Dismenore primer merupakan nyeri menstruasi yang sering dialami oleh remaja putri akibat kontraksi uterus yang berlebihan karena peningkatan produksi prostaglandin. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, proses belajar, serta menurunkan kualitas hidup. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi nyeri dismenore primer adalah kinesio taping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian kinesio taping terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore primer pada remaja putri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi experimental menggunakan pretest-posttest control group design. Penelitian dilaksanakan di Pondok Pesantren Muhammadiyah Darussalam Bintoro Demak, Jawa Tengah. Sampel penelitian berjumlah 22 responden yang terdiri atas 11 responden kelompok intervensi dan 11 responden kelompok kontrol, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) intervensi menggunakan Visual Analog Scale (VAS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Shapiro-Wilk serta Paired Sample t-test dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata intensitas nyeri pada kelompok intervensi sebelum pemberian kinesio taping sebesar 6,982 ± 1,208, kemudian menurun menjadi 2,336 ± 0,641 setelah intervensi. Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) dengan rata-rata selisih penurunan nyeri sebesar 4,646, yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian kinesio taping. Pada kelompok kontrol juga terjadi penurunan intensitas nyeri dengan nilai p = 0,011, namun besarnya penurunan lebih kecil dibandingkan kelompok intervensi. Dapat disimpulkan bahwa pemberian kinesio taping efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore primer pada remaja putri. Kinesio taping dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif intervensi fisioterapi nonfarmakologis yang aman, mudah diaplikasikan, dan efektif dalam membantu mengurangi nyeri dismenore primer.