Artikel ini membahas konstruksi ideologi gender ryōsaikenbō (istri yang baik dan ibu yang bijak) dalam novel Onnazaka karya Fumiko Enchi melalui pendekatan feminisme sosial-budaya dengan kerangka teori Nira Yuval-Davis. Sebagai ideologi yang dilembagakan sejak era Meiji, ryōsaikenbō membentuk peran domestik perempuan Jepang dalam sistem patriarki yang mengontrol tubuh, emosi, dan kesadaran mereka. Fokus kajian ini adalah tokoh Tomo, seorang istri pejabat aristokrat yang menjalani peran gender secara konformis, namun menyimpan luka dan perlawanan batin yang tidak terlihat secara kasat mata. Hasil analisis menunjukkan bahwa Onnazaka merepresentasikan lima dimensi utama ideologi gender menurut Yuval-Davis: (1) struktur sosial dan budaya; (2) peran gender dalam keluarga; (3) simbolisme keibuan; (4) identitas kolektif; dan (5) interseksionalitas. Tomo mengalami represi psikologis yang dalam sebagai akibat dari internalisasi norma gender, serta dikonstruksikan sebagai simbol moral keluarga tanpa ruang untuk ekspresi personal. Tubuhnya menjadi medan ideologis yang menyimpan beban simbolik budaya patriarki. Selain itu, usia dan status sosial memperparah subordinasinya, menjadikannya tak terlihat dalam sistem keluarga. Namun demikian, melalui narasi batin dan simbolisme tubuh, novel ini juga menghadirkan resistensi sunyi yang muncul dari kesadaran eksistensial perempuan. Kesunyian, rasa sakit, dan penyangkalan diri menjadi bentuk protes halus terhadap sistem yang menindas. Dengan demikian, Onnazaka tidak hanya mengungkap represi gender dalam budaya Jepang modern, tetapi juga membuka ruang bagi pembacaan feminis atas perlawanan perempuan yang bersifat subtil namun bermakna.