data were collected through observation, interviews, and literature studies. The results of this research are the potential and local culture as a source of economic empowerment for indigenous people. Key words: Local Culture, Economic Empowerment, Indigenous People
PERANCANGAN ILUSTRASI JAJANAN TRADISIONAL KHAS SUNDA PADA MASKER THERMOCHROMIC Rahmawaty, Salsabila Hanny; Listiani, Wanda; Rohaeni, Ai Juju
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 9 No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v9i3.1777

Abstract

The Ministry of Health of the Republic of Indonesia has issued a new rule that requires people to wear masks when they want to go out of the house. Using masks does not reduce the value of existing fashion, because currently many sellers are creating masks with unique styles and following fashion but still paying attention to mask health standards. The application of the illustration of Sundanese snacks is one form of new innovation to maintain the Sundanese snack culture. The thermochromic technique is also applied to masks to make masks more attractive and have selling points, so that Indonesian food can be recognized and can become iconic fashion. The design of this work is derived from references obtained through the internet, pdf / Ebook books, and from the results of questionnaires which aim to develop a theoretical basis that will be used in creating works as reference and comparison materials. The work as a whole is exhibited in the form of an exhibition which is then arranged in such a way, with Thermochromic Masks as the main media and other supporting media.Keyword: Masker, Illustration, Traditional Street Food, Thermochromic------------------------------------------------------------------------------------------Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menerbitkan aturan baru yang mengharuskan masyarakat menggunakan masker saat hendak bepergian keluar rumah. Menggunakan masker sebenarnya tidak mengurangi nilai fashion yang ada, karena saat ini banyak penjual yang menciptakan masker dengan gaya unik dan mengikuti fashion namun tetap memperhatikan standar kesehatan masker. Penerapan ilustrasi jajanan Sunda merupakan salah satu bentuk inovasi baru untuk mempertahankan budaya jajanan Sunda. Teknik Thermochromic juga diterapkan pada masker untuk membuat masker yang lebih menarik dan memiliki nilai jual, dengan begitu makanan nusantara dapat dikenal dan dapat menjadi fashion yang iconic. Perancangan karya ini berasal dari referensi yang didapatkan melalui internet, buku pdf/Ebook, dan dari hasil quesioner yang bertujuan untuk menyusun dasar teori yang akan digunakan dalam menciptakan karya sebagai bahan referensi dan pembanding. Karya secara keseluruhan dipamerkan dalam bentuk pameran yang kemudian ditata sedemikian rupa, dengan masker thermochromic sebagai media utama dan media penunjang lainnya.Kata Kunci: Masker, Ilustrasi, Tajanan Tradisional, Thermochromic.
Wisata Religi Berbasis Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Adat Kampung Dukuh Rohaeni, Ai Juju; Emilda, Nia
PANGGUNG Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i3.1716

Abstract

Wisata religi merupakan aktivitas perjalanan atau kunjungan yang dilakukan untuk menambahwawasan keagamaan. Salah satu wisata religi yang biasa dilakukan oleh masyarakat Indonesiaadalah ziarah. Ziarah dilakukan sebagai penghormatan kepada yang dianggap mempunyaikelebihan ilmu, terutama ilmu agama, menjadi panutan, atau mengabdikan dirinya untukbangsa dan negara selama hidupnya. Ziarah juga dilakukan ke situs atau tempat yang dianggapsakral. Kampung Adat Dukuh banyak dikunjungi wisatawan untuk melihat keunikan jugamelaksanakan ziarah ke Makom Syekh Abdul Jalil, orang yang pertama menemukan danmemberi nama kampung Dukuh dan juga ulama yang ikut menyebarkan agama Islam diJawa Barat. Wisata religi ini ternyata tidak hanya berdampak pada bertambahnya wawasankeagamaan dan keilmuan, tetapi juga memiliki dampak positif bagi pemberdayaan ekonomimasyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodedeskriptif. Hasil penelitian menggambarkan secara komprehensif tentang aktifitas wisatareligi serta dampaknya terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat Kampung Adat DukuhKecamatan Cikelet Kabupaten Garut.Kata Kunci: Wisata Religi, Kearifan Lokal, Pemberdayaan Ekonomi, Masyarakat kampungAdat Dukuh