Articles
Pengabdian Masyarakat Melalui Pelaksanaan Rolling Massage Dan Pemberian Minyak Aromaterapi Lavender Pada Ibu Nifas Untuk Meningkatkan Produksi ASI Di PMB Deliana
Eka Maya Saputri;
Juli Selvi Yanti
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 2 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37385/ceej.v3i2.837
Massage rolling (punggung) yaitu salah satu terapi relaksasi yang bertujuan untuk menstimulasi saraf pusat hingga dapat meningkatkan produksi ASI khususnya pada ibu post partum dan dapat memberikan kenyamanan dan rileksasi pada ibu setelah persalinan. Tindakan massage rolling (punggung)dapat memengaruhi hormone prolaktin yang berfungsi sebagai stimulus produksi ASI pada ibu selama menyusui, sedangkan kandungan lavender adalah linalyl asetat dan linalool dimana Linalool merupakan kandungan aktif utama pada lavender yang berperan pada efek anti cemas (relaksasi). Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terutama ibu nifas dan menyusui tentang rolling massage dan pemberian minyak aromaterapi lavender untuk melancarkan Produksi ASI. Pengabdian dilaksanakan di PMB Deliana pada bulan bulan Januari – April 2022 yang akan menjadi objek dalam Pengabdian kepada masyarakat ini adalah Ibu Nifas hari ke 4 yang ASInya tidak lancar. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahapan yaitu pemberian informasi dan pelaksanaan massage rolling dengan pemberian minyak aromaterapi lavender pada ibu nifas. Dimana setelah dilakukan Edukasi tentang pentingnya massage roliing dengan menggunakan minyak lavender, pengetahuan ibu dan keluarga menjadi meningkat ini dapat dilihat dari antusiasnya ibu dan keluarga untuk melakukan diskusi ataupun tanya jawab dan dalam pelaksanaan keterampilan untuk massage rolling sehingga memberikan nilai yang positif bagi penulis. Kata Kunci: Rolling Massage, Minyak Terapi, Ibu Nifas
Sosialisasi Dan Pelatihan Massage Untuk Mengurangi Nyeri Persalinan Pada Ibu Hamil Trimester III Di PMB Deliana
Juli Selvi Yanti;
Eka Maya Saputri
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 2 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37385/ceej.v3i2.839
Effluarage massage merupakan salah satu metode pemijatan untuk mengurangi nyeri selama persalinan yang terdaftar dalam Summary of pain relief measures during labor, dimana pada kala I fase laten (pembukaan 0-3 cm) dan fase aktif (pembukaan 4-7 cm) aktivitas yang bisa dilakukan oleh ibu dan pendamping saat bersalin adalah effleurage. Effleurage adalah pijatan ringan dengan menggunakan jari tangan, biasanya pada perut, seirama dengan pernapasan saat kontraksi. Effleurage dapat dilakukan oleh ibu bersalin sendiri atau pendamping persalinan selama kontraksi berlangsung. Massage ini sebaiknya telah diajarkan pada ibu hamil dan pendamping persalinan sejak ibu dalam masa kehamilan. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini Untuk menambah pengetahuan dan keterampilan ibu hamil trimester III dan pendamping persalinan tentang Effleurage massage. Pengabdian dilaksanakan di PMB Deliana pada bulan Juni 2022 yang akan menjadi objek dalam pengabdian masyarakat adalah ibu hamil TM 3 beserta pendamping persalinan. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dengan cara memberikan informasi dan keterampilan ibu hamil TM 3 beserta pendamping. Hasil dari pengabdian ini yaitu ibu hamil dan pendamping memahami dan mengerti tentang efflueurage massage dan akan menerapkan efflueurage massage saat proses persalinannya. Simpulan dari kegiatan ini yaitu Ibu hamil dan pendamping berjanji akan melaksanakan effleurage massage pada saat persalinan nantinya demi untuk memberikan rasa kenyamanan dalam menghadapi nyeri persalinan Kata kunci : sosialisasi,Pelatihan, Effleurage Massage, Ibu Hamil, Pendamping persalinan
Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil Sebagai Upaya Peningkatan Kunjungan Ibu Hamil Di Puskesmas Garuda Pekanbaru
Juli Selvi Yanti;
Eka Maya Saputri
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55583/arsy.v5i1.730
