Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble Terhadap Hasil Belajar Matematika Safiil; Maarif, Safiil; Mauliddiyah, Icha
Edumath : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 16 No 4 (2024): Edumath Volume 18 Nomor 2 Nopember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/g791pa93

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Sramble terhadap hasil belajar matematika peserta didik kelas XI MA Al – Bairuny. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian True Experimental Design tipe Posttest Only Control Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Al-Bairuny. Sedangkan sampelnya sebanyak 23 siswa untuk kelompok eksperimen dan 29 siswa untuk kelompok kontrol. Sampel ini diperoleh melalui teknik cluster random sampling . Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar tes hasil belajar matematika berbentuk essay sebanyak 6 soal. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis (uji mann whitney U). Berdasarkan hasil perhitungan dengan rumus diperoleh nilai U1 sebesar 79,5 yang berarti nilai ini lebih kecil dari nilai U tabel yaitu 229. Karena U hitung < U tabel maka  ditolak dengan kata lain diterima. Hal ini menunjukkan bahwa Ada perbedaan hasil belajar matematika siswa kelas XI dengan dan tanpa menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Scramble di MA Al – Bairuny. Karena Ada perbedaan hasil belajar matematika siswa kelas XI dengan dan tanpa menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Scramble di MA Al – Bairuny maka dapat dikatakan bahwa ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Scramble terhadap hasil belajar matematika peserta didik kelas XI MA Al – Bairuny
Pengaruh Model Pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) Terhadap Kemampuan Generalisasi Siswa Kelas VIII di MTs Negeri Jombang Hartiningrum, Esty Saraswati Nur; Maarif, Safiil
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pembelajaran matematika terdapat beberapa aktivitas penting salah satunya adalah generalisasi. Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa masih banyak siswa SMP yang belum bisa melakukan generalisasi. Sehingga diperlukan suatu proses belajar yang membuat siswa dapat melakukan generalisasi. Tujuan dari study ini yaitu mengkaji pengaruh dalam menerapkan model CORE terhadap kecakapan/kemampuan generalisasi siswa. Penelitian ini di kelas VIII G MTs Negeri Jombang pada semester genap 2024/2025. Metode pengumpulan datanya menggunakan tes dengan instrumennya soal tes. Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan satu kelas yang diberi perlakuan dan siswa diberi tes sebelum serta sesuadah menerapkan model CORE. Analisis data nilai tes melalui uji t dengan sampel berpasangan. Berdasarkan hasil SPSS diperoleh taraf signifikansi sebesar 0,001 sehingga kurang dari 0,05. Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan nilai tes sebelum dan sesudah menerapkan model CORE. Sehingga dapat diambil kesimpulan Rata-rata nilai tes sebelum pembelajaran CORE sebesar 38,83. Setelah diterapkan model CORE, rata-ratanya naik menjadi 70,17. Berdasarkan hasil ini terlihat siswa mengalami peningkatan dalam melakukan generalisasi. Jadi dengan menerapkan model CORE dalam penelitian ini memiliki pengaruh secara significan terhadap kemampuan generalisasi siswa.
Pendampingan Siswa-Siswi MTs Al-Hikmah Dalam Mengoperasikan Software Geometri Cabri 3D V2 Maarif, Safiil
NGABDIMAS UNIRA Vol 3, No 2 (2023): Pengabdian kepada Masyarakat (Ngabdimas)
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/ngu.v3i2.2138

