Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PEMANFAATAN GARAM BERBASIS CaCl2 SEBAGAI HEAT STORAGE UNTUK SUMBER ENERGI TERMAL PADA TERMOELEKTRIK KONVERTER Poerwadi, Bambang; Pratama, Dhanang Edy; Aprilia, Vivi Anita; Puspitasari, Diah Agustina; Supriyono, Supriyono
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.961 KB) | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2017.001.01.02

Abstract

Thermo Electric Converter (TEC) adalah peralatan pengkonversi energi panas menjadi listrik berdasarkan aliran elektron yang disebabkan oleh perbedaan suhu. Untuk dapat memanfaatkan panas matahari secara kontinyu, maka diperlukan material yang dapat menyerap dan menyimpan panas matahari. Penelitian ini menggunakan garam CaCl2.4H2O sebagai material penyerap dan penyimpan panas matahari. Garam CaCl2.4H2O merupakan material latent heat storage yang memiliki prinsip perubahan fase saat menyerap atau melepaskan panas. Penelitian ini terbagi menjadi 2 tahap, yaitu uji laboratorium dan uji lapangan. Pada uji laboratorium sumber panas menggunakan pemanas listrik yang memanaskan garam hingga temperatur 120oC. Uji ini dilakukan pada fraksi 60%, 70%, dan 80% volume wadah. Fraksi garam yang optimum kemudian digunakan untuk uji lapangan, dimana alat diuji untuk mengetahui seberapa besar efektivitas alat pada sinar matahari langsung antara pukul 07.00 hingga 13.00. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah garam dengan fraksi 60% volume wadah merupakan fraksi yang paling optimum. Fraksi tersebut mampu menerima dan melepas panas, dan menghasilkan listrik paling besar dibandingkan dengan fraksi lain. Pengujian lapangan terhadap fraksi 60% memberi hasil bahwa alat ini mampu menyimpan panas matahari dan mengkonversinya menjadi listrik 19,1 Watt pada pengujian laboratorium dan 0,3 Watt pada pengujian lapang pada jam 12.00 WIB.
PELATIHAN ECO-PRINT DENGAN MEMANFAATKAN RANTING MANGROVE Rhizophora mucronata SEBAGAI PEWARNA ALAMI DI POKLAHSAR SUMBER REJEKI, NGULING, PASURUAN puspitasari, yunita eka; Puspitasari, Diah Agustina; Iyati, Wasiska; Sari, Mariyana; Putra, Aditya Pratama; Kamila, Virda; Sumarto, Tria Are; Gaol, Nanda Lumban; Nugroho, Pradipta Widyo; Rahmadhana, Anitsa
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2339

