Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Representasi Konflik Dalam Film Ngeri Ngeri Sedap Menggunakan Teori Lewis Coser Novelia Situmeang; I Mudana; Fitri Noviani
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2318

Abstract

Film merupakan suatu media yang dapat menyampaikan pesan dan nilai – nilai kehidupan ataupun realitas yang sedang terjadi pada era saat ini. Salah satunya adalah film Ngeri Ngeri Sedap yang mampu mengangkat realitas yang sering terjadi di dalam masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi bentuk - bentuk konflik di dalam Film Ngeri Ngeri Sedap menurut persfektif Lewis Coser. Penelitian ini menggunakan teori Konflik dari Lewis Coser sebagai acuan dalam penelitian.  Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan objek penelitian film Ngeri Ngeri Sedap dan peneliti menggunakan pengumpulan data melalui observasi dan studi dokumentasi. Peneliti menganalisis data dengan menggunakan analisis teks dari semiotika Roland Barthes yang membahas makna denotasi dan konotasi.  Jenis dan sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.
Dampak Keluarga Broken Home Terhadap Relasi Orang Tua Dengan Anaknya dalam Web Series Bad Parenting Selina Sebayang; Luh Putu Sendratari; Fitri Noviani
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2538

Abstract

Broken home describes a family that is in disarray because parents no longer care about the situation and circumstances of the family at home. The consequences of a broken home certainly greatly affect the relationship between parents and children in terms of communication, mental, psychological and education of the child. There have been many literary works that tell the relationship between children and parents that contain many meanings and moral messages. One of them is the bad parenting web series which provides an overview of the conditions in which parents are unable to provide good parenting to their children. This study aims to determine the impact of a broken home family on the relationship between parents and their children in the bad parenting web series as a source of learning sociology. The research method used is descriptive qualitative research to describe the impact of a broken home family on the relationship between parents and children in the Bad Parenting Web Series. The data analysis used is Roland Barthes' semiotic analysis. The research findings reveal that the storyline of the characterization by the main character shows Monica's character who is authoritarian, selfish and overprotective of her child. The existence of forms of bad parenting patterns carried out by the characters caused by various underlying factors that lead to a strained relationship between mother and father, coupled with children starting to grow up. There are aspects in the Bad Parenting web series that have the potential to be a source of learning Sociology. Sociology studies the relationship between parents and children as part of social interaction in the family. A good relationship between parents and children can help the development of children and create a harmonious family.
Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial dalam Tradisi Mekering-Keringan dan Colekan-Colekan Adeng di Banjar Adat Banyuning Tengah Kadek Widiantini; Luh Putu Sendratari; Fitri Noviani
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk interaksi sosial yang terdapat dalam pelaksanaan tradisi mekering-keringan dan colek-colekan adeng di Banjar Adat Banyuning Tengah. Tradisi ini merupakan salah satu warisan budaya masyarakat yang masih dipertahakan hingga saat ini dan dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan adat yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari tokoh masyarakat, kelian adat, lurah, serta pemuda yang terlibat dalam pelaksanaan tradisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tradisi mekering-keringan dan colek-colekan adeng terdapat berbagai bentuk interaksi sosial, di antaranya kerja sama, akomodasi, dan persaingan. Kerja sama terlihat dari keterlibatan masyarakat dalam mempersiapkan hingga sampai penutup piodalan Pura Gede Pemayun. Sementara, akomodasi tampak terlihat dari sikap saling memahami antar peserta agar kegiatan tetap berlangsung dengan aman dan tertib. Persaingan tercermin dalam permainan yang dilakukan secara sportif dan penuh kegembiraan tanpa menimbulkan konflik. Melalui interaksi tersebut, tradisi ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan solidaritas masyarakat Banjar Adat Banyuning Tengah.
Representasi Perempuan dalam Kepemimpinan Organisasi Mahasiswa: Studi pada BEM FHIS Undiksha Br Tarigan, Novinta Eva Diona; Sitompul, Lola Utama; Noviani, Fitri
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.4078

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk representasi perempuan dalam kepemimpinan organisasi mahasiswa pada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial Universitas Pendidikan Gaesha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap pengurus serta anggota organisasi. Hasil peneilitain menunjukkan bahwa representasi perempuan dalam kepemimpinan organisasi mencakup empat bentuk, yaitu: representasi deskriptif, formalistik, susbtantif, dan simbolik. (1) representasi deskriptif terlihat dari keterlibatan perempuan yang cukup tinggi dalam struktur organisasi, namun belum merata pada posisi kepemimpinan tertinggi; (2) Representasi formalistik menunjukkan bahwa perempuan memiliki peluang yang sama secara structural, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal; (3) Representasi substantif masih terbatas karena perempuan belum memiliki pengaruh signifikan dalam pengambilan keputusan strategis; dan (4) Representasi simbolik tampak dari kehadiran perempuan yang cenderung bersifat simbolis.
Sejarah Lahirnya Dan Perkembangan Event Cosplay Di Kota Singaraja Nalsali Natan Stefanus Bukit; I Wayan Putra Yasa; Fitri Noviani
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5936

Abstract

Penelitian ini membahas sejarah lahirnya dan perkembangan event cosplay di Kota Singaraja sebagai bagian dari pengaruh budaya populer Jepang di Indonesia. Fenomena meningkatnya minat masyarakat terhadap budaya Jepang, khususnya cosplay, mendorong terbentuknya komunitas serta penyelenggaraan berbagai event sebagai ruang ekspresi dan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses terbentuknya event cosplay serta faktor-faktor yang melatarbelakangi perkembangannya di Kota Singaraja. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan event cosplay berlangsung secara bertahap, dimulai dari inisiatif individu, berkembang melalui interaksi antar penggemar, hingga terbentuknya komunitas yang terorganisir. Faktor utama yang mempengaruhi perkembangan tersebut meliputi interaksi sosial antar komunitas, peran media sosial dalam penyebaran informasi, serta dukungan masyarakat dan pemerintah daerah. Selain sebagai bentuk hiburan, event cosplay juga berfungsi sebagai sarana pembentukan identitas diri, peningkatan kreativitas, serta mendukung promosi budaya dan pariwisata lokal. Dengan demikian, event cosplay di Kota Singaraja tidak hanya menjadi fenomena budaya, tetapi juga memiliki kontribusi sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat.