Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) di Bumi Cabean Asri Sidoarjo Shafa Isnaeldha, Athaya; Soelistyowati, Endang; Padoli, Padoli
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 17 No. 1 (2023)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v17i1.39

Abstract

Pemeriksaan Payudara Sendiri adalah tindakan memeriksa kondisi payudara sendiri, tindakan inidilakukan untuk mendeteksi dini kanker payudara untuk mengetahui perubahan yang terjadi padapayudara. Kini kanker payudara terjadi pada remaja. Hal ini disebabkan karena gaya hidup remaja yang tidak sehat dan kurangnya pengetahuan yang dimiliki remaja tentang SADARI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan sikap remaja putri tentang payudara sendiri (SADARI) untuk deteksi dini kanker payudara di Bumi Cabean Asri Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri sebanyak 67 orang. Teknik pengambilan sampel ini menggunakan teknik Random Sampling. Peneliti dalam mengumpulkan data penelitian dari responden menggunakan kertas yang berisi kuesioner dan dibagikan melalui rumah ke rumah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian remaja putri (47%) memiliki pengetahuan yang cukup, dan sebagian kecil (16%) memiliki pengetahuan yang baik. Sebagian besar remaja putri (54%) memiliki sikap yang positif dan sebagian kecil (46%) memiliki sikap yang negatif. Remaja putri diharapkan untuk lebih meningkatkan pengetahuan tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dengan cara mengikuti pendidikan kesehatan seperti seminar tentang SADARI, maupun menambah wawasan melalui buku, maupun majalah, ataupun media massa dan diharapkan dapat melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara rutin agar dapat mendeteksi secara dini terjadinya kanker payudara.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Personal Hygiene Dengan Kejadian Skabies Pada Santri Di Pondok Pesantren Nurul Khoir Surabaya Alfatik, Fatma; Padoli, Padoli; Minarti, Minarti
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 17 No. 1 (2023)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v17i1.40

Abstract

ABSTRAK              Penyakit skabies yaitu kondisi pada kulit yang tidak hanya dapat menjadi penyebab infeksi akan tetapi juga sangat mengganggu. Pasien akan lebih sering menggaruk setiap saat, akibat adanya tungau skabies di bawah kulit. Penyakit skabies terjadi karena personal hygiene yang kurang baik di kalangan santri, seperti adanya kebiasaan santri saling pnjam-meminjam alat dan bahan perlengkapan mandi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Personal Hygiene Dengan Kejadian Skabies. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode penelitian desain deskriptif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah santri dengan besar sampel 60 orang yang dipilih dengan accidental sampling. Instrumen pengumpulan data pengetahuan personal hygiene dan kejadian skabies menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Setelah data terkumpul dianalisis menggunakan tabel dengan  distribusi frekuensi. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan personal hygiene dan kejadian skabies menggunakan uji chi-square dengan nilai signifikan 0,05. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar 33 orang (55,0%) mengalami tingkat pengetahuan tentang personal hygiene buruk dan hampir setengahnya 27 orang (45,0%) mengalami kejadian skabies. Ada hubungan antara Tingkat Pengetahuan Tentang Personal Hygiene Dengan Kejadian Skabies p value=0,046 p<0,05, dimana pengetahuan santri tentang personal hygiene yang kurang meningkatkan kejadian skabies. Disarankan kepada santri untuk mengikuti penyuluhan tentang pengetahuan personal hygiene di Puskesmas. Santri yang terkena skabies segera dilaporan ke Puskesmas. Kata Kunci : Skabies, Tingkat Pengetahuan Personal Hygiene, Kejadian Skabies ABSTRACT             Scabies is a skin condition that can not only cause infection but can also be very annoying. Patients will scratch more often every time, due to the presence of scabies mites under the skin. Scabies disease occurs due to poor personal hygiene among students, such as the habit of students borrowing tools and toiletries. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of knowledge about personal hygiene and the incidence of scabies. The type of research used in this research is quantitative with descriptive design research method using a cross sectional approach. The population in this study were students with a sample size of 60 people who were selected by accidental sampling. The instrument for collecting data on personal hygiene knowledge and the incidence of scabies used questionnaires and observation sheets. After the data collected were analyzed using a table with a frequency distribution. To determine the relationship between knowledge of personal hygiene and the incidence of scabies using the chi-square test with a significant value of 0.05. The results showed that most of the 33 people (55.0%) experienced a level of knowledge about poor personal hygiene and almost half of them 27 people (45.0%) experienced the incidence of scabies. There is a relationship between the level of knowledge about personal hygiene with the incidence of scabies p value = 0.046 p <0.05, where the knowledge of students about personal hygiene that does not increase the incidence of scabies. It is recommended for students to take part in counseling about personal hygiene knowledge at the Puskesmas. Students who are affected by scabies are immediately reported to the Puskesmas. Keywords : Scabies, Personal Hygiene Knowledge Level, Scabies Incident
Faktor Risiko Terjadinya Miopia Pada Siswa Di SMA Negeri 11 Surabaya Trianaka Ficta Rochmah; Supriyanto; Padoli, Padoli
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 17 No. 1 (2023)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v17i1.41

