Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Konstruksi Gender Ryōsaikenbō dalam Novel Onnazaka Karya Fumiko Enchi Risman, Yunita El; Nurfitri, Nurfitri
J-Litera: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Budaya Jepang Vol 7 No 2 (2025): Nov 2025
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jltera.2025.7.2.17039

Abstract

Artikel ini membahas konstruksi ideologi gender ryōsaikenbō (istri yang baik dan ibu yang bijak) dalam novel Onnazaka karya Fumiko Enchi melalui pendekatan feminisme sosial-budaya dengan kerangka teori Nira Yuval-Davis. Sebagai ideologi yang dilembagakan sejak era Meiji, ryōsaikenbō membentuk peran domestik perempuan Jepang dalam sistem patriarki yang mengontrol tubuh, emosi, dan kesadaran mereka. Fokus kajian ini adalah tokoh Tomo, seorang istri pejabat aristokrat yang menjalani peran gender secara konformis, namun menyimpan luka dan perlawanan batin yang tidak terlihat secara kasat mata. Hasil analisis menunjukkan bahwa Onnazaka merepresentasikan lima dimensi utama ideologi gender menurut Yuval-Davis: (1) struktur sosial dan budaya; (2) peran gender dalam keluarga; (3) simbolisme keibuan; (4) identitas kolektif; dan (5) interseksionalitas. Tomo mengalami represi psikologis yang dalam sebagai akibat dari internalisasi norma gender, serta dikonstruksikan sebagai simbol moral keluarga tanpa ruang untuk ekspresi personal. Tubuhnya menjadi medan ideologis yang menyimpan beban simbolik budaya patriarki. Selain itu, usia dan status sosial memperparah subordinasinya, menjadikannya tak terlihat dalam sistem keluarga. Namun demikian, melalui narasi batin dan simbolisme tubuh, novel ini juga menghadirkan resistensi sunyi yang muncul dari kesadaran eksistensial perempuan. Kesunyian, rasa sakit, dan penyangkalan diri menjadi bentuk protes halus terhadap sistem yang menindas. Dengan demikian, Onnazaka tidak hanya mengungkap represi gender dalam budaya Jepang modern, tetapi juga membuka ruang bagi pembacaan feminis atas perlawanan perempuan yang bersifat subtil namun bermakna.
Nalar Moderasi Islam dalam Membentuk Imunitas Terhadap Radikalisme Agama Halik, Abdul; Nurfitri, Nurfitri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena radikalisme agama di lingkungan lembaga pendidikan menjadi tantangan serius bagi stabilitas sosial dan kebangsaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran nalar moderasi Islam sebagai basis epistemologis dalam membangun imunitas ideologis terhadap paham radikal di kalangan peserta didik. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan kajian literatur dan analisis wacana, penelitian ini menemukan bahwa nalar moderasi Islam berakar pada prinsip keseimbangan (tawassuth), toleransi (tasamuh), dan keadilan (i‘tidal) yang menolak segala bentuk ekstremisme. Dalam konteks pendidikan, internalisasi nilai-nilai moderasi dilakukan melalui kurikulum, keteladanan guru, dan pembiasaan sikap dialogis dalam kegiatan keagamaan. Lembaga pendidikan berperan strategis sebagai benteng ideologis yang dapat menanamkan kesadaran beragama yang rasional, inklusif, dan kontekstual. Dengan demikian, penguatan nalar moderasi Islam terbukti efektif sebagai instrumen preventif untuk membentuk daya tahan individu dan kolektif terhadap infiltrasi ideologi radikal di lingkungan pendidikan.