Claim Missing Document
Check
Articles

REDESAIN MATA PISAU PADA MESIN PEMIPIL JAGUNG DENGAN KAPASITAS 1 TON / JAM Muhammad Hani Fitrian Isnani; Ah. Sulhan Fauzi
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 9 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/tj47kc62

Abstract

Penelitian ini mengkaji redesain mata pisau mesin pemipil jagung kapasitas 1 ton/jam guna meningkatkan efisiensi dan kinerja operasional secara signifikan. Proses pengembangan meliputi studi literatur, observasi lapangan, analisis dimensi, perancangan ulang, fabrikasi komponen, pengujian kinerja, serta validasi hasil. Mata pisau baru dibuat dari baja S45C berukuran 100 mm × 50 mm × 6 mm. Desain ditingkatkan dengan menambah jumlah pisau dari 9 menjadi 14 unit, serta menerapkan konfigurasi 7 rantai dan 5 pisau pemukul. Pengujian membuktikan peningkatan kapasitas kerja dan efisiensi operasional mesin. Inovasi ini menjadi solusi tepat guna meningkatkan produktivitas UMKM pertanian, khususnya dalam kegiatan pascapanen jagung.
REDESAIN RANGKA MESIN PEMIPIL JAGUNG DENGAN  KAPASITAS 1 TON / JAM Rurianto, Dendy; Fauzi, Ah. Sulhan
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 9 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/02kn4891

Abstract

Kediri merupakan daerah dengan hasil pertanian yang beragam, salah satu komoditas unggulannya adalah jagung berkualitas tinggi. Jagung tidak hanya menjadi sumber pangan alternatif yang kaya akan karbohidrat, tetapi juga dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak, seperti ayam, sapi, dan kambing. Namun, dalam praktiknya, proses pemipilan jagung di UMKM milik Bapak Hj. Tommy masih dilakukan dengan mesin berkapasitas kecil dan teknologi sederhana, yang menyebabkan proses produksi kurang efisien dalam hal waktu, tenaga, dan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang (redesain) rangka mesin pemipil jagung agar mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga 1 ton per jam, meminimalkan kerusakan biji, mempercepat pemisahan dari tongkol, dan mengurangi kelelahan fisik pekerja. Redesain dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan permasalahan di lapangan, menggunakan material besi kanal UNP yang dinilai lebih kuat, stabil, dan tahan terhadap beban kerja. Pengujian diperlukan untuk memastikan performa mesin sesuai kebutuhan pasar dan standar operasional. Hasil redesain ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja, menekan biaya produksi, serta mendorong inovasi dan keberlanjutan sektor pertanian di kalangan UMKM. 
Optimalisasi Petani Bawang Merah Melalui Alat Pengolah Bawang Merah 3 in 1 Kuni Nadliroh; Ah. Sulhan Fauzi; Haris Mahmudi; M. Bahrur Rozi; Krisna Firmanda Apririo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 1 No 1 (2021): Vol.1 No.1 (Desember 2021)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v1i1.16906

Abstract

Desa Tegalrejo merupakan salah satu desa penghasil bawang merah di daerah Tulungagung, dengan adanya kelompok tani maka pertanian di desa tersebut terbilang maju dan modern. Suko Tani adalah salah satu nama kelompok tani yang berada di Desa Tegalrejo Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung. Mereka biasa menanam bawang merah di lahan pertanian mereka. Akan tetapi terdapat kendala yang mereka hadapi, salah satunya jika panen raya tiba maka harga bawang merah bisa dipastikan jatuh. Salah satu solusinya adalah mengolahnya menjadi bawang merah goreng, pihak pengabdian menawarkan solusi tersebut dan dibarengi dengan perancangan mesin pengolahan bawang merah yaitu penggorengan bawang merah 3 in 1. Maksud dari 3 in 1 adalah alat tersebut bisa mengupas, mengiris dan menggoreng bawang merah, sehingga petani bawang merah bisa mengolah bawang merah hasil tani mereka menjadi bawang merah goreng, hal ini akan meningkatkan daya jual bawang merah saat panen raya dan meningkatkan taraf perekonomian kelompok tani khususnya dan masyarakat pada umumnya
Application of 3 in 1 Pentol Printing Machine Technology at the Pentol Traders Association in TulungagungPenerapan Teknologi Mesin Pencetak Pentol 3 In 1 Pada Paguyuban Pedagang Pentol Kabupaten Tulungagung Nadliroh, Kuni; Mahmudi, Haris; Fauzi, Ah. Sulhan; Ilham, M. Muslimin; Huda, Miftahul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 2 No 2 (2023): Vol.2 No.2 (Juni 2023)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v2i2.19733

Abstract

Pentol is one of the most popular snacks, from children to adults and even to old age. In terms of making pentol, it is a snack that requires a long process. Starting from grinding the meat, mixing it with spices and flour and the last is the pentol printing process. In general, pentol traders grind their meat in the market, namely at a public meat mill, but the mill is only open Monday to Saturday and holidays on Sundays. Apart from that, there are only two meat grinding places for pentol in the Rejotangan area, namely the the first is at Pasar Rejotangan and the second is at Pasar Panjerejo, the distance between the two mills is quite far, which is about 6 km so a long queue is needed to grind it, besides that it takes a long time to print pentols, it takes 2 hours to print 5 kg of dough dough. . This is a major problem in the pentol making process. To overcome this, a tool has been designed that can be used to make pentols, starting from grinding meat, mixing meat, and printing. So that this tool will ease and speed up the process of making pentol for pentol traders. The dedication activity was carried out for 1 year, while the handover of the tools was carried out on Wednesday December 14, 2022 at the house of a member of the pentol traders association.
Peningkatan Perekonomian Umkm Desa Puhjajar Kecamatan Papar Kabupaten Kediri Melalui Penerapan Inovasi Mesin Perajang Lontongan Kerupuk Otomatis Istiqlaliyah, Hesti; Nadliroh, Kuni; Fauzi, Ah. Sulhan; Nugroho, Wibowo Harso; Sugianto, Arif
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 3 No 1 (2023): Vol.3 No.1 (Desember 2023)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v3i1.21595

Abstract

Puhjajar is one of the villages in Papar District, Kediri Regency with the majority of the population making their living as producers of realizeyah crackers. They are members of associations, each of which consists of 11 craftsmen, where each craftsman has four to six members. The realizeyah crackers produced by the people of Puhjajar village are very famous among the cracker industry, especially in Kediri. In fact, in the marketing of these realizeyah crackers, they are sent outside Java and overseas. However, the problem arises as the market for realizeyah cracker products increases, namely that the realizeyah cracker producers have not been able to increase their production capacity. So there are often delays in delivery which can result in disappointing consumers. This happens because the production process is quite long, and raw materials are sometimes difficult to obtain. It was from this problem that the Nusantara University PGRI Kediri community service team tried to help solve the problems faced by producers by designing an automatic cracker cracker chopping machine. The results obtained after using this machine were an increase in production capacity, which initially only reached 80kg/day to around 350kg/day. Manufacturers are of course greatly helped by the existence of this chopping machine, they are ultimately able to meet the quite high market demand.