Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementasi Water Tepid Sponge dalam Mengatasi Masalah Hipertemia pada Penderita Demam Berdarah Dangue Lela Aini; Lenny Astuti; Dessy Suswitha; Dewi Rury Arinda; Shinta Maharani; Sri Muliasari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6483

Abstract

ABSTRAK Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular infeksi yang memiliki gejala peningkatan suhu tubuh atau hipertermia, apabila kurangnya penangan yang tepat dapat menimbulkan dengue shock syndrome. Salah satu penangan demam dapat berupa pemberian kompres hangat (tepid sponge). Water Tepid Sponge merupakan satu upaya untuk menurunkan suhu (hipertermia) yang menggabungkan teknik kompres blok pada pembuluh darah supervisial dengan teknik seka atau tindakan memandikan dengan tujuan terapeutik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang implementasi tepid water sponge dalam mengatasi masalah hipertemia pada penderita demam berdarah dengue. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat adalah berbentuk pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dan demontrasi. Seluruh (100%) pasien yang berkunjung di Puskesmas Sei Baung Palembang dapat memahami implementasi water tepid sponge dengan baik. Adanya peningkatan pengetahuan yang berkunjung di Puskesmas Sei Baung Palembang tentang implementasi water tepid sponge dalam mengatasi masalah hipertemia pada penderita demam berdarah dangue Kata Kunci: Water Tepid Sponge, Hipertermia, Demam Berdarah Dangue  ABSTRACT Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious infectious disease that has symptoms of increased body temperature or hyperthermia, if the lack of proper handling can cause dengue shock syndrome. One of the fever handlers can be in the form of giving a warm compress (tepid sponge). Tepid Water Sponge is an effort to reduce temperature (hyperthermia) that combines the technique of compressing the block on the superficial blood vessels with the technique of wiping or bathing for therapeutic purposes. water sponge in overcoming the problem of hyperthermia in patients with dengue hemorrhagic fever. The method used in community service activities is in the form of health education with lecture and demonstration methods. All of the patient (100%) who had visited Sei Baung Public Health Center Palembang could understand the implementation of water tepid sponge well. The conclusion is that there is an increase in respondents' knowledge (100%) at the Sei Baung Health Center Palembang about the implementation of water tepid sponges in overcoming the problem of hyperthermia in patients with dengue fever and dengue.  Keywords: Water Tepid Sponge, Hyperthermia, Dengue Hemorrhagic Fever
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE DEMONSTRASI TERHADAP SKOR KETERAMPILAN PERTOLONGAN PERTAMA LUKA BAKAR PADA WARGA DI RT. 027 KELURAHAN 13 ULU PALEMBANG Setiawan; Lela Aini; Sri Muliasari; Dea Mega Arini; Siti Zulaiha
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 13 No 1 (2023): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v13i1.361

Abstract

Luka bakar merupakan salah-satu masalah kesehatan masyarakat global yang dapat terjadi dimana saja, terutama di lingkungan masyarakat yang kerap berhadapan langsung dengan sumber panas. Luka bakar dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah, ketidak-seimbangan elektrolit dan suhu tubuh, serta gangguan pernafasan dan fungsi saraf yang juga sering kali berujung pada kematian. Dan salah-satu upaya untuk menanggulangi dampak buruk yang disebabkan oleh luka bakar tersebut dengan meningkatkan keterampilan pertolongan pertama luka bakar masyarakat.Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi terhadap Skor keterampilan pertolongan pertama luka bakar pada warga di RT.027 Kelurahan 13 Ulu Palembang. Desain penelitian ini menggunakan metodePre- Experimental Design dengan rancangan yang digunakan yaitu One-Group Pretest-Posttest. jumlah sampel sebanyak 40 orang yang ditentukan menggunakan Teknik Purposive Sampling. Analisa data dalam penelitian ini adalah analisa univariat dan bivariat.Hasil Penelitian didapatkan rerata skor keterampilan pertolongan pertama luka bakar sebelum dilakukan pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi yaitu 43,50 dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi yaitu 73,75. Dan hasil uji statistik diperoleh p value sebesar 0,000 < α 0,05. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap skor rata-rata keterampilan pertolongan pertama luka bakar pada warga RT.027 Kelurahan 13 Ulu Palembang sebelum dan sesudah dilakukan Pendidikan Kesehatan dengan metode demonstrasi.
KARAKTERISTIK WANITA PENDERITA KANKER SERVIKS DI RUMAH SAKIT MUHAMMADYAH PALEMBANG TAHUN 2022 Meta Rosdiana; Nelly Mariyam; Sri Muliasari; Annisa Khoiriah; Latifah
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 13 No 26 (2023): Journal of Health and Development
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v13i26.255

