Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Factors Influencing the Decision to Use Sterilization Contraception Among Reproductive-Age Couples Hardika, Mufida Dian; Sundari, Sundari
Health Dynamics Vol 2, No 7 (2025): July 2025
Publisher : Knowledge Dynamics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hd20703

Abstract

Background: Although permanent contraception is one of the most efficacious contraceptive methods, its adoption remains minimal in rural Indonesia, particularly in Madiun Regency. This situation underscores a paradox: demographic eligibility is present, yet adoption remains constrained, indicating underlying psychosocial obstacles. Prior research has infrequently examined the concurrent influence of motivation and attitude, resulting in a deficiency in comprehending the behavioural determinants of sterilisation choices. Methods: A cross-sectional quantitative study was performed with 138 couples of reproductive age in the jurisdiction of Bangunsari Health Centre. Data were gathered with a validated Likert-scale questionnaire that evaluated motivation and attitude. Statistical study encompassed chi-square tests and logistic regression to investigate correlations and identify primary factors. Results: The study revealed that 43% of participants shown little motivation, and 69% displayed negative attitudes towards permanent contraception. A substantial association was identified between motivation and attitude levels (p < 0.05), indicating that highly motivated individuals were markedly more inclined to possess positive attitudes. Principal obstacles comprised apprehension of irreversible adverse consequences, societal stigma, and insufficient spousal communication. Elevated motivation correlated with a sense of security, perceived efficacy of contraception, and fulfilment of intended family size. Conclusion: Motivation and attitude are critical behavioural factors influencing the decision to take permanent contraception. This study addresses a significant research gap by combining both dimensions within a specific rural context. To enhance adoption, family planning initiatives must include behaviour change communication (BCC), encourage partner-based counselling, and tackle emotional obstacles that prevent informed, voluntary contraceptive decisions.
Pendidikan Kesehatan Berdampak pada Sikap Ibu Hamil tentang Skrining Hipotiroid Kongenital Sundari, Sundari; Hardika, Mufida Dian; Ardhianingtyas, Nisa; Arwiyantasari, Wida Rahma; Frameswari, Fara; Uma, Elita Chobi Batul
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming)
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16203

Abstract

Congenital hypothyroidism is a condition where the thyroid gland is underdeveloped or non-functioning in newborns. The impacts of congenital hypothyroidism include growth retardation and cognitive impairment. One approach is to provide health education to pregnant women about congenital hypothyroidism screening. The purpose of this study was to analyze the impact of health education provided to pregnant women on their attitudes toward congenital hypothyroidism screening. The study design used a one-group pretest and posttest, involving 30 pregnant women selected using a total sampling method. Maternal attitudes before and after health education were measured using a questionnaire. A paired samples t-test was then used to test for differences in attitudes before and after treatment. The results showed that the mean attitude scores before and after treatment were 20.03 and 31.67, respectively. The p-value was 0.001, indicating a significant difference in attitude scores between before and after treatment. The researchers concluded that health education successfully increased positive attitudes among pregnant women toward congenital hypothyroidism screening.Keywords: pregnant women; congenital hypothyroidism; screening; health education; attitude ABSTRAK Hipotiroid kongenital merupakan keadaan ketika kelenjar tiroid menurun atau tidak berfungsi pada bayi baru lahir. Dampak yang ditimbulkan oleh hipotiroid kongenital adalah gangguan pertumbuhan dan gangguan kognitif. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu hamil tentang skrining hipotiroid kongenital. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak pendidikan kesehatan yang diberikan kepada ibu hamil terhadap sikap ibu tentang skrining hipotirod kongenital. Rancangan penelitian ini adalah one group pretest and postest, yang melibatkan 30 ibu hamil yang dipilih secara total sampling. Sikap ibu sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan diukur melalui pengisian kuesioner. Selanjutnya dilakukan uji perbedaan sikap antara sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan paired samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor sikap sebelum dan sesudah perlakukan masing-masing adalah 20,03 dan 31,67. Nilai p adalah 0,001 yang berarti ada perbedaan skor sikap secara signifikan antara sebelum dan sesudah perlakukan. Peneliti menyimpulkan bahwa pendidikan kesehatan berhasil meningkatkan sikap positif ibu hamil terhadap skrining hipotiroid kongenital.Kata kunci: ibu hamil; hipotiroid kongenital; skrining; pendidikan kesehatan; sikap 
Prenatal Gentle Yoga Sebagai Strategi Nonfarmakologis untuk Mempercepat Kala I Fase Aktif Persalinan Primigravida Hardika, Mufida Dian; Sari, Wida Rahma Arwiyanta; Sari, Rury Narulita; Ardhianingtyas, Nisa
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16303

