Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

FORGIVENESS DAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA INDIVIDU YANG MENGALAMI DATING VIOLENCE Asyavira Y. Purnama; Intaglia Harsanti; Dina Kusuma Astuti
Arjwa: Jurnal Psikologi Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.479 KB) | DOI: 10.35760/arjwa.2022.v1i1.7298

Abstract

Dating violence adalah bentuk agresi dalam hubungan berpacaran dengan bentuk kekerasannya terdiri dari bentuk kekerasan fisik, emosional, pemaksaan untuk melakukan hubungan seksual, pelecehan verbal, dan perilaku mengancam. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan forgiveness dengan subjective well-being pada individu yang mengalami dating violence. Jumlah responden dalam penelitian ini 125 responden yang diperoleh melalui teknik purposive dan berusia 18 sampai 25 tahun yang sedang menjalin hubungan berpacaran atau sudah mengakhiri hubungan karena mengalami kekerasan fisik, psikis, seksual atau ekonomi setelah menjalin hubungan berpacaran minimal 6 bulan. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson. Penelitian ini menemukan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara forgiveness dengan subjective well-being dengan nilai koefisien korelasi r = 0.020 (p > .05). Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui responden memiliki tingkat subjective well-being tinggi dan tingkat forgiveness sedang.
PERSEPSI KEADILAN, TEKANAN KERJA DAN SEMANGAT KERJA PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL Dina Kusuma Astuti; M.M. Nilam Widyarini
Jurnal Psikologi Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan persepsi keadilan terhadap gaji, tekanankerja, dan semangat kerja pada pegawai negeri sipil. Subjek dalam penelitian ini adalahpegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja pada Instansi Pemerintahan Lembaga Penerbangandan Antariksa Nasional (LAPAN) sebanyak 80 orang. Instrumen penelitian adalah kuesioner.Data diujii menggunakan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan kerja dikalangan pegawai negeri pada instansi tersebut tidak memberikan peranan yang signifikanterhadap semangat kerja. Hasil ini mengindikasikan bahwa ada faktor lain yang lebihdominan dalam memberikan kontribusinya terhadap peningkatan semangat kerja karyawan.Dengan mengacu pada analisis data, dapat diketahui bahwa terdapat faktor yang cukupmempengaruhi tingginya semangat kerja pada subjek, yaitu penghargaan ekonomi yangdiberikan pihak instansi. Penghargaan ekonomi memiliki peranan sebesar 26.9% terhadapsemangat kerja karyawan. Salah satu bentuk dari penghargaan ekonomi yang utama adalahmetode pemberian gaji yang adil sesuai dengan tingkat pekerjaan.AbstractThe aim of this study is determining the role of salaries perceived justice, working pressure,and work spirit on public employee. Subjects in this study are public employee, whoseworking on the Government Agencies of the National Aeronautics and Space Agency (Lapan).Subjects total are 80 staffs. The research instrument is questionnaire. Data collected usingquestionnaire further was analyzed by deploying correlation method. Results show that thepressure among public employees is not significantly influence work spirit. This resultindicates that should be exist other factors, more dominant factor in contributing to theimprovement of employees’ spirit. With reference to data analysis, it is known that there arefactors which affect the high work spirit of employee, such as economic rewards. Economicrewards contribute 9.26% in influencing employee spirit. Economic reward could be aproportional salary with the level of employment.
PEMBEKALAN PERSIAPAN MEMASUKI PENDIDIKAN LANJUTAN BAGI PESERTA DIDIK KELOMPOK BELAJAR BINA CENDIKIA LENTENG AGUNG, JAKARTA SELATAN Huda, Nurul; Astuti, Dina Kusuma; Avavidya, Ananda; Arishanti, Klara Innata
TRIDHARMADIMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jayakarta Vol 4 No 2 (2024): PKM-TRIDHARMADIMAS (Desember 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52362/tridharmadimas.v4i2.1748

