Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) Terhadap Kemampuan Generalisasi Siswa Kelas VIII di MTs Negeri Jombang Hartiningrum, Esty Saraswati Nur; Maarif, Safiil
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pembelajaran matematika terdapat beberapa aktivitas penting salah satunya adalah generalisasi. Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa masih banyak siswa SMP yang belum bisa melakukan generalisasi. Sehingga diperlukan suatu proses belajar yang membuat siswa dapat melakukan generalisasi. Tujuan dari study ini yaitu mengkaji pengaruh dalam menerapkan model CORE terhadap kecakapan/kemampuan generalisasi siswa. Penelitian ini di kelas VIII G MTs Negeri Jombang pada semester genap 2024/2025. Metode pengumpulan datanya menggunakan tes dengan instrumennya soal tes. Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan satu kelas yang diberi perlakuan dan siswa diberi tes sebelum serta sesuadah menerapkan model CORE. Analisis data nilai tes melalui uji t dengan sampel berpasangan. Berdasarkan hasil SPSS diperoleh taraf signifikansi sebesar 0,001 sehingga kurang dari 0,05. Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan nilai tes sebelum dan sesudah menerapkan model CORE. Sehingga dapat diambil kesimpulan Rata-rata nilai tes sebelum pembelajaran CORE sebesar 38,83. Setelah diterapkan model CORE, rata-ratanya naik menjadi 70,17. Berdasarkan hasil ini terlihat siswa mengalami peningkatan dalam melakukan generalisasi. Jadi dengan menerapkan model CORE dalam penelitian ini memiliki pengaruh secara significan terhadap kemampuan generalisasi siswa.
Pendampingan Siswa-Siswi MTs Al-Hikmah Dalam Mengoperasikan Software Geometri Cabri 3D V2 Maarif, Safiil
NGABDIMAS UNIRA Vol 3, No 2 (2023): Pengabdian kepada Masyarakat (Ngabdimas)
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/ngu.v3i2.2138