Abstract

Era industry 4.0, proses pembelajaran matematika seyogyanya harus diiringi dengan penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi. Salah satu contoh Media pembelajaran teknologi yaitu media pembelajaran berbasis komputer yang bisa berupa software – software pembelajaran yang telah berkembang pada saat ini. MTs Al-Hikmah merupakan salah satu lembaga pendidikan swasta tingkat SLTP yang terletak di desa Janti Jogoroto Jombang. Di madrasah ini, pembelajaran matematika materi geometri khususnya bangun ruang seringkali disampaikan tanpa bantuan media pembelajaran media pembelajaran elektronik (berbasis software komputer). Sehingga tidak sedikit dari siswa-siswi yang mengalami kesulitan saat memahami materi geometri bangun ruang. Solusi yang ditawarkan yaitu  dengan melaksanakan Cabri 3D V2 Empowerment Program: Pendampingan Siswa-Siswi MTs Al-Hikmah Dalam Mengoperasikan Software Geometri Cabri 3D V2. Dengan tujuan setelah dilaksanakannya kegiatan ini, siswa-siswi tersebut bisa lebih mudah memahami materi matematika yang berhubungan geometri bangun ruang. Di kegiatan ini, siswa-siswi akan diajari cara mengoperasikan media pembelajaran berbasis teknologi komputer yaitu software geometri Cabri 3D V2. Metode pelaksanaan Cabri 3D V2 Empowerment Program dibagi menjadi 5 tahap yaitu (1) tahap persiapan : melakukan survey awal, perizinan, sosialisasi dan penentuan lokasi kegiatan; (2) tahap pelaksanaan kegiatan: kegiatan akan dilaksanakan di laboratorium komputer MTs Al-Hikmah; (3) tahap evaluasi: Evaluasi kegiatan dilakukan selama proses pelatihan berlangsung; (4) tahap pendampingan: Pendampingan dilakukan hingga siswa dapat mengoperasikan  dengan maksimal software geometri Cabri 3D V2; (5) tahap pelaporan. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian dapat dijelaskan bahwa siswa/i MTs Al-Hikmah Janti yang semula tidak mengetahui sama sekali tentang software geometri Cabri 3D V2 untuk membuat bangun datar dan bangun ruang, dengan kegiatan software geometri Cabri 3D V2 siswa akhirnya mengetahuinya. Melalui kegiatan ini pula lah siswa/i dapat mempelajari geometri dengan obyek yang seperti konkret bahkan lebih baik dari obyek konkret. Siswa/i telah bisa mengoperasikan software geometri Cabri 3D V2 dengan baik.
PELATIHAN PENGGUNAAN LMS BERDIFERENSIASI “SIAJAR” BAGI GURU SMA IT MISYKAT AL-ANWAR Oemi Noer Qomarijah; Safiil Maarif; Esty Saraswati Nur Hartiningrum; Muslimin; Slamet Boediono; Nurwiani; Rohmatul Umami
JP-MAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): JP-MAS: Volume 7 Nomor 1 Edisi Mei 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Jombang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/h17bfq82

Abstract

Pemahaman dan pemanfaatan teknologi nampaknya menjadi semakin penting dalam segala bidang, termasuk dunia pendidikan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah berpengaruh terhadap penggunaan alat-alat bantu mengajar di sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Media pembelajaran memfasilitasi hubungan antara pendidik dan siswa. Guru dapat menawarkan layanan kepada siswanya secara tidak langsung. SMA Islam Terpadu Misykat Al Anwar adalah satuan pendidikan dibawah naungan Dinas Pendidikan Propinsi jawa Timur. Pembelajaran di SMA Islam Terpadu Misykat Al Anwar menggunakan digital, siswa menggunakan laptop dan wifi. Seiring dengan perkembangan teknologi, semakin memudahkan siswa maupun guru untuk mengakses berbagai macam informasi. Seperti hal nya siswa, ketika proses pembelajaran yang memanfaatkan internet maka siswa dapat dengan mudah mencari jawaban dari soal yang diberikan guru di internet. Begitu juga saat ujian atau ulangan yang memanfaatkan teknologi internet, siswa juga dapat dengan mudah mencari jawabannya di internet. Selain itu, kinerja guru juga dituntut harus selalu siap administrasi sebelum melakukan pembelajaran misalnya modul ajar, penilaian dan lain-lain. Solusi yang ditawarkan yaitu  dengan melaksanakan kegiatan pelatihan Penggunaan LMS Berdiferensiasi “Siajar” Bagi Guru SMA IT Misykat Al-Anwar. Dengan tujuan setelah dilaksanakannya kegiatan ini, para guru dapat menggunakan LMS Siajar dalam proses pembelajaran maupun dalam kegiatan adminitrasi. Di kegiatan ini, guru-guru diajari cara menggunakan LMS Berdiferensiasi “Siajar”.  . Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian  dibagi menjadi 5 tahap yaitu (1) tahap persiapan : melakukan survey awal, perizinan, sosialisasi dan penentuan lokasi kegiatan; (2) tahap pelaksanaan kegiatan: kegiatan akan dilaksanakan di ruang pertemuan SMA IT Misykat Al-Anwar; (3) tahap evaluasi: Evaluasi kegiatan dilakukan selama proses pelatihan berlangsung; (4) tahap pendampingan: Pendampingan dilakukan hingga guru dapat menggunakan LMS Berdiferensiasi “Siajar” dengan lancar ; (5) tahap pelaporan. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian dapat dijelaskan bahwa Bapak/Ibu guru sangat antusias dalam praktek menggunakan LMS Berdiferensiasi “Siajar” . Selain itu, kinerja guru di LMS Berdiferensiasi “Siajar” dapat lebih tertata dengan baik sehingga guru menjadi lebih semangat lagi dalam mengajar karena sudah dapat menyiapkan perangkat pembelajaran dan menyimpanya dengan baik serta media pembelajaran juga sudah siap. Yang lebih penting lagi, peserta menjadi lebih semangat lagi dalam mengajar karena semua perangkat pembelajaran sudah ada di LMS Siajar.
PROSES BERPIKIR SISWA SD DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPEN ENDED PROBLEM PICTURE Esty Sarswati Nur Hartiningrum; Safiil Maarif; Rohmatul Umami; Medina Permata Dewi
CENDIKIA Vol 8 No 2 (2025): CENDEKIA
Publisher : IKIP PGRI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses berpikir merupakan penerimaan informasi (dari luar atau dalam siswa), pengelolaan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali informasi itu dari ingatan siswa. Sehingga proses berpikir merupakan suatu penerimaan sampai penggunaan kembali suatu informasi yang didapatkan tersebut. Keberhasilan dalam pemecahan masalah khususnya Open Ended tidak lepas dari proses berpikir. Open Ended merupakan pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara sehingga dapat melatih dan menumbuhkan ide, kreatif, kognitif yang tinggi, kritis, komunikasi-interaksi, sharing, keterbukaan dan sosialisasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Proses Berpikir siswa SD dalam Menyelesaikan Masalah Open Ended problem Picture berdasarkan Kemampuan Matematika. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yang digunakan adalah 3 orang siswa SDN Gadigmangu 2 Perak berdasarkan kemampuan matematika. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Gadigmangu 2 Perak Jombang pada tahun ajaran 2021/2022. Instrumen utama yaitu peneliti sedangkan instrumen pendukung berupa lembar tes dan lembar wawancara. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar tes dan wawancara. Pengecekan keabsahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi waktu. Teknis analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil dari proses berpikir subjek dengan kemampuan tinggi,sedang dan rendah memenuhi tahapan dari proses berpikir dan hasil penyelesaian dari Open Ended problem Picture subjek dengan kemampuan tinggi membuat 4 penyelesaian, kemampuan sedang 2 penyelesaian dan kemampuan rendah hanya mampu menuliskan 1 penyelesaian.
Penerapan Media Pembelajaran Padlet pada Pembelajaran Matematika Safiil Maarif; Rinjani Rosa Aprilia; Esty Saraswati Nur Hartiningrum
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 30 No. 2 (2024): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v30i2.442