Abstract

Kesiapan anak untuk masuk sekolah merupakan hal yang penting untuk diperhatikan oleh orangtua, lingkungan masyarakat, dan pemerintah. Kesiapan ini memainkan peran krusial dalam tahap perkembangan anak usia dini, sebagai fondasi bagi masa depan yang menjamin kelancaran transisi dan keberhasilan masuk ke sekolah dasar. Ini juga menjadi langkah awal menuju dunia pengetahuan. Melalui kesiapan sekolah, anak-anak memperoleh jalur yang jelas untuk karir akademis jangka panjang, serta berfungsi sebagai landasan bagi kehidupan yang sehat, produktif, dan terarah. Faktor-faktor utama yang mempengaruhi kesiapan sekolah meliputi latar belakang, intervensi dari orangtua dan guru, pengalaman pendidikan anak usia dini, konten kurikulum, serta pengalaman guru. Namun, banyak orang tua di Indonesia yang hanya memfokuskan kesiapakn anak pada aspek akademis, seperti kemampuan baca, tulis, dan hitung di usia taman kanak-kanak, padahal kesiapan sekolah mencakup aspek fisik, sosial, kognitif, dan emosional. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (Abdimas) Universitas Gunadarma akan memberikan edukasi kepada orang tua peserta didik di kelompok belajar Yayasan Bina Hafidz Cendikia Indonesia, yang berlokasi di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, melalui penyuluhan dan pembekalan untuk mempersiapkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Kegiatan Abdimas Universitas Gunadarma ini merupakan wujud kepedulian dan empati terhadap keberlangsungan pendidikan peserta didik di Yayasan tersebut.
PSIKOEDUKASI PENCEGAHAN BULLYING PADA PERKEMBANGAN KESEHATAN DAN MENTAL ANAK DI KELOMPOK TAMAN BACA BINA CENDEKIA LENTENG AGUNG Astuti, Dina Kusuma; Huda, Nurul; Weliangan, Hally; Afrilya, Zeni; Suryani, Ade Irma
TRIDHARMADIMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jayakarta Vol 4 No 1 (2024): PKM-TRIDHARMADIMAS (Juli 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52362/tridharmadimas.v4i1.1565

Abstract

Bullying merupakan perilaku intimidasi yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang lebih dominan terhadap individuyang lebih lemah dalam berbagai bentuk. Para ahli mengindikasikan bahwa bullying di sekolah merupakan salah satu bentuk agresi antar siswa yang memiliki dampak yang paling merugikan bagi korban. Hal ini terjadi karena adanya ketidakseimbangan kekuasaan, dimana pelaku sering kali merupakan siswa yang lebih tua atau diangga[ lebih senior dalam lingkungan sekolah, yang melakukan perilaku tertentu terhadap siswa yang lebih muda dan merasa tidak berdaya untuk melawan. Dampak yan dirasakan oleh korban bullying termasuk masalah kesejahteraan psikologis yang rendah, sepeerti rasa tidak nyaman, takut, rendah diri, dan merasa tidak berharga. Korban juga mungkin mengalami kesulitan dalam beradaptasi secara sosial, bahkan menarik diri dari interaksi sosial dan menunjukkan penurunan dalam prestasi akademik karena kesulitan berkonsentrasi. Beberapa bahkan mungkin merasa putus asa hingga berpikir untuk melakukan bunuh diri untuk menghindari tekanan-tekanan tersebut. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (Abdimas) dari Universitas Gunadarma bertujuan untuk membantu Masyarakat yang terkena dampak langsung dari praktek bullying di Yayasan Bina Hafidz Cendekia Indonesia di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, melalui penyuluhan dan konseling secara rutin dan terjadwal. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan empati terhadap masalah pendidikan, khususnya dalam menangani masalah bullying yang semakin meningkat di Masyarakat.
BIMBINGAN KONSELING UNTUK MEMBANTU MEMECAHKAN MASALAH KESULITAN BELAJAR YANG TERKAIT DENGAN MASALAH SOSIAL PADA PESERTA DIDIK DI YAYASAN BINA INSAN MANDIRI PADA SEKOLAH TERBUKA (SEKOLAH MASTER) KOTA DEPOK Afrilya, Zeni; Astuti, Dina Kusuma; Huda, Nurul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi (JPMEMA) Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi (JPMEMA - Juni 20
Publisher : Yayasan Bina Internusa Mabarindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63893/jpmema.v4i1.295

