Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh Dosis Sekam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Varietas Inpari 32 Tita Kartika Dewi; Lusiana Lusiana; Hamdan Drian Adiwijaya; Buki Hermawan; Nine Wahyuni Maulani
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v11i2.624

Abstract

The research aims to determine; (1) the response of growth and yield of rice plants to various doses of roasted husks, and (2) doses of roasted husks that have a positive effect on the growth and yield of rice plants of the Inpari 32 variety. The study was carried out for 3 (months) months, starting from January to March 2022. This research was carried out with an experimental approach using a Randomized Block Design (RBD), 6 doses of burnt husk treatment and repeated five times, so that there were 30 experimental units. The variables observed were plant height, number of tillers per clump, number of productive tillers per clump, number of shoots per clump, panicle length, number of pithy grain per panicle, weight of 1000 grains of grain, yield of dry grain harvested per clump and per plot. The data obtained in the study were analyzed by analysis of variance (ANOVA) if there was a significant effect, then Duncan's multiple-distance further test was carried out at a significance level of 5 percent. The results showed: (1) Burned husk treatment had a significant effect on plant height, number of tillers per clump, number of productive tillers per clump, number of panicles per clump, number of pithy grain per panicle, weight of 1000 grains of grain, yield of dry grain harvested per clump. and per plot, but had no significant effect on panicle length. and (2) The highest harvested dry grain yields were obtained at doses of roasted husks of 4 and 5 tons/ha, namely 6.65 kg and 7.70 kg per plot or equivalent to 7.39 tonnes per hectare and 8.56 tonnes per hectare.
The PELATIHAN DASAR HIDROPONIK DENGAN SISTEM WICK DI MASJID MIFTAHUL HUDA KABUPATEN SUBANG Vera Purnama; Lusiana Lusiana; Hamdan Drian A; Tita Kartika Dewi; Nine Wahyuni
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i1.4023

Abstract

Hidroponik merupakan metode yang tepat untuk mengoptimalkan hasil pada urban farming. Sistem hidroponik terdiri dari beberapa macam sistem, salah satu diantaranya adalah sistem wick. Sistem wick atau sistem sumbu merupakan sistem hidroponik yang sederhana dan memiliki tingkat kesulitan yang rendah untuk pemula. Pelatihan ini dilakukan di Masjid Miftahul Huda, Kabupaten Subang. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan keterampilan dan kecakapan ataupun keahlian yang berguna bagi masyarakat sekitar masjid miftahul huda sehingga keterampilan tersebut dapat menghasilkan nilai tambah berupa pendapatan dan diharapkan dapat menjadi bekal untuk masyarakat sekitar berwirausaha. Metode yang digunakan melalui beberapa tahapan yaitu: (1) Melakukan sosialisasi kepada warga berkaitan dengan pengertian dan manfaat budidaya hidroponik dengan sistem hidroponik yang diperkenalkan yaitu wick system. (2) Memberikan penyuluhan dan pelatihan dengan cara melakukan praktek secara langsung bagaimana cara bertanam hidroponik dengan wick system. (3) Memberikan pendampingan yang diperlukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan. (4) Evaluasi hasil. Hasil kegiatan menunjukan bahwa dengan adanya pelatihan ini jamaah Masjid Miftahul Huda terampil dalam melaksanakan tahapan-tahapan kegiatan hidroponik sistem wick sehingga kegiatan ini dapat dilanjutkan sebagai kegiatan berwirausaha bagi jamaah Masjid Miftahul Huda.
Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan melalui Program P2L pada KWT Akur di Desa Kawunganten Kecamatan Cikaum Kabupaten Subang lusiana priyatna; Tita Kartika Dewi; Hamdan Drian; Nine Wahyuni; Vera Purnama
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i1.4042

