Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV MELALUI PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK Aris Aji, Desy Suluh Hendrawati; Hartiningrum, Esty Saraswati Nur
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Conference on Research and Community Services)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Piaget menyatakan bahwa usia SD dalam proses belajar dalam tahap kegitan fisik dengan melalui benda konkrit. Matematika yang ada pada hakekatnya merupakan suatu ilmu yang cara berpikirnya masih pada tahap operasi konkret, harus diberikan kepada siswa sejak SD. Pada siswa kelas IV SDN Daditunggalmasalah yang ada siswa saat diberi tugas guru, sebagian besar masih bingung dalam memecahkan masalah yang diberikan jika tidak sama persis dengan contoh yang diberikan oleh guru, kesulitan siswa terlihat  dari lamanya waktu mengerjakan soal.Salah satu solusi untuk mengatasi masalah di atas adalah dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR) yaitu pendekatan pembelajaran matematika yang merubah  dari abstrak menjadi konkret bagi siswa. Tujuan Penelitian ini  untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Daditunggal.Jenis penelitian ini adalah  Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan dua siklus. Satu siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Metode pengumpulan data adalah metode observasi dan tes. Validasi instrumen dilakukan oleh validator ahli yaitu dosen matematika. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Daditunggal Ploso Jombang yang terdiri dari 34 siswa. Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I dan II terlihat peningkatan aktivitas siswa pada siklus I sebesar 68,81% dengan kriteria cukup baik (C) pada siklus II menjadi 89,83% dengan kriteria sangat baik (A). Ketuntasan hasil belajar siswa siklus I sebesar 68% dengan rata-rata 74,76 dan siklus II sebesar 91% dengan rata-rata 86,38.Pada siklus II telah tercapai kriteria keberhasilan yaitu aktivitas siswa dan hasil belajar siswa mencapai ≥ 76% secara klasikal maka dengan pendekatan PMR dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa..
ANALYSIS OF STUDENT'S MATHEMATIC CONNECTION BASED ON MATHEMATICS ABILITY HARTININGRUM, ESTY SARASWATI NUR
JURNAL LEMMA Vol 8, No 1 (2021): Lemma: Letters Of Mathematics Education
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jl.2021.v8i1.5311

Abstract

One of the components that need to be developed to train students to think better is to develop the ability of students to connect the problems obtained not only in mathematics material or in the application of daily life, students must also be able to connect with other sciences related to mathematics, this is called mathematical connection. This ability can be known after students complete a written connection ability test, the questions used are short story questions about quadratic equations. The subjects taken were students with high, medium and low abilities from class XI MA Al-Ihsan students. The researcher uses descriptive qualitative to support this research. Subjects were given a connection test and analyzed to determine the consistency of the subject's answers using time triangulation and paying attention to mathematical connection indicators. Interviews were used to complete the subject's answers when they were not written and to clarify the connection results of each subject. The results of the study show that subjects with high abilities can meet all three existing indicators, for moderate subjects only get two indicators and low only relate to mathematical material so that only one indicator is met.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Kancing Gemerincing terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XI SMK Telekomunikasi Peterongan Jombang Esty Saraswati Nur Hartiningrum
Suska Journal of mathematics Education Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sjme.v3i1.3220

Abstract

A learning model that applied last year is not necessarily able to successfully applied in this year or in subsequent years. Similarly, learning models applied this year, may not work in the next year. To that end, the teacher must really know the development of students' thinking ability and readiness of cooperative learning techniques based karakteristiknya.Model studs jingling a learning model that can be used for learning can be managed in accordance with its intended purpose. The purpose of this research is to knowing any or no a dump of cooperative learning using talking chips technique of study result the students of Math. Based on result of research, the mean of experiment class is obtain 86 and the mean of experiment class is obtain 71,07. Based test of hipotesis get sig = 0,000, so sig <  that mean Horefused dan H1 recived. Conclusion that any effect of cooperative learning using talking chips technique of study result the students of Math in statistica material
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE Esty Saraswati Nur Hartiningrum; Irvan Pungky Nugroho
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v8i2.9142

