Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Prospek dan Potensi Budidaya Rumput Laut di Bali:Suatu Kajian Pratama, Gede Agus Surya; Darmadi, Ni Made; Suryani, Sang Ayu Made Putri
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 8 No 2 (2025): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi November 2025
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v8i2.4738

Abstract

Rumput laut sebagai salah satu komoditas ekonomis penting dan merupakan salah satu sumber pangan dunia merupakan salah satu produk primadona di sector budidaya perikanan. Budidaya rumput laut relative mudah dibudidayakan, tidak memerlukan modal yang besar, tidak ada petisida, tidak ada residu dan tanpa pemberian pakan. Berdasarkan segi kualitas air yang berada di wilayah Bali yang mendukung pertumbuhan rumput laut dan juga sinar cahaya matahari yang cukup sehingga potensi dalam budidaya rumput laut sangat besar dan juga menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar potensi luasan wilayah yang dapat digunakan untuk budidaya rumput laut. Metode dalam penelitian ini yang digunakan ialah literatur review. Hasil analisis kesesuaian lahan di bali mendapatkan lahan potensial untuk budidaya rumput laut adalah perairan Pulau Nusa Lembongan sebesar 3.375,65 Ha. Luas lahan efektif sebesar 2.025,39 Ha yaitu 60% dari luas, serta total produksi pada satu musim panen sebesar 89.117,16 ton/siklus panen. Hasil pengukuran kualitas perairan menunjukkan parameter optimal yang meliputi suhu perairan 26 s.d 31 oC, salinitas 28 s.d 35 ppt, dan kedalaman 30 cm s.d 1 meter.
PENINGKATAN PRODUKSI PRODUK PERIKANAN MELALUI PENERAPAN GREEN ECONOMY DI KELOMPOK MINA AYU, DESA MARGA, TABANAN, BALI Suryani, Sang Ayu Made Putri; Edi, Dewa Gede Semara; Ningsih, Ni Luh Anik Puspa
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 11 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i11.3273

Abstract

The Mina Ayu group in Desa Baru, Tabanan, Bali, has significant potential in agriculture, fisheries, and tourism, particularly tilapia (Oreochromis niloticus) aquaculture supported by abundant freshwater resources. Since 2018, the community has developed tilapia hatchery production that reached wider markets; however, management remains suboptimal due to fish disease outbreaks and limited use of natural remedies. Neem (Azadirachta indica) leaves contain bioactive compounds with antibacterial, antioxidant, and immunostimulant properties, making them a promising alternative for sustainable aquaculture disease control. This program aimed to improve tilapia production and quality through neem leaf extract application, strengthen financial management, and enhance the economic independence of the Mina Ayu group. The community engagement program was conducted from August to October 2025 with 12 members of the Mina Ayu group. Methods included interviews, group discussions, lectures, training on neem extract preparation and application, field practice, and mentoring on financial management and marketing strategies. The program resulted in a significant improvement in farmers’ understanding of fish disease control and water quality management. The application of neem leaf extract in tilapia feed increased the survival rate from 60% to 100% and enhanced fish growth performance and resistance. Group members successfully produced both liquid and powdered neem extract and adopted simple financial recording tools such as daily cash books and profit–loss statements. Training also improved financial literacy, social media–based marketing, and overall business efficiency. The utilization of neem leaf extract effectively improved tilapia aquaculture performance while strengthening financial literacy, thereby supporting business sustainability and the community’s economic independence.