Abstract

Era industry 4.0, proses pembelajaran matematika seyogyanya harus diiringi dengan penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi. Salah satu contoh Media pembelajaran teknologi yaitu media pembelajaran berbasis komputer yang bisa berupa software – software pembelajaran yang telah berkembang pada saat ini. MTs Al-Hikmah merupakan salah satu lembaga pendidikan swasta tingkat SLTP yang terletak di desa Janti Jogoroto Jombang. Di madrasah ini, pembelajaran matematika materi geometri khususnya bangun ruang seringkali disampaikan tanpa bantuan media pembelajaran media pembelajaran elektronik (berbasis software komputer). Sehingga tidak sedikit dari siswa-siswi yang mengalami kesulitan saat memahami materi geometri bangun ruang. Solusi yang ditawarkan yaitu  dengan melaksanakan Cabri 3D V2 Empowerment Program: Pendampingan Siswa-Siswi MTs Al-Hikmah Dalam Mengoperasikan Software Geometri Cabri 3D V2. Dengan tujuan setelah dilaksanakannya kegiatan ini, siswa-siswi tersebut bisa lebih mudah memahami materi matematika yang berhubungan geometri bangun ruang. Di kegiatan ini, siswa-siswi akan diajari cara mengoperasikan media pembelajaran berbasis teknologi komputer yaitu software geometri Cabri 3D V2. Metode pelaksanaan Cabri 3D V2 Empowerment Program dibagi menjadi 5 tahap yaitu (1) tahap persiapan : melakukan survey awal, perizinan, sosialisasi dan penentuan lokasi kegiatan; (2) tahap pelaksanaan kegiatan: kegiatan akan dilaksanakan di laboratorium komputer MTs Al-Hikmah; (3) tahap evaluasi: Evaluasi kegiatan dilakukan selama proses pelatihan berlangsung; (4) tahap pendampingan: Pendampingan dilakukan hingga siswa dapat mengoperasikan  dengan maksimal software geometri Cabri 3D V2; (5) tahap pelaporan. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian dapat dijelaskan bahwa siswa/i MTs Al-Hikmah Janti yang semula tidak mengetahui sama sekali tentang software geometri Cabri 3D V2 untuk membuat bangun datar dan bangun ruang, dengan kegiatan software geometri Cabri 3D V2 siswa akhirnya mengetahuinya. Melalui kegiatan ini pula lah siswa/i dapat mempelajari geometri dengan obyek yang seperti konkret bahkan lebih baik dari obyek konkret. Siswa/i telah bisa mengoperasikan software geometri Cabri 3D V2 dengan baik.
PROSES BERPIKIR SISWA SD DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPEN ENDED PROBLEM PICTURE Esty Sarswati Nur Hartiningrum; Safiil Maarif; Rohmatul Umami; Medina Permata Dewi
CENDIKIA Vol 8 No 2 (2025): CENDEKIA
Publisher : IKIP PGRI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses berpikir merupakan penerimaan informasi (dari luar atau dalam siswa), pengelolaan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali informasi itu dari ingatan siswa. Sehingga proses berpikir merupakan suatu penerimaan sampai penggunaan kembali suatu informasi yang didapatkan tersebut. Keberhasilan dalam pemecahan masalah khususnya Open Ended tidak lepas dari proses berpikir. Open Ended merupakan pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara sehingga dapat melatih dan menumbuhkan ide, kreatif, kognitif yang tinggi, kritis, komunikasi-interaksi, sharing, keterbukaan dan sosialisasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Proses Berpikir siswa SD dalam Menyelesaikan Masalah Open Ended problem Picture berdasarkan Kemampuan Matematika. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yang digunakan adalah 3 orang siswa SDN Gadigmangu 2 Perak berdasarkan kemampuan matematika. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Gadigmangu 2 Perak Jombang pada tahun ajaran 2021/2022. Instrumen utama yaitu peneliti sedangkan instrumen pendukung berupa lembar tes dan lembar wawancara. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar tes dan wawancara. Pengecekan keabsahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi waktu. Teknis analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil dari proses berpikir subjek dengan kemampuan tinggi,sedang dan rendah memenuhi tahapan dari proses berpikir dan hasil penyelesaian dari Open Ended problem Picture subjek dengan kemampuan tinggi membuat 4 penyelesaian, kemampuan sedang 2 penyelesaian dan kemampuan rendah hanya mampu menuliskan 1 penyelesaian.
Penerapan Media Pembelajaran Padlet pada Pembelajaran Matematika Safiil Maarif; Rinjani Rosa Aprilia; Esty Saraswati Nur Hartiningrum
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 30 No. 2 (2024): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v30i2.442

Abstract

This research aims to describe the application of Padlet learning media in improving students' mathematics activities and learning outcomes in mathematics induction material for the 2022/2023 academic year. This type of research is classroom action research. The classroom action research design used in this research is a model developed by Kemmis and Mc Taggart. The research was carried out in 2 cycles, the first cycle consisting of 2 meetings and the second cycle consisting of 2 meetings. Researchers collected data by observation and tests. The subjects in this research were 33 class XI-MIPA 2 students at SMAN Bandarkedungmulyo, consisting of 11 male students and 22 female students for the 2022/2023 academic year. Based on the results of research in Cycles I and II, it was seen that student activity increased from 62% with fairly good criteria in cycle I to 86% with very good criteria in cycle II and the average student learning achievement test was 48.75 with a classical percentage of 21 % in cycle I was 80.71 with a classical percentage of 78% in cycle II. In Cycle II, student activities have reached the success criteria and student results have reached ≥76% classically, so by implementing Padlet learning media you can increase student activity and student learning outcomes.
Efektifitas Media Pembelajaran Articulate Storyline 3 Pada Pembelajaran Matematika Maarif, Safiil; Kholifah, Siti; Saraswati Nur Hartiningrum, Esty
Cartesian: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2025): Cartesian Vol. 5 No. 1 November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FIP UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/cartesian.v5i1.8854

