Sri Wahyuni
Department Of Midwifery, Politeknik Sandi Karsa, South Sulawesi, Indonesia

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Improving menopausal women’s knowledge through community-based health education and screening: A community engagement program in Takalar, Indonesia Sri Wahyuni; Asridawati Akib; Rika Riyandani; Dewi Umbarsari; Rosmiaty Pammu; Ria Wahyuni; Falia Alwan; Hildawati Rumagutawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Edukasi Indonesia Vol. 3 No. 2 (2026): Volume 3 Number 2 June 2026
Publisher : Edukasi Ilmiah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61099/jpmei.v3i2.489

Abstract

Menopause is a natural stage of women’s lives that is often accompanied by physical, psychological, and metabolic changes, including increased risks of hypertension, diabetes mellitus, obesity, osteoporosis, and cardiovascular disease. This community engagement program aimed to improve menopausal women’s knowledge and awareness through integrated health education and basic screening in Kampung Beru Village, Galesong District, Takalar Regency, Indonesia. The activity involved 24 menopausal women and was conducted using lectures, discussions, pretest–posttest assessment, blood pressure measurement, blood glucose testing, anthropometric assessment, body mass index calculation, and individual counseling based on screening results. The findings showed that all participants experienced an increase in knowledge after the educational intervention, with 24 positive ranks and no negative ranks or ties. The Wilcoxon signed-rank test demonstrated a statistically significant improvement between pretest and posttest scores (Z = −3.314; p = 0.001). Participants also showed high enthusiasm and active involvement throughout the program. The activity increased understanding of menopausal health, encouraged routine health screening, and supported early identification of degenerative disease risk factors. In conclusion, community-based health education combined with simple screening is an effective approach to strengthening health literacy, promoting preventive behavior, and supporting healthier ageing among menopausal women in rural communities and primary care.
HUBUNGAN PEKERJAAN DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK PADA BALITA USIA 9-24 BULAN Sri Wahyuni; Nasir Muna; Hikmawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Nusantara
Publisher : PT. Nasyah Medika Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiken.v1i1.4

Abstract

Latar belakang : Indonesia merupakan salah satu dari 47 negara penyumbang kasus campak terbesar didunia. Penyakit campak di Indonesia menjadi masalah kesehatan yang harus ditangani karena kasusnya masih tinggi dan masih terdapat kejadian luar biasa (KLB).Kejadian luar biasa (KLB) pada campak terjadi apabila terdapat 5 atau lebih kasus klinis dalam waktu 4 minggu berturut-turut yang terjadi mengelompok dan adanya hubungan epidemiologis. Penyebaran kasus suspek campak hampir terdapat di seluruh provinsi. Pada tahun 2018 terdapat 8.429 kasus dengan 85 kasus KLB suspek campak, jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2017 yaitu 15.104 kasus dengan 349 KLB. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor Pekerjaan dan Pengetahuan Ibu dengan pemberian imunisasi campak pada balita usia 9-24 bulan. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan metode Observasional Analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua ibu yang mempunyai balita usia 9-24 bulan sebanyak 120 Ibu dan Sampel 95 responden dengan teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sampling Insidental/Accidental Sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan SPSS dengan taraf nilai Sig. <0.005. Hasil : Hasil uji Statistik Chi-square bahwa pekerjaan ibu (0,014<0,05) dan pengetahuan ibu (0,024<0,05) dengan pemberian imunisasi campak pada balita 9-24 bulan nilai. Kesimpulan : bahwa ada hubungan pekerjaan dan pengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi campak pada balita 9-24 bulan. Hal ini diharapkan dapat berdampak kepada kesadaran responden apabila pengetahuannya meningkat, sehingga dapat memberikan imunisasi campak pada balita.
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN PADA PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA (PKPR) TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG SEKS PRA NIKAH Rika Riyandani; Asridawati Akib; Sri wahyuni
Jurnal Ilmu Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Nusantara
Publisher : PT. Nasyah Medika Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiken.v1i1.5

Abstract

Latar belakang : Menurut data BKKBN diktehui bahwa separuh dari 63 juta jiwa remaja berusia 10 sampai 24 tahun di Indonesia rentan berperilaku tidak sehat. Salah satu yang paling menonjol di kalangan remaja saat ini, adalah masalah seksualitas (hamil di luar nikah, aborsi, terinfeksi penyakit menular seksual) serta penyalahgunaan narkoba. Oleh karena adanya perilaku tersebut, maka masalah kesehatan yang dihadapi remaja di Indonesia antara lain meningkatnya jumlah remaja dengan HIV/AIDS, Infeksi Menular Seksual (IMS), kehamilan tidak diinginkan (KTD) dan penyalahgunaan NAPZ. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kegiatan penyuluhan dalam pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR) terhadap pengetahuan remaja tentang seks pranikah. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan Penelitian Kuantitatif, Desain penelitian ini adalah quasi experiment (eksperimen semu), dengan pendekatan one group pretest- posttest. Total Populasi dalam penelitian kelompok intervensi 16 orang dan kelompok control 16 orang dengan total sampel 32 remaja dan Sampel sebanyak 32 remaja usia 10-18 tahun dengan teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Total Sampling. Analisis data yang digunakan untuk Uji Hipotesis yaitu uji Mann-Whitney dengan nilai Sig. < 0.05. Hasil : Hasil uji Mann-Whitney saat dilakukan post-test untuk kelompok intervensi dan kelompok kontrol diperoleh nilai p sebesar 0,001 (p<0.05).. Kesimpulan : ada pengaruh pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR) terhadap pengetahuan remaja tentang seks pranikah. diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pengaruh penyuluhan dengan jumlah sampel yang lebih banyak.