Abstract

Masalah kesulitan belajar bagi peserta didik perlu mendapatkan penangganan dari semua pihak baik dari guru, kepala sekolah serta orang tua didik. Kesulitan belajar adalah kondisi yang dialami peserta didik yang ditandai dengan adanya hambatan-hambatan tertentu yang disebabkan oleh banyak factor. Salah satu factor penyebab kesulitan belajar yang dialami peserta didik di Yayasan Bina Insan Mandiri Pada Sekolah terbuka (Sekolah Master) adalah masalah sosial. Masalah sosial yang dialami peserta didik sekolah Master perlu mendapatkan bimbingan konseling untuk meningkatkan motivasi peserta didik dalam belajar. Tim Pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) Universitas Gunadarma akan membantu memberikan bimbingan konseling untuk memecahkan masalah kesulitan belajar yang terkait dengan masalah sosial yang dialami peserta didik di Yayasan Bina Insan Mandiri Pada Sekolah Terbuka (Sekolah Master) Pancormas Kota Depok. Melalui pemberian bimbingan konseling merupakan wujud kepedulian dan rasa empati kepada peserta didik di sekolah Master yang bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah social yang dialami oleh peserta didik yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi dalam belajar.
Meningkatkan Kesejahteraan Mental dan Prestasi Akademik pada Anak Sekolah Menengah Atas Astuti, Dina Kusuma
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1451

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesejahteraan mental terhadap prestasi akademik siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) melalui metode literature review. Kesejahteraan mental yang baik berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar dan kemampuan siswa dalam menghadapi tantangan akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa dukungan sosial dari keluarga dan teman sebaya, keterlibatan dalam kegiatan ekstrakurikuler, serta keterampilan manajemen stres sangat berkontribusi terhadap kesehatan mental siswa. Selain itu, program intervensi yang berfokus pada pengembangan keterampilan emosional terbukti efektif dalam mendukung kesejahteraan mental siswa. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kebijakan dan praktik di sekolah yang mendukung kesehatan mental, agar siswa dapat mencapai potensi akademik mereka secara optimal.
IMPLEMENTASI PUNISHMENT DAN REWARD PADA RUMAH BACA LENTENG AGUNG Huda, Nurul; Astuti, Dina Kusuma
TRIDHARMADIMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jayakarta Vol 3 No 2 (2023): PKM-TRIDHARMADIMAS (December 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52362/tridharmadimas.v3i2.1330

Abstract

Kesulitan belajar yang dihadapi siswa bisa menyebabkan siswa kehilangan motivasi dalam proses belajar, merasa bahwa pelajaran tersebut rumit dan tak memiliki nilai yang signifikan. Kekurangan dukungan dan panduan dari orang tua saat belajar di rumah juga dapat mengurangi semangat belajar anak-anak. Situasi ini pun berdampak pada murid-murid di Yayasan Bina Hafidz Cendikia Indonesia di kelurahan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, terutama sejak diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada berbagai level di wilayah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak Maret 2022. Untuk mengatasi dampak tersebut, diperlukan pendampingan konseling dalam pembelajaran agar dapat meningkatkan motivasi belajar dan membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi oleh siswa. Pengabdian Kepada Masyarakat (Abdimas) dari Universitas Gunadarma memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak secara langsung oleh pembatasan PSBB dan PPKM di bidang pendidikan, terutama kepada peserta didik dalam kelompok belajar Yayasan Bina Hafidz Cendikia Indonesia di kelurahan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Bantuan ini dilakukan melalui sesi konseling berjudul "Reward and Punishment" yang diadakan secara rutin dan terjadwal. Kegiatan Abdimas Universitas Gunadarma ini adalah ekspresi kepedulian dan empati terhadap kelangsungan pendidikan, terutama dalam konteks pembelajaran pasca pandemi.
HUBUNGAN ANTARA KECANDUAN GAME ONLINE DENGAN KUALITAS HIDUP PADA REMAJA Astuti, Dina Kusuma; Afrilya, Zeni
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.39149