Abstract

 The active phase of the first stage of labor is a critical stage of labor, characterized by cervical dilation from 4 cm to 10 cm. This phase generally lasts for 6 to 8 hours. A long duration of this phase increases the risk of medical intervention and maternal and neonatal complications, especially in primigravidas. The purpose of this study was to evaluate the effectiveness of prenatal gentle yoga in accelerating the active phase of labor in primigravidas. This study used a post-test only design with a control group. A total of 20 pregnant women underwent prenatal gentle yoga for at least 4 weeks, and 20 pregnant women served as the control group. The intervention was carried out twice a week, consisting of breathing exercises, pelvic muscle stretching, and relaxation techniques. The duration of the active phase was measured using a partograph. Data analysis was performed using the Chi-square test. The results showed that 80% of women in the yoga group experienced an active phase of ≤5 hours, while only 35% of the control group experienced an active phase. The p-value of the Chi-square test was 0.014, indicating that the yoga group had a shorter duration of the active phase of labor. The odds ratio was 4.98, indicating that yoga participation nearly fivefold increased the likelihood of premature labor. Furthermore, it was concluded that prenatal gentle yoga is an effective non-pharmacological intervention for accelerating the active phase of labor in primigravida mothers.Keywords: prenatal gentle yoga; labor; active phase of labor; primigravida ABSTRAK Kala I fase aktif merupakan tahap persalinan yang kritis, ditandai dengan pembukaan serviks dari 4 cm menuju 10 cm. Kala ini umumnya berlangsung selama 6 hingga 8 jam. Durasi yang lama pada fase ini meningkatkan risiko intervensi medis serta komplikasi maternal dan neonatal, terutama pada primigravida. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi efektivitas prenatal gentle yoga dalam mempercepat kala I fase aktif persalinan pada primigravida. Penelitian ini menggunakan desain post-test only with control group. Sejumlah 20 ibu hamil menjalani prenatal gentle yoga selama minimal 4 minggu, dan 20 ibu hamil sebagai kelompok kontrol. Intervensi dilakukan dua kali seminggu, terdiri dari latihan pernapasan, peregangan otot panggul, dan teknik relaksasi. Durasi fase aktif diukur menggunakan partograf. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa 80% ibu dalam kelompok yoga mengalami fase aktif ≤5 jam, sedangkan kelompok kontrol hanya 35%. Nilai p dari uji Chi-square adalah 0,014 yang berarti bahwa kelompok yoga memiliki durasi kala I fase aktif yang lebih cepat. Odds ratio adalah 4,98 yang menunjukkan bahwa partisipasi dalam yoga meningkatkan kemungkinan persalinan lebih cepat hampir lima kali lipat. Selanjutnya disimpulkan bahwa prenatal gentle yoga merupakan intervensi nonfarmakologis yang efektif untuk mempercepat kala I fase aktif persalinan pada ibu primigravida.Kata kunci: prenatal gentle yoga; persalinan; kala 1 fase aktif; primigravida
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Depresi Post Partum Ardhianingtyas, Nisa; Dian Hardika, Mufida; Nur Fadilah, Siti
JIDAN: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 5 No. 1 (2025): Edisi januari 2025
Publisher : UNIVERSITAS HAJI SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jidan.v5i1.1239