Abstract

This research aims to describe the application of Padlet learning media in improving students' mathematics activities and learning outcomes in mathematics induction material for the 2022/2023 academic year. This type of research is classroom action research. The classroom action research design used in this research is a model developed by Kemmis and Mc Taggart. The research was carried out in 2 cycles, the first cycle consisting of 2 meetings and the second cycle consisting of 2 meetings. Researchers collected data by observation and tests. The subjects in this research were 33 class XI-MIPA 2 students at SMAN Bandarkedungmulyo, consisting of 11 male students and 22 female students for the 2022/2023 academic year. Based on the results of research in Cycles I and II, it was seen that student activity increased from 62% with fairly good criteria in cycle I to 86% with very good criteria in cycle II and the average student learning achievement test was 48.75 with a classical percentage of 21 % in cycle I was 80.71 with a classical percentage of 78% in cycle II. In Cycle II, student activities have reached the success criteria and student results have reached ≥76% classically, so by implementing Padlet learning media you can increase student activity and student learning outcomes.
Efektifitas Media Pembelajaran Articulate Storyline 3 Pada Pembelajaran Matematika Maarif, Safiil; Kholifah, Siti; Saraswati Nur Hartiningrum, Esty
Cartesian: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2025): Cartesian Vol. 5 No. 1 November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FIP UNHASY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/cartesian.v5i1.8854

Abstract

Proses pembelajaran memiliki banyak faktor yang dapat mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran salah satunya yaitu media pembelajaran. Dengan media pembelajaran, guru dapat menciptakan berbagai situasi kelas yang diinginkan, dan menciptakan suasana belajar yang kondusif diantara siswa. Media pembelajaran dapat dideskripsikan sebagai alat yang memuat informasi atau pesan instruksional dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Oleh sebab itu, media pembelajaran dirancang sebaik mungkin agar siswa dapat mencerna dan memahami materi yang diberikan. Media pembelajaran berbasis IT yaitu segala media pembelajaran yang memanfaakan teknologi dalam proses pembuatannya. Dalam penelitian ini, pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode tes. Instrumen penelitiannya berupa lembar tes hasil belajar yang berupa 5 soal uraian dengan nilai maksimal 100. Berdasarkan hasil analisis hipotesis uji T dengan menggunakan program SPSS for windows versi 26 pada data tes hasil belajar kelompok kontrol dan eksperimen diperoleh nilai Sig. (2-tailed) = 0,010. Dasar pengambilan keputusan adalah H0 diterima, jika nilai Sig > 0,05 karena nilai Sig. (2- tailed) sebesar 0,010 berarti Sig. (2- tailed) = 0,010 < 0,05 maka H0 ditolak dengan kata lain H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 1 Diwek dengan dan tanpa menggunakan media pembelajaran Articulate Storyline 3. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Articulate Storyline 3 efektif digunakan dalam pembelajaran matematika.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH OPEN ENDED BERDASARKAN METODE NEWMAN FAYAKUN MA'RIFAH; HARTININGRUM, ESTY SARAWATI NUR; SAFIIL MAARIF; RIRIN FEBRIYANTI
Edumath : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 17 No 4 (2025): Volume 17 Nomor 4 Nopember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/0p6pvz82