Abstract

Latar Belakang : Kanker serviks mempunyai insiden yang tertinggi hampir 27% diantara penyakit kanker lain dan menjadi penyebab utama kematian wanita penderita kanker serviks menurut World Health Organization (WHO). Tujuan : Untuk mengetahui karakteristik wanita penderita kanker serviks di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang tahun 2022. Metode : penelitian menggunakan deskriptif dengan menggunakan pendekatan crossectiona. Hasil : Penelitian karakteristik wanita penderita kanker serviks lebih banyak pada wanita yang berumur 35 tahun (83,7%), pada mereka berpendidikan SMA (77,6%), serta dengan paritas 3 anak (79,6%). Kesimpulan dari penelitian ini kejadian kanker serviks di Rumah Sakit Muhammadiyah Palemabang tahun 2022 banyak terjadi pada wanita yang berumur tua, berpendidikan rendah, serta paritas tinggi. Saran : Diharapkan bagi tenaga kesehatan untuk bisa memberikan promosi kesehatan kepada masyarakat khususnya tentang kanker serviks.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MERDEKA PALEMBANG Zuhana; Sella Nandya Nurcahyati; Sri Muliasari
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 13 No 2 (2023): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v13i2.384

Abstract

Berdasarkan World Health Organization (WHO) jumlah lanjut usia di dunia pada tahun 2019 mencapai 13,4% diperkirakan meningkat menjadi 25,3% pada tahun 2050 dan menjadi 35,1% pada tahun 2100 dari total penduduk. Dukungan keluarga merupakan pendukung yang utama bagi lansia dalam meningkatkan kesehatannya sehingga lansia dapat menikmati masa tuanya dengan bahagia, serta dapat meningkatkan kualitas hidup. Tujuan penelitian, diketahuinya hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Merdeka Palembang Tahun 2022. Desain penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Subyek penelitian ini adalah lansia, sampel sebanyak 40 responden. Hasil Penelitian, didapatkan nilai signifikan 0.001 < α=0.05 yang artinya ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Merdeka Palembang Tahun 2022. Saran, perlu dilakukannya penyuluhan, penyebaran poster-poster, pembagian leaflet tentangdukungan keluarga dengan kulitas hidup lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Merdeka Palembang.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BATUK PADA ANAK USIA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAKJO KOTA PALEMBANG Shinta Maharani; Dhea Waroca; Sri Muliasari; Setiawan
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 14 No 1 (2024): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v14i1.415

Abstract

Batuk merupakan tanda dan gejala yang umum terjadi pada balita yang terjadi pada 25% ISPA (WHO,2016). Terdapat 39,1% balita mengalami batuk dengan kunjungan rata-rata 2,92 - 3,54 kali. Batuk merupakan tanda gejala penyakit yang disebabkan oleh banyak faktor. Tujuan penelitian adalah mengetahu faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian batuk. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan teknik accidental sampling yang mengambil sebanyak 40 responden. Penelitian ini menggunakan analisis uji T independent dan uji Fisher Exact. Hasil analasis didapatkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian batuk pada balita yaitu usia, jenis kelamin, status imunisasi, pengetahuan ibu, pendidikan ibu, dan riwayat merokok. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan batuk dan untuk peneliti selanjutnya dapat menganalisis lebih jauh faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian batuk.