Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

STRATEGI KOMUNIKASI KAMPANYE PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI DINAS SOSIAL KABUPATEN NAGAN RAYA DALAM TEMA GERAKAN AYO KULIAH (GAK) TAHUN 2021/2022 Anil Rahman; Fiandy Mauliansyah
JIMSI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ilmu Komunikasi VOLUME 3 NOMOR 1 (MARET 2023)
Publisher : JIMSI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berisi tentang strategi komunikasi dalam kampanye Program Keluarga Harapan (PKH) dalam tema Gerakan Ayo Kuliah (GAK) yang dilaksanakan oleh Sumber Daya Manusia (SDM)  Dinas Sosial Kabupaten Nagan Raya. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif metode studi kasus.Penelitian ini fokus pada strategi komunikasi kampanye Program Keluarga Harapan (PKH) di Dinas Sosial Kabupaten Nagan Raya dalam Tema Gerakan Ayo Kuliah. Temuan penelitian ini juga mengarah pada penerapan strategi pengiriman pesan yang mempertimbangkan kekuatan tampilan pesan. Secara teori, semua media menyampaikan informasi yang sama, tetapi karena perbedaannya, pesan tersebut disajikan dalam berbagai cara. Data akurat dikumpulkan untuk membuat rencana komunikasi. Memilih semua bentuk media yang paling mudah diakses masyarakat adalah bagaimana strategi media dipraktikkan. Strategi khalayak ditentukan khusus siswa SMA/SMK/MA sederajat dan keluarga tidak mampu yang mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Nagan Raya untuk dapat melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, lokasi di laksanakn kegiatan khusus SMA/SMK/MA Kabupaten Nagan Raya. Efek akhir dihubungkan dengan efek komunikasi, hasil yang diperoleh Program Keluarga Harapan (PKH)  menunjukkan bahwa Gerakan Ayo Kuliah (GAK) dilaksanakan secara maksimal. Beberapa perubahan dapat terwujud terdapat 200 lebih anak Keluarga Paling Miskin (KPM) Program Keluarga Harapan  (PKH) dan anak keluarga tidak mampu bergabung dalam kegiatan kampanye Gerakan Ayo Kuliah (GAK) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Nagan Raya.Kata Kunci: strategi komunikasi, Kampanye Gerakan ayo Kuliah (GAK), Program Keluarga Harapan (PKH).
STRATEGI KOMUNIKASI PELAKSANAAN PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILLITY ( CSR ) PADA WILAYAH OPERASIONAL PT. MIFA BERSAUDARA KABUPATEN ACEH BARAT Dira Sanita; Fiandy Mauliansyah
JIMSI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ilmu Komunikasi VOLUME 1 NOMOR 2 (SEPTEMBER 2021)
Publisher : JIMSI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Peran Corporate Social Responsibillity (CSR) sebagai kewajiban perusahaan untuk menjalnkan kewajiban didasarkan atas keputusan untuk mengambil kebijakan dan tindakan dengan melihat  kepentingan stakeholders dan lingkungan perusahaan berdasarkan pada ketentuan hukum yang berlaku. CSR merupakan tanggung jawab sosial perusahaan dan  salah  satu unsur terpenting dalam meningktakan citra dan  reputasi perusahaan untuk dapat berkontribusi kepada pihak-pihak yang memiliki hubungan dan keterkaitan dengan perusahaan, baik itu pihak yang berada di internal perusahaan maupun pihak yang berada di eksternal perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk perkembangan CSR PT.Mifa Bersaudara pada tiap tahunnya di kalangan wilaya operasional. Karya tulis ilmiah ini merupakan hasil analisis pada program Magang Mahasiswa yang dilaksanakan selama 6 bulan. Metode yang digunakan  adalah metode wawancara dan observasi sebagai deskripsi ( pendekatan kualitatif). Lokasi Magang dilaksanakan  pada perusahaan PT.Mifa Bersaudara Aceh Barat Meulaboh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CSR sangat berpengaruh dan membawa dampak positif dalam bidang keekonomi masyarakat sekitar wilaya operasional.           Kata kunci: Metode, Strategi Komunikasi CSR, Perkembangan CSR
Pengembangan Desa Binaan DigiWisata Terpadu Melalui Peningkatan Manajemen di Gampong Peunaga Pasi, Aceh Barat Herri Darsan; Afrizal Tjoetra; Masrizal Masrizal; Fiandy Mauliansyah; Apri Rotin Djusfi; Samwil Samwil; Maulidin Fajri
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 7, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v7i2.14435

Abstract

The Integrated DigiWisata Program aims to encourage institutional strengthening and digital transformation of Peunaga Pasi Village in West Aceh Regency as a coastal tourism village based on education, culture, and the environment. This village has a unique geographic character with a combination of beaches, swamps, and a strong tsunami history, as well as a number of local attractions such as a mini waterboom, traditional salt tourism, and educational rides. However, this potential has not been managed in an integrated and professional manner. The main problems faced include the weak institutional structure of the Village-Owned Enterprises (BUMG) and Tourism Awareness Groups (Pokdarwis), the absence of a digital management and financial system, low digital promotion capacity, the lack of integration of tourist attractions into one visit package, and the lack of a waste management system in the tourist area. This has led to low tourist visits and a suboptimal contribution to the local creative economy. Through a collaborative and research-based approach, this empowerment program carries out a series of strategic interventions, ranging from the preparation of institutional documents and BUMG Standard Operating Procedures, training in digital financial recording systems, activating tourism village websites and social media, to building educational showrooms and procuring waste shredders. All activities are designed to strengthen the community's capacity to manage local potential sustainably and independently. This program supports the achievement of the SDGs, the Key Performance Indicators (KPI) of Higher Education, and RIRN's focus on social innovation and strengthening community-based economies. The community empowerment program is designed to run for three years, with the first year being the foundational stage for institutional and technological strengthening, followed by business diversification and digital promotion development, and the third year ending with the independence and model replication phase.