Abstract

Penelitian bertujuan peningkatan aktivitas guru dan peserta didik dan hasil belajar matematika peserta didik,menggunakan model pembelajaran kooperatif  tipe Think Pair Share yang mengaktifkan peserta didik dalam berfikir,berpasangan dan berbagi dengan peserta didik lainnya serta menggunakan alat peraga diagram venn. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan secara kolaboratif. Subjeknya adalah peserta didik kelas VII C SMP ISLAM Mbah Bolong Diwek dengan jumlah sebanyak 26 peserta didik,dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2019/2020. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi dan tes. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi lembar tes hasil belajar. Hasil penelitian aktivitas guru dalam seluruh aspek mencapai 70 % dan meningkat pada siklus II menjadi 90 %. Rata-rata persentase aktivitas peserta didik dalam seluruh aspek mencapai 72,05% dan meningkat pada siklus II menjadi 81,79%. Hasil belajar peserta didik menunjukkan rata-rata sebesar 61,92% dan meningkat pada siklus II menjadi 82,11% dengan ketuntasan klasikal 46,15% dan meningkat pada siklus II menjadi 84,61%. Disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif Think Pair Share dengan alat peraga diagram venn dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika peserta didik kelas VII C SMP ISLAM Mbah Bolong Diwek. Kata kunci : Think Pair Share, Aktivitas Peserta Didik, Hasil Belajar Abstract : This study aims to increase the activities of teachers and students and students' mathematics learning outcomes, using the Think Pair Share type cooperative learning model which enables students to think, pair and share with other students and use venn diagram props. This research is a Classroom Action Research conducted collaboratively. The subjects were class VII C students of SMP ISLAM Mbah Bolong Diwek with a total of 26 students, carried out in the odd semester of the 2019/2020 school year. The data collection methods used were observation and test methods. The research instrument used was the observation sheet learning outcome test sheet. The results of research on teacher activity in all aspects reached 70% and increased in cycle II to 90%. The average percentage of student activity in all aspects reached 72.05% and increased in the second cycle to 81.79%. The learning outcomes of students showed an average of 61.92% and increased in cycle II to 82.11% with 46.15% classical completeness and increased in cycle II to 84.61%. It is concluded that learning using the Think Pair Share cooperative learning model with Venn diagram props can improve the activity and learning outcomes of class VII C students of SMP ISLAM Mbah Bolong Diwek. Keywords: Think Pair Share, Student Activities, Learning Outcomes
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR Esty Saraswati Nur Hartiningrum; Yulia Anggraini; . Anzora
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesulitan belajar siswa dapat diidentifikasi melalui kesalahan-kesalahan siswa dalam menjawab soal. Ada banyak cara untuk menganalisis kesalahan atau kesulitan menyelesaikan masalah matematika. Prosedur Pemecahan masalah yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berdasarkan Teori Pemecahan Polya.  Langkah – langkah pemecahan masalah polya yaitu memahami masalah  (understanding the problem), menyusun rencana penyelesaian (devising a plan), melaksanakan rencana penyelesaian (carrying out plan) dan memeriksa hasil yang diperoleh (looking back). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan siswa kelas VIII SMP Islam Al Ummah yang berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah dalam menyelesaikan masalah matematika Bangun Ruang Sisi Datar Balok. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah 3 siswa dari kelas VIII SMP Islam Al-Ummah yaitu 1 siswa berkemampuan matematika tinggi 1 siswa berkemampuan matematika sedang dan 1 siswa berkemampuan matematika rendah. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes dan wawancara. Peneliti menggunakan triangulasi waktu dan teknik analisis  data, penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil bahwa kesulitan siswa berkemampuan tinggi dalam menyelesaikan masalah matematika pada kesulitan melaksanakan rencana penyelesaian  secara lisan dan tertulis, siswa berkemampuan tinggi kesulitan memeriksa hasil yang diperoleh, siswa berkemampuan tinggi tidak mampu  memeriksa dan menceritakan kembali secara urut langkah dan jawaban penyelesaian. Kesulitan siswa berkemampuan sedang dan rendah dalam menyelesaikan masalah matematika tidak mampu menyatakan apa yang ditanyakan dalam soal, tidak mampu merencanakan rumus dan operasi matematika yang akan digunakan dan menceritakan kembali dengan lengkap mengenai rumus dan operasi matematika yang digunakan dalam penyelesaian soal tersebut, dan tidak mampu  memeriksa dan menceritakan kembali secara urut langkah dan jawaban penyelesaian.
PROFIL KEMAMPUAN PESERTA DIDIK DENGAN TINGKAT DISPOSISI MATEMATIS DALAM MENYELESAIKAN TUGAS PRE-SOLUTION POSING Esty Saraswati Nur Hartiningrum; Hilda Rahmawati Afasma
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengajuan soal memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan siswa untuk memecahkan masalah, untuk membantu siswa dalam memahami soal dapat dilakukan dengan menulis kembali soal dengan kata-kata sendiri, menulis soal dalam bentuk lain atau dalam bentuk yang operasional. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif yang memiliki tujuan penelitian untuk mendeskripsikan kemampuan peserta didik dengan tingkat disposisi matematis dalam menyelesaikan tugas pre-solution posing. Pemilihan subjek penelitian melalui angket yang diisi melalui google form oleh peserta didik kelas 8E SMP N 1 Mojoagung. Pengambilan data didapatkan dari hasil tugas pengajuan soal serta wawancara yang dilaksakan sebanyak dua kali. Validasi data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang memiliki tingkat disposisi matematis rendah dapat mengajukan dua soal. Peserta didik yang memiliki tingkat disposisi matematis sedang dapat mengajukan tiga soal. Peserta didik dengan tingkat disposisi matematis tinggi dapat mengajukan lima soal. 
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER Diyah Agustin Ratnasari; Esty Saraswati Nur Hartiningrum; Risy Mawardati
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa bergender maskulin, feminim dan androgini dalam menyelesaikan soal SPLDV. Jenis penelitian ini adalah deskripstif kualitatif. Subjek penelitian adalah 3 siswa kelas X SMK Negeri 3 Jombang yaitu 1 siswa berkemampuan tinggi bergender maskulin, 1 siswa berkemampuan tinggi bergender feminim dan 1 siswa berkemampuan tinggi bergender androgini. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes, wawancara dan angket. Penelitian menggunakan triangulasi waktu dan teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil bahwa kesalahan siswa bergender maskulin yaitu kesalahan transformasi, kesalahan keterampilan proses, dan kesalahan penulisan jawaban akhir. Kesalahan siswa bergender feminim yaitu kesalahan memahami, kesalahan keterampilan proses dan kesalahan penulisan jawaban akhir. Kesalahan siswa bergender andorgini yaitu kesalahan memahami, kesalahan transformasi, kesalahan keterampilan proses dan kesalahan penulisan jawaban akhir.
MATHEMATICS PROPS PROJECT (Pelatihan Peserta Didik dalam Menggunakan Media Pembelajaran Elektronik Geogebra dan Geometers Sketchpad) Safiil Maarif; Esty Saraswati Nur Hartiningrum
Community Education Engagement Journal Vol. 1 No. 2 (2020): April
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ceej.v1i2.4778