Abstract

Ranting mangrove Rhizophora mucronata yang jatuh di area mangrove Desa Penunggul, Nguling Pasuruan hanya dibiarkan saja dan tidak dimanfaatkan lebih lanjut, meskipun diketahui ranting tersebut mengandung tannin sebesar 30% yang berpotensi digunakan sebagai bahan pewarna alami tekstil. Dalam rangka meningkatkan nilai ekonomi dari mangrove maka ranting mangrove di manfaatkan sebagai zat pewarna alami untuk kain eco print. Eco-print merupakan teknik pewarnaan dengan memanfaatkan bahan-bahan dari bagian tumbuhan yang mengandung tanin tinggi. Kegiatan pelatihan ini ditujukan untuk melatih wanita istri nelayan yang tergabung di Poklahsar Sumber Rejeki Nguling untuk membuat eco-print dengan memanfaatkan ranting daun bakau R. mucronata sebagai pewarna alami, serta menggunakan tanaman seperti daun mangrove, ranting cemara, daun jarak yang dapat ditemui dengan mudah disekitar area mangrove sebagai motif eco-print. Pelatihan ini juga bertujuan untuk mendukung Desa Penunggul sebagai desa wisata bahari Penunggul, sehingga eco-print ini menjadi salah satu produk buah tangan yang khas dari desa tersebut. Metode kegiatan pengabdian masyarakat adalah kegiatan focus group discussion (FGD), participant learning center (PCL) melalui pelatihan dan pendampingan setelah diadakan pelatihan. Berdasarkan kuisioner yang dikumpulkan selama pelatihan dan pendampingan menunjukkan bahwa wanita istri nelayan memiliki minat yang cukup baik untuk melanjutkan produksi eco-print dengan memanfaatkan ranting tanaman bakau R. mucronata sebagai pewarna alami. Hal ini disebabkan oleh mudahnya bahan yang mudah ditemukan disekitar sehingga menekan biaya produksi, selain itu teknik eco-print lebih mudah diaplikasikan dibandingkan teknik pewarnaan tekstil yang lain. Meskipun kelompok wanita ini memproduksi kain eco print dengan modal yang masih terbatas, tetapi mereka sudah sangat terampil dalam mengkombinasikan warna serta mengembangkan produksi kain eco print tidak hanya sebagai pashmina eco-print namun juga sebagai pakaian serta menjual produk tersebut pada toko online.
PELATIHAN PEMBUATAN ECO-PRINT DARI PEWARNA ALAMI LIMBAH TEPUNG BUAH MANGROVE Rhizophora mucronata DI POKLAHSAR SUMBER REJEKI, NGULING, PASURUAN PUSPITASARI, YUNITA EKA; Puspitasari, Diah Agustina; Sari, Mariyana; Nugroho, Pradipta Widyo; Rahmadhana, Anitsa; Hamijaya, Prasis Damai Nursyam
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 7 No. 3 (2023): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v7i3.7767

Abstract

Selama ini, buah Rhizophora mucronata telah dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar mangrove Desa Penunggul, Nguling, Pasuruan khususnya Poklahsar Sumber Rejeki sebagai bahan baku pembuatan tepung buah mangrove. Hasil samping dari proses penepungan buah mangrove adalah air berwarna coklat dari perendaman buah mangrove. Hasil samping ini yang digunakan sebagai bahan pewarna dalam pembuatan mangrove eco-print. Teknik eco-print ini diperkenalkan kepada Poklahsar Sumber Rejeki sebab teknik ini lebih mudah untuk dilakukan oleh orang yang masih awam serta lebih ramah lingkungan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan nilai tambah hasil samping pengolahan tepung buah R. mucronata serta ketrampilan kelompok wanita Poklahsar Sumber Rejeki. Metode kegiatan pengabdian masyarakat adalah kegiatan focus group discussion (FGD), participant learning center (PCL) melalui pelatihan dan participatory action (PA) pendampingan pasca pelatihan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa kelompok Poklahsar Sumber Rejeki memiliki minat yang cukup tinggi dalam kegiatan pelatihan tersebut dan memiliki keinginan untuk bisa memproduksi mangrove eco-print serta memanfaatkan air rendaman buah mangrove sebagai bahan pewarna alami, sebab lebih mudah dilakukan dan tidak membutuhkan biaya yang mahal. Dengan harapan, mangrove eco-print mangrove dapat digunakan sebagai buah tangan dari mangrove Desa Penunggul, Pasuruan.
PENGEMBANGAN MOTIF ECOPRINT DAN PEMANFAATAN RANTING RHIZOPHORA MUCRONATA SEBAGAI PEWARNA ALAMI DI POKLAHSAR SUMBER REJEKI, NGULING, PASURUAN, JAWA TIMUR Puspitasari, Yunita Eka; Puspitasari, Diah Agustina; Iyati, Wasiska; Putra, Aditya Pratama; Kamila, Virda; Sumarto, Tria Are; Gaol, Nanda Lumban; Rahayu, Agustina
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i1.2259

