Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KINERJA KADER POSYANDU LANSIA DENGAN KEPUASAN LANSIA Dewi Rury Arindari; Dessy Suswitha; Rendi
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 10 No 02 (2020): JURNAL KESEHATAN: JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCIES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v10i02.291

Abstract

Angka lansia semakin lama semakin signifikan jumlahnya tidak terkecuali di Asia Tenggara. Angka kesakitan populasi lansia akibat gaya hidup dan penyakit tidak menular meningkat dalam 3 tahun terakhir dan berdampak pada timbulnya beban peningkatan biaya pelayanan kesehatan. Kegiatan posyandu lansia merupakan salah satu sarana yang tepat dalam mengontrol dan mendeteksi dini gangguan yang terjadi pada lansia. Salah-satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam posyandu adalah kinerja kader. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kinerja kader dengan kepuasan lansia. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Besaran sampel diperoleh dengan teknik multi stage sampling yaitu sebanyak 65 responden. Uji Chi-Square digunakan untuk mengetahui hubungan antara kinerja kader dengan kepuasan lansia. Hasil uji satistik ditemukan ada hubungan yang signifikan antara kinerja kader dengan kepuasan lansia dengan P Value = 0,000. Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan acuan kader dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan posyandu lansia sesuai dengan tugas dan kewajiban kader.
Health Belief Model Factors to Medication Adherence among Hypertensive Patients in Punti Kayu Public Health Center Palembang, Indonesia Dewi Rury Arindari; Dessy Suswitha
Jurnal Keperawatan Vol. 11 No. 1 (2020): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.109 KB) | DOI: 10.22219/jk.v11i1.10483

Abstract

Introduction: Health Belief Model is one of the factors that influence medication adherence. The World Health Organization (WHO) has identified medication adherence as the primary indication of treatments effectiveness for hypertensive patients. The number of medication adherence on people with hypertension is decreasing in the world, including Indonesia. Objective: The aims of this paper was to examine the relationship between perceived susceptibility to develop the complications of hypertension, perceived severity of hypertension complications, perceived benefits of medication adherence, perceived barriers to medication adherence and medication adherence. Result: There were significant statistically relationships between perceived susceptibility to develop the complications of hypertension, perceived severity of hypertension complications, perceived benefits of medication adherence, perceived barriers to medication adherence and medication adherence. Discusion: The patients who have high perceptions about susceptibility to develop the hypertension complication, severity of the complications of hypertension, the benefit of medication adherence, reduce barriers to medication adherence more likely adhering to their medications.
PENGARUH SENAM HIPERTENSI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI Dewi Rury Arindari; Hendi Rifqi Alhafis
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 9 No 02 (2019): JURNAL KESEHATAN: JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCIES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v9i02.151

Abstract

One in ten adults in the world has high blood pressure. World Health Organization (WHO) year (2016) called hypertension as "an epidemic that spreads beyond. Management of hypertension from it all can be prevented through nonpharmacological therapy that is by exercising regularly. According to data obtained from the Alang-Alang Lebar Public Health Center in Palembang it is known that the number of hypertensive sufferers in 2018 is 1,781 people. The purpose of this study was to determine the effect of hypertension exercise on blood pressure reduction in the Alang - Alang Lebar Puskesmas Work Area in 2019. This research method uses Quasy Experiment with a Non-Equivolent Control Group. The population of this study was all hypertension sufferers in the Work Area of Alang-Alang Lebar Health Center in Palembang in January - March 2019 as many as 84 people. The sample used in this study was a portion of the population, namely some patients with hypertension in the Alang-Alang Lebar Puskesmas Work Area in Palembang totaling 30 respondents. Data analysis uses univariate and bivariate analysis. The results showed an average value of blood pressure in the control group before hypertension was 160.56/100.56 mmHg and the intervention group averaged 159.4/96.6 mmHg. After hypertension gymnastics, the mean blood pressure in the control group was 160/99.44 mmHg and in the intervention group the average value was 136.11/93.89 mmHg. The results of the bivariate analysis revealed that there was an effect of hypertension exercise on the reduction of blood pressure in the Work Area of Palembang Alang-Alang Lebar Health Center in 2019 p value = 0,000. The results of this study can be used as one of the considerations in providing alternative non-pharmacological therapies in non-communicable disease (PTM) programs at the Alang-Alang Lebar Health Center in Palembang.
Pemanfaatan Jahe Madu Terapi Komplementer pada Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Lago Dessy Suswitha; Dewi Rury Arindari; Lela Aini; Lenny Astuti; Adi Saputra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.6329