Dengan adanya kegiatan kelas ibu hamil di Puskesmas Garuda Pekanbaru diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu mengenai kehamilan, serta meningkatkan intensitas kunjungan ibu hamil di Puskesmas Garuda Pekanbaru. Secara umum kelas ibu hamil bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta merubah sikap dan perilaku ibu hamil. Dan pada setiap materi kelas ibu hamil yang akan disampaikan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi ibu hamil tetapi tetap mengutamakan materi pokok. Tingginya angka kematian ibu (AKI) adalah indikator kritis status kesehatan para perempuan, kematian seorang ibu dalam keluarga memiliki dampak hebat,tidak hanya dalam hal kehilangan suatu kehidupan namun juga karena efeknya pada kesehatan dan usia hidup anggota keluarga yang ditinggalkan. Pengabdian ini dilaksanakan di Posyandu Puskesmas Garuda pada tanggal 19 September 2023, dengan peserta berjumlah 12 ibu hamil. Pelaksanaan berjalan dengan lancar, bidan dan penulis bersama-sama memberikan penyuluhan pada ibu hamil tentang hal hal yang perlu dipahami ibu hamil sesuai dengan yang buku KIA yang dimilii oleh ibu hamil. Setelah dilaksanakan penyuluhan bidan dan penulis melakukan evaluasi pehaman peserta dengan cara melemparkan beberapa pertanyaan didapatkan sebagian besar (80%) ibu hamil dapat menjelaskan kembali pertanyaan yang diajukan oleh bidan Dengan terlaksananya pengabdian ini diharapkan dapat diperoleh hasil yaitu publikasi artikel karya ilmiah tentang “Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil sebagai Upaya Peningkatan Kunjungan Ibu Hamil di Puskesmas Garuda Pekanbaru” yang dipublikasikan di jurnal terakreditasi/bereputasi
PENGARUH MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA SAAT UJIAN PRAKTIK ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN DI UNIVERSITAS HANG TUAH PEKANBARU
Maharani, Annisa;
Afni, Rita;
Maita, Liva;
Saputri, Eka Maya;
Irianti, Berliana
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2A (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Special Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30606/jmn.v13i2A.4103
Kemampuan praktik merupakan keterampilan yang harus dikuasai oleh mahasiswa kebidanan, khususnya dalam mata kuliah Asuhan Kebidanan Kehamilan. Berdasarkan evaluasi nilai mahasiswa angkatan 2020–2022 di Universitas Hang Tuah Pekanbaru, diketahui bahwa nilai ujian praktik masih rendah, yang disebabkan karena metode pembelajaran yang masih konvensional dan cenderung membosankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media video pembelajaran terhadap hasil belajar mahasiswa pada saat ujian praktik Asuhan Kebidanan Kehamilan. Penelitian menggunakan desain Quasi Experimen dengan pendekatan post-test only, non-equivalent control group design. Sampel adalah seluruh mahasiswa semester IV sebanyak 76 orang yang dibagi secara seimbang dengan perbandingan 1:1 pada setiap kelompok. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui lembar observasi OSCE dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,828 (> 0,05), yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media video pembelajaran terhadap hasil belajar mahasiswa. Namun nilai median pada kelompok eksperimen cenderung lebih tinggi (86,45) dibanding kelompok kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah media video pembelajaran tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara statistik terhadap hasil belajar mahasiswa dalam ujian praktik Asuhan Kebidanan Kehamilan, namun dapat memberikan nilai tambah sebagai alat bantu belajar alternatif
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Degan Kejadian Disminore Pada Remaja Putri Disma Negeri 4 Pekanbaru Tahun 2025
Novita Novita;
Een Husanah;
Ika Putri Damayanti;
Eka Maya Saputri;
Yulrina Ardhiyanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2327
Dismenore merupakan keluhan nyeri menstruasi yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas belajar serta kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMA Negeri 4 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah siswi kelas X dan XI yang berjumlah 85 orang yang diambil secara acak menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner google from dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia menarche (p=0,003), lama menstruasi (p=0,004), dan indeks massa tubuh (IMT) (p=0,037) dengan kejadian dismenore. Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan olahraga (p=0,211) dan riwayat keluarga (p=0,114) dengan kejadian dismenore. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar edukasi terkait pencegahan nyeri haid pada remaja.
Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Terhadap Pemeriksaan SADARI Dipondok Pesantren Putri Ummu Sulaim Pekanbaru 2025
Fitriana Zega;
Eka Maya Saputri;
Sherly Vermita Warlenda;
Rita Afni;
Rika Andriyani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2332
Kanker payudara merupakan penyebab kematian utama pada wanita. Salah satu upaya deteksi dini yang efektif adalah Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Namun, pelaksanaan SADARI masih rendah, terutama di kalangan remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan remaja putri tentang deteksi dini kanker payudara dengan perilaku pemeriksaan SADARI. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel terdiri dari 67 santriwati Pondok Pesantren Putri Ummu Sulaim yang dipilih secara simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan perilaku SADARI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (76,1%) dan telah melakukan SADARI (85,1%). Uji chi-square menunjukkan hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan perilaku SADARI (p=0,000) dengan Odds Ratio sebesar 64,28. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku SADARI. Peningkatan edukasi mengenai deteksi dini kanker payudara sangat penting untuk mendorong praktik SADARI secara rutin.
Pelaksanaan Kelas Ibu Nifas Sebagai Upaya Peningkatan Kunjungan Ibu Nifas Di Puskesmas Garuda Pekanbaru
Saputri, Eka Maya;
Yanti, Juli Selvi
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 5 No. 2 (2024): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37385/ceej.v5i2.3732
Masa Nifas (Puerperium) adalah masa setelah keluarnya plasenta sampai alat-alat reproduksi pulih seperti sebelum hamil dan secara normal masa nifas berlangsung selama 6 minggu atau 40 hari. Pelayanan Nifas adalah pelayanan kesehatan sesuai standar pada ibu mulai 6 jam sampai 42 hari pasca persalinan oleh tenaga kesehatan. Kunjungan masa nifas sangat dianjurkan pada ibu nifas untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Kunjungan masa nifas dilakukan untuk menilai keadaan ibu dan bayi baru lahir, dan untuk menjaga, mendeteksi dan menangani masalah – masalah yang terjadi, terdapat sekurang- kurangnya tiga kali sesuai jadwal yang dianjurkan. Namun, terdapat permasalahan dalam tingkat kunjungan ibu nifas yang masih rendah, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan ibu dan bayi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kunjungan ibu nifas adalah melalui pelaksanaan kelas ibu nifas. Kelas ini dapat memberikan pengetahuan, keterampilan, dan dukungan psikososial kepada ibu nifas, sehingga dapat mempengaruhi perilaku kunjungan dan pemenuhan kebutuhan kesehatan ibu dan bayi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mitra maupun ibu nifas tentang pentingnya peningkatan kunjungan ibu nifas yang dilakukan sebanyak 3 kali kunjungan. Pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan di Puskemas Garuda, yang akan menjadi objek dalam Pengabdian ini adalah Ibu Nifas. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan cara memberikan penyuluhan yang dilakukan dengan ceramah langsung untuk meningkatkan pengetahuan mitra tentang bagaimana pentingnya kunjungan pada masa nifas. Luaran yang ditargetkan oleh penulis adalah adanya publikasi artikel pada jurnal pengabdian yang terakreditasi (SINTAN 5) dan masyarakat khusunya pada ibu nifas tentang pelaksanaan kelas ibu nifas sebagai upaya peningkatan kunjungan ibu nifas di puskesmas garuda pekanbaru. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 19 September 2023. Hasil pengabdian kelas ibu nifas ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu nifas terhadap pentingnya melakukan kunjungan nifas. Diharapkan pada ibu nifas untuk dapat membuat kelas ibu nifas serta dapat dilaksnakan secara rutin dan kegiatan kelas ibu nifas ini dapat dilakukan di puskesmas ataupun di klinik kesehatan lainya.