Abstract

Buah Rhizophora mucronata sudah dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Penunggul untuk bahan baku keripik mangrove. Berbeda halnya dengan ranting mangrove masih jarang dimanfaatkan secara optimal. Ranting mangrove ini dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami ecoprint karena mengandung tanin yang menghasilkan warna coklat. Teknik ecoprint pada pembuatan pashmina ini diaplikasikan di Poklahsar Sumber Rejeki, Nguling, Pasuruan, Jawa Timur karena pembuatannya relatif mudah dan tidak memerlukan peralatan yang kompleks. Namun terdapat tantangan, dimana salah satu ciri ecoprint adalah pengaturan daun yang digunakan dalam proses ecoprint terlihat acak. Sehingga tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk mengembangkan motif ecoprint yang lebih terstruktur serta memanfaatkan pewarna alami dari ranting mangrove dan menambah keterampilan kelompok Poklahsar Sumber Rejeki. Metode kegiatan ini adalah focus group discussion (FGD), participant learning center (PCL), participatory action (PA). Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pengembangan motif pada ecoprint memberikan dampak positif terhadap kualitas estetika produk. Kelompok Poklahsar Sumber Rejeki sangat berantusias dalam pembuatan ecoprint dengan memanfaatkan ranting mangrove sebagai pewarna alami. Ecoprint yang telah dibuat nantinya dapat dijadikan sebagai produk oleh-oleh khas Desa Wisata Mangrove Penunggul.
Integrasi Proses Sentrifugasi-Elektrokoagulasi sebagai Inovasi Pemurnian Biodiesel Minyak Jelantah bagi Siswa Fauziyah, Mar’atul; Kartikowati, Christina Wahyu; Puspitasari, Diah Agustina; Hidayati, A.S. Dwi Saptati Nur; Juliananda, Juliananda; Yulaichah, Siti
Bahasa Indonesia Vol 22 No 03 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.223.7

Abstract

The utilization of waste cooking oil as a biodiesel feedstock provides a dual benefit, reducing household waste and offering an alternative renewable energy sources. However, biodiesel produced from waste cooking oil via transesterification often contains impurities such as glycerol, soap, and residual catalyst, which can degrade its quality. This community service activity aimed to introduce an innovative biodiesel purification method by integrating centrifugation and electrocoagulation processes to students of the Industrial Chemical Engineering program at SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Centrifugation was employed to accelerate the separation of biodiesel and glycerol phases, while electrocoagulation effectively and efficiently precipitated dissolved impurities. This integrated process produced a shorter purification time up to 60% faster compared to conventional wet and dry washing methods and resulted in a clearer and more stable biodiesel product. The training was conducted through hands-on laboratory sessions, actively involving students in material preparation, equipment operation, and result evaluation. The learning outcomes showed a significant improvement, with the average student score increasing up to 63%. Furthermore, the program provided added value for the partner school by increasing students’ knowledge of renewable energy, improving their skills in operating laboratory equipment, and offering a project-based learning experience that supports the vocational curriculum. This activity demonstrates a tangible contribution to strengthening vocational competencies and presents a purification approach with strong potential for replication in other vocational schools.   Abstrak Pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku biodiesel merupakan salah satu solusi pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus sebagai alternatif energi terbarukan. Namun, biodiesel hasil transesterifikasi minyak jelantah ini seringkali mengandung banyak pengotor berupa gliserol, sabun, dan sisa katalis yang dapat menurunkan kualitas biodiesel. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan inovasi pemurnian biodiesel melalui integrasi proses sentrifugasi dan elektrokoagulasi kepada siswa keahlian teknik kimia industri di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Proses sentrifugasi dilakukan guna mempercepat pemisahan fase biodiesel dan gliserol, sedangkan elektrokoagulasi untuk mengendapkan pengotor terlarut secara lebih efektif dan efisien. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan metode ini mampu menurunkan waktu pemurnian hingga 60% dibandingkan metode wet dan dry washing konvensional, serta menghasilkan biodiesel yang lebih jernih dengan tingkat kestabilan fase yang lebih baik. Pelatihan dilakukan secara praktik di laboratorium SMK dengan melibatkan siswa secara aktif dalam persiapan bahan, pengoperasian alat, dan evaluasi hasil, sehingga rata-rata nilai pemahaman siswa meningkat 63% setelah pelatihan. Kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi mitra, berupa peningkatan pengetahuan tentang energi terbarukan, keterampilan laboratorium, dan pengalaman pembelajaran berbasis proyek yang relevan dengan kebutuhan industri. Metode pemurnian terintegrasi ini juga berpotensi direplikasi di sekolah kejuruan lain sebagai model pembelajaran vokasi berbasis teknologi terapan.
Preparation of Cultural Tourism Website for Sumberawan Sites Based on Participatory Action Research Method Titisari, Ema Yunita; Wulandari, Lisa Dwi Wulandari; Asikin, Damayanti; Adhitama, Muhammad Satya; Anggraeni, Mustika; Wijaya, I Nyoman Suluh; Asmaranto, Runi; Suryo, Eko Andi; Puspitasari, Diah Agustina
TEKAD : Teknik Mengabdi Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.tekad.2026.05.2.2