Abstract

ABSTRAK Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi akut yang menyerang salah satu bagian dari saluran nafas mulai dari hidung hingga alveoli yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Penyebaran virus dan bakteri dapat melalui droplet, lingkungan udara yang tercemar. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk pencegahan penyakit ISPA adalah dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan pembuatan minuman jahe madu yang mengandung antiseptik dan antioksidan. Kandungan tersebut berfungsi untuk menurunkan tingkat keparahan batuk tanpa menimbulkan efek samping yang dapat mengganggu kesehatan anak. Tujuan Pengabdian adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang ISPA dan pelatihan pembuatan minuman herbal jahe madu dapat terlaksana dengan baik. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat adalah berbentuk penyuluhan dan pelatihan. Kesimpulan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat di Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Lago dalam menerapkan terapi komplementer pembuatan Jahe Madu untuk anggota keluarga yang menderita ISPA. Disarankan bagi masyarakat agar dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta rajin menganjurkan anak mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Kata Kunci : Penyakit ISPA, Terapi Komplementer, Jahe Madu  ABSTRACT Acute Respiratory Infection (ARI) is an acute infectious disease that attacks one part of the respiratory tract from the nose to the alveoli caused by viruses and bacteria. The spread of viruses and bacteria can be through droplets, polluted air environment. One of the things that can be done to prevent ARI disease is to provide counseling and training on making honey ginger drinks which contain antiseptics and antioxidants. The content serves to reduce the severity of cough without causing side effects that can interfere with children's health. The purpose of this service is to increase public knowledge about ARI and training in making honey ginger herbal drinks can be carried out properly. The method used in community service activities is in the form of counseling and training. The conclusion is that there is an increase in community knowledge in Bangun Sari Village, Tanjung Lago District in applying complementary therapies to making Honey Ginger for family members who suffer from ARI. It is recommended for the community to be able to apply clean and healthy living behaviors and be diligent in encouraging children to wash their hands before and after eating. Keywords: ARI Disease, Complementary Therapy, Honey Ginger
Implementasi Tepid Water Sponge Dalam Mengatasi Masalah Hipertemia Pada Penderita Demam Berdarah Dangue Lela Aini; Lenny Astuti; Dessy Suswitha; Dewi Rury Arindari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i2.6444

Abstract

Implementasi Tepid Water Sponge Dalam Mengatasi Masalah Hipertemia Pada Penderita Demam Berdarah Dangue. Angka kejadian demam berdarah dengue (DBD) setiap tahun di Indonesia selalu meningkat. Masalah yang sangat sering dialami oleh pasien (DBD) adalah demam. Berbagai intervensi dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini, salah satunya adalah dengan water tepid sponge yang telah banyak dialkukan penelitian oleh beberapa ahli. Studi kasus ini merupakan penerapan asuhan keperawatan pada Ny M dengan diagnose medis demam berdarah denguedan didapatkan masalah keperawatan hipertermia. Fokus pemberian implementasi keperawatan untuk mengatasi masalah hipertermia dengan tindakan non farmakologi tepid water sponge atau kompres hangat. Tindakan pemberian tepid water sponge dilakukan 10-15 menit, dengan cara menyekah seluruh permukaan tubuh dengan menggunakan washlap yang sudah di rendam di air hangat. Sebelum dan setelah pemberian tepid water sponge dilakukan pengukuran suhu tubuh, didapatkan hasil penurunan suhu tubuh sebesar 1oC.Tindakan pemberian water tepid spongedalam kasus ini diharapkan dapat dijadikan tindakan mandiri perawat dalam mengatasi masalah hipertermia pada pasien dewasa.
PENGARUH SIMULASI FIRST AID KEGAWATDARURATAN KECELAKAAN TERHADAP PENGETAHUAN PENANGANAN FRAKTUR Dessy Suswitha; Dewi Rury Arindari
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 12, No 1 (2020): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v12i1.369