Abstract

Wanita yang mengalami depresi postpartum adalah gangguan suasana hati yang terjadi setelah melahirkan, yang ditandai dengan perasaan sedih, cemas, atau putus asa yang intens dan berlangsung lebih lama dari "baby blues" biasa. Dalam kasus depresi postpartum, gejala yang dirasakan lebih parah, bertahan lebih lama, dan dapat mengganggu kemampuan ibu untuk merawat bayi mereka. Memberikan dukungan dan layanan kesehatan yang memadai untuk menangani masalah ini sangat penting untuk mengurangi risiko depresi postpartum dan membantu ibu melalui masa transisi setelah melahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur, pendidikan, paritas, serta dukungan keluarga terhadap kejadian depresi post partum. Penelitian ini menggunakan metode observasi analitik dengan jumlah sampel 26 responden. Penelitian ini dilaksanakn pada bulan Agustus-September 2024 di Puskesmas Sumberagung, Kabupaten Magetan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Analisis data menggunakan SPSS. Dari hasil analisis di dapatkan hasil p value lebih kecil dari α = 0,05 yang berarti bahwa ada hubungan yang berarti antara umur, pendidikan, paritas, dukungan keluarga dengan kejadian depresi post partum.
Tingkat kepuasaan Pasangan Usia Subur (PUS) dalam penggunaan KB suntik 3 bulan Karya Setyarini, Dwi Anik; sundari, Sundari; Hardika, Mufida Dian
Jurnal Kebidanan Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Kebidanan Maret 2024
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v14i1.1345

Abstract

Tingginya minat atau kecenderungan masyarakat khususnya pasangan usia subur dalam menggunakan alat kontrasepsi suntikan di pengaruhi oleh popularitas suntikan karena banyak wanita yang menerima kontrasepsi yang memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Tingkat kepuasan Pasangan USia Subur (PUS) dalam penggunaan KB suntik 3 bulan. Penelitian deskriptif. Populasi seluruh PUS sejumlah 50 dengan sampel seluruh PUS Pengolahan data menggunakan editing, coding dan tabulating. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruh responden berumur 18 - 35 tahun sebanyak 46 responden, berpendidikan SMA sebanyak 20 responden, pekerjaan karyawan swasta 25 responden, efek samping mengalami kenaikan BB sebanyak 23 responden dan mengalami ketidakpuasan terhadap penggunaan KB suntik 3 bulan sebanyak 25 responden. Diharapkan memperluas akses informasi sehingga mampu mendapatkan infomasi keseluruhan tentang KB selain dari petugas pelayanan Kesehatan. Petugas Kesehatan mampu memaksimalkan dalam memberikan konseling KB.
Kecemasan Ibu Bersalin Primipara dalam Menghadapi Kala I Persalinan Berdasarkan Skor Hamilton Anxiety Rating Scale (Hars) Hardika, Mufida Dian; Arwiyantasari, Wida Rahma
Jurnal Kebidanan Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Kebidanan Maret 2024
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v14i1.1346