Abstract

Proses pembelajaran memiliki banyak faktor yang dapat mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran salah satunya yaitu media pembelajaran. Dengan media pembelajaran, guru dapat menciptakan berbagai situasi kelas yang diinginkan, dan menciptakan suasana belajar yang kondusif diantara siswa. Media pembelajaran dapat dideskripsikan sebagai alat yang memuat informasi atau pesan instruksional dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Oleh sebab itu, media pembelajaran dirancang sebaik mungkin agar siswa dapat mencerna dan memahami materi yang diberikan. Media pembelajaran berbasis IT yaitu segala media pembelajaran yang memanfaakan teknologi dalam proses pembuatannya. Dalam penelitian ini, pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode tes. Instrumen penelitiannya berupa lembar tes hasil belajar yang berupa 5 soal uraian dengan nilai maksimal 100. Berdasarkan hasil analisis hipotesis uji T dengan menggunakan program SPSS for windows versi 26 pada data tes hasil belajar kelompok kontrol dan eksperimen diperoleh nilai Sig. (2-tailed) = 0,010. Dasar pengambilan keputusan adalah H0 diterima, jika nilai Sig > 0,05 karena nilai Sig. (2- tailed) sebesar 0,010 berarti Sig. (2- tailed) = 0,010 < 0,05 maka H0 ditolak dengan kata lain H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 1 Diwek dengan dan tanpa menggunakan media pembelajaran Articulate Storyline 3. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Articulate Storyline 3 efektif digunakan dalam pembelajaran matematika.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH OPEN ENDED BERDASARKAN METODE NEWMAN HARTININGRUM, ESTY SARAWATI NUR; FAYAKUN MA'RIFAH; SAFIIL MAARIF; RIRIN FEBRIYANTI
Edumath : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 17 No 4 (2025): Volume 17 Nomor 4 Nopember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/0p6pvz82

Abstract

Matematika adalah abstrak, sifat abstrak inilah yang menjadi penyebab banyak siswa mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah matematika. Kesulitan yang dialami siswa inilah yang memungkinkan terjadinya kesalahan ketika siswa menjawab soal khususnya pada soal cerita open ended. Kesalahan siswa tersebut perlu adanya analisis untuk mengetahui kesalahan apa saja yang banyak dilakukan dan mengapa kesalahan tersebut dilakukan siswa. Melalui analisis kesalahan. Metode yang digunakan untuk menganalisis kesalahan siswa yaitu dengan menggunakan Metode Newman yaitu: (1) tahapan membaca, (2) tahapan memahami, (3) tahapan transformasi, (4) tahapan keterampilan proses, dan (5) tahapan penulisan jawaban. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan jenis kesalahan yang dilakukan siswa berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah siswa kelas VIII SMP Negeri Bandarkedungmulyo dalam menyelesaikan masalah open ended Sistem Persamaan Linier Dua Variabel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar tes dan pedoman wawancara. Keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi teknik. Dalam mengerjakan soal open ended subjek mengalami kesalahan. Subjek berkemampuan tinggi mengalami kesalahan dalam keterampilan proses yaitu salah dalam proses perhitungan, dan kesalahan penulisan jawaban yaitu subjek salah dalam menentukan jawaban akhir. Subjek berkemampuan sedang mengalami kesalahan transformasi, yaitu tidak dapat mengubah suatu informasi kedalam bentuk persamaan linier dua variabel serta menentukan prosedur yang digunakan untuk menyelesaikan soal, kesalahan keterampilan proses, yaitu tidak menuliskan langkah-langkah dengan lengkap dan benar, dan kesalahan penulisan jawaban, yaitu tidak mendapatkan jawaban akhir dengan benar. Subjek berkemampuan rendah mengalami kesalahan memahami, yaitu tidak bisa menentukan apa yang diketahui dari soal, kesalahan transformasi yaitu tidak dapat mengubah suatu informasi kedalam bentuk persamaan linier dua variabel serta salah dalam menentukan prosedur yang digunakan untuk menyelesaikan soal, kesalahan keterampilan proses yaitu tidak menuliskan langkah-langkah dengan lengkap dan benar, dan kesalahan penulisan jawaban yaitu tidak mendapatkan jawaban akhir dengan benar.  
Pelatihan Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebagai Upaya Mengembangkan Kompetensi Guru di MTsN 15 Jombang Syarifatul Maf'ulah; Esty Saraswati Nur Hartiningrum; Safiil Maarif
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 3 No. 3 (2023): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkmi.v3i3.1496

