Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Komunikasi KPU Kota Semarang Dalam Mengajak Gen Z Menggunakan Hak Pilih #temanpemilih Alifa Nur Fitri; Siti Rohmah; Aulia Suminar Ayu
JPW (Jurnal Politik Walisongo) Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jpw.v6i1.22256

Abstract

Penelitian ini membahas peran dan tantangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam menghadapi Pemilu 2024 di Indonesia, dengan fokus pada Generasi Z sebagai pemilih dominan. Generasi Z, yang berjumlah 74,94 juta jiwa atau 27,94% dari total penduduk, sangat terhubung dengan teknologi digital dan media sosial. Meskipun ini mempermudah akses informasi, mereka juga rentan terhadap hoaks yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap proses pemilu. Tantangan utama KPU adalah mengatasi penyebaran hoaks di media sosial dan merancang strategi komunikasi yang efektif untuk meningkatkan partisipasi politik anak muda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pentingnya literasi politik dan strategi komunikasi yang adaptif pada Pemilu 2014 dan 2019, yang masing-masing mencapai 85,9% dan 91,3%.  KPU Kota Semarang telah menunjukkan keberhasilan dalam menggunakan media sosial dan kampanye kreatif seperti #temanpemilih, yang meningkatkan partisipasi pemilih bahkan dalam situasi pandemi. Penelitian ini menyoroti perlunya KPU terus berinovasi dalam menghadapi perubahan perilaku digital Generasi Z, dengan tujuan utama meningkatkan partisipasi politik generasi muda di Indonesia.
Transformasi Fiqih Minoritas ke Fiqih Mayoritas: Studi Etika Pergaulan dengan Tetangga Non-Muslim dalam Konteks Indonesia Abid Nurhuda; Ali Anhar Syi’bul Huda; Ahmad Hadi Pranoto; Siti Rohmah; Dena Sri Anugrah
Sanaamul Quran: Jurnal Wawasan Keislaman Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Al-Mukmin (STIM) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62096/sq.v6i2.227

Abstract

This study examines the transformation of minority fiqh to majority fiqh with a focus on the ethics of interacting with non-Muslim neighbors in the Indonesian context. Minority fiqh (fiqh al-aqalliyyat) has traditionally emphasized flexibility, tolerance, and maslahah (public interest) for Muslims living as a minority. However, in the Indonesian context, where Muslims are the majority, a new paradigm is needed: majority fiqh that is not trapped in exclusivism, but rather oriented towards inclusiveness and social responsibility. Through a critical-transformative literary approach, this study examines normative texts (the Qur'an, Hadith, classical and contemporary fiqh books) as well as secondary literature (social research, academic works on Islam Nusantara, and theories of coexistence). The analysis is conducted using normative hermeneutics, a historical-sociological approach, and transformative synthesis. The results show that neighborly ethics such as mutual assistance, maintaining collective security, and sharing in social activities are the most tangible practical space for the implementation of inclusive majority fiqh. This study concludes that the transformation of fiqh from minority to majority is a shift from protective fiqh to collaborative fiqh. Majority fiqh is not merely about preserving Islamic identity, but also serves as a social force that strengthens interfaith harmony in a pluralistic society. Thus, majority fiqh can become the foundation for the development of applicable national fiqh in Indonesia.