Abstract

Proses melahirkan merupakan wajar terjadi pada setiap wanita. Seringkali terjadi rasa takut saat persalinan. Dari 14 ibu hamil primipara di PMB Atika, Dolopo, Madiun, terdapat 42,8% ibu mengalami ketakutan dalam proses melahirkan. Rasa takut yang tidak dapat diatasi dapat mempengaruhi proses melahirkan. Tujuan penelitian mengetahui hubungan antara rasa takut dengan lama kala I pada primipara di PMB Atika, Dolopo, Madiun. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dengan lama kala I pada ibu primipara. Populasi dalam penelitian adalah ibu primipara yang merasa cemas saat bersalin di 4 PMB di wilayah kerja Puskesmas Bangunsari. Jumlah sampel 32 wanita dengan teknik total sampling populasi. Variabel bebas rasa cemas, sedangkan variabel terikat adalah lama kala 1 persalinan pada wanita primipara. Pengumpulan data menggunakan kuisioner HARS dan partograf. Analisis penelitian menggunakan uji Rank Order of Spearman dengan taraf makna α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wanita primipara saat persalinan merasakan rasa takut sedang dan berat masing-masing sebesar 40,6% dan sebagian kecil lainnya mengalami rasa takut ringan sebesar 18,8%. Pada wanita primipara saat proses persalinan merasakan rasa takut ringan melalui proses persalinan dengan waktu lebih cepat (kurang 6 jam) dan normal (6-10 jam). Kesimpulan penelitian adalah ada hubungan antara kecemasan dengan lamanya kala I persalinan pada primipara. Disarankan, rasa cemas pada ibu dalam menghadapi proses persalinan dapat dikurangi dengan persiapan pra persalinan yang matang, petugas berperan aktif dalam konseling, memberikan informasi yang jelas pada keluarga serta dukungan psikologis ibu dalam proses persalinan sehingga dapat mencegah terjadinya lama kala I memanjang . .
Perilaku Bidan Dalam Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Pada Kala II Persalinan Hardika, Mufida Dian; Arwiyantasari, Wida Rahma
Jurnal Kebidanan Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Kebidanan Edisi September 2024
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v14i2.1401

