Abstract. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan dan pelaporan keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Palakka, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang. Melalui pendekatan pendampingan partisipatif, kegiatan dilakukan dalam beberapa tahap: identifikasi masalah, pelatihan teknis akuntansi, asistensi penyusunan laporan keuangan berbasis SAK ETAP, serta monitoring dan evaluasi berkala. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan pengelola BUMDes dalam menyusun laporan keuangan secara akuntabel dan sistematis. BUMDes yang sebelumnya bergerak di sektor penggemukan sapi mengalami kerugian akibat tingginya angka kematian ternak, sehingga bertransformasi menjadi unit usaha Kredit Simpan Pinjam (KSP) yang dinilai lebih adaptif terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Transformasi ini menegaskan pentingnya tata kelola yang baik, partisipasi masyarakat, dan adaptasi terhadap risiko usaha dalam menjamin keberlanjutan BUMDes. Dengan dukungan dokumentasi keuangan yang baik dan strategi usaha yang relevan, BUMDes Desa Palakka menunjukkan potensi sebagai penggerak ekonomi desa yang berdaya saing dan berkelanjutan. Model pendampingan ini diharapkan dapat direplikasi di desa-desa lain dengan kondisi serupa. Abstract. This community service activity aims to enhance the management and financial reporting capacity of the Village-Owned Enterprise (BUMDes) in Palakka Village, Maiwa District, Enrekang Regency. Through a participatory mentoring approach, the program was conducted in several stages: problem identification, technical accounting training, assistance in preparing financial reports based on SAK ETAP, and regular monitoring and evaluation. The results showed a significant improvement in the ability of BUMDes managers to prepare financial reports in an accountable and systematic manner. Initially operating in the cattle fattening sector, the BUMDes experienced losses due to high livestock mortality rates, which led to a transformation into a Savings and Loan (KSP) business unit, considered more adaptive to the community’s socio-economic conditions. This transformation highlights the importance of good governance, community participation, and risk adaptation in ensuring the sustainability of BUMDes. With strong financial documentation and relevant business strategies, the Palakka Village BUMDes demonstrates potential as a competitive and sustainable driver of the village economy. This mentoring model is expected to be replicated in other villages with similar conditions.