Abstract

Latar belakang: Kegawatdaruratan merupakan suatu keadaan di mana seseorang berada pada suatu kondisi ancaman kematian yang memerlukan pertolongan segera guna menghindari kecacatan dan kematian. Upaya untuk mengurangi dampak negatif dari kasus kegawatdaruratan adalah dilakukan Pendidikan kesehatan dengan simulasi pertolongan pertama pada kecelakaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan diketahuinya Pengaruh  Simulasi First Aid Kegawatdaruratan kecelakaan Terhadap Pengetahuan penanganan fraktur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quassy experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah semua mahasiswa tingkat II Prodi DIII Keperawatan STIK Siti Khadijah Palembang berjumlah 71 siswa. Sampel penelitian sebanyak 30 siswa dengan teknik sampel random sampling. Pengumpulan data penelitianmenggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji t-test. Hasil: Penelitian: uji paired sample t-test pengetahuan sebelum simulasi First Aid Kegawatdaruratan dengan rata- rata 76,19, standar deviasi 9,690 dengan nilai minimal 63 dan nilai maksimal 89, hasilpaired sample t-test pengetahuan sesudah dilakukan simulasi First Aid Kegawatdaruratan dengan rata- rata 85,62, standar deviasi 7,420 dengan nilai minimal 68 dan nilai maksimal 100. terdapat pengaruh Simulasi First Aid Kegawatdaruratan kecelakaan terhadap Pengetahuan penanganan fraktur p-value= 0,000< α = 0,05. Saran: Disarankan peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian dengan melihat efektivitas penggunaan metode simulasi yang telah dibentuk menjadi suatu kurikulum atau program yang berkaitan dengan pengetahuan dan keterampilan siswa. Kata Kunci: Pengetahuan, simulasi first aid kegawadaruratan, pertolongan pertama fraktur
Pencegahan Konstipasi pada Anak Melalui Penyuluhan Implementasi Evidence Based Practice tentang Makanan Berserat dan Air Putih Lela Aini; Lenny Astuti; Dessy Suswitha; Dea Mega Arini; Shinta Maharani; Dewi Rury Arindari; Sri Hartati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5231

Abstract

ABSTRAKKonstipasi merupakan kondisi di mana feses mengeras sehingga susah dikeluarkan melalui anus,dan menimbulkan rasa terganggu atau tidaknya pada rektum. Konstipasi dapat terjadi akibat kurangnya makan berserat, kurang minum putih dan pengaruh obat yang dikonsumsi. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat adalah dengan memberikan penyuluhan tentang Pencegahan konstipasi pada anak melalui penyuluhan impementasi evidence based practice tentang makanan berserat dan air putih. Tujuan Pengabdian adalah untuk Meningkatkan pemahaman anak mengenai pencegahan konstipasi melalui penyuluhan implementasi evidence based practice tentang makanan berserat dan air putih di Panti Asuhan Darussalam Palembang. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat adalah berbentuk pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dan demontrasi. Kesimpulan adanya peningkatan pengetahuan anak (100%) di Panti Asuhan Darussalam Palembang tentang makanan berserat dan konsumsi air putih untuk mencegah kejadian konstipasi. Kata Kunci: Konstipasi, Makanan berserat, dan Air Putih ABSTRACT Constipation is a condition in which the stool hardens so that it is difficult to expel it through the anus, and causes discomfort or discomfort in the rectum. Constipation can occur due to lack of fiber eating, drinking less mineral water, and the influence of drugs consumed. One of the things that can be done to increase public awareness is to provide counseling on the prevention of constipation in children through counseling on the implementation of evidence-based practice about fibrous food and water. The purpose of this service was to increase children's understanding of preventing constipation through counseling on the implementation of evidence-based practice about fibrous food and mineral water at the Darussalam Orphanage in Palembang. The method used in community service activities through health education with lecture and demonstration methods. The conclusion is that there was an increase of knowledge of children (100%)at the Darussalam Orphanage in Palembang about fibrous food and water consumption to prevent constipation. Keywords: Constipation, Fibrous Food, And Mineral Water.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG DI MASA PANDEMI COVID-19 Dessy Suswitha; Dewi Rury Arindari; Lela Aini; Lenny Astuti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i4.5230

Abstract

Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang dilakukan secara online antara dosen dan mahasiswa. Dengan adanya pembelajaran daring seringkali membuat mahasiswa menjadi cemas yang dapat mempengaruhi proses belajar dan hasil belajar mahasiswa. Tujuan Untuk mengetahui Hubungan Tingkat Kecemasan Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Keperawatan STIK Siti Khadijah Palembang Di Masa Pandemi Covid-19. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi. Populasi penelitian adalah semua mahasiswa Prodi D.III Keperawatan STIK Siti Khadijah Palembang berjumlah 130 siswa. Sampel penelitian menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner dengan instrumen berbasis online berupa google form dan analisis data menggunakan uji t-test. Hasil menunjukkan Tingkat Kecemasan ringan pada mahasiswa sebanyak 109 responden, tingkat kecemasan berat sebanyak 6 responden (4.6%) dan prestasi belajar mahasiswa Sangat memuaskan (2.76 – 3.50) sebanyak 109 responden (83.8). Kesimpulan Tidak ada Hubungan Tingkat Kecemasan Terhadap Hasil Belajar Pada Mahasiswa STIK Siti Khadijah Palembang di masa Pandemi Covid - 19 dengan tingkat signifikan (r= 1.000; sig 0.478>0.05). Saran Bagi peneliti selanjutnya dapat menambah jumlah sampel penelitian dan dapat menggunakan metode penelitian lain untuk dapat dibandingkan agar diperoleh pendekatan yang efektif.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUNTI KAYU PALEMBANG Dewy Rury Arindari; Eko Yulianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v7i1.1096