Abstract

The Sumberawan site in Toyomarto Village, Singosari District, Malang Regency, is one of the local cultural heritage that has high potential in the development of historical and cultural-based tourism so that it becomes one of the objects offered in the Sumberawan Village tourism program, in this case Pokdarwis Dewi Amerta Sumberawan. The limitation of digital promotional media and technological literacy is one of the obstacles in the development of sustainable tourism programs. The Community Service Program (PKM) aims to compile the Sumberawan Site Cultural Tourism website which functions as a digital-based information, education, and tourism promotion platform. With the Participatory Action Research (PAR) approach, this activity involves active community participation, starting from cultural mapping, content collection, to website management training. The digital data developed includes historical assets, tangible and intangible cultures, and local creative economy products. This website is designed using the WordPress CMS platform with an interface that is easy for the community to manage. The results of the activity are in the form of a website as a means of promotion and cultural education, containing village profiles, tourist attractions, choice of tour types and bookings, as well as information and news about Toyomarto Village. The implementation of the PAR model and the use of digital technology, in this activity, are part of an effort to build a foundation for the sustainability of community-based tourism management.
Integrated Water Conservation Education through a Participatory Approach at SMP Negeri 11 Malang Andawayanti, Ussy; Asmaranto, Runi; Wijatmiko, Indradi; Sajali, M. Amar; Lufira, Rahmah Dara; Purnami; Puspitasari, Diah Agustina; Oktavianty, Oke; Arifianto, Shevananda; Napitupulu, Ruth Erdhita; Adnan, Muhammad Fawwaz Aydin; Haidar, Fauzan Habib; Zalma, Nasywah Miftahul; Apritaputra, Rayza Widyadhana; Sianipar, Rahel Putri Patresia; Firdaus, Rifky Maulana; Isnaini, Fauzia; Dwiputra, Filbert Abhirama; Mutiasari, Rahayu Kurnia; Nathania, Ariella Yudith
TEKAD : Teknik Mengabdi Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.tekad.2026.05.2.4

Abstract

SMP Negeri 11 Malang is an Adiwiyata (environmentally oriented) school that still faces environmental challenges, including excessive use of clean water, damaged and soil-covered biopores, and suboptimal waste management. These conditions indicate limited awareness and pro-conservation behavior among students, particularly regarding water resources. A Community Service (PkM) team from Universitas Brawijaya implemented an integrated water conservation education program using a participatory approach to improve students’ literacy and behavior toward water resources and the school environment. The program consisted of three core activities: (1) socialization on the importance of clean water and water-saving behavior; (2) maintenance of biopores and education on 5R principles (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, Replant), accompanied by the development of a “waste lifespan” information board; and (3) installation of a simple rainwater harvesting (RWH) system and drip irrigation in the school garden. The methods combined interactive presentations, discussions, field practice, educational games, and evaluation through simple pre- and post-tests. The results showed that students’ comprehension score reached 85%, while in the technical aspect of biopore maintenance, 6 out of 10 treated biopore points functioned effectively again. The initial survey also indicated that approximately 95% of the school’s biopores were nonfunctional, making maintenance a priority intervention in this program. In addition, the program produced environmental educational media and a functioning RWH and drip irrigation system as appropriate technology within the school. The school expressed its commitment to sustaining and integrating this program into regular Adiwiyata activities, highlighting its potential to strengthen a school-wide culture of environmental conservation.