Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Potensi Ekstrak Kasar Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) sebagai Antibakteri Pseudomonas fluorescens Secara In Vitro Qurrota A'yunin; Sri Andayani; Nurlaili Indah Isnaini; Soko Nuswantoro; Fani Fariedah; Zulfa Mahdiatur Rasyida; Noviana Dwi Lestari
AGRIEKSTENSIA Vol. 25 No. 1 (2026): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v25i1.3882

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi ekstrak kasar daun jambu biji (Psidium guajava L.) sebagai agen antibakteri terhadap Pseudomonas fluorescens secara in vitro. P. fluorescens dikenal sebagai bakteri patogen oportunistik yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan kerugian pada budidaya ikan. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan eksperimental dengan lima taraf konsentrasi ekstrak daun jambu biji, yaitu 65, 90, 115, 140, dan 165 ppm, masing-masing dengan tiga ulangan. Nilai konsentrasi Hambat Minimum (Minimum Inhibitory Concentration/MIC) diperoleh pada konsentrasi 62,5 ppm, sedangkan aktivitas antibakteri dievaluasi melalui pengukuran diameter zona hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun jambu biji berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap daya hambat pertumbuhan P. fluorescens. Konsentrasi tertinggi, yaitu 165 ppm, menghasilkan rerata diameter zona hambat sebesar 13,47 mm dan dikategorikan sebagai hambatan kuat. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun jambu biji mengandung senyawa aktif berupa flavonoid, saponin, tanin, dan fenol yang diduga berperan dalam aktivitas antibakteri melalui mekanisme perusakan membran sel dan gangguan sintesis dinding sel bakteri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak kasar daun jambu biji berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri alami dalam pengendalian P. fluorescens pada sistem budidaya ikan.
Gambaran Kualitas Tidur Mahasiswa Bekerja Pada Program Studi S1 Keperawatan Alih Jenjang Di Universitas 'Aisyiyah Surakarta Rina Andriyani; Zulfa Mahdiatur Rasyida
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2376

Abstract

Latar belakang: Tidur merupakan sarana tubuh untuk memulihkan stamina secara optimal. Pembatasan tidur atau kualitas tidur yang buruk dikaitkan dengan konsekuensi kesehatan yang substansial. Kualitas tidur mahasiswa yang bekerja sangat dipengaruhi oleh beban ganda akademik dan pekerjaan, yang memicu stres dan waktu istirahat terbatas. Mahasiswa keperawatan yang bekerja seringkali harus menyeimbangkan antara tanggung jawab pekerjaan dan tugas akhir. Tujuan: Mengetahui gambaran kualitas tidur mahasiswa bekerja pada Program Studi S1 Keperawatan Alih Jenjang di Universitas 'Aisyiyah Surakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa alih jenjang yang bekerja pada Program Studi S1 Keperawatan Universitas 'Aisyiyah Surakarta sebanyak 81 orang, diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar isian demografi dan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil: Kualitas tidur mahasiswa bekerja sebagian besar berada pada kategori baik (50,6%). Berdasarkan tujuh komponen PSQI, kualitas tidur subjektif sebagian besar cukup baik (51,9%), latensi tidur 16-30 menit (43,2%), durasi tidur < 5 jam (32,1%), efisiensi tidur > 85% (86,4%), gangguan tidur sekali seminggu (75,4%), penggunaan obat tidur tidak pernah (93,8%), dan disfungsi siang hari 2-3 kali seminggu (56,8%). Kesimpulan: Kualitas tidur mahasiswa yang bekerja pada Program Studi S1 Keperawatan Alih Jenjang di Universitas 'Aisyiyah Surakarta sebagian besar berada pada kategori baik, meskipun komponen durasi tidur dan gangguan tidur masih menjadi domain yang perlu ditingkatkan.