Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERUBAHAN POLA PERMUKIMAN DI DUSUN UMPUNGENG DITINJAU DARI SEJARAH DAN ATURAN ADAT Faris Jumawan; Tahang Tahang; Meldawati Artayani
Journal Techno Entrepreneur Acta Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Fajar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukiman di dusun ini merupakan daerah terpencil dan menyimpan beberapa warisan sejarah dan budaya di Kabupaten Soppeng. Rekam jejak sejarah dan budaya yang berada di Dusun Umpungeng dapat terlihat pada peninggalan megalitik, benda pusaka, ritual budaya dan cerita rakyat yang diwariskan secara turun-temurun oleh orang tua mereka. Objek penelitian kami terpusat pada kawasan Megalitik Umpungeng yang merupakan kawasan adat, tempat melaksanakan beberapa ritual adat dan budaya. Seiring perkembangan zaman dan pengaruh dari luar, terjadi penurunan minat sebagian masyarakat meneruskan warisan adat dan budaya mereka. Tujuan dari penelitian adalah (1) untuk mengungkap perubahan pola permukiman pada Kawasan Adat Umpungeng ditinjau dari sejarah masyarakat Umpungeng (2) untuk mengidentifikasi aturan adat pada pola permukiman Kawasan Adat Umpungeng. Waktu penelitian selama 2 bulan dengan teknik pengambilan sampel adalah teknik purvosive sampel yaitu penunjukan langsung oleh peneliti. Penentuan studi kasus berdasarkan seluruh jumlah populasi permukiman yang berada pada kawasan adat umpungeng yang berjumlah 14 rumah. Sedangkan teknik analisa data yang dilakukan analisis deskriktif dan teknik analisis komparatif.
MASTERPLAN DESA KABBA SEBAGAI UPAYA PERCEPATAN PEMBANGUNAN DI ERA DIGITAL 4.0 M. Lottong Makkaraka Makkaraka; Amrullah Amir; Faris jumawan; Meldawati Artayani
Jurnal Aplikasi Teknik dan Sains Vol. 4 No. 2 (2023): JATS
Publisher : Universitas Fajar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Kabba merupakan salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Minasate’ne Kabupaten Pangkaje’ne. Desa Kabba terdiri dari 2 (dua) dusun, 4 (empat) RK dan 17 (tujuh belas) RT dengan jumlah penduduk sebanyak 4.409 jiwa. Beberapa upaya pengembangan desa khususnya dikawasan Karst yang tidak terorganisir dengan baik kedepannya dapat mengakibatkan kerusakan ataupun perubahan ekosistem alam bahkan mampu menghilangkan peninggalan budaya dan warisan prasejarah di Desa Kabba. Guna pemetaan potensi lahan dan percepatan pembangunan pemerintah desa Kabba maka diperlukanlah penyusunan masterplan desa sebagai pemenuhan data geospasial yang kemudian dijadikan sebagai dasar acuan penyusunan rencana detai tata ruang desa. Tujuan penyusunan rencana tata ruang Desa Kabba adalah: (1) Menyiapkan pedoman pelaksanaan pembangunan fisik yang sesuai dengan potensi Desa berdasarkan kearifan lokal Desa Kabba, (2) Menjaga konsistensi pembangunan dan keselarasan perkembangan Desa Kabba, (3) Pedoman rencana tata ruang ini dibuat secara rinci untuk mengendalikan pemanfaatan ruang agar tidak menimbulkan konflik antar kegiatan. Ruang lingkup wilayah perencanaan dalam penyusunan rencana tata ruang Desa Kabba meliputi seluruh wilayah administrasi Desa Kabba Kecamatan Minasate’ne Kabupaten Pangkaje’ne. Metode yang digunakan dalam pengumpulan informasi dan data yang digunakan dalam survey adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) meliputi: Wawancara, dokumentasi, observasi (pengamatan) / survey lapangan, pengumpulan data sekunder dan focus group discussion (diskusi kelompok).
Kenyamanan Pengunjung Taman Pakui Sayang Ditinjau dari Ketersediaan Elemen Penunjang Aktivitas Olahraga dan Sosialisasi Faizah Mastutie; Erna Cahyani; Meldawati Artayani; Lottong Lottong
Indonesian Journal of Pedagogical and Social Sciences Vol 5, No 2 (2026): Indonesian Journal of Pedagogical and Social Studies
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijpss.v5i2.89651

Abstract

Abstrak. Ruang terbuka publik perkotaan berperan penting sebagai lingkungan pemulihan (restorative environment) fisik dan psikologis bagi masyarakat perkotaan. Taman Pakui Sayang yang berada di koridor arteri primer Jalan A.P. Pettarani Makassar menghadapi tantangan kenyamanan lingkungan yang unik akibat posisinya yang berbatasan langsung dengan koridor transportasi padat dan jalan layang tol Pettarani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ritme aktivitas olahraga dan sosialisasi pengunjung, mengevaluasi kinerja elemen fisik tapak terhadap parameter kenyamanan lingkungan arsitektur (termal, sirkulasi gerak/kinestetik, visual, dan keamanan), serta merumuskan rekomendasi perbaikan berbasis pendekatan perilaku (behavioral architecture). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode behavioral mapping (place-centered dan person-centered mapping) serta dokumentasi jejak fisik (physical traces) selama rentang waktu pagi (06.00–10.00 WITA), siang (13.00–15.00 WITA), dan sore (16.00–18.00 WITA) pada hari kerja dan akhir pekan. Hasil penelitian menunjukkan dinamika temporal yang tegas, di mana puncak okupansi terjadi pada pagi dan sore hari akhir pekan yang memadukan aktivitas olahraga aktif dan interaksi komunal secara konvergen. Kenyamanan termal dan visual tergolong sangat baik karena didukung peneduh alami pepohonan rindang (suhu rata-rata 29°C–30°C) serta bukaan visual amfiteater. Namun, ditemukan kendala kinestetik dan keamanan yang signifikan, antara lain bahaya jatuh (fall hazards) pada retaining wall tanpa pagar pengaman (guardrail), saluran drainase terbuka di area anak, intrusi akar pohon pada perkerasan jogging track, serta kemiringan ramp aksesibilitas difabel yang belum memenuhi standar desain universal. Rekomendasi yang dirumuskan mencakup pemasangan railing pengaman, penutupan parit drainase (grating cover), penambahan tree grate, penyesuaian kelandaian ramp (maksimal 1:12), dan penerapan marka sirkulasi ganda (split circulation).Kata kunci: Ruang Terbuka Publik; elemen tapak; kenyamanan lingkungan; Sosialisasi; Taman Pakui Sayang.