Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Sirok Bastra

ANALISIS BAHASA SATIRE DALAM PERTARUNGAN POLITIK 2019 (Satire Language Analysis in Political 2019) Ni Nyoman Ayu Suciartini
Sirok Bastra Vol 7, No 1 (2019): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.987 KB) | DOI: 10.37671/sb.v7i1.156

Abstract

Satire sekarang umum ditemukan, terutama menjelang perjuangan politik pada tahun 2019. Bahasa satir ini cukup efektif untuk digunakan oleh kedua belah pihak yang saling bertarung, terutama dalam mengkritik. Pernyataan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana menganalisis bahasa sindiran dalam pertarungan politik 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan analisis sindiran dalam pertarungan politik 2019. Metode penelitian menggunakan analisis pragmatis dalam teks di situs mojok.co. Identifikasi ini dapat ditemukan dalam teks artikel di situs. Penelitian menunjukkan bahwa dalam beberapa rubrik, seperti esai dan sudut di situs berita mojok.co, ada gaya bahasa sindiran yang sengaja digunakan oleh penulis dengan berbagai keperluan, salah satunya adalah untuk menyindir atau mengkritik dan juga mengekspresikan kritik humor humor. Satire is now commonly found, especially ahead of the political struggle in 2019. This satire language is quite effective to be used by both sides fighting each other, especially in criticizing. The problem statement in this research is how to analyze satire language in political battles 2019. The purpose of this study is to describe analysis of satire in 2019 political battles. The research method uses pragmatic analysis in text on the mojok.co site. This identification can be found in the article text on the site. Research shows that in several rubrics, such as essays and corners in the mojok.co news site, there is a style of satire language that is deliberately used by writers with various purposes, one of which is to insinuate or criticize and also express criticism humor.
POTRET MERDEKA BELAJAR DALAM NOVEL “GURU AINI” KARYA ANDREA HIRATA Ni Nyoman Ayu Suciartini
Sirok Bastra Vol 8, No 2 (2020): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v8i2.212

Abstract

Pendidikan di Indonesia sedang berbenah menuju kualitas pendidikan yang lebih unggul dan berkarakter. Salah satunya diwujudkan dengan adanya terobosan baru bernama merdeka belajar-kampus merdeka yang diluncurkan oleh Kemendikbud, menyasar pendidikan dasar dan menengah hingga perguruan tinggi. Konsep merdeka belajar merupakan konsep yang diyakini dapat memerdekakan dalam artian positif, siswa dan guru sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara maksimal. Penulis menemukan bahwa konsep merdeka belajar termuat dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana potret konsep merdeka belajar dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata tahun 2020? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potret konsep merdeka belajar dalam novel Guru Aini. Metode yang digunakan adalah penelitian deksripstif kualitatif dengan teori sosiologi sastra sebagai pedoman dalam analisisnya. Hasil penelitian ini menganalisis bahwa di novel Guru Aini memuat potret merdeka belajar seperti adanya proyek kemanusiaan, guru dan peserta didik yang merdeka dan bahagia dalam proses pembelajaran serta adanya nilai moral, etika, pendidikan, agama, sosial yang ditinjau dari konsep sosiologi sastra. Education in Indonesia is tending to a superior quality of education and character. One of them is realized with the existence of a new breakthrough called merdeka-independent campus learning launched by the Ministry of Education and Culture, targeting primary and secondary education to tertiary institutions. The concept of independent learning is a concept that is believed to be able to liberate in a positive sense, students and teachers so that the learning process can take place optimally. The author finds that the concept of freedom of learning is contained in the novel Guru Aini by Andrea Hirata. The main problem in this research is how the portrait of the concept of freedom of learning in the novel "Guru Aini"? The aim is to describe the portrait of the concept of independent learning in the novel "Guru Aini". The method used is qualitative descriptive research method with the theory of literary sociology as a guide in its analysis. The results of this study analyze that in the novel "Guru Aini" contains a portrait of independent learning such as a humanitarian project, teachers and students who are independent and happy in the learning process as well as the existence of moral values, ethics, education, religion, social in terms of the concept of sociological literature.
PEMERTAHANAN BAHASA BALI DALAM PARODI “HAI PUJA” Ni Nyoman Ayu Suciartini
Sirok Bastra Vol 6, No 1 (2018): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.126 KB) | DOI: 10.37671/sb.v6i1.112