Abstract

ABSTRAK  Miopia merupakan kelainan refraksi dimana sinar sejajar yang datang ke mata dalam keadaan tidak berakomodasi dibiaskan pada satu titik di depan retina. Faktor risiko miopia yakni genetik, faktor perilaku membaca buku, menonton TV,  dan penggunaan gadget. Miopia banyak dialami oleh siswa pada tingkat Sekolah Menengah Umum dibanding dengan kelompok usia lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko terjadinya miopia pada siswa di SMA Negeri 11 Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan kuesioner. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 176 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling. Pengumpulan data dilakukan pada 24 Mei 2019. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar (53%)  siswa mengalami miopia, dan sebagian besar (74%) adanya faktor genetik mengalami miopia. Hampir seluruhnya (92%) siswa yang mengalami miopia memiliki perilaku membaca buku yang buruk. sebagian besar (64%) siswa dengan perilaku menonton TV yang buruk, sebagian besar (74%) siswa dengan penggunaan gadget yang buruk. Diharapkan siswa mengetahui faktor risiko terjadinya miopia dan cara memperhatikan kesehatan mata dengan baik serta tidak melakukan perilaku yang dapat mengakibatkan miopia. Kata Kunci: Miopia, Faktor Risiko, Siswa   ABSTRACT  Myopia is a refractive error in which parallel rays that come into the eye in an unaccommodated state are refracted at a point in front of the retina. Risk factors for myopia are genetics, behavioral factors for reading books, watching TV, and using gadgets. Myopia is more experienced by students at the high school level compared to other age groups. The purpose of this study was to determine the risk factors for myopia in students at SMA Negeri 11 Surabaya. This research is a descriptive study using a questionnaire. The number of samples in this study were 176 students. The sampling technique used is probability sampling. Data collection was conducted on May 24, 2019. The results showed that most (53%) students had myopia, and most (74%) had myopia with genetic factors. Almost all (92%) students who have myopia have poor reading behavior. most (64%) students with bad TV viewing behavior, most (74%) students with poor use of gadgets. It is expected that students know the risk factors for myopia and how to pay attention to eye health properly and not to engage in behaviors that can cause myopia. Key words: Myopia, Risk Factors, Student
Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Seimbang Pada Anak Usia Sekolah Di Mi Plus Al- Islam Dagangan Husna, Halimah Fatayatul; Proboningsih, Jujuk; padoli, Padoli
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 17 No. 2 (2023)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v17i2.91