Abstract

Abstract Sustainable Food Courts (P2L) is an activity of utilizing yards as a source of food in a sustainable manner to increase the availability, accessibility, use and income of the community. P2L is a government program in dealing with food insecurity. Optimization of P2L by empowering women in the use of yards as a source of family food by cultivating various types of vegetable and medicinal plants as additional food availability. P2L aims to empower women farmers (KWT) to have knowledge, skills, motivation in utilizing the yard as a source of food and family income and being able to carry out environmentally friendly and economical plant cultivation through conventional and simple hydroponic plant cultivation systems. The method used is group participation involving the community in activities: counseling, training and mentoring. In the cultivation practice, participants were given knowledge about preparing planting media, seeding and planting. The activity begins with the practice of preparing good planting media for vegetable crops. In this activity group members were able to prepare planting media with good media composition. KWT Akur members are generally skilled in plant cultivation practices. KWT Akur is very enthusiastic about P2L activities and is very skilled in good plant cultivation practices. The motivation of KWT Akur members needs to be increased through regular assistance by optimizing activities and support from the Subang District Food Security Service. P2L in KWT Akur, is expected to improve the economy and use of yards as a provider of food sources and household nutrition Keywords: yard land; Food security; Food; sustainable Abstrak Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan secara berkelanjutan untuk meningkatan ketersediaan, aksesibilitas, pemanfaatan dan pendapatan masyarakat. P2L adalah program pemerintah dalam penanganan rawan pangan.Optimalisasi P2L dengan memberdayakan wanita dalam pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga dengan membudidayakan berbagai jenis tanaman sayuran dan obat sebagai tambahan ketersediaan pangan.P2L bertujuan untuk memberdayakan wanita Tani (KWT) agar memiliki pengetahuan,ketrampilan,memotivasi dalam memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan dan pendapatan keluarga serta dapat melaksanakan budidaya tanaman ramah lingkungan dan ekonomis melalui sistem budidaya tanaman konvensional dan hidroponik sederhana. Metode yang digunakan adalah partisipasi kelompok yang melibatkan masyarakat dalam kegiatan: penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Pada praktek budidaya peserta diberikan pengetahuan tentang persiapan media tanam,penyemaian dan penanaman. Kegiatan dimulai dengan praktek persiapan media tanam yang baik untuk tanaman sayuran. Pada kegiatan ini anggota kelompok mampu menyiapkan media tanam dengan komposisi media yang baik. Anggota KWT Akur umumnya terampil dalam praktek budidaya tanaman. KWT Akur sangat antusias dalam kegiatan P2L dan sangat terampil dalam praktek budidaya tanaman dengan baik. Motivasi anggota KWT Akur perlu ditingkatkan melalui pendampingan secara berkala dengan mengoptimalkan kegiatan dan dukungan dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Subang. P2L di KWT Akur,diharapkan dapat meningkatkan perekonomian serta pemanfaatan lahan pekarangan sebagai penyedia sumber pangan dan gizi rumah tangga Kata Kunci: lahan pekarangan; Ketahanan pangan; Pangan; Lestari Accepted: yyyy-mm-dd Published: yyyy-mm-dd
Sosialisasi Penerapan Teknologi Tepat Guna untuk Kemandirian Kesehatan Masyarakat melalui Pengolahan Kulit Manggis Tita Kartika Dewi; Lusiana Lusiana; Hamdan Drian Adiwijaya; Nine wahyuni Maulani; Vera Purnama; Deny Ernawan; Nour Athiroh; Ratna Djuniwati; Agus Sugianto
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6913

Abstract

Kemandirian kesehatan masyarakat merupakan hal yang perlu diwujudkan, oleh karena itu berbagai langkah dilakukan untuk mendukung tujuan tersebut. Manggis (Garcinia mangostana Linn.) merupakan tanaman tropis asli Indonesia. Khasiat buah ini sangat banyak untuk kesehatan, terutama pada bagian kulitnya mengandung zat tertentu diantaranya “xanton”, yang berkhasiat sebagai antioksidan sebagai penangkal radikal bebas. Desa Ponggang merupakan daerah penghasil buah manggis terbesar di kabupaten Subang dimana pada setiap panennya menyisakan buah manggis afkiran yang berpotensi menjadi limbah sehingga sangat dibutuhkan informasi dan sosialisasi terkait teknologi dalam pengolahan kulit buah manggis. Kegiatan sosialisasi teknologi tepat guna ini merupakan implemetasi dari raihan Hibah Program Kosabangsa (Kolaborasi Sosial Membangun masyarakat) tahun 2023 yang didanai oleh DRTPM Kemdikbudristek dengan mengusung tema untuk mendukung kemandirian Kesehatan melalui pemanfaatan kulit manggis. Kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat desa Ponggang terutama klota Mahkota Manggis dan Sadang Jaya (sebagai Mitra Sasaran). Program Kosabangsa Universitas Subang (sebagai Tim Pelaksana) dan Universitas Islam Malang (sebagai Tim Pendamping) ditujukan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan manggis afkiran dan limbah kulit manggis menjadi minuman fungsional kaya antioksidan dengan menggunakan teknologi tepat guna, sehingga dapat menghasilkan produk yang mempunyai nilai jual dan untuk mencapai kemandirian kesehatan serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.  Alat mekanisasi yang digunakan terdiri dari alat penggiling, alat pengering, dan mesin ekstraktor
PELATIHAN PACKAGING DAN BRANDING PADA KELOMPOK WANITA TANI PISANG BERSAMA DINAS KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN SUBANG Vera Purnama; Lusiana Lusiana; Hamdan Drian A; Tita Kartika Dewi; Nine Wahyuni
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7677