Abstract

Matematika adalah abstrak, sifat abstrak inilah yang menjadi penyebab banyak siswa mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah matematika. Kesulitan yang dialami siswa inilah yang memungkinkan terjadinya kesalahan ketika siswa menjawab soal khususnya pada soal cerita open ended. Kesalahan siswa tersebut perlu adanya analisis untuk mengetahui kesalahan apa saja yang banyak dilakukan dan mengapa kesalahan tersebut dilakukan siswa. Melalui analisis kesalahan. Metode yang digunakan untuk menganalisis kesalahan siswa yaitu dengan menggunakan Metode Newman yaitu: (1) tahapan membaca, (2) tahapan memahami, (3) tahapan transformasi, (4) tahapan keterampilan proses, dan (5) tahapan penulisan jawaban. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan jenis kesalahan yang dilakukan siswa berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah siswa kelas VIII SMP Negeri Bandarkedungmulyo dalam menyelesaikan masalah open ended Sistem Persamaan Linier Dua Variabel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar tes dan pedoman wawancara. Keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi teknik. Dalam mengerjakan soal open ended subjek mengalami kesalahan. Subjek berkemampuan tinggi mengalami kesalahan dalam keterampilan proses yaitu salah dalam proses perhitungan, dan kesalahan penulisan jawaban yaitu subjek salah dalam menentukan jawaban akhir. Subjek berkemampuan sedang mengalami kesalahan transformasi, yaitu tidak dapat mengubah suatu informasi kedalam bentuk persamaan linier dua variabel serta menentukan prosedur yang digunakan untuk menyelesaikan soal, kesalahan keterampilan proses, yaitu tidak menuliskan langkah-langkah dengan lengkap dan benar, dan kesalahan penulisan jawaban, yaitu tidak mendapatkan jawaban akhir dengan benar. Subjek berkemampuan rendah mengalami kesalahan memahami, yaitu tidak bisa menentukan apa yang diketahui dari soal, kesalahan transformasi yaitu tidak dapat mengubah suatu informasi kedalam bentuk persamaan linier dua variabel serta salah dalam menentukan prosedur yang digunakan untuk menyelesaikan soal, kesalahan keterampilan proses yaitu tidak menuliskan langkah-langkah dengan lengkap dan benar, dan kesalahan penulisan jawaban yaitu tidak mendapatkan jawaban akhir dengan benar.  
Pelatihan Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebagai Upaya Mengembangkan Kompetensi Guru di MTsN 15 Jombang Syarifatul Maf'ulah; Esty Saraswati Nur Hartiningrum; Safiil Maarif
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 3 No. 3 (2023): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkmi.v3i3.1496

Abstract

This service partner is a teacher at MTsN 15 Jombang. Teachers are required to develop teacher professionalism. One way is to carry out Classroom Action Research (CAR) which aims to improve the quality of learning in the classroom and can be used to fulfill the requirements for submitting promotions in continuous professional development. However, the problems faced by partners are: partners do not really understand about CAR, how to prepare CAR proposals, and implement them. Therefore, the service team carried out training on preparing CAR proposals for teachers at MTsN 15 Jombang. The implementation method through several stages. The preparation stage includes; initial observation, carrying out licensing, coordinating with partners, and compiling training materials. The implementation phase, explaining in theory about CAR each participant experienced an increase in score from pretest to posttest, (2) at least 80% of participants received a minimum score of 80. The result of the activity was that 11 teachers of MTsN 15 Jombang participated in the training. This training begins with a pretest, then provides training, and ends with a posttest. The training was held on May 8, 2023. During the training, the volunteer explained about CAR in theory, namely related to the definitions, characteristics, objectives, CAR procedures, and the systematics of preparing CAR proposals. The training was held from 8 to 20 May 2023 namely; giving pretests, providing training materials, giving posttests, and practicing making proposals. The presentation of the material was carried out on May 8 2023, while the assistance in preparing PTK proposals was carried out from May 9 to 20 2023. The pretest and posttest results showed that the average PTK training participant's pretest score was 34.1, while the average pretest score of CAR training participants was 94.5. Based on data from the pretest and posttest results, each participant experienced an increase in score from pretest to posttest and 100% of participants received a minimum score of 80, (3) at least 50% of the participants are in the process of compiling a proposal.