Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Well-Being Orang Tua, Pengasuhan Otoritatif, dan Perilaku Bermasalah pada Remaja Agnes Maria Sumargi; Alfonza Nugrahaning Kristi
Jurnal Psikologi Vol 44, No 3 (2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.171 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.25381

Abstract

The presence of behavioral problems in adolescents is influenced by their parents. This study aimed to examine the relationships between parental well-being and adolescents’ behavioral problems with authoritative parenting as a mediator variable. It was hypothesized that parental well-being influenced adolescents’ behavioral problems through authoritative parenting. Participants were 142 parents (fathers or mothers) of X and Y Junior High School students in Surabaya. They were asked to complete well-being scale (Pemberton Happiness Index) and parenting scale (Parenting Style and Dimension Questionnaire), and rate the levels of behavioral problems of their child using the Strength and Difficulties Questionnaire. Simple mediation analyses showed that authoritative parenting mediated parental well-being and adolescents’ behavioral problems. Parents with higher levels of well-being tended to employ an authoritative parenting style that resulted in lower levels of adolescents’ behavioral problems.Abstrak : Munculnya perilaku bermasalah pada remaja dipengaruhi oleh kondisi orang tua. Tujuan penelitian ini untuk menguji hubungan antara well-being orang tua dan perilaku bermasalah pada remaja dengan pengasuhan otoritatif sebagai variabel mediator. Hipotesis dalam penelitian ini adalah well-being orang tua memengaruhi perilaku bermasalah melalui pengasuhan otoritatif. Partisipan penelitian sejumlah 142 orang tua (ayah atau ibu) dari siswa-siswi SMP X dan Y di Surabaya, untuk mengisi skala well-being (Pemberton Happiness Index) dan pengasuhan (Parenting Style and Dimension Questionnaire), serta menilai perilaku bermasalah pada anak dengan menggunakan Strength and Difficulties Questionnaire. Hasil analisis mediasi sederhana menunjukkan bahwa well-being orang tua memengaruhi perilaku bermasalah pada remaja melalui perantaraan pengasuhan otoritatif. Orang tua dengan well-being yang baik cenderung menerapkan pengasuhan otoritatif yang berdampak pada rendahnya perilaku bermasalah pada remaja
Strength-based parenting dan self-compassion pada mahasiswa Julianti Ratna, Josephine Maria; Sumargi, Agnes Maria; Engry, Agustina; Jonathan, Alfredo
Psychopreneur Journal Vol. 5 No. 2 (2021): Psychopreneur Journal
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/psy.v5i2.2317

Abstract

Self-compassion diperlukan sebagai faktor proteksi terhadap stres dan depresi yang sering terjadi pada masa pandemi COVID-19. Self-compassion adalah perasaan belas kasih yang ditujukan kepada diri sendiri terutama pada saat menghadapi kesulitan ataupun kegagalan. Strength-based parenting (SBP) berpotensi mempengaruhi self-compassion karena orangtua dengan sengaja memperhatikan kekuatan anak daripada kelemahannya (strength-knowledge) dan mendorong anak untuk menggunakan kekuatannya tersebut (strength-use). Berdasarkan hasil kuesioner yang disebarkan secara daring kepada 180 orang mahasiswa di Surabaya (16-22 tahun) terungkap bahwa SBP mempengaruhi self-compassion secara signifikan dengan kontribusi sebesar 12,5%. Strength-knowledge merupakan prediktor yang signifikan bagi self-compassion yang berarti bahwa pemahaman orangtua akan kelebihan anak dapat meningkatkan self-compassion mahasiswa. Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih jauh keterkaitan antara SBP, self-compassion, kesejahteraan, tingkat kecemasan dan depresi yang dialami oleh mahasiswa selama masa pandemic sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan mentalnya.
Grit dan Career Adaptability Perawat di Masa Pandemi Lestari, Angelina Kartini Agung; Sumargi, Agnes Maria; Ngonde, Sylvia Kurniawati
Psychopreneur Journal Vol. 6 No. 1 (2022): Psychopreneur Journal
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/psy.v6i1.2629

Abstract

Abstract. Nurses have to serve patients intensively, and therefore, they face new challenges and require career adaptability. Career adaptability is the ability to self-regulate in the face of challenges in the work environment in order to solve problems flexibly, and experience career satisfaction and success. One of the factors that promote career adaptability is grit. Grit is an individual’s endurance to pursue an interest and efforts for long-term goals. The purpose of this study was to examine the relationship between grit and career adaptability among nurses during the COVID-19 pandemic. Participants were 48 nurses in Surabaya aged 21 to 39 years old. They completed the Career Adapt-Abilities Scale (CAAS) and 12-Item Grit Scale. Kendall's tau-b correlation test was used for data analysis. Results showed that there was a significant positive relationship between grit and career adaptability Further studies should involve more participants working at hospitals in different regions of Indonesia.
Konflik Peran Dengan Well-Being Pada Ibu Bekerja Nona, Elonora Helen Agyo Pasca; Sumargi, Agnes Maria; Ratna, Josephine Maria Julianti
Psychopreneur Journal Vol. 6 No. 1 (2022): Psychopreneur Journal
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/psy.v6i1.2631

