Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Menggali Makna Kemerdekaan HUT RI bagi Masyarakat Urban (Studi Kasus di Meteseh Tembalang) Nilal Muna Fatmawati; Lukmanul Hakim
DEDIKASI PKM Vol. 4 No. 3 (2023): DEDIKASI PKM UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dedikasipkm.v4i3.33369

Abstract

Seiring berjalannya globalisasi salah satunya berdampak pada perubahan sosial yakni dikarenakan perkembangan teknologi yang berkembang pesat, dari hal tersebut telah mempengaruhi aspek kehidupan. Fenomena ini terjadi pada saat masyarakat yang sebelumnya tinggal di desa berpindah ke kota dikarenakan pergeseran teknologi semakin berkembang pesat, juga termasuk dari faktor ekonomi dan sosial juga dapat mempengaruhinya. Berkaitan dengan agenda perayaan kemerderkaan HUT RI, menjadi tradisi dan budaya yang banyak dilakukan oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk menggali arti kemerdekaan HUT RI di Perumahan Dahlia Meteseh Tembalang melalui adanya pengabdian yang dilakukan Tim KKN MIT 16 Posko 28 UIN Walisongo Semarang. Metode penelitian yang digunakan Participatory Action Research dengan pendekatan secara kultural. Masyarakat di perumahan Dahlia dapat dikategorikan menjadi tiga jenis yaitu masyarakat yang kurang semangat, semangat sekali, dan masyarakat yang pasif. Dalam perayaan HUT RI menjadi salah satu jalan agar bisa menilai sebagaimana karakter masyarakat Dahlia. Masyarakat yang kurang semangat dapat didorong dengan adanya tawaran contoh halnya seperti hadiah sehingga menjadi semangat untuk hadir. Sikap dan karakter masyarakat urban di Perumahan Dahlia menjadi salah satu keunikan dalam pengadian yang dijalani Tim KKN UIN Walisongo Semarang yaitu tetap humanis antar sesamanya, guyub bersama, senang berkerja sama, bersosialisasi, dan saling tolong menolong. Tim KKN menunjang pergerakan yang positif untuk memulai kegiatan keagamaan lebih berinovasi.
Optimalisasi Penerapan Metode Ummi Melalui Kolaborasi Guru dan Orang Tua dalam Pembelajaran Al Qur’an Anak Usia Dini Afra Mufida; Sofa Muthohar; Nilal Muna Fatmawati
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 9 No 2 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v9i2.5338

Abstract

Early childhood Qur'an learning is very important in building moral and spiritual foundations. This period is considered a golden age, therefore appropriate and engaging learning methods are required. The Ummi Method, with its structured and enjoyable approach, emphasizes a gentle emotional approach, direct learning (talaqqi), repetition (muroja’ah), and active student participation. This study aims to examine the optimization of the implementation of the Ummi Method through collaboration between teachers and parents. This research uses a qualitative approach with a case study design. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews with teachers and parents, and documentation of children's learning development. The results show that collaboration between teachers and parents can optimize the implementation of the Ummi Method, particularly in muroja’ah, tartil, tajwid, and makhorijul huruf activities. This learning process leads to an improvement in early childhood Qur'an reading ability, including the accuracy of letter pronunciation, the ability to read with proper tartil and tajwid, as well as increased self-confidence and children's interest in learning the Qur'an. The active role of parents at home has proven to strengthen the learning outcomes obtained at school. This study provides an important contribution to the development of effective Qur'an learning models for early childhood through the synergy between teachers and parents.
Dance Extracurricular Activities for Early Childhood Creative Character Salma Audina Zahrani; Sofa Muthohar; Nilal Muna Fatmawati; Andrew Laurence Yona
Jurnal Pendidikan Anak Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Department of Early Childhood Education, Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta in in cooperation with in cooperation with the Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD (PPJ PAUD) Indonesia based on the MoU Number: 030/PPJ-PAUD/VIII/2020.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v15i1.2502