Abstract

This service partner is a teacher at MTsN 15 Jombang. Teachers are required to develop teacher professionalism. One way is to carry out Classroom Action Research (CAR) which aims to improve the quality of learning in the classroom and can be used to fulfill the requirements for submitting promotions in continuous professional development. However, the problems faced by partners are: partners do not really understand about CAR, how to prepare CAR proposals, and implement them. Therefore, the service team carried out training on preparing CAR proposals for teachers at MTsN 15 Jombang. The implementation method through several stages. The preparation stage includes; initial observation, carrying out licensing, coordinating with partners, and compiling training materials. The implementation phase, explaining in theory about CAR each participant experienced an increase in score from pretest to posttest, (2) at least 80% of participants received a minimum score of 80. The result of the activity was that 11 teachers of MTsN 15 Jombang participated in the training. This training begins with a pretest, then provides training, and ends with a posttest. The training was held on May 8, 2023. During the training, the volunteer explained about CAR in theory, namely related to the definitions, characteristics, objectives, CAR procedures, and the systematics of preparing CAR proposals. The training was held from 8 to 20 May 2023 namely; giving pretests, providing training materials, giving posttests, and practicing making proposals. The presentation of the material was carried out on May 8 2023, while the assistance in preparing PTK proposals was carried out from May 9 to 20 2023. The pretest and posttest results showed that the average PTK training participant's pretest score was 34.1, while the average pretest score of CAR training participants was 94.5. Based on data from the pretest and posttest results, each participant experienced an increase in score from pretest to posttest and 100% of participants received a minimum score of 80, (3) at least 50% of the participants are in the process of compiling a proposal. 
EKSPLORASI KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP PADA MASALAH OPEN-ENDED GEOMETRI RUANG BERDASARKAN GAYA KOGNITIF Saraswati, Esty; Maarif, Safiil; Mubarokah, Widhia Lailtul; Febriyanti, Ririn
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 1 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/c44js527

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa SMP dalam menyelesaikan soal open-ended geometri ruang ditinjau dari gaya kognitif reflektif impulsif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek dua siswa yang dipilih berdasarkan hasil Matching Familiar Figures Test (MFFT), masing-masing satu siswa reflektif dan satu siswa impulsif. Data dikumpulkan melalui tes berpikir kreatif berupa soal open-ended pada materi limas segiempat dan wawancara berbasis tugas, kemudian dianalisis menggunakan indikator kefasihan, fleksibilitas, dan kebaruan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek memenuhi indikator kefasihan dan fleksibilitas dengan karakteristik berbeda. Siswa reflektif menghasilkan alternatif bangun dan strategi penyelesaian yang lebih banyak, terencana, dan disertai alasan matematis yang lebih mendalam, sedangkan siswa impulsif menjawab lebih cepat dengan variasi strategi yang lebih sederhana. Pada indikator kebaruan, kedua subjek belum menampilkan ide yang orisinal di luar prosedur umum luas permukaan limas. Temuan ini memberi gambaran perbedaan profil berpikir kreatif antara siswa reflektif dan impulsif sebagai pertimbangan dalam perancangan pembelajaran dan soal open-ended di kelas.
MATHEMATICS PROPS PROJECT (Pelatihan Peserta Didik dalam Menggunakan Media Pembelajaran Elektronik Geogebra dan Geometers Sketchpad) Maarif, Safiil; Nur Hartiningrum , Esty Saraswati
Community Education Engagement Journal Vol. 1 No. 2 (2020): April
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ceej.v1i2.4778