Abstract

Kecanduan game online telah menjadi isu yang serius di kalangan remaja seiring dengan meningkatnya penggunaan teknologi dan akses internet. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kecanduan game online dan kualitas hidup pada remaja melalui pendekatan kajian pustaka (literature review). Dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai penelitian sebelumnya, ditemukan bahwa kecanduan game online berdampak negatif pada beberapa aspek kualitas hidup remaja, seperti kesehatan mental, interaksi sosial, dan prestasi akademik. Remaja yang mengalami kecanduan game online cenderung memiliki risiko lebih tinggi terhadap gangguan tidur, stres, kecemasan, serta menurunnya kemampuan sosial. Selain itu, ketergantungan pada game online dapat mengganggu keseimbangan antara kehidupan sehari-hari dan waktu yang dihabiskan dalam dunia virtual, sehingga menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa diperlukan upaya preventif dan edukasi dari orang tua, guru, dan masyarakat untuk membantu remaja dalam mengelola penggunaan game online secara sehat.
Eksplorasi Hubungan Antara Fear of Missing Out dan Social Connectedness pada Generasi Milenial Nurul Huda; Almira Kusumaningrum; Dina Kusuma Astuti
Metta : Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/metta.v6i1.5074

Abstract

Millennials use technology extensively, including excessive smartphone use, which leads to a lack of direct social interaction with their surrounding environment. This issue affects individuals’ social connectedness and results in fear of missing out (FoMO) due to continuous use of social media. The purpose of this study is to empirically examine the relationship between fear of missing out (FoMO) and social connectedness among millennials. The method used in this study is a quantitative method. The sampling technique applied is purposive sampling, and the data analysis used is Pearson product–moment correlation. The researcher used the Social Connectedness Scale based on aspects companionship, affiliation, and connectedness. Meanwhile, the Fear of Missing Out (FoMO) scale was developed based on aspects autonomy, competence, and relatedness. Based on the findings, the hypothesis test obtained a significance value of 0.000 (p < 0.001) with an r value of 0.316. These results indicate that there is a highly significant positive relationship between fear of missing out (FoMO) and social connectedness among millennials.
Fear of Missing Out as a Psychological Predictor of Problematic Internet Use in Emerging Adults: A Cross-Sectional Study Nurul Huda; Dina Kusuma Astuti; Bella Zanuba
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 5 No. 1 (2026): Februari: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v5i1.2486

Abstract

Excessive internet engagement has become increasingly common among young people and may develop into problematic internet use (PIU) that interferes with daily functioning. In emerging adulthood, the pressure to remain socially connected online can intensify fear of missing out (FoMO), which may undermine self-regulation and increase vulnerability to PIU. Objective: This study aims to empirically examine the effect of FoMO on PIU among individuals in the emerging adulthood stage. Methodology: A quantitative cross-sectional survey design was applied using purposive sampling. A total of 203 participants aged 18–29 years completed an online questionnaire (Google Forms). PIU was measured using an instrument based on Caplan’s (2010) dimensions, and FoMO was assessed using a scale based on Przybylski, Murayama, DeHaan, and Gladwell’s (2013) dimensions. Data were analyzed using simple linear regression. Findings: FoMO significantly and positively predicted PIU (F = 125.532; p < 0.05; R = 0.620; R² = 0.384). FoMO explained 38.4% of the variance in PIU, while the remaining 61.6% may be attributable to factors outside the model. Implications: The findings support the need for digital literacy initiatives and interventions targeting emotion regulation and self-control among emerging adults to reduce PIU risk. Future studies should incorporate additional psychosocial factors (e.g., depression, loneliness, social anxiety, and shyness) to better explain PIU and clarify underlying mechanisms. Originality: This study provides empirical evidence quantifying the contribution of FoMO to PIU specifically within an emerging adulthood sample characterized by intensive internet use, offering added value for prevention-oriented research and practice in digital mental health.