Abstract

PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI SEIMBANG PADA ANAK USIA SEKOLAH DI MI PLUS AL- ISLAM DAGANGAN MOTHER'S KNOWLEDGE ABOUT BALANCED NUTRITION IN SCHOOL-AGE CHILDREN AT MI PLUS AL-ISLAM DAGANGAN ABSTRAK Gizi buruk dan overweight merupakan salah satu permasalahan kesehatan di beberapa negara berkembang termasuk Indonesia. Masalah tersebut tidak hanya terjadi pada balita, tetapi juga pada anak usia sekolah. Salah satu penyebab terjadinya gizi buruk dan overweight adalah tidak seimbangannya asupan nutrisi yang dikonsumsi anak. Penyebab tersebut dapat terjadi salah satunya karena pengetahuan ibu yang kurang tetang gizi seimbang pada anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui pengetahuan ibu tentang gizi seimbang pada anak usia sekolah di MI Plus Al-Islam Dagangan. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi dari penelitian ini adalah ibu siswa kelas 1 sampai kelas 4 di MI Plus Al-Islam Dagangan sebanyak 203 ibu, dengan besar sampel 148. Sampel diambil dengan quota sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dengan jumlah 10 soal dan diolah dengan analisa presentase serta disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentasi. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu tentang gizi seimbang pada anak usia sekolah  dengan kriteria kurang terdapat 10 ibu (6,8%), kriteria cukup 38 ibu (25,7%), dan kriteria baik 100 ibu (67,5%), dari total 148 ibu. Hasil penelitian ini menununjukkan usia ibu mempengaruhi tingkat pengetahuan ibu, pendidikan mempengaruhi tingkat pengetahuan ibu, dan pekerjaan tidak mempengruhi tingkat pengetahuan ibu. Diharapkan untuk ibu yang memiliki pengetahuan cukup dan kurang dapat meningkatkan pengetahuannya dengan mengikuti sosialisasi atau penyuluhan tentang kesehatan anak yang dilakukan di Puskesmas Dagangan. Bagi ibu yang sudah memiliki pengetahuan baik, diharapkan dapat melaksanakan pemenuhan kebutuhan gizi seimbang agar anak tumbuh dan berkembang dengan optimal. Kata Kunci: Pengetahuan, Ibu, Gizi Seimbang  ABSTRACT Malnutrition and overweight are health problems in several developing countries, including Indonesia. This problem does not only occur in toddlers, but also in school-age children. One of the causes of malnutrition and overweight is an imbalance in the intake of nutrients consumed by children. One of these causes can occur due to mothers' lack of knowledge about balanced nutrition in school-age children. This study aims to determine mother's knowledge about balanced nutrition in school-age children at MI Plus Al-Islam Dagangan. The research design used is descriptive. The population of this study were 203 mothers of grade 1 to 4 students at MI Plus Al-Islam Dagangan, with a sample size of 148. Samples were taken by quota sampling. Data was collected by means of a questionnaire with a total of 10 questions and processed by percentage analysis and presented in the form of frequency and percentage distributions. The results showed that 10 mothers (6.8%) had sufficient knowledge about balanced nutrition in school-age children, 38 mothers (25.7%) had sufficient criteria, and 100 mothers (67.5%) had good criteria, of the total 148 mothers. The results of this study indicate that the mother's age affects the mother's knowledge level, education affects the mother's knowledge level, and work does not affect the mother's knowledge level. It is expected that mothers who have sufficient and less knowledge can increase their knowledge by participating in socialization or counseling about child health which is carried out at the Dagangan Health Center. For mothers who already have good knowledge, it is hoped that they can carry out the fulfillment of balanced nutritional needs so that children grow and develop optimally. Keywords: Knowledge, Mother, Balanced Nutrition
Pengetahuan Petugas Pariwisata Tentang Pertolongan Pertama Pada Kegawatdaruratan Tenggelam Di Wisata Pemandian Pacet Mojokerto budi setiawan, indra; padoli, padoli; Ongko Waluyo, Kiaonarni; Widyastuti, Dwi Utari
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 17 No. 2 (2023)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v17i2.94

Abstract

ABSTRAK  Angka kematian akibat insiden tenggelam yang masih tinggi disebabkan karena kontribusi dari faktor sistem pertolongan dan penanganan awal. Banyak kejadian korban pertolongan pertama yang justru meninggal dunia atau menderita kecacatan karena kurang pemahaman petugas dalam memberikan pertolongan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi Pengetahuan Petugas Pariwisata Tentang Pertolongan Pertama Pada Kegawatdaruratan Tenggelam Di Wisata Pemandian Pacet Mojokerto. Jenis penelitian ini deskriptif, melibatkan  60 Petugas pariwisata. Hasil penelitian didapatkan Sebagian besar (55%) petugas pariwisata memiliki pengetahuan pertolongan pertama cukup, hamper setengahnya memiliki pengetahuan baik (18%) dan Kurang (16%). Diharapkan petugas pariwisata lebih banyak mencari informasi tentang pertolongan pertama pada tenggelam dari berbagai sumber dan mengikuti berbagai pelatihan gawat darurat terutama penanganan pertama pada kejadian tenggelam. Kata Kunci : Pengetahuan, Petugas Pariwisata, Kegawatdaruratan, Tenggelam ABSTRACT  The high mortality rate due to drowning incidents is inseparable from the contribution of the rescue and initial care system. Many incidents of first aid victims who actually died or suffered disabilities due to the lack of understanding of officers in providing assistance. The purpose of this study was to identify the Knowledge of Tourist Officers About First Aid in Drowning Emergencies at Pacet Mojokerto Bathing Tour. This type of research is descriptive, involving 60 tour workers. The results showed that most (55%) tour workers had sufficient first aid knowledge, almost half had good knowledge (18%) and less (16%). It is expected that tourism officers seek more information about first aid in drowning from various sources and attend various emergency training, especially the first handling of drowning incidents.             Keywords: Knowledge, Tourism Officer, Emergency, Drowning
Hubungan Kepatuhan Minum Obat Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Rw 03 Desa Berbek Waru Sidoarjo Aulia Alifiah, Ninda Putri; Soelistyowati, Endang; Padoli, Padoli; Indriatie, Indriatie
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i1.106