Abstract

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah suatu proses pengenalan pertama bayi baru lahir dengan proses menyusui langsung kepada ibu dimana bayi diletakkan di dada ibu dalam waktu 1 jam paska bayi dilahirkan.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku bidan dalam pelaksanaan IMD (Inisiasi Menyusu Dini) di Wilayah Kerja Puskesmas Bangunsari Kabupaten Madiun tahun 2024. Jenis penelitian deskriptif eksploratif. Populasi seluruh bidan yang sudah dilatih IMD sebanyak 25 bidan. Pengambilan sampel dengan total populasi. Variabel penelitian perilaku bidan dalam pelaksanaan IMD meliputi pengetahuan, sikap dan praktek. Untuk mengukur pengetahuan dan sikap menggunakan kuesioner tertutup dan terstruktur, sedang untuk mengukur praktek IMD dengan melakukan observasi saat responden menolong persalinan menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian tingkat pengetahuan IMD didapatkan sebagian besar sangat baik sebanyak 17 orang (68%), baik sebanyak 5 orang (20%) dan cukup sebanyak 3 orang (12%). Tingkat sikap terhadap IMD menunjukkan bahwa sebagian besar bersikap positif sebanyak 19 orang (76%) dan bersikap netral sebanyak 6 orang (24%). Tingkat praktek IMD menunjukkan bahwa sebagian besar baik sebanyak 11 orang (44%), sangat baik 5 orang (20%), cukup 6 orang (24%, kurang sebanyak 3 orang (12%). Bidan yang prakteknya baik sebagian besar berusia dewasa dini, berpendidikan DIII Kebidanan, berpengetahuan sangat baik dan bersikap positif. Kesimpulan bidan di Wilayah Kerja Puskesmas Bangunsari sebagian besar berpengetahuan sangat baik, bersikap positif dan prakteknya IMD baik. Bagi bidan sangat dianjurkan segera mempraktekkan IMD. Bagi peneliti lain dimohon meneliti faktor lain yang belum diteliti.
Latihan Fisik Pada Saat Kehamilan Di Pmb Atika Sundari, Sundari; Mufida Dian Hardika; Fara Frameswari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tubuh akan mengalami perubahan secara anatomi, fisiologi, dan psikologis pada saat kehamilan. Perubahan hormonal adalah faktor utama yang mempengaruhi sistem organ lainnya, untuk meningkatkan kondisi fisik ibu selama kehamilan, latihan fisik harus dilakukan dengan pertimbangan medis yang tepat, prinsip aman. Latihan fisik yang dilakukan dengan cara senam hamil. Pengabdian ini dilaksanakan di PMB Atika, dengan menggunakan metode ceramah tanya jawab dan diskusi. Ibu hamil dapat memahami pentingnya melakukan latihan fisik pada saat kehamilan.
Pendidikan Kesehatan Dan Pelaksanaan Deteksi Dini Pap Smear Untuk Mencegah Kanker Serviks Mufida Dian Hardika; Sundari; Elita Chobi Batul Uma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks menempati peringkat kedua setelah kanker payudara. Upaya pencegahan primer, seperti mendorong masyarakat untuk menjalankan pola hidup sehat dan melakukan deteksi dini melalui metode pap smear sangat penting karena tingkat kesembuhan 100% dapat dicapai jika kanker serviks ditemukan sejak dini. Namun, tidak semua wanita ingin tahu dan mengetahui tentang kanker serviks. Tujuan pengabdian masyarakat oleh dosen ini adalah melakukan upaya promotif dan preventif kepada 10 Wanita Usia Subur (WUS) dengan memberikan pendidikan kesehatan dan pelaksanaan deteksi dini pap smear untuk mencegah kanker serviks di PMB Atika, Amd Keb, Kabupaten Madiun. Target capaian dari pengabdian masyarakat ini adalah adanya peningkatan pemahaman kesehatan di masyarakatKanker serviks menempati peringkat kedua setelah kanker payudara. Upaya pencegahan primer, seperti mendorong masyarakat untuk menjalankan pola hidup sehat dan melakukan deteksi dini melalui metode pap smear sangat penting karena tingkat kesembuhan 100% dapat dicapai jika kanker serviks ditemukan sejak dini. Namun, tidak semua wanita ingin tahu dan mengetahui tentang kanker serviks. Tujuan pengabdian masyarakat oleh dosen ini adalah melakukan upaya promotif dan preventif kepada 10 Wanita Usia Subur (WUS) dengan memberikan pendidikan kesehatan dan pelaksanaan deteksi dini pap smear untuk mencegah kanker serviks di PMB Atika, Amd Keb, Kabupaten Madiun. Target capaian dari pengabdian masyarakat ini adalah adanya peningkatan pemahaman kesehatan di masyarakat
Peningkatan Efikasi Diri Pada Ibu Hamil Dalam Menghadapi Persalinan Melalui Edukasi Kesehatan Ardhianingtyas, Nisa; Mufida Dian Hardika; Kiky Anggun Sanjaya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 6 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan merupakan proses lahirnya bayi dan plasenta dari dalam rahim ibu. Kelahiran bayi merupakan hal yang sangat dinanti oleh ibu dan keluarga. Bagi ibu hamil yang belum pernah melahirkan, persalinan seringkali menjadi hal yang mendebarkan. Rasa cemas semakin meningkat saat berada pada masa akhir kahamilan menjelang persalinan. Hormon dalam tubuh ibu mengalami perubahan selama kehamilan. Perubahan ini, terutama pada esterogen dan progesteron, akan menyebabkan perubahan fisik dan psikologis pada ibu hamil. Salah satu cara yang efektif untuk mengurangi kecemasan selama persalinan adalah dengan menjadi lebih waspada selama proses persalinan dan mendapatkan bantuan penting untuk mengurangi kematian ibu dan kematian bayi. Mempersiapkan kelahiran sama dengan mempersiapkan komplikasi, yaitu mempersiapkan diri untuk komplikasi selama persalinan dan mempersiapkan ibu hamil pertama. Seseorang dengan kesehatan mental yang baik dapat memaksimalkan potensi mereka. Edukasi antenatal sangat penting untuk mempersiapkan ibu hamil untuk persalinan. Tujuan dilakukan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan efikasi diri ibu hamil dalam menghadapi persalinan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2024 di Praktik Mandiri Bidan Nur Indah, SST., Kabupaten Magetan. Responden adalah ibu hamil primigravida sejumlah 16 orang. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan memberikan penyuluhan tentang persiapan menghadapi persalinan, pre test dan post test. Setelah dilakukan penyuluhan, pemahaman ibu tentang persiapan persalinan meningkat sehingga mampu meningkatkan efikasi diri ibu hamil.