Abstract

Matematika merupakan ilmu yang cara bernalarnya deduktif formal dan abstrak, harus diberikan kepada anak-anak sejak Sekolah Dasar (SD) yang cara berpikirnya masih dalam tahap operasi konkrit, kita perlu berhati-hati dalam menanamkan konsep-konsep matematika tersebut. Begitu juga dengan siswa SMP, beberapa dari mereka juga masih dalam tahap operasi konkrit. Tidak sedikit guru matematika mengalami kesulitan ketika menjelaskan matematika ke siswa SMP sedemikian hingga siswa SMP mudah memahami materi yang diajarkan tanpa menggunakan alat peraga. Kebanyakan siswa SMP sulit memahami materi matematika yang disampaikan oleh guru jika guru tersebut tidak menggunakan alat peraga. Hal serupa juga dialami oleh siswa-siswi MTs Al-Hikmah Janti Jogoroto Jombang. Siswa-siswi di MTs tersebut banyak yang mengalami kesulitan dalam memahami matematika. Salah satu cara Alternatif yang dapat digunakan untuk membuat siswa mudah memahami matematika adalah dengan menggunakan media pembelajaran baik media pembelajaran yang manual maupun yang elektronik. Di era industry 4.0, telah banyak sekali media pembelajaran elektronik yang berhubungan dengan matematika. Contohnya Geogebra, Geometre Sketpath, Wingeom, Winplot dan lain sebagainya. Oleh karena itu, untuk membantu siswa MTs Al-Hikmah dalam memahami matematika maka penulis mencoba membantu memberikan solusi melalui pelatihan penggunaan media pembelajaran elektronik 2G2W (Geogebra, Geometre Sketpath, Wingeom, Winplot). Kegiatan yang telah dilakukan Adalah pelatihan menggunakan software geogebra dan geometers sketchpad. Selanjutnya program PKM ini dilanjutkan dengan pelatihan menggunakan software wingeom dan winplot serta membuat artikel ilmiah yang akan diterbitkan pada jurnal ilmiah tak terakreditasi
Pemanfaatan Media Mistar Hitung Untuk Melatih Operasi Hitung Bilangan Bulat Pada Siswa MI-Al Hikmah Janti Jogoroto Esty Saraswati Nur Hartiningrum; Safiil Maarif
Community Education Engagement Journal Vol. 2 No. 2 (2021): April
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ceej.v2i2.6445