Abstract

Abstract. Working mothers bear a heavy burden during the COVID-19 pandemic because they have to divide their time and energy to take care of the household, including their children, and carry out their work at the same time. This makes working mothers vulnerable to role conflicts. Problems at home can be carried over to the workplace (Family-to-Work Conflict, FWC) and problems at work can be carried over to their homes (Work-to-Family Conflict, WFC), thus affecting the well-being of mothers. This study aimed to investigate the relationship between role conflicts and well-being of working mothers. Participants were 44 working mothers who worked full-time, had children aged 2-6 years, and lived in Surabaya. They completed online questionnaires, the Work-Family Conflict Scale and the Pemberton Happiness Index. Based on correlational analysis with Kendall's tau b, it was found that there was a significant relationship between FWC and maternal well-being, but the relationship between WFC and maternal well-being was not significant. This shows that role conflict, particularly family-to-work conflict, have an impact on decreasing maternal well-being.
HUBUNGAN ANTARA KEBERSYUKURAN (GRATITUDE) DENGAN STRES PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK DENGAN GANGGUAN SPEKTRUM AUTISME Rosa Andriani; Agnes Maria Sumargi
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v7i2.2728

Abstract

In comparison to typical developing children, children with autism spectrum disorder have unusual development. Nurturing and raising children with special needs, particularly children with autism spectrum disorder, are challenging. Parents often experience distress because have to support and accompany their children in a wide range of therapies that can be tiring and costly. Positive emotions such as gratitude could be developed to alleviate parental stress. This study aimed to test the relationship between gratitude and stress among mothers who had children with autism spectrum disorder. Participants were 40 mothers of children with autism spectrum disorder. They were recruited from therapy centres, special schools, and inclusive schools in Sidoarjo. The measures used in the study were the Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21) and Gratitude Questionnaire-6 (GQ-6). Results showed a significant, negative correlation between gratitude and maternal stress, r = -0.310, p = 0.007 (p < 0.05). The higher the levels of maternal gratitude, the lower the levels of maternal stress, and vice versa, the lower the levels of maternal gratitude, the higher the levels of maternal stress. The tendency to be grateful seems to reduce the stress levels of mothers who had children with autism spectrum disorder.
Pengetahuan Mengenai Penanganan Penyakit Diabetes dengan Kepatuhan Melaksanakan Diet Diabetes pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Ely Yustiana; Agnes Maria Sumargi
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.592 KB) | DOI: 10.33508/exp.v5i1.1551

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit yang terjadi akibat berkurangnya produksi hormon insulin yang berfungsi mengubah gula menjadi tenaga. Pola makan mempengaruhi stabilitas kesehatan penderita DM tipe 2 (DM2). Berdasarkan hal ini, diet diabetes merupakan salah satu upaya untuk mencegah dan mengatasi terjadinya DM. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi terlaksana tidaknya diet diabetes adalah pengetahuan individu terhadap penanganan penyakit yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara pengetahuan mengenai penanganan penyakit diabetes dengan kepatuhan melaksanakan diet diabetes. Partisipan penelitian adalah 30 orang penderita DM2 dengan rentang usia dewasa hingga lanjut usia (lansia) yang masih aktif beraktivitas dan tinggal di Surabaya. Teknik pengambilan sampel adalah snowball sampling dan alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil analisis dengan Kendall’s tau b mendapatkan koefisien korelasi sebesar 0,125 dengan p = 0,388 (p > 0,05), sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan mengenai penanganan penyakit diabetes dengan kepatuhan melaksanakan diet diabetes. Tingkat kepatuhan dalam menjalankan diet diabetes pada sebagian partisipan tergolong buruk (53,33%), sedangkan tingkat pengetahuan terhadap penyakit diabetes cenderung menyebar pada kategori rendah (36,67%), sedang (23,33%), dan tinggi (26,67%). Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengatasi kelemahan penelitian ini seperti jumlah sampel yang terbatas dan memperhitungkan faktor lain yang dapat mempengaruhi kepatuhan melaksanakan diet diabetes berdasarkan teori Health Belief Model.
Self-Regulation dan Perilaku Makan Sehat Mahasiswa yang Mengalami Dyspepsia Happy Cahaya Mulya; Agnes Maria Sumargi
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.78 KB) | DOI: 10.33508/exp.v4i2.897