Pelaksanaan Kelas Ibu Nifas Sebagai Upaya Peningkatan Kunjungan Ibu Nifas Di Puskesmas Garuda Pekanbaru
Eka Maya Saputri;
Juli Selvi Yanti
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 5 No. 2 (2024): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37385/ceej.v5i2.3732
Masa Nifas (Puerperium) adalah masa setelah keluarnya plasenta sampai alat-alat reproduksi pulih seperti sebelum hamil dan secara normal masa nifas berlangsung selama 6 minggu atau 40 hari. Pelayanan Nifas adalah pelayanan kesehatan sesuai standar pada ibu mulai 6 jam sampai 42 hari pasca persalinan oleh tenaga kesehatan. Kunjungan masa nifas sangat dianjurkan pada ibu nifas untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Kunjungan masa nifas dilakukan untuk menilai keadaan ibu dan bayi baru lahir, dan untuk menjaga, mendeteksi dan menangani masalah – masalah yang terjadi, terdapat sekurang- kurangnya tiga kali sesuai jadwal yang dianjurkan. Namun, terdapat permasalahan dalam tingkat kunjungan ibu nifas yang masih rendah, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan ibu dan bayi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kunjungan ibu nifas adalah melalui pelaksanaan kelas ibu nifas. Kelas ini dapat memberikan pengetahuan, keterampilan, dan dukungan psikososial kepada ibu nifas, sehingga dapat mempengaruhi perilaku kunjungan dan pemenuhan kebutuhan kesehatan ibu dan bayi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mitra maupun ibu nifas tentang pentingnya peningkatan kunjungan ibu nifas yang dilakukan sebanyak 3 kali kunjungan. Pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan di Puskemas Garuda, yang akan menjadi objek dalam Pengabdian ini adalah Ibu Nifas. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan cara memberikan penyuluhan yang dilakukan dengan ceramah langsung untuk meningkatkan pengetahuan mitra tentang bagaimana pentingnya kunjungan pada masa nifas. Luaran yang ditargetkan oleh penulis adalah adanya publikasi artikel pada jurnal pengabdian yang terakreditasi (SINTAN 5) dan masyarakat khusunya pada ibu nifas tentang pelaksanaan kelas ibu nifas sebagai upaya peningkatan kunjungan ibu nifas di puskesmas garuda pekanbaru. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 19 September 2023. Hasil pengabdian kelas ibu nifas ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu nifas terhadap pentingnya melakukan kunjungan nifas. Diharapkan pada ibu nifas untuk dapat membuat kelas ibu nifas serta dapat dilaksnakan secara rutin dan kegiatan kelas ibu nifas ini dapat dilakukan di puskesmas ataupun di klinik kesehatan lainya.
PENYULUHAN KESEHATAN DAN KETERAMPILAN MENYUSUI PADA IBU NIFAS DI PMB ROSITA KOTA PEKANBARU
Eka Maya Saputri;
Juli Selvi Yanti
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. Alina
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59407/jpki2.v4i4.4202
Masalah menyusui akan terjadi bila pemberian ASI terlambat dan keterampilan menyusui yang tidak benar akan berdampak pada masalah menyusui selanjutnya. keterampilan menyusui yang benar adalah cara untuk memberikan ASI kepada bayi dengan posisi dan cara yang sesuai. Sangat penting untuk memberikan konseling mengenai teknik menyusui. Ketika ibu mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk meletakkan bayinya saat menyusui, serta memahami kapan bayinya ingin menyusu, yang dikenal sebagai menyusu sesuai permintaan, ibu akan merasa lebih percaya diri dalam memberi ASI dengan benar. Posisi dan cara yang salah saat menyusui dapat sangat mempengaruhi keberhasilan menyusui secara eksklusif dan dapat menyebabkan masalah seperti luka pada puting dan mastitis.(6) Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Anggraeni dkk tentang hubungan teknik menyusui dengan keberhasilan laktasi didapatkan hasil bahwa ada hubungan teknik menyusui yang benar dengan keberhasilan laktasi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu nifas tentang pentingnya keterampilan menyusui dalam keberhasilan laktasi. Pelaksanaan pengabdian Masyarakat ini akan dilaksanakan di Praktik Bidan Mandiri Rosita yang akan menjadi objek dalam Pengabdian ini adalah ibu Nifas. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan cara memberikan penyuluhan yang dilakukan dengan ceramah langsung untuk meningkatkan pengetahuan ibu nifas tentang bagaimana pentingnya keterampilan menyusui dalam keberhasilan laktasi. Pada saat pelaksanaan kegiatan penyuluhan terlihat semua ibu nifas mendengarkan secara aktif dan sangat antusias pada saat bidan memberikan materi. Setelah kegiatan penyuluhan ini dipaparkan, dilakukan evaluasi dengan cara memberikan beberapa pertanyaan dan didapatkan hasil bahwasanya sekitar 81 % ibu nifas dapat menjawab dan menjelaskan kembali pertanyaan yang diajukan oleh bidan.