Khairul Mustaqin, Khairul
FSRD Lecturer Of Indonesian Culture Art Institution ( ISBI ) Bandung

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERANCANGAN CENDERA MATA MUG KERAMIK DENGAN ORNAMEN BARONG BALI Andika, Syani; Mustaqin, Khairul; Desanto, Didik
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 10 No 1 (2022): MEDIA PENERAPAN KARYA RUPA DALAM TEKNIK DAN TEKNOLOGI
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v10i1.1939

Abstract

Salah satu industri pariwisata yang menarik perhatian adalah industri cendera mata. Cendera mata atau yang sering disebut sebagai suvenir diketahui sebagai benda yang menjadi kebanggan tersendiri bagi sebuah daerah yang pastinya mempunyai ciri khas tertentu. Untuk itu, penulis ingin menciptakan sebuah inovasi cendera mata yang memiliki karakteristik objek wisata di Bali tanpa memerlukan lagi tulisan atau keterangan bertuliskan nama objek sebagaimana cenderamata yang sudah ada saat ini. Sebuah cendera mata yang selain memiliki nilai fungsi, juga memiliki nilai estetika serta keunikan. Produk tersebut adalah mug keramik yang dibuat dengan teknik pijat (pinching) yaitu membentuk keramik dengan tangan langsung tanpa menggunakan alat bantu, yang mana hal tersebut akan membuat produk cendera mata ini lebih eksklusif. Kemudian yang menjadi keunikan mug ini yaitu, bentuk yang divariasikan dengan salah satu figur dalam mitologi Bali yaitu Barong. Metode yang digunakan untuk proses penciptaan ini adalah studi literatur dan studi piktorial.Kata Kunci: Cendera Mata, Mug, Ornamen Barong Bali------------------------------------------------------------------------------------------One of the industries of tourism activity that attracts attention is the souvenir industry. Souvenirs or what are often referred to as souvenirs are known as objects that are a source of pride for an area that certainly has certain characteristics. For this reason, the author wants to create a souvenir innovation that has the characteristics of a tourist attraction in Bali without the need for writing or information bearing the name of the object as souvenirs that already exist today. A souvenir which in addition to having a functional value, also has an aesthetic value and uniqueness. The product is a ceramic mug made with a massage technique (pinching), which is to form ceramics by hand directly without using any tools, which will make this souvenir product more exclusive. Then what makes this mug unique is the shape that is varied with one of the figures in Balinese mythology, Barong. The methods used for this creation process are literature studies and pictorial studies.Keywords: Souvenirs, Mugs, Balinese Barong Ornaments
REVITALISASI LAMPION TENGTENGAN SEBAGAI MEDIA EDUKASI Winarno, Ari; Mustaqin, Khairul
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 10 No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v10i3.2319

Abstract

Tengtengan lanterns are usually present seasonally, which occurs during the month of Ramadan and are lanterns that have their own uniqueness when compared to other lanterns. The uniqueness in question lies in the visual appearance and work system that can move automatically with heat source technology produced from the flame of the candle inside the lantern. Specifically, the exposure of this paper is to reveal the working system of utilizing fire heat, shape, size, materials, tools, and manufacturing techniques and the mechanism of how it works. The series of stages in this method begins with collecting data related to the Tengtengan Lanterns, interviews with experts in their fields, especially the makers of Tengtengan Lanterns, direct observation of objects at the production site, and observations through a workshop simulation of the workings of the Tengtengan Lanterns directly. The result of the discussion in this paper is a description of how the Tengtengan lanterns work together with an explanation of the rotating silhouette of the image produced from the heat of a candle flame in a clear way.Keywords: work procedures, Tengtengan lanterns, educational media----------------------------------------------------------------------------------Lampion Tengtengan biasanya hadir secara musiman yaitu terjadi pada bulan Ramadhan dan merupakan lampion yang memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan lampion yang lainnya. Keunikan yang dimaksud terletak pada tampilan visualnya dan sistem tata kerja yang dapat bergerak secara otomatis dengan teknologi sumber panas yang dihasilkan dari nyala api lilin yang ada di dalam lampion tersebut. Secara spesifik, paparan tulisan ini adalah mengungkap tentang sistem kerja pemanfaatan panas api, bentuk, ukuran, bahan, alat, dan teknik membuat serta mekanisme cara kerjanya. Serangkaian tahapan dalam metode ini diawali dengan menggali data yang berkait dengan Lampion Tengtengan, wawancara dengan pakar di bidangnya, utamannya pembuat lampion Tengtengan, Observasi langsung terhadap objek di tempat produksi, serta pengamatan melalui simulasi workshop tata kerja lampion Tengtengan secara langsung. Hasil dari pembahasan tulisan ini adalah paparan tata kerja lampion Tengtengan berikut penjelasan putaran siluet gambar yang dihasilkan dari panas api lilin secara gamblang.Kata kunci: tata kerja, lampion Tengtengan, media edukasi.
ORNAMEN SEBAGAI IDENTITAS RUANG: KAJIAN KOMPARATIF GEDUNG KESENIAN SUNAN AMBU DAN RADJAWALI SCC Sarasati, Carina; Mustaqin, Khairul; Ramadhan, Bilal
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v5i2.115

Abstract

Ornamen memiliki peran penting dalam membentuk identitas ruang, karena tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif namun juga sebagai media visual yang dapat mengkomunikasikan budaya, sejarah, dan juga nilai simbolis. Penelitian ini membahas peran ornamen sebagai pembentuk identitas ruang melalui studi komparatif antara Gedung Kesenian (GK) Sunan Ambu yang terletak di ISBI Bandung dan Radjawali Semarang Cultural Center (RSCC). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif komparatif dengan pendekatan analisis visual dan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada GK Sunan Ambu, peran ornamen cenderung fungsional sehingga belum dapat sepenuhnya menghadirkan identitas dari karakter “Sunan Ambu” yang merepresentasikan budaya Sunda. Sedangkan pada RSCC penerapan ornamen dengan bentuk geometris dan simbolis yang menyerupai sayap rajawali serta penggunaan motif batik parang pada fasad bangunan telah dapat menghadirkan identitas “Radjawali” yang khas dan berkesan sehingga mudah diingat oleh pengunjung. Dengan demikian, ornamen memiliki peran yang signifikan dalam membentuk identitas ruang melalui integrasi fungsi estetika, simbolik, serta kultural yang dikemas dalam satu kesatuan desain ornamen yang bermakna, sehingga dapat menghadiran pengalaman yang berkesan bagi pengunjung.