Abstract

This study examines the role of extracurricular dance activities in shaping the creative character of early childhood. Dancing not only helps develop gross and fine motor skills but also encourages children’s imagination, innovation, emotional expression, and social skills. Using a qualitative approach, data were collected through observation, interviews, and documentation during the dance learning process. The results of the study show that extracurricular dance activities enable children to freely and individually express diverse dance movements. Children’s creativity is reflected through improvisational movements, and the success of these activities in enhancing creativity also contributes to children’s social and emotional development, including increased confidence. In addition, dance learning strengthens important social and emotional traits such as cooperation, empathy, and self-control. Therefore, this study recommends integrating dance movement activities into the early childhood education curriculum as an effective and enjoyable medium for developing creative character
Pola Kerjasama Guru dan Orang Tua dalam Membentuk Karakter Mandiri Anak Usia Dini Risky Hermawati; Sofa Muthohar; Nilal Muna Fatmawati
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1373

Abstract

Pembentukan karakter mandiri anak usia dini tidak dapat dilakukan secara sepihak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kerjasama yang dilakukan guru dan orang tua dalam membangun kemandirian anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara ini ditujukan pada guru dan orang tua untuk membahas terkait pembentukan mandiri. Observasi ini dilakukan terhadap prilaku anak usia dini pada saat di sekolah. Dokumentasi berupa potret kegiatan pembelajaran yang menunjukkan kemandirian anak. Subjek penelitian ini melibatkan guru, orang tua dan siswa TK B. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kerjasama guru dan orang tua dilakukan melalui komunikasi dua arah dan pemantauan berkelanjutan. Kerjasama ini terbukti  efektif dalam mendukung pembentukan  karakter mandiri anak, hal  ini karena prosesnya berlangsung tidak hanya disekolah tetapi juga dirumah, sehingga kemandirian anak berkembang secara optimal.
The Role of Pra Calistung (Pre-Reading, Writing, and Arithmetic) Tutoring Activity in Developing Children’s Reading and Writing Skills Aged 4-6 Years Manis Lilik Jumaliah; Sofa Muthohar; Nilal Muna Fatmawati
Jurnal Pendidikan Anak Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Department of Early Childhood Education, Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta in in cooperation with in cooperation with the Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD (PPJ PAUD) Indonesia based on the MoU Number: 030/PPJ-PAUD/VIII/2020.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v15i1.2458

Abstract

Readiness in pre-school basic literacy is a crucial foundation for academic success in elementary schools, yet many students do not have adequate preparation when the transition begins,  making the urgency of early structured intervention. This research aims to describe the role of pra-calistung (pre-reading, writing, and arithmetic) tutoring activity in developing students’ reading and writing skills at Raudhatul Athfal (RA). The study used a descriptive qualitative approach with the subjects of organising tutors, group B students, and parents; the data were collected through observations, deep interviews, and documentation using observational and interviewing guidelines as the main instruments. The data was then analysed using Miles and Huberman’s model, with the steps of data reduction, data serving, and conclusion drawing. The result showed that the pra-calistung activity involving the introduction of voice, letter shapes, and articulation contributed significantly to children’s reading and writing skill enhancement, supported by the collaboration between teachers and parents. It implied that the program could become an effective and adaptive early literacy intervention model.
Pembelajaran Life Skill: Mencuci Bekal sebagai Upaya Membangun Tanggung Jawab Anak Usia Dini Anzilnaa Mahdiya Labiibah; Sofa Muthohar; Nilal Muna Fatmawati
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15 No 1 Periode Desember - Februari 2026
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v15i1.3067

Abstract

Penelitian ini mengkaji pembentukan rasa tanggung jawab anak melalui aktivitas mencuci peralatan makan di RA Al-Hidayah UIN Walisongo Semarang dengan perspektif teori sosial emosional. Aktivitas ini dipilih karena melibatkan partisipasi aktif anak dalam tugas yang memerlukan kemandirian, kedisiplinan, dan kesadaran akan kewajiban, yang mendukung perkembangan keterampilan hidup. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan 20 anak usia 5-6 tahun sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang dianalisis secara tematik dengan triangulasi untuk validitas. Video dokumentasi merekam aktivitas mencuci bekal anak, mencatat interaksi sosial, partisipasi, dan perubahan perilaku, memberikan bukti empiris kontribusi kegiatan terhadap pembentukan rasa tanggung jawab. Temuan menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan hidup, tetapi juga menanamkan rasa tanggung jawab secara bertahap, dengan peran guru yang berpengaruh. Penelitian ini menggabungkan pendekatan praktis dan sosial emosional dalam pengembangan karakter anak usia dini, memberikan kontribusi penting dalam memahami efektivitas kegiatan yang melibatkan tanggung jawab pribadi sejak usia dini.