Abstract

Perkembangan zaman dan teknologi memberikan pengaruh yang sangat nyata pada berbagai macam bidang, salah satunya pada bidang pertanian. Perkembangan teknologi bagi para petani milenial, dituntut untuk dapat berinovasi untuk menghasilkan produk pertanian yang bergizi, menarik dan mempunyai nilai jual yang tinggi. Salah satu contoh perkembangan pada sektor pertanian adalah kegiatan pascapanen packaging dan branding. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan keterampilan dan kecakapan ataupun keahlian terutama pada proses packaging dan branding yang dapat meningkatkan nilai jual pada produk pertanian. Hasil kegiatan menunjukan bahwa dengan adanya pelatihan ini kelompok wanita tani pisang terampil dalam melaksanakan tahapan-tahapan kegiatan packaging dan branding pada komoditi hasil pertanian. Kata Kunci: Hidroponik, Kemasan, Merek.
Pelatihan Tematik Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Pagon Kecamatan Purwadadi Kabupaten Subang Nine Wahyuni Maulani; Tita Kartika Dewi; Lusiana Lusiana; Vera Purnama; Hamdan Drian Adiwijaya
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7714

Abstract

Pangan merupakan hal mendasar yang harus terpenuhi dalam kehidupan manusia. Kebutuhan pangan semakin lama memperlihatkan angka yang terus bertambah, namun tidak diiringi dengan perluasan areal pertanian. Pandemi covid 19 semakin menambah permasalahan karena perusahaan banyak yang memPHK karyawannya. Solusi dari permasalahan tersebut diantaranya dengan mengoptimalkan peran ibu rumah tangga dengan cara budidaya di lahan pekarangan. Pemerintah dalam hal ini Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian membuat program pekarangan pangan lestari (P2L) yang ditujukan kepada kelompok Wanita Tani (KWT) di setiap daerah. Desa Pagon, kecamatan Purwadadi, kabupaten Subang merupakan desa yang masih berkembang dan butuh pendampingan dalam pembangunannya. Kelompok Wanita tani (KWT) Pisang merupakan kelompok yang cukup aktif dalam berbagai program pemerintah, namun masih membutuhkan tambahan pengetahuan dalam hal budidaya tanaman dan keberagaman tanaman sayuran. Kegiatan pelatihan tematik P2L yang diprakarsai oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) kabupaten Subang dan Fakultas agrorektan Universitas Subang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan budidaya tanaman pekarangan khususnya jenis sayuran. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan cara: sosialisasi, penyampaian materi, dan pelatihan budidaya tanaman. Masyarakat desa Pagon terutama ibu-ibu kelompok tani (KWT) sangat bersemangat dan mendapatkan manfaat dari kegiatan yang dilaksanakan.
PEMANFAATAN LIMBAH SEKAM MENJADI KOMPOS HAYATI DAN BRIKET DI DESA BALINGBING, KECAMATAN PAGADEN BARAT, KABUPATEN SUBANG Tita Kartika Dewi; Ade Suparman; Nine Wahyuni Maulani; Okke Rosmaladewi; Ahmad Khori; Siti Nur
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 14 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v14i2.3387

Abstract

Produksi padi di desa Balingbing, kecamatan Pagaden Barat, kabupaten Subang sebesar 11.169 ton/tahun, sehingga menghasilkan sekitar 3.127 ton limbah sekam padi per tahunnya. Tingginya produksi padi ini menimbulkan permasalahan limbah sekam yang diperoleh, sementara pemanfaatannya belum oprtimal. Program yang diimplementasikan dalam bentuk kegiatan pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomis sekam padi menjadi dua produk yaitu pupuk kompos dan briket sekam. Pupuk kompos diproduksi menggunakan penerapan teknologi dan inovasi "Tri in One_okey," yang berfungsi sebagai biofertilizer, biofungisida, dan biodekomposer berbasis jamur Trichoderma harzianum Rifai. Produk kompos yang diperoleh ini dapat meningkatkan efisiensi budidaya tanaman dan mendukung pertanian berkelanjutan. Di sisi lain, briket sekam diproduksi secara mekanis sebagai alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan. Program ini melibatkan ibu-ibu dari Kelompok Tani Tunas Harapan III dan PKK setempat, dengan metode pelatihan dan pendampingan teknis baik pada saat pelatihan maupun pemasaran. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah pertanian, memperbaiki kesejahteraan ekonomi, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terkait pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pengelolaan limbah
Pemanfaatan Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Pupuk Kompos Dalam Meningkatkan Peduli Lingkungan Di Desa Patimban Tita Kartika Dewi; Deny Ernawan; Deden Robi
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v3i1.816

Abstract

The purpose of this service is to provide education to the public regarding the Utilization of Household Organic Waste to Become Compost Fertilizer in Increasing Care for the Environment. The method used the method in writing this article uses a qualitative approach with a descriptive-explanative model which intends to provide a detailed description of the work program for making compost, including by raising awareness, counseling or short lectures and demonstrating how to make compost. Adpaun as a result of community awareness activities for the environment has increased, especially in organic waste which is used as compost. This can be seen from the many questions asked by the people who participated in the extension activities. The community gains insight into the manufacture and benefits of compost from organic waste which is accelerated with the help of an EM4 (effective microorganism) activator. The finished organic compost can be used by the community to be an alternative to chemical fertilizers or fertilizer from factories, a substitute for planting media, and if it can be produced on a large scale or en masse, it will have additional value. The creation of a community environment that is clean, healthy and cares about health both personally and for the environment.