Abstract

Berkembangnya teknologi memberi pengaruh tersendiri bagi pemakaian bahasa, terutama bahasa daerah. Bahasa Bali sebagai bahasa ibu atau bahasa daerah harus terus produktif dan dikenalkan dengan cara-cara kekinian untuk tetap bertahan pada generasi milenial. Kemunculan saluran Youtube dalam bentuk parodi “Hai Puja” penting diapresiasi sebagai salah satu media pemertahanan bahasa Bali. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan kalimat berbahasa Bali dalam video parodi “Hai Puja” yang telah ditonton ribuan masyarakat sebagai salah satu media yang memiliki kedudukan strategis dan potensial dalam usaha pembinaan serta pengembangan bahasa Bali sejak usia dini. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sosiolinguistik, yaitu teori pergeseran dan pemertahanan bahasa. Metode yang digunakan adalah metode simak, metode cakap, dan metode wawancara. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ada faktor sosiolinguistik yang memengaruhi pemertahanan bahasa Bali dalam parodi “Hai Puja” ini, yaitu (1) loyalitas terhadap bahasa Ibu, (2) sikap bahasa golongan muda, serta (3) penggunaan media sosial yang sesuai dengan perkembangan zaman.
SUGESTI BAHASA DALAM NARASI PENGENDALIAN COVID-19 PADA UNGGAHAN MEDIA SOSIAL Ni Nyoman Ayu Suciartini
Sirok Bastra Vol 10, No 1 (2022): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v10i1.304

Abstract

Fungsi bahasa menghadirkan sugesti demikian dekat dan memengaruhi kehidupan manusia. Hal tersebut membuat bahasa menjadi salah satu senjata efektif untuk dapat mengendalikan bahkan memerangi covid-19. Hal tersebut membuat bahasa mampu membentuk dan mengubah pola pikir, pola perilaku, sikap, sifat seseorang untuk membentuk budaya hidup sehat. Salah satu kontribusi yang bisa dilakukan dalam bidang bahasa untuk ikut berupaya dalam mencegah dan menanggulangi covid-19 ialah dengan menggunakan bahasa sebagai alat sugesti dalam mengedukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini ialah bagaimana bahasa sugesti yang terkandung dalam narasi penanggulangan covid-19? Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis bahasa sugesti yang terkandung dalam narasi penanggulangan covid-19. Metode yang digunakan ialah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan kajian pragmatik, khususnya teori tindak tutur direktif, asertif, komisif, dll. sebagai pisau analisisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meme yang penulis analisis dan bedah secara pragmatik ditemukan narasi-narasi yang mengandung tindak tutur direktif, seperti mengimbau, menyuruh, mengingatkan. Ditemukan pula bahasa sugesti yang mengandung tindak tutur ekspresif dan komisif yang kesemuanya ditujukan untuk dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga imun tubuh dan menjaga kesehatan di tengah pandemi covid-19, bahaya covid-19, dan juga penanganan sederhana yang bisa dilakukan untuk mengendalikan penyebaran virus covid-19.Kata kunci: sugesti, pragmatik, covid-19.
LITERASI AGAMA DALAM NARASI RUANG VIRTUAL Suciartini, Ni Nyoman Ayu; Pratama, I Putu Wahyu
Sirok Bastra Vol 11, No 2 (2023): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v11i2.480

Abstract

Literasi di ruang virtual dan media sosial perlu dikembangkan di tengah maraknya narasi-narasi berita bohong maupun konten digital yang kurang mendidik. Pemanfaatan ruang virtual dan media sosial seharusnya diisi dan dikembangkan dengan konten positif, mengedukasi, dan dapat memotivasi generasi muda untuk mengembangkan kebudayaan, ritual, adat istiadat, dan tradisi di dalamnya. Sepanjang apa pun sejarah dan sejauh apa pun peradaban melesat dengan perkembangan teknologi informasi di dalamnya, penanaman nilai toleransi, kerukunan, kecintaan terhadap kebudayaan, dan pendidikan karakter memang wajib dan harus dilakukan sebagai bagian dari roh pendidikan, baik di rumah, sekolah, maupun di masyarakat. Sebab, jika anak-anak atau generasi telah memiliki karakter yang kuat, mereka tidak akan mudah tercerabut dari akarnya. Tantangan era ini tentu berhadapan dengan adanya ruang virtual dan dunia digital yang beragam, lebih menarik, dan lebih menjangkau banyak khalayak. Hal inilah yang seharusnya dimanfaatkan dalam dunia pendidikan untuk menjadi media dalam pembelajaran apa pun, termasuk di dalamnya menjadi manusia yang moderat dan toleran demi keutuhan NKRI. Ruang virtual dan media digital perlu dianalisis untuk dapat menjadi media pembelajaran yang inovatif untuk mendukung hal-hal baik dan positif serta melibatkan generasi muda untuk ikut andil di dalamnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai pendidikan karakter dalam ruang virtual dan media digital sebagai media pembelajaran moderasi beragama. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dengan bantuan metode kajian pustaka, wawancara, dan kuesioner. Pisau analisis yang dipakai, yaitu Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ruang virtual dan media digital dengan narasi, bahasa, dan konteks yang mendukung sebuah wacana virtual dan digital dapat berdampak positif untuk mengedepankan konten agama, seni tradisi, dan budaya, memuat nilai-nilai pendidikan karakter, dan menjadi media penguatan perilaku moderat dan toleransi beragama.