Abstract

Berhitung merupakan bagian dari pelajaran matematika, dasar.operasi hitung terdiri dari penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Untuk membantu siswa memahami siswa dalam berhitung pada operasi penjumlahan dan pengurangan dapat menggunakan alat bantu yaitu dengan alat peraga M-Count. Alat peraga M-count ini mempunyai kelebihan yaitu selain memperlihatkan secara langsung konsep penjumlahan, bisa menarik minat siswa untuk belajar matematika karena alat peraga ini siswa bisa bermain sekaligus belajar sehingga siswa tidak merasa jenuh atau bosan. Progam kemitraan pengabdian bertujuan untuk menambah wawasan kepada siswa tentang alat peraga matematika untuk mempermudah dalam mempelajari matematika. Untuk itu sasaran yang dipilih adalah materi yang membutuhkan alat peraga untuk mempermudah dalam mejalaskan konsep matematika yang bersifat abstrak. Siswa yang dipilih adalah siswa pada MI Al-Hikmah Janti Kelas IV. Pendampingan dan Pelatihan diberikan sampai siswa dapat mengoperasikan M-count. Pelatihan difokuskan pada pemberian motivasi, pemberian materi matematika sehingga pembelajaran menjadi menarik dan menyenagkan., tim PKM akan mendemonstrasikan sedikit tentang cara menggunakan alat peraga. Siswa praktek langsung menggunakan alat peraga mista hitung. Ketercapaian pengabdian ini adalah siswa dapat menggunakan M-count dan dapat menyelesaikan operasi bilngan bulat pada tahap menjumlahkan dan mengurangkan. Siswa merasa senang adanya pengenalan alat peraga M-Count karena mempermudah dalam penyelesaian tugas yang diberikan oleh guru.
Pelatihan Daur Ulang Sampah menjadi Produk Bernilai Guna Syarifatul Maf’ulah; Esty Saraswati Nur Hartiningrum; Salsabila Rahmadania Susamto
UN PENMAS (Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri) Vol 1 No 1 (2021): UN PENMAS Vol 1 No 1
Publisher : LPPM Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.082 KB) | DOI: 10.29138/un-penmas.v1i1.1586

Abstract

Sampah merupakan masalah yang masih dihadapi oleh masyarakat, banyaknya sampah yang ada disekitar membuatn berbagai maslaah dilingkungan masyarakat contohnya banjir, polusi udara dari sampah yang dibakar dan lain sebagainya. Setiap tahun jumlah sampah yang ada semakin meningkat. Kesadaran masyarakat terhadap permasalahan ini terbilang masih kurang. Sampah paling banyak berasal dari sampah rumah tangga, baik sampah oraganik maupun nonorganik. Metode yang digunakan pada kegiatan ini diawalai dengan melakukan observasi untuk mengetahui permasalah secara detail, selanjutnya dilaksanakan penyusunan program berdasarkan hasil observasi. Program yang disusun adalah sosialisasi mengenai daur ulang sampah, pembuatan contoh produk daur ulang sampah dan pelatihan daur ulang sampah. Kegiatan pelatihan daur ulang sampah akan dibagi menjadi dua jenis pelatihan, pelatihan yang pertama pembuatan tas dari bungkus kopi dan pelatihan yang kedua pembuatan tempat alat tulis dari kertas bekas. Setelah melakukan penyusunan program dilakukan penyebaran informasi kepada masyarakat terkait akan dilaksanakannya kegiatan tersebut. Kemudian melakukan kegiatan dengan tetap menjaga protokol kesahatan mengingat kondisi pandemi sekarang ini. Kegiatan sosialisasi dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan terutama masalah mengenai sampah. Kegiatan pelatihan yang pertama adalah pelatihan pembuatan tas dari bungkus kopi dapat menambah pengetahuan masyarakat bahwa bungkus kopi yang merupakan sampah dapat dijadikan sebagai tas, dengan mengetahui cara membuat kerajinan dari sampah daur ulang melalui kegiatan pelatihan dapat membantu mengisi waktu luang dan menghilangkan rasa bosan ditengah pandemi sekarang ini, tidak hanya mengisi waktu luang tetapi dapat menambah pemasukan nantinya. Kegiatan pelatihan yang kedua menunjukkan contoh produk dari daur ulang sampah, dapat mengingatkan anak-anak TPQ untuk tetap menjaga lingkungan, memberitahukan bahwa sampah dapat didaur ulang menjadi berbagai kerajinan atau barang yang menarik dan bermanfaat. Kegiatan ini juga dapat menumbuhkan kesadaran anak-anak terhadap lingkungan sejak dini.