Abstract

Dyspepsia adalah rasa nyeri yang dirasakan di ulu hati dan rasa tidak nyaman pada perut bagian atas. Salah satu hal yang dapat menimbulkan gejala ini terjadi adalah perilaku makan sehat seseorang. Salah satu faktor dalam diri seseorang yang dapat mempengaruhi perilaku makan sehat adalah self-regulation. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada/tidaknya hubungan antara self-regulation dan perilaku makan sehat pada mahasiswa yang mengalami dyspepsia. Subjek penelitian adalah mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya yang mengalami dyspepsia (N=31). Pengambilan sampel dilakukan dengan cara incidental sampling. Pengumpulan data untuk variabel perilaku makan sehat dilakukan dengan menggunakan My Meals Diary, yaitu subjek melakukan pencatatan perilaku makannya selama 7 hari. Variabel self-regulation diukur dengan menggunakan Skala Self- Regulation. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik korelasi non parametric Kendall’s Tau_b. Hasil analisis mendapatkan nilai r = -0.005, p = 0,972 (p > 0,05) yang berarti tidak ada hubungan antara self-regulation dengan perilaku makan sehat pada mahasiswa yang mengalami dyspepsia di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Selain kelemahan pada metodologi penelitian, penelitian selanjutnya dapat memperhitungkan faktor-faktor lain yang mempengaruhi perilaku makan seperti stress dan pengetahuan mengenai dyspepsia. Kata Kunci: Self-regulation, perilaku makan sehat, dyspepsia
GAYA PENGASUHAN ORANGTUA DENGAN PERILAKU BERMASALAH PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK (TK) Amadhea Septining Tyas; Agnes Maria Sumargi
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.028 KB) | DOI: 10.33508/exp.v7i1.2118

Abstract

Young children usually show emotional and behavioural problems, such as fighting and aggression, and showing anxiety. Parenting style is one of the factors that influence behavioural problems. Theoretically, parenting style is divided into authoritative, authoritarian, and permissive parenting. Authoritarian and permissive parenting influence children in a negative way, while authoritative parenting influences children in a positive way. Studies regarding the impact of parenting style on young children’s emotional and behavioural problems are limited; therefore, the purpose of this study was to examine the relationship between parenting styles and behavioural problems of kindergarten students. Participants were 71 parents of children at kindergarten X and Y in Surabaya. Parents completed parenting and child behavior measures, i.e. Parenting Style and Dimension Questionnaire (PSDQ) to measure parenting style and Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ) to measure child emotional and behavioral problems. Results showed a correlation coefficient of -0,049, p = 0,563 (p > 0,05) for authoritative parenting and child emotional and behavioural problems, a correlation coefficient of 0,336, p = 0,000 (p < 0,05) for authoritarian parenting and child emotional and behavioural problems, and a correlation coefficient of 0,267, p = 0,002 (p
KONFLIK PERAN DENGAN WELL-BEING PADA IBU BEKERJA Elonora Helen Agyo Pasca Nona; Agnes Maria Sumargi
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2022.34468

Abstract

Ibu bekerja memiliki beban yang berat pada masa pandemi COVID-19 ini karena harus membagi waktu dan tenaganya untuk mengurus rumah tangga, khususnya anak, dan menjalankan pekerjaannya pada saat yang sama. Hal ini membuat ibu bekerja rentan mengalami konflik peran. Masalah di rumah dapat terbawa ke tempat kerja (Family-to-Work Conflict, FWC) dan masalah di tempat kerja dapat terbawa ke rumah (Work-to-Family Conflict, WFC), sehingga akhirnya hal ini mempengaruhi kesejahteraan diri ibu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara konflik peran dengan well-being pada ibu bekerja. Partisipan dalam penelitian ini adalah 44 orang ibu bekerja yang memiliki jam kerja tetap, memiliki anak berusia 2-6 tahun, dan berdomisili di Surabaya. Mereka mengisi kuesioner secara daring, yakni Work-Family Conflict Scale dan Pemberton Happiness Index. Dengan menggunakan analisis korelasi Kendall’s tau b diperoleh hasil adanya hubungan yang signifikan antara FWC dengan well-being ibu, r = -0,465, p = 0,000; namun tidak ada hubungan yang signifikan antara WFC dengan well-being ibu, r = -0,218, p = 0,067. Hal ini menunjukkan bahwa konflik peran khususnya konflik keluarga ke pekerjaan berdampak pada menurunnya kesejahteraan ibu. 
The Mediating Role of Parenting: How parental well-being and distress influence child behaviors Sumargi, Agnes Maria; Prasetyo, Eli
Journal of Educational, Health and Community Psychology VOL 13 NO 3 SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.v13i3.28634

Abstract

Children’s problem behaviors should be managed properly while their prosocial behaviors should be nurtured. As parents play a significant role in children’s lives, their well-being and psychological distress could influence children’s behavior through different mechanisms. This study investigated the roles of effective parenting (positive encouragement and parent-child relationship) and ineffective parenting (parental inconsistency and coercive parenting) in mediating the relationships between parental well-being and psychological distress, and children’s problem and prosocial behavior as reported by parents. One-hundred and seventy-three parents of primary school children completed a paper and pencil survey consisting relevant measures. Mediation analyses using PROCESS macros showed that parental well-being and psychological distress significantly influenced children’s problem behavior through effective and ineffective parenting, respectively. However, only parental well-being significantly influenced children’s prosocial behavior through effective parenting. The results highlight the importance of parental well-being, as it fosters positive parenting practices and promotes prosocial behavior in children. Keywords: child problem behaviors, child prosocial behaviors, parenting, psychological distress, parental well-being.