Abstract

ABSTRAK Kepatuhan minum obat adalah suatu bentuk perilaku yang timbul akibat adanya interaksi anatara petugas kesehatan dan pasien sehingga pasien mengerti rencana dengan segala konsekuensinya dan menyetujui rencana tersebut serta melaksanakannya. Terapi dengan obat merupakan kunci utama untuk mengontrol tekanan darah. Pengobatan hipertensi dipengaruhi oleh kepatuhan pasien mengkonsumsi obat darah tinggi dan melakukan modifikasi gaya hidup.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dengan tekanan darah pada pasien hipertensi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi pasien hipertensi di RW 03 Desa Berbek Waru Sidoarjo terdapat 45 orang. Terdapat dua variabel dalam penelitian ini yaitu variabel kepatuhan minum obat pasien hipertensi dan variabel tekanan darah. Dalam mengumpulkan data penelitian dari pasien hipertensi menggunakan kuesioner yang nantinya akan disebarkan kepada pasien hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (63%) patuh minum obat,  dan mengalami hipertensi stage 1 (65%). Ada  hubungan antara kepatuhan minum obat dengan tekanan darah pada pasien hipertensi, Dimana pasien yang patuh minum obat cenderung mengalami tekanan darah yang terkendali atau stabil.  Diharapkan masyarakat tetap menjaga dan memertahankan kepatuhan dalam minum obat anti hipertensi, peran keluarga juga diharapkan untuk memberikan dukungan kepada pasien dalam mengikuti aturan minum obat serta Tindakan nonfarmakalogi yang lain agar terhindar terjadinya hipertensi berat. Kata Kunci : Kepatuhan Minum Obat, Tekanan Darah Pasien Hipertensi ABSTRACT Medication adherence is a form of behavior that arises as a result of interactions between health workers and patients so that patients understand the plan with all its consequences and agree to the plan and carry it out. Drug therapy is the key to controlling blood pressure. Treatment of hypertension is influenced by patient compliance with taking high blood pressure medication and making lifestyle modifications. The purpose of this study was to determine the relationship between compliance with taking medication with blood pressure in hypertensive patients. This type of research is quantitative with a Cross Sectional approach. The population of hypertension patients in RW 03 Berbek Village Waru Sidoarjo was 45 people. There are two variables in this study, namely the variable of adherence to taking medication for hypertensive patients and the variable of blood pressure. In collecting research data from hypertension patients using a questionnaire which will be distributed to hypertension patients. The results showed that most (63%) were compliant with taking medication, and experienced stage 1 hypertension (65%). There is a relationship between adherence to taking medication with blood pressure in hypertensive patients, where patients who adhere to taking medication tend to experience controlled or stable blood pressure. It is hoped that the community will maintain and maintain compliance in taking anti-hypertensive drugs, the role of the family is also expected to provide support to patients in following the rules of taking medication and other non-pharmacalogical actions to avoid severe hypertension.  Keywords: Adherence to Taking Medication, Blood Pressure of Hypertensive Patients
Pengetahuan Dan Sikap Wanita Usia Subur (Wus) Tentang Deteksi Dini Kanker Serviks Di RW 2 Desa Berbek Waru Sidoarjo Imanda, Ardita Novia; Soelistyowati, Endang; Padoli, Padoli; Ragayasa, Adivtian
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/nersbaya.v18i1.107

Abstract

Deteksi dini kanker serviks adalah pemeriksaan untuk menemukan kanker di leher rahim, dar sejak perubahan awal sel (dysplasia) sampai dengan pra kanker. Setiap wanita yang sudah melakukan hubungan seksual beresiko terkena kanker serviks sehingga diperlukannya deteksi dini sebagai langkah awal melihat kelainan pada area serviks. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan dan sikap wanita usia subur tentang deteksi dini kanker serviks di RW 2 Desa Berbek Waru Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian  deskriptif. Sampel penelitian ini adalah 102 wanita usia subur (WUS) di RW 2 Desa Berbek Waru Sidoarjo yang dipilih dengan pusposive sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap terhadap deteksi dini kanker servik. Analisa data pada penelitian dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian didapatkan bahwa hampir setengahnya (48%) memiliki pengetahuan cukup dan hampir setengahnya (35%) Wanita usia subur memiliki pengetahuan yang baik, Sebagian besar (54%) memiliki sikap negatif dan hampir setengahnya (46%) memiliki sikap positif terhadap deteksi dini kanker serviks. Diharapkan petugas kesehatan dapat melakukan promosi kesehatan khususnya tentang kanker serviks dan pencegahannya untuk meningkatkan pengetahuan dan partisipasi wanita usia subur dalam melakukan deteksi dini kanker serviks.