Abstract

Matematika merupakan ilmu yang cara bernalarnya deduktif formal dan abstrak, harus diberikan kepada anak-anak sejak Sekolah Dasar (SD) yang cara berpikirnya masih dalam tahap operasi konkrit, kita perlu berhati-hati dalam menanamkan konsep-konsep matematika tersebut. Begitu juga dengan siswa SMP, beberapa dari mereka juga masih dalam tahap operasi konkrit. Tidak sedikit guru matematika mengalami kesulitan ketika menjelaskan matematika ke siswa SMP sedemikian hingga siswa SMP mudah memahami materi yang diajarkan tanpa menggunakan alat peraga. Kebanyakan siswa SMP sulit memahami materi matematika yang disampaikan oleh guru jika guru tersebut tidak menggunakan alat peraga. Hal serupa juga dialami oleh siswa-siswi MTs Al-Hikmah Janti Jogoroto Jombang. Siswa-siswi di MTs tersebut banyak yang mengalami kesulitan dalam memahami matematika. Salah satu cara Alternatif yang dapat digunakan untuk membuat siswa mudah memahami matematika adalah dengan menggunakan media pembelajaran baik media pembelajaran yang manual maupun yang elektronik. Di era industry 4.0, telah banyak sekali media pembelajaran elektronik yang berhubungan dengan matematika. Contohnya Geogebra, Geometre Sketpath, Wingeom, Winplot dan lain sebagainya. Oleh karena itu, untuk membantu siswa MTs Al-Hikmah dalam memahami matematika maka penulis mencoba membantu memberikan solusi melalui pelatihan penggunaan media pembelajaran elektronik 2G2W (Geogebra, Geometre Sketpath, Wingeom, Winplot). Kegiatan yang telah dilakukan Adalah pelatihan menggunakan software geogebra dan geometers sketchpad. Selanjutnya program PKM ini dilanjutkan dengan pelatihan menggunakan software wingeom dan winplot serta membuat artikel ilmiah yang akan diterbitkan pada jurnal ilmiah tak terakreditasi
Pemanfaatan Media Mistar Hitung Untuk Melatih Operasi Hitung Bilangan Bulat Pada Siswa MI-Al Hikmah Janti Jogoroto Esty Saraswati Nur Hartiningrum; Safiil Maarif
Community Education Engagement Journal Vol. 2 No. 2 (2021): April
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ceej.v2i2.6445

Abstract

Berhitung merupakan bagian dari pelajaran matematika, dasar.operasi hitung terdiri dari penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Untuk membantu siswa memahami siswa dalam berhitung pada operasi penjumlahan dan pengurangan dapat menggunakan alat bantu yaitu dengan alat peraga M-Count. Alat peraga M-count ini mempunyai kelebihan yaitu selain memperlihatkan secara langsung konsep penjumlahan, bisa menarik minat siswa untuk belajar matematika karena alat peraga ini siswa bisa bermain sekaligus belajar sehingga siswa tidak merasa jenuh atau bosan. Progam kemitraan pengabdian bertujuan untuk menambah wawasan kepada siswa tentang alat peraga matematika untuk mempermudah dalam mempelajari matematika. Untuk itu sasaran yang dipilih adalah materi yang membutuhkan alat peraga untuk mempermudah dalam mejalaskan konsep matematika yang bersifat abstrak. Siswa yang dipilih adalah siswa pada MI Al-Hikmah Janti Kelas IV. Pendampingan dan Pelatihan diberikan sampai siswa dapat mengoperasikan M-count. Pelatihan difokuskan pada pemberian motivasi, pemberian materi matematika sehingga pembelajaran menjadi menarik dan menyenagkan., tim PKM akan mendemonstrasikan sedikit tentang cara menggunakan alat peraga. Siswa praktek langsung menggunakan alat peraga mista hitung. Ketercapaian pengabdian ini adalah siswa dapat menggunakan M-count dan dapat menyelesaikan operasi bilngan bulat pada tahap menjumlahkan dan mengurangkan. Siswa merasa senang adanya pengenalan alat peraga M-Count karena mempermudah dalam penyelesaian tugas yang diberikan oleh guru.