Abstract

Diare atau gastroenteritis merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak ditemukan pada masyarakat di Indonesia.Diare termasuk dalam kelompok 3 alasan utama kunjungan klien ke Puskesmas.Data dari Kementerian Kesehatan ditemukan peningkatan jumlah kasus dan kematian akibat diare dari tahun ke tahun dimana sebagian besar (70-80%) terjadi pada anak-anak dibawah 5 tahun. Dampak yang dapat timbul akibat penyakit diare, antara lain: secara fisik dapat mengakibatkan dehidrasi dan komplikasi berupa sepsis dan abses liver, sedangkan secara psikologis, hospitalisasi pada anak dapat mengakibatkan gangguan perkembangan anak. Tujuan penelitian ini diketahuinya hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Punti Kayu Palembang. Metodologi yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif dengandesain cross sectional, selanjutnya data dianalisa dengan menggunakan uji ststistik chi square. Populasi penelitian ini adalah ibu yang membawa anak ke Puskesmas Punti Kayu Palembang, sedangkan sampel dalam penelitian adalah 56 responden dengan menggunakan tekhnik accidental sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.Instrumendalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Dari hasil uji chi square, didapatkan ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Punti Kayu Palembang dengan ρ value = 0,000:dan ada hubungan antara sikap ibu dengan kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Punti Kayu Palembang dengan ρ value = 0,001. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan bagi Puskesmas Punti Kayu Palembang dan Masyarakat sekitar dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu dengan kejadian diare
Implementasi Hasil Penelitian tentang Self Efficacy Ibu melalui Promosi Kesehatan Pencegahan Penularan Covid-19 pada Anak Usia Sekolah di Rt.09 Kelurahan Sukajaya Palembang Dewi Rury Arindari; Dessy Suswitha; Lenny Astuti; Lela Aini; Shinta Maharani; Sri Hartati; Sri Mulia Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7859

Abstract

ABSTRAK                                                           Indonesia merupakan negara di kawasan Asia dengan kasus covid-19 pada anak tertinggi. Kasus Infeksi Virus Corona pada anak usia sekolah tercatat 14% dari keseluruhan total kasus Covid-19 di Indonesia. Tingginya kasus covid-19 pada anak ini dapat disebabkan karena tindakan pencegahan yang kurang di dalam keluarga. Ibu memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan perilaku kesehatan. Oleh karena itu penting  bagi  tenaga  kesehatan  dalam  mengencarkan promosi  kesehatan  yang  efektif berbasis efikasi diri masyarakat dalam pencegahan COVID-19.  Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya Self Efficacy ibu terhadap tindakan pencegahan penularan COVID-19 di RT.09 Kelurahan Sukajaya Palembang. Bentuk kegiatan ini adalah pemberdayaan masyarakat melalui promosi kesehatan dengan metode ceramah dan diskusi. Media pembelajaran yang digunakan adalah leaflet, flip chart dan banner. Peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan, hal ini dibuktikan dengan feedback yang baik selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman ibu tentang kepercayaan dan keyakinan diri tentang kemampuannya dalam tindakan pencegahan penularan COVID-19 pada anak usia sekolah. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat RT. 09 Kelurahan Sukajaya Palembang khususnya ibu-yang memiliki anak usia sekolah dapat menerapkan tindakan pecegahan penularan COVID-19 terutama pada masa peralihan pandemi. Kata Kunci: Pencegahan Penularan COVID-19, Self Efficacy Ibu, Anak Usia Sekolah, Promosi Kesehatan  ABSTRACT Indonesia is the Asian nation with the highest rate of children COVID-19 cases.  Covid-19 cases in Indonesia were 14% infections in school-aged children. A lack of family preventative actions may be to blame for the high number of COVID-19 cases in children. Mothers have a significant part in enhancing healthy behavior. To prevent COVID-19 effectively, health professionals must use effective health promotion strategies based on community self-efficacy. In RT.09, Sukajaya Village Palembang, this research sought to advance knowledge and comprehension of the significance of mothers' self-efficacy in reducing the spread of COVID-19. This activity took the shape of health promotion and community empowerment through lectures and group discussions. Leaflets, flip charts, and banners were the learning material that was employed. The positive feedback received during the session showed how excited the participants were to participate. The outcomes of this activity point to an improvement in the mother's knowledge, awareness, confidence, and self-confidence regarding her capacity to prevent COVID-19 transmission in school-aged children. Through this activity, it is intended that the public of RT. 09 Sukajaya Palembang Village, particularly mothers with school-age children, would be able to put preventative measures in place to prevent the spread of COVID-19, particularly during the pandemic's transitional phase. Keywords: Prevention of COVID-19 Transmission, Self-Efficacy Mothers, School Age Children, Health Promotion