Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PELATIHAN SENI HADROH BAGI PENGURUS TAMAN PENDIDIKAN AL QUR’AN MUHAMMADIYAH PONOROGO Sugianto, Alip; Wibowo, Sugeng; Sunarto, Sunarto
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 9 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i9.3498-3504

Abstract

Forum TPA Muhammadiyah Ponorogo terdiri dari 43 lembaga, dari 43 lembaga tersebut yang memiliki seni hadroh 3 lembaga. Hal tersebut dikarenakan beberapa hal, seperti kurangnya sarana fasilitas dan belum banyak guru yang menguasai seni hadroh. Berdasarkan permasalahan tersebut pengabdian ini mengadakan pelatihan seni hadroh. Metode yang digunakan adalah  learning by doing, teori dan praktek. Hasilnya peserta memiliki pemahaman berharga tentang konsep-konsep hadroh, jenis-jenis instrument hadroh dan cara bermain hadroh, dalam prakteknya peserta bisa menguasai dasar-dasar bermain, sehingga masih dibutuhkan banyak latihan-latihan secara rutin agar memperoleh hasil yang maksimal. 
KAJIAN ETNOLINGUISTIK TERHADAP PAKAIAN ADAT WAROK PONOROGO Sugianto, Alip
ARISTO Vol 3 No 1 (2015): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v3i1.8

Abstract

Pakaian Adat merupakan sebuah identitas suatu daerah yang mana simbol dari kebudayaan yang dimiliki oleh wilayah tersebut. Hal tersebut sebagaimana Pakaian Adat Etnik Panaragan yang terkenal dengan Pakaian Khas Warok Ponorogo. Pakaian Adat Khas Ponorogo memiliki nilai filosofi yang terkandung didalamnya yang akan di telaah dengan menggunakan pendekatan etnolinguistik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pakaian adat panaragan atau warok memiliki kharakter jiwa masyarakat Ponorogo yang tersimpan dalam nilai-nilai yang terdapat dalam pakaian adat. Nilai tersebut antara lain ketenangan, keberanian, kesabaran.
KEBUDAYAAN MASYARAKAT JAWA ETNIK PANARAGAN Sugianto, Alip
ARISTO Vol 4 No 1 (2016): ARISTO Vol. 6 Tahun 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v4i1.178

Abstract

AbstrakPonorogo menurut banyak kalangan merupakan sub etnik kebudayaan Mataraman yang meliputi Madiun, Magetan, Ngawi, Pacitan dan Trenggalek. Namun berdasarkan analisa penulis Ponorogo merupakan sub etnik kebudayaan sendiri yang tidak termasuk dalam wilayah kebudayaan Mataraman. Melainkan sebuah Etnik tersendiri Kebudayaan Jawa Etnik Panaragan. Artikel ini menjelaskan tentang kebudayaan Jawa Etnik Panaragan sehingga memiliki ciri khas tersendiri sebagai sub etnik budaya sendiri di Jawa Timur.Kata Kunci: Kebudayaan, Jawa dan Etnik Panaragan
Pendampingan Pelaksanaan Disiplin Bahasa dengan Pendekatan Logic Consequence Di Pondok Modern Syafii, Muhammad Lukman; Sugianto, Alip; Cendriono, Nanang
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 3 No 1 (2019): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.981 KB) | DOI: 10.29407/ja.v3i1.13553

Abstract

This Science and Technology Activities for Communities is to approve sanctions applied in upholding the discipline of language in modern boarding school which fall into the category of punishment or logical consequences, which support can instill a high awareness in students to use language only to be able to enforce it as requested, but more because of the awareness of the importance of this language in the learning process. The method applied in this PKM activity was published in several stages, namely: discussing and enforcing debates on language discipline, socialization programs to modern cottage leaders, seminars on Punishment VS Logic Consequences, followed by workshops on language safety agreements with logical consequences, Preparing relevant punishment for students who commit an offense. In the end, from the implementation of the PKM program, it is hoped that the modern boarding school will no longer use punishment consisting of punishment in the enforcement of language discipline but instead uses logical agreement, so as to increase the awareness and interest of students in learning foreign languages.
POBALIS LIDI Media Integrated with a Digital Interactive Guide for Batik Learning Mastery Sugiantoro, Erfan; Sugianto, Alip; Mustikawati, Diyah Atiek
Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Yayasan Keluarga Guru Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46843/jiecr.v7i1.2724

Abstract

Batik learning faces persistent challenges, particularly the scarcity of alternative instructional media and limited student engagement in the digital era. This study developed POBALIS LIDI, a hybrid media that integrates physical and digital elements to support students’ batik-making achievement in a valid, practical, and effective manner. The research employed a design-based research approach using the ADDIE model, involving fifth-grade students from a primary school in Indonesia. Data were collected through interviews, observations, questionnaires, and tests. The validity tests demonstrated that the media was highly valid, with material validation at 91.66%, media validation at 97.50%, and instructional validation at 93.75%. The media’s practicality was also rated highly, with a score of 90.33% based on positive user feedback. Implementation proved effective, as indicated by a one-sample t-test yielding p 0.001 and a Cohen’s d value of 1.687, indicating a large effect size. The average student learning outcome was 81.91, exceeding the minimum mastery criteria. This study concludes that the developed hybrid media successfully integrates authentic and digital learning experiences. The research contributes to educational technology by developing culturally grounded hybrid media that enhance adaptive learning in the digital era.
Tradisi Menulis Ulama Indonesia Abad 19-21: Buya Hamka dan Muh Natsir Sugianto, Alip; Nanang Cendriono
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 6 No. 02 (2025): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v6i02.12467

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tradisi menulis ulama Indonesia pada abad ke-19 hingga abad ke-21 dengan menyoroti akar doktrinal aktivitas kepenulisan dalam Islam, dinamika pasang surut tradisi literasi ulama, serta faktor-faktor yang mendukung berkembangnya khazanah intelektual di Nusantara. Kajian ini menggunakan metode penelitian studi pustaka dan analisis deskriptif untuk memetakan perkembangan pemikiran, corak tulisan, serta kontribusi intelektual para ulama. Penelitian ini juga berfokus pada dua tokoh penting Muhammadiyah dan bangsa, yakni Buya Hamka dan Mohammad Natsir, yang dikenal memiliki produktivitas tinggi dalam bidang agama, sastra, dan politik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun keduanya hidup dalam situasi sosial-politik yang penuh tantangan, terutama pada masa perjuangan kemerdekaan dan pembentukan negara Indonesia, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk berkarya. Sebaliknya, keterbatasan justru memperkuat komitmen mereka dalam menghasilkan karya tulis yang bermutu dan berpengaruh luas. Karya-karya mereka tidak hanya mencerminkan kedalaman intelektual, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan peradaban bangsa dan pendidikan umat. Hingga kini, tulisan-tulisan Hamka dan Natsir tetap relevan dan menjadi rujukan penting dalam studi keislaman, kebudayaan, dan politik Indonesia. Kata Kunci: Tradisi; Menulis; Hamka; Natsir